My Charming Boss

My Charming Boss
Accident


__ADS_3

"kk.." panggil vivi yang baru saja memasuki mansion


"kk ipar mana bi?" tanyanya


"she's cooking, untuk makan malam" bibi cheng tersenyum melihat vivi berbinar


"okay.. thank's bi" ucap vivi berlari ke arah dapur


"kakak" teriak vivi


Mona menoleh melihat vivi berjalan hendak menghampirinya


"hi vi kamu dah pulang?"


Vivi memilih duduk di kursi bar depan kabinet dapur "ini bubuk matcha yang kk titip"


"mau matcha latte?"


"boleh"


"kk masak apa?"


"chicken cordon bleu, semoga rasanya tidak buruk ya?" mona tersenyum penuh


"nice.. boleh vivi ikut masak?" tanyanya


"tentu, kemari" ucap mona menggeser posisinya agar memudahkan vivi ikut


"kk ajarin ya.. aku nggak jago masak hehe"


"to be honest kk juga nggak jago banget buat masak"


"merendah"


Mona tertawa


"ya.. minimal lebih baik ketimbang vivi"


"maybe, kita siapin dulu ayamnya"


Dengan pelan mona mengajari vivi yang selalu bercanda dan tertawa, tak hanya itu apron milik vivi juga putih akibat tepung juga dapur yang terlihat begitu berantakan.. mereka begitu menikmati waktu mereka dengan memasak bersama. Dari pintu mansion suara tawa vivi dan mona begitu menggelegar


'apa yang dilakukan dua perempuan itu? bahkan tawa mereka sampai ke sini' pikir gama


Ia melangkahkan kakinya melihat dua perempuan cantik itu sedang melakukan sesuatu yang mungkinkah bisa di bilang memasak?


Bagaimana tidak? tepung berhamburan di lantai maupun di apron mereka.. seperti anak kecil yang asik bermain, beberapa baby potato, buncis, dan sayuran juga bertaburan di atas kabinet dan juga alat-alat masak lainnya


Kini pandangannya teralihkan saat melihat gadis dengan kaos pendek dan celana jeans itu sedang tertawa dengan adik kecilnya.. gadis itu begitu terlihat semakin cantik saat beberapa helaian rambutnya keluar dari kunciran rambutnya membuat mona yang melihat gama yang memandangnya menjadi beku seketika, fokus mona yang teralihkan membuat vivi menoleh cepat


"kakak"


Gadis itu terlihat menghampiri kakaknya dan menggandeng tangan gama ke arah kabinet


"kak, aku dan kk ipar membuat chicken cordon bleu untuk makan malam" ucapnya


Gama menaikkan alis matanya


"kau yakin makanannya aman?"


"ckk.. tentu saja, vivi yang buat" ucapnya bangga

__ADS_1


"oh ya? aku tidak yakin, sepertinya mona yang membuatnya"


Gama mencubit gemas hidung vivi "kau hanya mengacau"


"ckk.. iya aku tahu kk ipar yang terbaik"


"kk mon aku kekamar duluan, tubuhku lengket karena keringat dan tepung" ucapnya melepaskan apron di tubuhnya dan beranjak pergi meninggalkan dapur


"hei.. bagaimana mungkin kekacauan ini kau tinggal pergi begitu saja?" panggil gama


"it's okay kk hanya perlu menggoreng ayamnya saja, kentang dan sayuran yang lain sudah ada di piring" ucap mona


"aku temani" ucap gama


Belum sempat mona menjawab gama lebih dulu menyambar apron milik vivi dan memakainya, membuatnya membiarkan gama melakukannya


"hm.. baiklah aku akan membersihkan dapur yang kini terlihat seperti kapal pecah ini" ucap mona tertawa kecil


"ya kapal tenker yang diserang musuh" gama terkekeh


Mona telah bergerak membersihkan tempat, sedangkan gama belum juga memulai kegiatannya, ia bingung bagaimana harus melakukan apa pertama kali ia kerjakan


'sejujurnya aku memang ingin membantumu, tapi bisakah berikan aku penjelasan untuk step selanjutnya? bagaimana ini?'


'aku tidak ingin terlihat bodoh dihadapannya, dia tadi bilang digoreng bukan?'


'baiklah mari kita goreng' pikir gama


Ia bergerak mengambil minyak dan menuangkannya di teflon dalam, lalu menghidupkan kompor di hadapannya itu


'untungnya aku bisa menghidupkannya' pikir gama


Setelah itu ia mencelupkan gulungan ayam berbalut tepung roti itu ke dalam teflon, dan membuat sesuatu terjadi


Chss..


Chss..


"shitttt.." umpat gama


Mona yang sedang ke arah belakang untuk meletakkan kantong sampah pun kaget saat mendengar gama mengumpat didukung dengan bau minyak panas di dalam wajan


"kk gama" pekik mona melihat minyak yang berada di dalam teflon keluar melumper ke atas kompor juga minyak panas yang memercik, sedangkan laki-laki itu mundur menghindari kompor


"jangan didekati" ucap gama


Tak mona tanggapi ia berlari kecil mematikan kompor dan mengangkat ayam yang tetinggal di dalam teflon, lalu berjalan ke arah gama. Digenggamnya tangan gama untuk mendekat pada wastafel disana


"kemari" ucap mona mengarahkan tangan gama agar dialiri air bersih selama beberapa menit


'kali ini aku gugup, jantungku berdetak kencang saat melihatnya dekat seperti ini'


"biarkan saja, tidak apa-apa" ucap gama yang gugup


Mona menggeleng "tidak.. itu bisa memperburuk keadaan lukanya" ucap mona dengan tetap tenang


Setelahnya mona menuntun gama untuk duduk dan mengambil handuk bersih di laci dapur lalu mengompresnya dengan baik


"apakah ada gel aloevera atau salep antibiotik?" tanya mona


Gama diam memperhatikan wajah mona

__ADS_1


'kenapa aku sulit bicara sekarang?'


'kau sangat memengaruhiku'


"nona, tuan muda??" bibi cheng diam seraya menyapu pandangannya pada kompor yang dipenuhi minyak tumpah


"bi apa kita punya gel aloevera atau salep antibiotik?" tanya mona pada bibi cheng


'kita?' pikir gama tersenyum


"ya.. wait"


Kemudian bibi mencari sesuatu di salah satu laci kabinet, lalu kembali memberikan salep antibiotik pada mona


"saya bersihkan ini dulu nona" ucap bibi cheng lalu membersihkan peralatan masak juga kekacauan yang sebelumnya terjadi


Mona mengangguk "iya terima kasih bibi"


Mona kembali membuka handuk putih yang membalut punggung tangan gama


'untung saja lukanya tidak begitu parah' ucap mona dalam hati


"maaf mungkin sedikit perih" ucap mona mengoleskan salep tersebut


Lagi-lagi gama memandang mona lekat, 'aku suka'


"lain kali lebih hati-hati, luka seperti ini mungkin terlihat sepele.. tapi bisa saja menjadi berbahaya" ucap mona tetap mengoleskan salep tersebut


"astaga kk ada apa denganmu?" tanya vivi mendekat


"kakakmu menggoreng ayam dengan minyak yang berlebih, ditambah api kompor yang besar.. sehingga minyaknya melumper dan mengenai bagian punggung tangannya" jawab mona


"kk kan tidak pernah memasak atau masuk dapur.. ck.. pasti sok keren di depan kk ipar" ucap vivi


Mona menoleh pada vivi lalu kembali pada gama


"benarkah? maaf.. seharusnya tidak perlu membantuku" ucap mona meniup bagian tangan gama yang terluka


Gama tersenyum melihat mona meniup tangannya lembut


"tidak masalah"


"hufff.. untung saja kk mona dokter" ucap vivi lalu duduk di depan gama


"kau dokter?" tanya gama


Mona mendongak melihat gama lalu menghentikan tiupannya lalu berdeham mengangguk


'sempurna' gama tersenyum penuh melihat mona


"baiklah ini sudah selesai, kau baru pulang kerja.. sebaiknya kau mandi membersihkan diri, aku akan siapkan makan malamnya" ucap mona berdiri


Gama mengangguk "terima kasih nona dokter"


Mona tersenyum mengangguk seraya masih mendekap handuk bekas gama


Lalu gama berbalik menuju lantai atas kamarnya


"kk" panggil mona saat gama sudah berada di tangga


"usahakan jangan membasahi tanganmu yang terluka" lanjutnya

__ADS_1


Next episode,,


__ADS_2