My Charming Boss

My Charming Boss
12. Menemuinya


__ADS_3

"hm.. kakek sungguh keyang dengan makan siang yang kamu bawa," dengan duduk seraya mengelus perutnya "salamkan untuk ibumu juga sayang"


Aku tersenyum "baik kek"


"mona juga dapat makan siang gratis kek, tapi sudah mona makan duluan di apartemen hehe"


Kami tertawa mendengar mona bicara


"oh ya ngomong-ngomong bagaimana dengan interviewmu kemarin rin?" tanya kakek


"alhamdulillah kek lancar, doakan untuk hasilnya ya kek"


"hm.. jangan khawatir sayang kau pasti dapat pekerjaannya, bagaimana dengan mona?, apa sudah bekerja?" tanya kakek


"masih koas kek, di rumah sakit futurelife" jawab mona


"jadi mona ini seorang dokter?"


"hehe masih otw kek belum resmi"


"yaya.. hanya sebentar lagi lalu menjadi dokter muda berbakat" kakek tertawa kecil


"hehe kakek bisa saja" jawab mona


Kemudian mata kakek tertuju pada satu lagi kotak makan yang ku bawa,


"sayang kau juga membawakan makan malam untuk kakek?" tanya kakek


"um... bukan kek, arin bawakan makan siang untuk kakek juga mona dan yang ini untuk rio kek" jawabku


Kakek menaikkan alis matanya, "rio?"


"iya kek, rio temannya mona, kemarin rio membantu arin agar dapat kerja dan interview di HSM Group kek. Jadi arin bawakan makan siang sebagai rasa terima kasih"


Kakek mengangguk "kakek sudah mikir aneh-aneh, kakek pikir rio itu kekasihmu"


"arin itu anak polos kek, mana tau masalah begitu, apalagi kekasih" jawab mona


"haha... kau terlalu jujur mona sayang, lihat wajah cucu kakek jadi tak berdaya" tunjuk kakek padaku


"mona selalu begitu kek, suka sekali menggoda" mukaku cemberut


Namun tawa kakek semakin menjadi


"sayang.. kau ini seperti kelinci merajuk yang minta wortel pada tuannya haha"


"ehm.. ngomong-ngomong, kakek rasa kotak makan itu tak bisa disebut makan siang lagi untuk rio" lanjut kakek dan tertawa kembali


"astaga.. aku melupakannya mon" ucapku menghadap mona


"aku juga melupakannya jika saja kakek tidak bilang" jawab mona


"kita pergi sekarang mon?"

__ADS_1


"hm," mona mengangguk


"baiklah kek kalau begitu kami pamit ya mengantarkan makan siang untuk rio" mona berucap


"baiklah kalian hati-hati di jalan ya"


Kami menggangguk "assalamualaikum kek" salam ku dan mona


"waalaikumsalam sayangku"


Saat ini aku dan mona sedang di jalan menuju gedung HSM Group, kami memarkirkan mobil lalu berjalan masuk ke lobi untuk memberikan pesan pada resepsionis bahwa kami membawakan makanan


Tapi sebelum kami masuk ponselku berbunyi, saat ku lihat ternyata rio menelpon


"siapa?" tanya mona


"rio" jawabku


Kemudian ku geser tombol hijau "halo yo?"


"arin maaf telat gue baru telpon, ini gue masih di perusahaan cabang. Sorry banget baru kasih kabar, lu dimana? dah nyampek ya?" tanya rio


"ah nggak apa-apa kok yo, ini gue juga telat mau anter makanan buat loe" balasku


"iy sekali lagi sorry ya rin, lain kali gue tunggu ya makan siangnya hehe, nggak keberatan kan?"


"gue mau pipis tunggu sini ya" potong mona sambil berlari kecil mencari toilet


"hehe iya deh nanti dibawa buat loe"


"sipp, eh udah dulu ya rin.. masih ada kerjaan nih"


"okay yo bye"


Dan sambungan telepon sudah di matikan rio dari seberang sana 'ini mona sama rio kebiasaannya sama deh' ucapku dalam hati


Hingga ada seseorang menyapaku dari belakang


"non arin?" tanyanya


Aku menoleh padanya "eh temannya ricky?" sapaku


Dia diam memandangku


"um.. maafkan aku.. "


"nama saya tomi nona" potongnya


"oh iyya tomi maaf sebelumnya aku salah memanggilmu dan senang melihatmu lagi" jawabku tersenyum


'pantas saja tuan sepertinya tertarik dengan nona arin, aku saja terpesona dengan senyumannya'


"tidak masalah nona, ada yang bisa di bantu nona?"

__ADS_1


Aku berpikir 'apa ku berikan saja pada bosnya, lagian rio juga tidak ada disini. Ungkapan terima kasih ku juga karena sudah membantuku. Walaupun harusnya aku juga buatkan untuknya'


"nona?" tanya tomi dengan menyadarkan ku


"eh.. iya ini, jika diperbolehkan, aku ingin berikan makan siang, untuk.. um.. pak arkana, boleh kah?" jawabku sedikit takut tidak diterima


Dan dia hanya diam menatap paper bag di tanganku


"um.. baiklah tidak masalah aku mengerti" jawabku


"permisi" aku ingin menghilang dari sini karena sudah sangat malu, bagaimana bisa laki-laki penabrak itu mau mengambil makanan dariku ini


"nona arin?" panggilnya padaku


Aku menoleh pada tomi "ya??"


"mari ikut saya" ucapnya seraya berjalan mendahuluiku


"tapi tomi" sanggahku


"iya nona?" dia berhenti


"tadi aku bersama temanku mona, bagaimana jika dia mencariku?"


"bukankah nona hanya akan memberikan makan siang saja"


"hm kau benar baiklah"


Saat ini keadaan kantor terlihat sepi, mungkin karena sudah masuk jam kerja hingga tak ada karyawan yang lalu lalang di dalam gedung


Aku mengikuti tomi masuk ke dalam lift yang sepertinya lift khusus pemilik perusahaan,


"um.. tomi bagaimana jika ku titipkan saja makanannya padamu"


"maaf nona, tapi semua urusan pribadi tuan berhadapan langsung dengannya"


"apa tidak masalah jika aku menemuinya?, maksudku.."


"kurasa tidak" jawabnya santai


Hingga sampailah kami di depan sebuah ruangan dengan pintu hitam besar bertuliskan ceo, di lantai ini sepertinya hanya terdapat sedikit ruangan. Terlihat dari jumlah pintu yang ada


"mohon nona tunggu sebentar disini"


"baiklah" aku mengangguk pada tomi


kulihat ada seorang perempuan cantik yang mungkin umurnya sedikit diatasku, dia tersenyum ramah dan menganggukkan kepala sebagai sapaan. Hingga kubalas pula dengan anggukan kepala juga senyuman


Hingga perempuan cantik itu mulai sibuk kembali dengan notes juga komputer di hadapannya, dan aku yang mulai berpikir akan ruangan di depanku


'bagaimana nanti reaksinya ya? apakah nanti lelaki penabrak itu akan marah? bagaimana jika dia berpikir aku akan menyuapnya agar bisa bekerja disini? atau dia akan berpikir bahwa aku akan meracuninya agar aku tak perlu membayar ongkos malam itu?. Astaga aku harus bersikap bagaimana didepannya?'


Next episode,,

__ADS_1


__ADS_2