
Dupp
"Ya tuhan.." jatuhlah paper bag berisi makanan yang ia bawa bersamaan dengan kotak berpita biru milik seseorang yang ia tabrak
"Maaf aku tidak lihat karena terburu-buru" ucap Jasmine yang menunduk mengambil kotak berpita biru yang terlihat cukup besar itu dan paper bag miliknya
Memastikan makanan miliknya yang sepertinya baik-baik saja
Sedangkan laki-laki itu menghela nafasnya menatap Jasmine yang belum melihat ke arahnya
"Ini... Um.." ucapannya berhenti sejenak mengingat wajah laki-laki yang sedang berhadapan dengannya "kamu Kakaknya Arin?" Lanjutnya
Dengan anggukan Fardhan mengiyakan pertanyaan Jasmine
"Ahh ya Kk Dhan" sapanya tersenyum "maaf.. aku benar-benar minta maaf. Semuanya jatuh berantakan" ucap Jasmine
"Ini punya Kk Dhan" lanjutnya memberikan kotak berpita biru itu pada Fardhan
"Hm.. tidak masalah, milikmu baik?" Tanyanya menatap paperbag yang ada ditangan Jasmine
"Iya.. semuanya aman didalam box" jawab Jasmine
"Ingin menemui Arin?" Tanyanya kembali
"Tidak Kk, itu.. maksudku tadi malam sudah melihat babynya Arin. Aku sedang menunggu temanku yang sedang dirawat dirumah sakit ini juga"
Dengan angkukan Fardhan mengerti
"Baiklah kalau begitu aku duluan" lanjutnya lalu berlalu tanpa mendengar jawaban Jasmine
Namun sebelum menjawab Fardhan lebih dulu melangkahkan kakinya pergi "iyy..ya"
__ADS_1
'Main pergi saja' gumam Jasmine yang kemudian berjalan kembali menuju ruangan temannya
Sedangkan Fardhan telah sampai diruang Arin
Tok Tok..
"Assalamualaikum" ucapnya dengan memutar handle pintu
"Waalaikumsalam.. Kak Dhan.." panggil Arin sumringah
Fardhan yang melihat sang adik kemudian tersenyum menghampiri, dielusnya kepala Arin "bagaimana keadaanmu?"
"Kakak sama seperti Jasmine" ucapnya tersenyum lebar
Dengan mengerutkan dahinya Fardhan melihat pada Arin
"Semua orang menanyakan Babyku untuk pertama kali.. atau memberikan kalimat selamat. Tapi kalian berdua menanyakan keadaanku"
"Iya.. Arin juga tidak bilang tidak wajar" jawabnya membuat Fardhan diam saja
"Apa yang Kk Dhan bawa?" Tanyanya melihat kotak pita biru yang berada ditangan Fardhan
"Tentu saja hadiah untuk keponakanku yang tampan. Apa babymu masih tidur seperti Papany?"
Yang mana terlihat Arkana tak kalah pulas disofa dekat box bayi
"Mas Arka capek Kk.. semaleman aku pules tidurnya, jadi babynya dihandle mas Arka semua" jawab Arin
"Hm.. itu bagus, sudah selayaknya begitu. Kamu sudah sarapan?" Tanya Fardhan
"Belum, mungkin sebentar lagi makanannya dateng"
__ADS_1
"Hei Dhan sudah datang?" Tanya Arkana yang kini sudah duduk ditempatnya seraya menguap dan mengerjapkan matanya
"Hm.. baru saja, kau mengantuk? Tidurlah sebentar. Aku akan mengurus Arin dan babynya" ucap Fardhan
Dengan berdiri ia menggelengkan kepalanya "tidurku memang tidak begitu pulas, tapi kurasa cukup. Aku bisa tidur nanti"
"Baiklah, aku akan ke minimarket. Sekalian aku belikan sarapan?" Tanya Fardhan pada Arkana
"Ya boleh, belikan bubur ayam saja. Sepertinya enak" tambahnya bergumam yang menghampiri Arin
"Semuanya baik? tidurmu nyenyak?" Tanya Arkana yang mengelus pipi chubby sang istri
"Mas Arka pasti tau kalau aku begitu nyenyak. Baby kita pastiĀ menangis semalam tapi Mamanya tetap pulas" ucap Arin dengan sedikit sedih
"Hei.. tak apa sayang, Baby kita tahu kalau Mamanya lelah dan harus mengembalikan tenaganya setelah berjuang membawanya ke dunia ini" jawab Arkana tersenyum
Sedangkan Fardhan yang kini membereskan tas ranselnya, dan sudah pasti mendengar obrolan suami istri itu
"Ada yang ingin dititip lagi?" Tanya Arkana hendak melangkah keluar
"Sepertinya tidak ada" jawab Arin yang dibalas Arkana pun dengan gelengan kepala
"Baiklah" ucapnya menutup pintu ruangan
Kini Ia berjalan melangkah melewati koridor hendak menuju kantin mencari sarapan untuknya dan Arkana
Terbesit dalam pikiran Fardhan,
'menyejukkan hati memiliki pasangan hidup yang mendukung satu sama lain serta saling mencintai satu sama lain'
Ia tersenyum bersyukur adiknya kini memiliki hidupnya sendiri dengan keluarga kecilnya, suatu kebahagian besar yang bisa ia sampaikan kepada orang tuanya bahwa kini putri mereka telah menjalani hidup yang bahagia.
__ADS_1
Next Episode,