My Charming Boss

My Charming Boss
49. Obat rindu


__ADS_3

Melihat waktu semakin malam, arkana mengajak arin untuk makan malam terlebih dahulu


"udah hubungin ibunya?" tanya arkana yang duduk di samping arin


"udah, ibu bilang jangan terlalu malam pulangnya" ucap arin


"hm.. ya udah, kita makan makan dulu ya kamu pasti laper" ucap arkana yang sudah menggenggam tangan arin menuju stand makanan yang ada disana


Arin mengangguk setuju "kita makan apa?" tanya arin


"maumu??"


"um.. bagaimana jika makan sate saja" arin mendongak menatap arkana


"ikut mau kamu sayang" ucap arkana seraya mencubit gemas pipi arin


"ayo, itu satenya" tunjuk arin yang telah berjalan mendahului arkana


'sepertinya gadis lolaku malam ini begitu bahagia bisa menikmati hiburan di karnaval ini' ucapnya dalam hati seraya tersenyum memandang arin yang telah lebih dulu sampai di tempat sate


"bang, satenya dua porsi ya.." ucap arin pada pedagang sate


"mas kamu mau pake lontong atau tidak?" tanya arin pada arkana


"berikan saja, pesan dua porsi ya untukku.. mas laper, dari siang belum makan" jawabnya


Arin mengangguk "bang, satenya tiga porsi ya.. dua porsinya dijadiin satu aja bang, semuanya pake lontong ya" ucap arin


"um sama dua air mineral ya bang" lanjutnya


"oh iya neng, duduk dulu ya.. nanti dianterin, neng duduk dimana" tanyanya


"saya duduk di..." pandangannya mencari arkana


"sana ya bang" tunjuk arin mengarah pada arkana yang sedang duduk manis di atas kursi kayu panjang di bawah pohon rindang, lagi-lagi arin tersenyum melihat arkana yang sudah duduk dengan sedikit menjauh dari orang lain. Ia paham bahwa laki-laki itu tidak begitu menyukai keramaian


"mas kenapa tadi nggak makan siang" tanya arin yang sudah duduk dihadapan arkana


"lupa tadi, jadi sampe sekarang nggak inget kalo belum makan" jawab arkana santai


"sering ya begitu?" tanya arin


"nggak juga.. suka lupa kalo lagi terlalu fokus kerja,"


Arin hanya mengangguk paham


"permisi neng, ini pesanannya" ucap pedagang sate "yang ini porsi normal, yang ini dua porsi"


"ini air mineralnya neng" lanjut orang satunya


"iyya makasih ya bang" ucap arin pada si pedagang dan teman satunya


"iya sama-sama neng"


"bang, ini uang bayarnya" ucap arkana yang mengulurkan uang di tangannya


"oh iya, sebentar ya kembaliannya"


Sebelum si pedagang pergi arkana sudah memanggilnya duluan


"kembaliannya untuk abang saja" ucap arkana

__ADS_1


"bener nih mas?," tanyanya


Arkana mengangguk


"terima kasih ya mas" ucapnya


"hm.. sama-sama"


"saya permisi, silahkan dinikmati" ucapnya seraya berlalu


Dengan lahap arin dan arkana menyantap makan malam mereka, ditemani cahaya lampu karnaval dan keramaian orang-orang. Suara live musik yang meramaikan suasana menambah semarak karnaval di malam minggu ini


"seberapa deket kamu sama gama?" tanya arkana memperhatikan arin yang sedang menggigit satenya


"um.." gumamnya yang sedang mengunyah


"tuan gama?" tanya arin


"hm.. tadi dia memanggilmu adik?" tanya arkana


"ah iyya, kk gama"


Dengan cepat arkana memotong ucapan arin "ck.. kalian begitu dekat ya? sampai-sampai kamu memanggilnya kakak" ucap arkana datar


"um.. sebenarnya tidak juga, beberapa kali kami tidak sengaja berpapasan di kantor"


"lalu?" tanyanya dengan tetap mengunyah lontong berbumbu sate


"waktu itu kk gama bilang biar lebih akrab saja sebaiknya memanggilnya kakak, um karena aku bingung harus bagaimana.. dan tidak enak juga jika menolaknya. Jadi"


"kamu memanggilnya kakak" ucap arkana


Arin mengangguk


"benarkah?" tanya arin


"hm.. aku tidak punya saudara kandung, hanya gama dan vivi yang menjadi saudara untukku" jawab arkana


"vivi?" tanya arin


"adiknya gama, selama ini mereka tinggal di luar negeri.. mengurus perusahaan kakeknya"


"lalu kenapa kk gama kemari dan bekerja di HSM Group?"


"entahlah, kakek dan gama punya sejuta rahasia dariku" ucapnya terkekeh


Arin tertawa kecil "sebuah misi untukmu mungkin" ucap arin


"apa pun itu, asal tidak mengganggu gadis lolaku ini" ucap arkana tersenyum


Arin hanya tertawa kecil mendengar ucapan arkana


Arkana tersenyum "sedikit-sedikit kamu mesti tahu siapa saja keluargaku"


Dengan polos arin mengangguk mengiyakkan ucapan arkana


Semakin lama mereka sudah menghabiskan makan malam mereka tanpa tersisa, akhirnya waktu yang mereka tunggu tiba.. terlihat arin begitu tidak sabar untuk menonton


Mereka memasuki tempat pertunjukan sirkus yang akan segera dimulai, arkana menggandeng tangan arin agar terus berada di sampingnya..


Selama pertunjukan berlangsung, kedua mata arin rasanya tidak dapat berkedip karena begitu terpukau akan atraksi yang dilakukan oleh pemain sirkus, dan beberapa hewan yang juga ikut berpartisipasi dalam pertunjukan

__ADS_1


Mulai dari lingkaran bola api yang dilewati oleh beberapa pemain, para gajah terlatih yang bisa melakukan atraksi, harimau yang bisa ia lihat dengan mata kepalanya, akrobat dengan berjalan di atas tali, aksi trapeze dan banyak pertunjukan lain yang begitu menyuguhkan hal-hal luar biasa


Berbeda dengan arin yang terlihat menikmati pertunjukan, arkana sibuk menoleh mengamati wajah arin yang begitu cerah cerianya.. walau tidak menutup mata bahwa ia cukup menikmati pertunjukan yang ada di hadapannya


"pertunjukannya sangat seru ya," ucap arin yang sudah mendudukkan dirinya di dalam mobil


"hm.. ini pakai dulu sheat beltnya" ucapnya seraya bergerak membantu arin memasangkan sheat belt


Deg..


"ini hampir larut malam, kamu pasti capek.. tidur ya, nanti kalo udah sampe aku bangunin" ucap arkana yang sedang mengelus lembut kepala arin


'ah jantung aku kumat lagi, please... jangan malu-maluin aku jantung'


"hei? kenapa? ya udah tidur gih" ucapnya yang sudah bergerak melajukan kendaraannya


Dengan susah payah arin mengontrol degub jantungnya, ia tidak menjawab pertanyaan arkana namun arin tetap menatap arkana yang sedang fokus mengendarai, dan lama kelamaan akhirnya ia tertidur dengan wajah yang mengarah pada arkana


"akhirnya kamu tidur juga" gumamnya


Arkana tersenyum 'kamu ini sangat menggemaskan saat merona, sampe lupa capek liat ada karnaval sirkus.. untung saja besok weekend,' ucapnya sembari mengelus kepala arin


Setelah beberapa menit, akhirnya arkana dan arin tiba di depan ruko.. arkana menoleh memperhatikan arin yang terlihat begitu lelap, arkana tersenyum melihat arin tidur dengan sangat tenang


"sayangku.. sepertinya nyenyak banget sih tidur kamu, capek banget ya hm?" ucapnya pelan dengan tetap memperhatikan arin


Dengan pelan arkana mengikis jarak antara dirinya dan arin, ia mengecup mesra arin dengan cepat.. dan perempuan cantik itu masih nyaman untuk tertidur


Arkana tersenyum manis mengelus pipi yang sedikit chubby tersebut "sekali lagi ya sayang, buat obat rinduku selama weekend"


Lagi-lagi arkana mengecup mesra arin,


Dengan gerakan cepat arkana melepasnya saat arin sedikit terganggu dan menggerakkan bibirnya, lalu ia tertawa kecil..


'hehe maaf ya sayang, aku curi-curi buat kissing kamu' ucapnya dalam hati


"sayang.." ucap arkana menepuk pelan bahunya arin


"sayang"


Dengan pelan arin membuka matanya dan menatap arkana yang berada di dekatnya


"kita udah sampe," ucap arkana


"udah lama ya mas nyampenya?" tanya arin membenarkan posisi duduknya


"dari tadi aku udah bangunin kamu, tapi kamunya nyenyak banget," jawabnya


"maaf ya mas, jadi bener-bener tidur.. lama lagi hehe" ucap arin tertawa kecil "aku masuk ya mas, terima kasih sudah ajak jalan-jalan"


"sama-sama sayangnya mas" ucapnya dan arin hanya mengangguk dan tersenyum merona


Kemudian arin keluar dan menutup pintu mobil dengan kaca mobil yang masih terbuka


"um mas hati-hati di jalan,"


"iyya bye have a nice dream" ucapnya


"you too"


Lalu arkana berlalu bersama mobilnya

__ADS_1


Next episode,,


__ADS_2