
"wah pengantin baru.. dah jam berapa nih, baru sarapan aja" senggol Vivi yang kemudian masuk ke dalam ruang tengah bagian dari kamar pengantin
"anak kecil sirik aja" jawab Gama yang mendudukan dirinya di kursi makan
Tanpa peduli Vivi tidak menanggapi Gama
Pandangannya beralih pada Bunda yang juga ada disana, tapi tidak nampak Kakek Genta dan Kakek Henri
"hi Kk ipar.. morningg" sapanya yang dijawab lambaian tangan dan senyum lebar oleh Mona yang sedang memakan buah
"Vi kamu belum sarapan?" tanya Bunda yang melihat Vivi yang baru datang dan hendak ikut makan
Dengan gelengan Vivi menjawab "semalem Vivi nonton drakor Bun, jadi kalong deh"
"kebiasaan begitu, pantes matanya jadi panda kan" jawab Bunda memperhatikan anak gadisnya yang kini duduk dihadapannya
"oh ya Bun Kakak twins dimana?"
"cobain alat gym disini katanya" jawab Bunda yang seraya memoles wajahnya dengan make up
"Ya? gaya banget" tanggapannya tertawa lucu
"Bun.. abis ini kita pulang ke mansion ya?"
"iya, Bunda nggak nyaman lama-lama disini. Lagian Bunda udah kangen mansion, masa iya pulang ke Indonesia pulangnya ke hotel"jawabnya
"setuju Bun. Vivi aja mau pulang, Vivi udah kangen sama dupdup"
"Dupdup?" tanya Gama ikut bicara
"iya dupdup"
"temen kamu Vi?" tanya Mona
Membuat Gama melirik pada Bunda
Yang kemudian tentu dijawab dengan anggukan kepala oleh Vivi yang sedang mengunyah
"masa iya orang namanya dupdup" ucap Gama geleng kepala
Membuat Bunda tersenyum geli mendengar ucapan Gama
"Yeee.. siapa bilang orang, dupdup itu kucing tau" jawab Vivi
__ADS_1
Membuat Gama mejyipitkan matanya sebelah serta Mona dan Bunda yang tertawa mendengar jawaban Vivi
"Hahahaaha nama kucing Kk" tawa Mona
Membuat Gama menghela nafas dan menlanjutkan makannya seakan tidak peduli dengan pikiran adiknya dan pikirannya yang terkadang berlawanan kutub
___
Sedang di mansion Selmer, terlihat Arin yang sedang mencari sesuatu di didapur
"Nyonya ada yang dicari?" tanya Bibi
Kedatangan Bi Yaya membuat Arin sedikit kaget "ini Bi, Arin cari beras ketan ada?"
"Nyonya jangan masak dulu, jangan capek-capek.. Bibi yang buatin. Nyonya mau makan apa?" tanyanya
"Arin mau buat arem-arem, Ibu mau ke rumah sini Bi"
"sudah pulang Ibunya Nyonya dari latihan-latihan apa kemaren ya namanya?"
"Pelatihan cooking pastry Bi"
"Iyayaa cooking pastry, jadi gimana Nyonya mau Bibi buatin arem-arem?"
Yang dijawab anggukan oleh Bi Yaya
"Arin.." panggil Kakek dari halaman
"Tuan besar.." ucap Bi Yaya dengan kelopak mata membesar hingga membuat Arin terkekeh pelan
"Ya sudah Arin ke depan dulu ya bi" ucapnya seraya berjalan meninggalkan dapur
'ya ampun, Nyonya Muda yang terlalu rajin dan Tuan Besar yang sungguh Galak ditambah Tuan Muda yang hhmhh.. sungguh cocok' gumamnya menghela nafas
Hingga sore pun kini tiba,
"Nya.. itu Ibunya Nyonya sudah ada di depan" ucapĀ Bi Yaya menemui Arin yang kini sedang mencicipi arem-arem buatan Bi Yaya
Dengan mendongak Arin menatap Bi Yaya
"Iya Bi"jawab Arin dengan segera beranjak hendak ke depan menemui Ibu
"Nyonya jangan terlalu cepat jalannya" peringat Bibi yang ikut mengekor di belakang Arin
__ADS_1
Tak Tak
"Bu..." panggil Arin yang melihat Ibu duduk disofa bersama dengan Kakek
"Sayang.." peluk Ibu dengan rindu pada sang putri
"Arin kangen" ucapnya
Dengan tawa kecil ibu mengusap punggung belakang Arin
"Ibu perginya hanya dua minggu ini kok, tidak lama kan?"jawabnya
Dengan sedikit cemberut Arin melepas pelukan Ibu
"Lama bu.. bahkan Mona saja ngambek Ibu tidak datang ke pernikahannya"
"Iya sayang, Ibu juga bagaimana tidak enak kalau harus pulang sedangkan Ibu Meri juga masuk rumah sakit karena maghnya. Tidak mungkin Ibu meninggalkan Ibu Meri dan pulang sendiri" jawabnya
Membuat Arin merasa setuju dengan ucapan Ibu
"Arin... jangan lama berdiri begitu. Ibumu juga lelah dari perjalanan jauh" ucap Kakek
Membuat Arin dan Ibu kembali duduk di sofa
Kemudian Arin melirik ke arah Kakek, dengan mengangguk dan tersenyum kecil Arin pahan dengan maksud Kakek
"Hm... bu Arin ada kabar bahagia untuk Ibu" ucapnya dengan menggenggam tangan Ibu dan tersenyum lebar
"Ohh ya? Ibu ketinggalan sesuatu ya?" tanyanya dengan melirik Kakek Henri yang juga tersenyum mengangguk
Dengan anggukan kepala Arin menjawab "Ibu seneng nggak kalo punya cucu?" tanyanya
Membuat Ibu lebih melebarkan matanya dan tersenyum haru "sayang..." ucap Ibu dengan menatap Arin lekat bersamaan dengan genggaman tanganya yang erat "Ibu mau punya cucu? Kamu hamil sayang?" diusapnya lembut perut Arin
Dengan tersenyum lebar Arin mengangguk semangat menatap Ibu dengan menoleh pada sang Kakek. Pula dengan Ibu yang mengusap air mata bahagianya yang menetes dengan bebas dari kelopak matanya
"Ya Allah semoga Allah memberkahi kehidupan rumah tangga kalian bersama anak-anak kalian nanti sayang" doa Ibu memeluk sang putri
'terima kasih ya Allah karena engkau memberikan kebahagiaan yang begitu besar untuk putri kecilku ini. Sungguh aku begitu bersyukur atas segalanya'
Doa dan harapan terbaik selalu ia ucapkan dalam setiap pintanya kepada sang maha kuasa, demi kebahagiaan sang putri kecilnya yang sebentar lagi akan memberikannya kebahagian lagi dan lagi dengan menghadirkan seorang cucu yang akan begitu ia sayangi dengan begitu tulus.
Next Episode,
__ADS_1