My Charming Boss

My Charming Boss
58. Tidak mampu bicara


__ADS_3

Perempuan dengan beberapa helai rambut putih itu tersentak kaget saat melihat tuannya berdiri diluar lobi bersama dengan seorang perempuan, walau ia tahu bahwa arkana tidak memiliki hubungan dengan perempuan tersebut namun hal ini tentunya akan mempengaruhi arin


Yang ia tahu tuannya kini mempunyai perasaan lebih pada arin. Dengan melihat sikapnya yang selalu memantau pergerakan arin serta perlakuan spesial tuannya itu terhadap arin, membuktikan bahwa tuannya memiliki hubungan yang lebih dengan nona cantik nan baik hati di sampingnya ini


"non" panggilnya, namun arin sepertinya tidak mengindahkan panggilannya


Ia bergerak menyentuh lengan kanan arin dengan pelan, agar tidak begitu mengejutkannya


"non?" panggilnya lagi


Dengan sadar arin menoleh pada bu lis yang kini memegang lengan kanannya, ia hanya diam memandang bu lis yang juga diam tidak melanjutkan ucapannya


Ia menyeka air matanya kemudian "arin pulang duluan bu, permisi"


Tanpa menunggu jawaban dari bu lis perempuan cantik itu kini beranjak berjalan keluar dari lobi perusahaan, ia berjalan lurus mengatur nafasnya seraya menunduk menyeka air mata yang sempat menetes


Setelah diluar lobi perusahaan, arin berjalan ke arah arkana dan menundukkan sedikit tubuhnya guna memberikan rasa hormat dihadapan arkana,


'sayang' gumam arkana sehingga tidak ada satu pun mendengarnya


Dengan perasaan yang tak karuan arin melangkahkan kakinya pasti, dan berlalu meninggalkan perusahaan menuju halte bus


Sedangkan arkana ia menyeka keringat yang kini membasahi dahinya, dengan kasar ia melonggarkan dasi yang ada di lehernya hingga terlepas dari tempatnya. Sejak tadi tomi hanya menunduk diam tidak mampu bersuara, ia sangat memahami arkana saat sedang dalam suasana yang tidak baik


"kana, kenapa diam.. kamu anterin aku pulang, ayoo" ucap hana


Terlihat arkana menghela nafasnya kasar tidak menanggapi ucapan perempuan tersebut


"kana, kenapa sih"


"tadi"


"diamm... aku bilang diam, tutup mulutmu itu dan pergi dari sini" bentak arkana tajam


Sedangkan semua orang membeku, mereka hanya mencuri pandang sedikit saat arkana tengah membentak seseorang, perempuan itu juga terlihat gemetar melihat arkana yang begitu sangat emosi dengan mata yang memerah kesal


"kita pergi tomi" ucap arkana masuk ke dalam mobil dan menghempaskan pintu mobil dengan begitu kencang


'sayang ku mohon kamu salah paham' resah arkana dalam hati

__ADS_1


"nona sedang duduk di halte tuan" ucap tomi


"berhenti di sana, cepat tomi" ucap arkana panik


Tomi menghentikan laju kendaraannya dan berhenti dipinggir badan jalan.. dengan tergesa-gesa arkana turun dari mobilnya dan berjalan menghampiri arin yang terdiam duduk sendiri. Jujur ia juga bingung harus bagaimana menjelaskan semuanya pada arin, baru kali ini ia takut bicara pada seseorang


"sayang.." panggil arkana pelan pada arin namun gadisnya itu tidak memperdulikan dirinya yang berada tepat di hadapannya, ia begitu kesal dan marah terhadap dirinya sendiri.. akibat ulah perempuan ular itu, gadisnya yang selalu manis terhadapnya kini diam tidak mau menjawab, ditambah kini mata indah itu terlihat sedih berkaca-kaca


Ya gadis lolanya kini terlihat kecewa terhadap dirinya, saat ia hendak bicara lagi arin bergerak menggeser posisi duduknya menghindari arkana. Namun arkana tidak akan diam saja dan menyerah melihat arin menjauhinya


"kita pulang ya" ucap arkana lembut dengan menggenggam jari-jemari arin, dengan pelan pula arin melepas genggaman tangan arkana


"terima kasih, tapi tidak perlu" ucap arin tertahan


"ku mohon sayang.." namun ucapannya disela arin terlebih dulu


"pergilah" ucap arin menunduk


Arkana menggelengkan kepalanya "no, dengarkan dulu.. mas bisa jelasin" ucap arkana


"ayo ikut" ucap arkana menarik arin dengan sedikit keras karena gadisnya itu tetap menolak, namun dengan gerakan cepat ia membawa arin masuk ke dalam mobil


"ini sakit?.. maaf," ucap arkana seraya mengelus lembut punggung tangan arin, namun lagi-lagi arin melepaskan genggaman arkana. Arkana mengacak rambutnya sembarangan, sungguh ia benci jika arin menjauh darinya


"jalan" titah arkana pada driver mobilnya


"baik tuan" jawab driver, kini mereka mengarah pulang ke rumah arin, dan selama perjalanan pula arin bungkam seribu bahasa.. bahkan ia memilih duduk lebih menepi ke arah pintu mobil dan menjauh dari arkana


Sungguh arkana begitu frustrasi dibuat arin, perempuan itu memilih diam saja sepanjang perjalanan hingga mereka sampai di depan ruko


"terima kasih" ucap arin menunduk lalu keluar dari mobil arkana


Ingin rasanya arkana berteriak menjelaskan semuanya, tapi laki-laki itu bingung harus memulai semuanya dari mana dan bagaimana.. ia takut arin akan semakin bertambah marah terhadapnya


Arkana belum juga pergi beranjak dari tempat itu seraya terus memperhatikan arin dari dalam mobil, gadisnya itu terlihat berdiri lama di depan pintu, juga sesekali menyeka air mata yang membasahi pipi chubbynya itu..


'lihat yang kau lakukan kana, kau membuatnya menangis sedih..' gumam arkana


Lalu terlihat arin mengambil ponselnya. Sepertinya gadisnya kini melakukan panggilan dengan seseorang, hingga tidak lama kemudian ia melangkahkan kakinya pergi menuju ruko sebelah

__ADS_1


'apa yang dilakukannya?' gumam arkana dan bergerak turun menghampiri arin


"kamu tadi ngapain?" tanya arkana di belakang punggung arin yang sibuk membuka kunci pintu ruko


Ceklek..


Arin membuka pintu dan memutar tubuhnya untuk menutup pintu, namun dengan cepat arkana menahan pintu dan menutupnya kembali dari dalam dengan keras


"kamu mau ngapain mas?" tanya arin kaget


Arkana mengunci pintu ruko dan menarik lengan arin menuju lantai atas


"kamu pulang.. ini udah malem mas, ibu juga nggak ada di rumah" ucap arin berusaha melepaskan genggaman tangan arkana


Tanpa menjawab pertanyaan arin arkana menarik arin masuk ke dalam kamar gadisnya itu, kini perempuan cantik itu merasa takut dengan tindakan arkana


"duduk" ucap arkana tegas menatap arin dengan lekat, namun perlahan arin berjalan mundur hingga menyentuh ujung tempat tidurnya


Dengan pelan arkana menghampiri arin dan menggenggam tangannya, ia menatap lekat wajah arin dengan lembut


"sayang dengarkan aku terlebih dulu" ucap arkana memeluk pinggang arin untuk mendekat padanya


"sungguh, itu tidak seperti yang kamu duga, mas nggak" dengan cepat arin melepaskan pelukan arkana dan memotong ucapan arkana


"aku yang salah mengartikan semuanya" ucap arin pelan dengan mata yang mulai memanas


"salah mengartikan apa?" tanya arkana bingung


"sebaiknya kamu pulang, lagi pula kenapa kamu disini? kenapa nganterin aku pulang??" ucapnya tertahan, akhirnya arin tidak mampu membendung air matanya lagi dan menangis menatap pada arkana


"itu pacar kamu pasti nunggu kamu.. sebaiknya"


Cup


Dengan cepat arkana menarik arin ke dalam pelukannya, menunduk dalam mencuri rasa di bibir manis arin.. ia tidak mampu melihat wajah sedih dan juga air mata gadis yang kini berada di dalam pelukannya


"arin, aku mencintaimu" ucap arkana yang lekat memandang arin


Arin begitu terkejut dengan tindakan arkana yang tiba-tiba, jantungnya kini seakan berhenti berdetak.. bola mata yang memandangnya dalam, pelukan hangat yang merengkuhnya dan ucapan yang keluar dari mulut arkana benar-benar membuatnya membeku

__ADS_1


Next episode,,


__ADS_2