My Charming Boss

My Charming Boss
Sahnya Gama dan Mona


__ADS_3

"sayang.. bagaimana penampilanku?" tanyanya dengan berpose mengenakan kaca mata hitam ala Chris Hemsworth di film Men in Black Internasional


Arin tersenyum lucu melihat Arkana, bukan apa-apa suaminya itu sungguh lucu dengan beberapa pose yang ia tunjukkan.. ya walau memang kenyataannya Arkana lebih terlihat tampan dengan setelan jas cream yang kini berbalut pas di tubuhnya, dan tentu saja bagi dirinya suaminya itu lebih charming dari aktor tersebut atau laki-laki lain. Entahlah.. Arin kini semakin bucin pada Arkana


"hei istriku mentertawakan suaminya sendiri?" ucapnya menyipitkan matanya dan mendekat


"haha tidak.. jangan berburuk sangka, hanya lucu saja dengan pose mas barusan"


"itu pose seksi sayang, muach" dikecupnya pipi kanan Arin


"hanya untukmu" tawanya memeluk Arin yang tersenyum penuh menatapnya dari cermin rias


"haha.. Arin tahu" jawabnya tertawa lalu membalikan tubuhnya berdiri, lalu mendudukkan Arkana di kursi yang sebelumnya ia duduki


"sini Arin tata rambutnya"


Dengan lembut, Arin memulai menata rambut Arkana dengan menggunakan gel rambut agar lebih rapi dan klimis. Tak lupa pula Arin menyemprotkan face mist di wajah Arkana.. agar lebih segar lagi


"perfect" ucapnya tersenyum


Lalu Arkana membalikan tubuhnya melihat penampilannya pada cermin. Senyuman manis tersungging di wajahnya yang tampan


"ah istriku ini"


Dengan lembut ia mencium bibir manis istrinya


"sebelum kamu dandan dan merusak lipstiknya, maka stempel bibirku harus melekat disini" jawabnya tersenyum


"mas mah gitu" Arin terkekeh seraya kembali duduk di kursi meja riasnya dan memulai kesibukan make upnya


"ya udah aku temuin gama dulu, inget.. kamu jangan capek-capek hm"


"siappp papa" jawabnya dengan suara anak kecilnya

__ADS_1


Dengan gemas Arkana mengelus perut Arin dari belakang dengan kecupan yang lagi-lagi ia layangkan, kemudian berlalu


Setelah Arin selesai merias diri dengan flawless, kini ia bergegas menghampiri sang calon pengantin yang akan resmi menjadi seorang istri sebentar lagi


"Arin" pekik Jasmine yang sedikit berlari menghampirinya


"si Mona sejak tadi riweh naanyain kamu lama banget munculnya"


"hehe maafin ya aku bantuin tata rambut mas Arka dulu.." Arin mengangguk mengikuti langkah Jasmin


"hm pantes, ya udah yuk bumilku" ajaknya mengampit lengan Arin


Dengan wajah berbinar sang pengantin terlihat anggun nan menawan dibalutkan dengan kebaya putih khas sunda, wanginya bunga melati yang menjadi hiasan disekitar kepala pengantin, serta riasan make up yang begitu cantik serta meneduhkan membuat pangling semua orang.. pastinya hal itu juga akan dirasakan sang suami saat menatap perempuan yang sudah sah menjadi istrinya itu


Dengan didampingi oleh bridesmaidnya Arin dan Jasmine, terlihat kini Mona menahan rasa gugupnya karena sebentar lagi acara ijab kabul akan segera dimulai. Bahkan telapak tangannya kini keringat dingin, suasana diluar sungguh ramai dengan banyaknya tamu keluarga dan sahabat, sedangkan ketiga sahabat ini kini menunggu di ruang tunggu dengan sabar, seraya menyaksikan Gama yang akan mengucapkan ijab kabul dengan lantang


"Bismillahirrahmanirrahim.. Ghama Yudhistira saya nikahkan engkau dengan Sefiera Mona binti Ahmad Indra dengan mahar seperangkat perhiasan berlian seberat 25 karat dan seperangkat alat shalat dibayar tunai"


"saya terima nikahnya Sefiera Mona binti Ahmad Indra dengan mahar seperangkat perhiasan berlian seberat 25 karat dan seperangkat alat shalat dibayar tunai"


Kakek Henri dan Bram menganggukkan kepala, begitu pula Fardhan dan Pengacara Irawan yang serempak menjawab


"SAH"


"alhamdulillah.." semua orang mengucapkan rasa syukur dan bahagia saat melihat wajah lega yang terpancar dari raut muka Gama


Sedangkan di dalam ruang tunggu kini Arin dan Jasmine memeluk bahagia Mona yang sekarang resmi telah menjadi seorang istri dari Gama. Buliran air mata kebahagian Mona begitu terpancar dari wajahnya yang tak bisa menahan haru, bahkan tangis bahagia itu kini perlahan berubah menjadi senyuman indah di wajah sang pengantin baru


"Mon.. suamimu terus menatap ke arahmu" bisik Arin dengan tersenyum penuh juga Jasmine yang mengerlingkan matanya menggoda Mona yang tersipu


Membuat Mona mengerjapkan matanya menatap Gama dari kejauhan. Perlahan tapi pasti, ia melangkahkan kakinya menghampiri Gama yang berdiri menyambutnya dan tanpa beralih menatap wajahnya yang telah resmi di persunting laki-laki itu


Hingga tanpa Mona sadari kini telapak tangannya sudah berada di dalam genggaman Gama, dengan senyum merekah pula Gama tersenyum hangat memberikan tangannya untuk dicium oleh Mona, sebagai tanda istri yang taat pada sang suami. Dipeluknya lengan Mona agar lebih mendekat padanya, dan diberikan pula kecupan dikening Mona serta doa untuk sang istri.

__ADS_1


"barakallah.. selamat untuk kedua mempelai" ucap penghulu


"silahkan kedua mempelai untuk menandatangani beberapa berkas keperluan buku nikah" lanjutnya


Acara yang begitu hikmat dalam pengucapan ijab kabul telah dilakukan dengan lancar dan tanpa hambatan. Kini sang pengantin sedang berpose dan tersenyum penuh menatap pada kamera yang terus menangkap gambar juga moment sakral nan bahagia ini


"aku nggak nyangka mas bisa lihat semua ini, bayanganku memang bahagia seperti ini.. aku dan Mona bisa terus berteman setelah kami menikah. Tapi.. realita dan rencana Allah bahkan lebih indah dari yang aku pikirkan mas, mas dan Gama bahkan berhubungan keluarga" ucapnya tersenyum memandang Gama dan Mona yang sedang mengambil foto bersama keluarganya


"hm.. semaunya indah sesuai dengan ketetapannya"


"um.. mas, tapi?" seketika ia jadi teringat dan hendak menanyakan sesuatu


"kenapa?"


"mas malu, nanti orang lihat" ucapnya pelan dengan menggenggam tangan Arkana yang mengelus perutnya yang masih terlihat rata


"biarin sayang.. babynya papa ini pengen dielus, iya kan anak papa?" tanyanya sedikit membungkuk menatap perut Arin


"tapi perut Arin belum kelihatan mas, masih rata. Mas elus-elus nanti orang mikirnya macem-macem" bisiknya


"kamu mikirnya macem-macem ya?" goda Arkana


"mass.."


"bumil..ayo sini foto bareng, bedua mulu" pekik Mona yang melambaikan tangan padanya


"iyaya"


'ah nanti saja tanyanya' pikir Arin


Kini mereka sibuk selfie dan mengabadikan moment yang mereka tunggu. Apalagi Mona, ia tersenyum penuh.. sesekali ia melihat riuhnya para sahabatnya dan keluarga besar Gama yang kini sudah menjadi keluarganya pula. Sungguh mendapatkan pasangan seperti Gama dan keluarga yang seperti ini bahkan sudah ia idamkan dari lama


Waktupun berjalan dengan pasti, perlahan matahari mulai tenggelam dan berubah menjadi malam yang mereka tunggu untuk melanjutkan acara resepsi pernikahan mereka yang akan dilaksanakan sebentar lagi. Penampilan memukau dari kedua mempelai kini menyilaukan mata bagi para tamu undangan yang datang, sepasang suami istri berbalut pakaian pengantin.. dengan Mona bergaun mewah berwarna silver dengan panjang menjuntai ditambah Gama dengan tuxedo warna senada dengan sang istri membuat mereka berdua begitu serasi dan cocok

__ADS_1


Pangeran dengan ketampanan, harta yang mempuni serta karir yang tinggi sudah barang tentu menjadi rebutan banyaknya para perempuan yang mengidamkan hal itu, kini perlahan pangeran-pangeran di dunia nyata ini sold out dan menjadi milik orang lain. Mulai dari Arkana dan kini Gama, hingga membuat perhatian perlahan mulai merambat pada Fardhan dan Tomi. Kedua laki-laki single yang memiliki wajah tampan namun datar dan selalu serius saat bicara.. entahlah perempuan mana yang akan menjadi pasangan mereka kelak


Next episode,,


__ADS_2