
Tok.. tok..
Lelaki itu mengetuk pintu yang terlihat sangat kokoh dan seketika langsung menutupnya hingga aku tidak bisa mengintip sedikit saja
"ada yang penting?" tanyanya tegas tanpa mengetahui siapa yang masuk dan dengan tetap menghadap komputer di hadapannya
"maaf tuan, nona arin datang membawakan makan siang" ucapnya
Lalu ia mengalihkan matanya menatap tomi
"ulangi" ucapnya
"maaf tuan, nona arin datang membawakan makan siang" ucapnya lagi dengan kalimat yang sama tanpa berbeda
"lagi" perintahnya
"maaf tuan, nona arin.."
"cukup" laki-laki itu meletakkan kaca mata kerjanya 'gadis lolaku' gumamnya juga wajah berseri yang secepat mungkin dihapusnya
Sedangkan tomi bingung harus berbuat apa
"Persilahkan dia masuk"
"baik tuan" ucap tomi berjalan menuju pintu
"jangan biarkan ada yang mengganggu" tambahnya
Tomi hanya menganggukkan kepala, namun saat ia ingin memberi tahu arin ternyata perempuan cantik itu tidak ada disana juga dengan sekretaris tuan arkana. Tanpa menunggu lagi tomi masuk kembali ke dalam ruangan
"maaf tuan, nona arin tidak ada diluar" jelasnya
Namun yang diberitahu hanya memainkan alis matanya, kemudian berkata
"keluarlah"
"maaf tuan, saya permisi" dia berjalan pergi meninggalkan ruangan
'dimana nona arin?, dia tidak lihat saja tuan seperti bersemangat tadi' ucapnya dalam hati
Hingga tomi dengan setia duduk manis di dekat ruangan, dan mendengar sapaan dari perempuan yang saat tadi menghilang
"tomi maafkan aku.. tadi aku meminta mbak cantik ini menunjukkanku toilet, kau tahu aku sangat gugup"
"tidak mengapa nona, silahkan masuk tuan sudah menunggu dari tadi" jawabnya
__ADS_1
'kenapa aku tidak melihat jika paper bagnya masih di atas sini' gumam tomi
Arin menenteng makan siang juga berterima kasih pada laura karena telah menemaninya pergi ke toilet
"terima kasih laura, baiklah aku masuk dulu" ucapku pada tomi dan laura
Chittttt,, pintu terbuka saat ia dorong dengan lambat. Irama jantungnya berdetak dengan semakin cepat walau yang ia tatap hanya punggung lelaki itu
Terdengar suara khasnya yang menakutkanku
"aku tidak ingin ada kesalahan, lalukan dengan baik dan jangan membuat kesalahan" tegas lelaki itu
Seketika aku terdiam mematung cukup lama mendengar suaranya
"bagaimana ini, apa harus aku bicara??" ia bergumam dalam hati
Laki-laki itu pun menoleh tanpa aku sadari, dan sedikit terkejut melihatku saat ia menyadari bahwa tidak hanya dia yang ada di ruangan ini
Ia mengangkat alis matanya saat melihatku dan dengan segera melihat ponselnya (aku kira dia memutuskan sambungannya) dan meletakkannya di atas meja
Dia langsung memandangku datar dan bertanya??
"apa yang kau lakukan??"
Lagi-lagi aku terdiam dengan detak jantung yang tak bisa aku jabarkan karena mendengar suaranya
"um.. maaf tuan.. saya tadi pergi ke toilet dulu sebelum masuk ke sini" ucapku tak bergerak dari tempat
"lalu?" tanyanya
'apakah dia memang semenyeramkan yang dikatakan selly' lagi-lagi hanya di dalam hati
Hingga aku memberanikan diri untuk menjelaskan padanya
"um.. begini tuan arka, saya membawakan makan siang untukmu" aku kembali menundukkan kepala
'arka?, aku suka panggilan sayangnya' namun kalimat lelaki ini hanya dia yang tahu
Dan dia lagi-lagi diam, dan membuat arin mendongakkan kepala melihatnya
"ini sebagai ucapan terima kasih ku, maaf jika anda tidak berkenan" jelasku
Lalu lelaki itu berjalan meninggalkan kursi kebesarannya dan menuju ke arah sofa
"mau tetap berdiri di sana?" ucapnya setelah ia mendudukkan bokongnya
__ADS_1
Aku tersentak dan berjalan mendekat ke arahnya, lalu ku letakkan kotak makan itu di atas meja
"apakah mau saya bukakan?" tanyaku
Dia hanya mengangguk, dan mulai mengambil kotak makan yang telah ku persilahkan. Perasaanku campur aduk, aku menyatukan kedua tanganku untuk mengurangi kegugupanku
Saat ia menyuap laki-laki itu berkata dalam hati 'makanannya enak juga' seraya menatap gadis di depannya
Hingga suara ponsel memecahkan suasana tegang yang tentu saja hanya menurut arin sendiri,
"ya mon?" tanpa sadar ia langsung mengangkat telpon di depan tuannya itu
"lu dimana?" jawab mona
Aku tersadar hingga menoleh ke arah lelaki itu, dengan sepihak ku putuskan telpon dari mona
"maaf tuan.. um.. temanku menunggu di bawah bisakah aku pergi?" tanyaku takut-takut
Dia menatapku sedikit lama hingga akhirnya dia hanya menganggukkan kepala dengan mulut yang masih mengunyah makanan
"terima kasih tuan, kalau begitu saya permisi" aku berjalan ke luar, hingga di depan pintu aku menoleh lagi padanya
"um... semoga tuan arka menikmati makan siangnya" aku tersenyum dan menutup pintu
Diluar sudah ada tomi yang setia berjaga,
"tomi terima kasih, aku permisi pulang ya... laura.." ucapku
"baiklah nona" ia menganggukkan kepala sedangkan laura hanya tersenyum
Setelah aku dibawah kudapati mona sedang duduk manis di kursi tunggu tamu
"mon?"
"lu dari mana sih, ditinggal aja gue ndiri disini" ucapnya kesal
"hehe ya maaf, tadi rio telpon dia di kantor cabang jadi ya gue kasih makanannya buat.. um.. teman yang lain" ucapku
"ya udah deh yuk pulang dah ngantuk nih, mana ntar malam gue ada shift lagi"
"terus gimana? gue pulang sendiri aja ya, lu pulang langsung aja ke apartemen" jawabku
"lu pulang bareng gue, nanti malam baru gue anter ke ruko" ucapnya seraya berjalan mendahului
"iyeee gue ikut nyonya wkwk"
__ADS_1
next episode,,