My Charming Boss

My Charming Boss
77. Ice cream


__ADS_3

"kita mau kemana mas?" tanya arin


"sebentar lagi kita sampai, nanti juga tahu" ucapnya mengelus lembut kepala arin, kemudian kembali fokus dengan ponsel yang ada di tangannya


Setelah beberapa menit,


"showroom" gumam arin mengerutkan dahinya bingung


Seketika arkana menoleh "kita sampai? ah akhirnya" ucapnya tersenyum menyimpan ponselnya masuk ke dalam saku


Ceklek,


Arkana membuka pintu mobil dan turun, "ayo" ajak arkana mengulurkan tangannya


Tanpa bertanya arin mengikuti pengaturan arkana, namun karena penasaran kini ia sedikit berjinjit hendak membisikkan sesuatu di telinga arkana


Cup..


Arin melotot kaget dengan perlakukan arkana


"mas" ucap arin pelan dengan wajah yang begitu merah akibat merona karena dengan sengaja arkana mengecup pipi chubbynya itu


"kamu mau cium kan?" tanyanya tersenyum, padahal arkana tahu arin hendak berbisik padanya.. namun sengaja dirinya menggoda gadisnya itu


"bukan.. arin mau tanya kita mau ngapain disini?" ucapnya masih berbisik


Arkana merengkuh pinggang arin agar mendekat padanya "nanti kamu tahu" jawab arkana


Walau penasaran kali ini arin diam tidak bersuara lagi, bisa-bisa laki-laki disampingnya ini berbuat yang lebih berani lagi


"selamat datang tuan, nona.. ada yang bisa saya bantu?" tanya perempuan cantik dengan baju yang begitu ketat dan terlihat minim


"hm.. dimana pandu?" tanya arkana langsung


"oh pak pandu?, bapak temannya pak pandu ya?" tanyanya mendayu


Arkana yang mulai muak dengan perempuan dihadapannya ini bergerak mencari ponselnya, namun sebelum itu terlihat seorang laki-laki yang lebih tua dari arkana itu datang menghampiri mereka


"permisi tuan arkana, nona.."


Dgerr


Perempuan yang berusaha menarik perhatian arkana itu seketika bungkam seribu bahasa saat tahu laki-laki dihadapannya itu ialah sang pemilik,


"maaf mengganggu waktu anda yang sudah lama menunggu disini. Mari ikuti saya tuan nona" lanjutnya


"kau bisa angkat kakimu jika kau tidak bisa bekerja dengan benar" ucap arkana datar namun begitu menusuk, arin yang mendengar saja ikut merasakan aura menyeramkan laki-lakinya itu


Dengan lembut arkana memeluk pinggang arin kembali dan mengikuti langkah karyawannya


"silahkan tuan, tipe atau merek apa yang mungkin tuan inginkan?" tanyanya berdiri tegak di barisan mobil mahal tersebut


"kamu suka yang mana sayang?" tanya arkana lembut pada arin

__ADS_1


Arin yang ditunjuk kemudian mendongak melihat arkana 'maksudnya apa?'


Dengan bingung arin melihat ke arah beberapa karyawan arkana disana, kemudian ia menoleh lagi pada arkana mengisyaratkan ia ingin bicara berdua saja. Arkana yang mengerti maksud arin kemudian berucap


"kalian boleh pergi" ucapnya tegas, dengan cepat mereka membubarkan diri pergi meninggalkan dua orang yang nampaknya hendak berdiskusi


"ada apa?" tanyanya


"maksudnya?" tanya arin berbalik


"kamu tuh suka banget menjawab pertanyaan dengan pertanyaan, sini duduk dulu" ajak arkana mengajak arin duduk di sofa tunggu pengunjung


"kamu boleh pilih mobil yang kamu suka" ucapnya


"untuk apa?"


"ya untuk kamu sayang, bukankah kemarin kamu bertemu seseorang untuk membeli"


"motor mas" potong arin refleks


Arkana mengangguk "iyaa, tapi aku mau kamu kemana-mana nyaman dan aman sayang.. jadi terima ya, pilih yang kamu mau hm" ucapnya lembut


Arin tersenyum mendengar perhatian arkana padanya "mas.. aku paham, ngerti mas begitu perhatian, tapi akunya cari motor second mas"


"lupakan motor itu, sekarang kamu pilih mobil yang ada disini. Kamu masih menganggap aku orang asing?" jedanya


"ini juga untuk kamu, supaya kamu tidak menunggu di halte lagi, supaya kamu tidak salah lagi pegang tangan orang seperti saat pertama kamu kira aku kakek"


Arin tertawa cekikikan mengingat bagaimana dulu ia mengira masuk mobil kakek dan memegang lengan arkana pertama kali


"sayang.. jadi ketawa sih?" tanya arkana "atau aku yang pilihkan?"


Arin benar-benar bingung bagaimana menolak arkana, bukan dia menolak rezeki atau pemberian arkana.. tapi sungguh berat rasanya ia menerima mobil itu


"mas tahu arin butuhnya motor second untuk keperluan ruko" ucap arin mencoba memberi pengertian kepada arkana


"untuk ruko?"


Arin mengangguk "bisa bangkrut kalo harus isi bensin mahal setiap hari, belum lagi biaya servis dll kan"


Arkana tersenyum melihat arin yang masih berusaha membujuk dirinya agar tidak jadi membelikan mobil itu


"baiklah, kalau begitu sayangnya mas maunya bagaimana?"


Arin berbinar, akhirnya arkana tidak kembali bersih keras membelikannya mobil


"kita pergi saja dari sini," ucap arin yang menolehkan kepalanya melihat sekitar


"kemana?" tanya arkana semakin nyaman menatap wajah berbinar arin


"um.. beli ice cream saja" jawabnya semangat


'beli ice cream? mobil ditukar dengan ice cream? tidak diragukan jika aku memanggilmu gadis lola kesayanganku'

__ADS_1


"bagaimana mas, kenapa diam saja?" tanya arin melihat arkana yang diam menatap dirinya


"baiklah kesayanganku, mari" ucapnya berdiri menggenggam tangan arin lembut mengajaknya pergi dari sana


Arin tersenyum "terima kasih"


Dengan perasaan senang hati arin membayangkan bagaimana enaknya ice cream dingin yang meleleh di dalam mulutnya nanti, aroma vanila yang begitu sangat ia sukai. Dalam waktu kurang lebih 20 menit kini mereka sampai di toko ice cream legendaris disana


"selamat datang tuan nona, silahkan" ucap weitres itu ramah seraya mengarahkan mereka untuk duduk


"ada yang ingin dipesan nona, tuan?"


"ice cream vanila" ucap arin semangat


"dengan?"


"um.. waffle"


Arkana mengangguk "ice cream vanila dengan waflle original dan coffe americano" ucap arkana pada weitres yang menunggu pesanan mereka


Dengan cekatan weitres tersebut mengulang pesanan arkana kembali yang diangguki oleh arkana


"baiklah.. ditunggu tuan, nona permisi"


"iyaa, terima kasih" balas arin


Kini arin melihat ponselnya kembali namun yang ia tunggu tak kunjung terlihat


"menunggu pesan dari siapa?" tanya arkana


Arin mendongak mengalihkan perhatiannya pada arkana kembali "um.. ini sejak dua hari yang lalu akunya tidak bisa menghungi mona mas, padahal kami sudah berjanji untuk pergi melihat pameran kuliner khas turkey bersama" jawabnya


"mungkin mona sedang sibuk"


Arin menggelengkan kepalanya "sudah dua hari mona tidak ada kabar, rasanya tidak mungkin ia tiba-tiba menghilang begini" jawabnya mengerutkan dahinya dalam


"hei jangan berpikiran yang tidak-tidak, siapa tahu temanmu itu sedang ada pekerjaan penting atau bahkan urusan lain yang membuatnya tidak sempat menghubungi kamu" ucap arkana menenangkan hati gadisnya ini


"permisi nona, tuan.. ini pesanannya" diletakkannya pesanan mereka di atas meja


"silahkan dinikmati"


"iya terima kasih ya" balas arin


"um.. tapi, bagaimana jika mon.."


"nanti kita hubungi lagi, ice creamnya bisa mencair jika tidak kunjung dimakan" potongnya


Arin kembali berbinar "iya ya, sebentar"


'mon hubungi aku kalo kamu denger vn ku ini yaa' pesan yang kesekian kali dikirimnya untuk mona


Next episode,,

__ADS_1


__ADS_2