
"pokoknya nggak mau tahu, kamu mesti pulang mon.. aku kan akan menikah" ucap arin yang menekuk wajahnya
"hm.."
"tidak ada alasan titik, kamu dan jasmine harus jadi bridesmaid aku. Mona...?" rengek arin
"emang kapan nikahnya?"
"dua minggu lagi, janji kamu pulang ke indonesia" ucapnya menegas
"kalo kamu nggak pulang aku marah banget.. banget.." lanjut arin
"iyaaa bawel banget dah, siapin aja dulu gaun bridesmaidnya aku" jawab mona terkekeh
"udah kok malah udah aku siapin buat kamu. Kamu juga belum pernah ketemu kan sama jasmine? nanti aku kenalin kalian ya"
"jasmine? orang kantor?"
"bukan mon.. jasmine itu adik tingkat mas arka dulu saat kuliah, kebetulan dia desainer. Kemarin juga saat malam mas arka melamar aku itu pake gaun rancangan punya jasmine, terus kapan pulangnya kamu mon biar bisa ukur?"
Mona mengangguk-angguk "belum tahu deh rin, aku usahain pulang cepet.. atau nanti aku kirim ukuran pas badan buat bridesmaidnya"
"iya bener takutnya waktu kamu pulang terlalu mepet. Mon kalo kamu pulang nanti bilang ya, biar dijagain sama bodyguard kakek"
"aduh pengantin.. jangan khawatir aku bisa kok, cuma rada malu aja kalo mesti ke rs. Karena akunya ngilang gitu aja hehe"
"kamu juga sih nggak cerita-cerita main pergi ke luar negeri.. jauh lagi, gimana kalo orang itu mau balas dendam mon? cari-cari kamu?"
"ye kalo keadaan lagi gitu emang sempet mikir panjang? dan masalah yang itu ya mau nggak mau aku harus hadapi cepat atau lambat" jawab mona
"oh ya mon.. aku punya kabar baik lagi" ucap arin sumringah
"kabar baik apa?"
"ternyata aku punya kakak kandung mon" pekiknya girang
"kakak?"
Arin mengangguk tersenyum
"gimana bisa? maksudnya gimana ceritanya.. kok bisa?"
"ya bisa mon,
Arin menceritakan bagaimana awalnya faidhan menemuinya di ruko, bagaimana arkana yang sempat salah paham padanya.. keterlibatan tuan triadma dibalik kematian orangtua mereka. Dan bagaimana sserunya ia bisa merasakan memiliki seorang kakak laki-laki
"rin, aku nggak sangka kamu punya seorang kakak"
"hehe aku juga, kamu harus kenalan sama kk dhan.. dia super tampan mon" ucap arin tertawa asik
"yee dikirain aku jomblo? sembarangan"
"eh serius mon, kamu udah ada suka ya sama seseorang disana?" arin menyipitkan matanya
Mona mengulum senyum "what do you think?"
"mona.. nggak cerita-cerita ihh. Oh atau kakak laki-laki temanmu yang baru itu yaa, benar bukan orang itu??"
"ih siapa.."
Ucapan mona berhenti saat vivi menyelonong masuk
"kk ipar membicarakan kk ya?" tanya vivi dengan kepala yang masuk ke dalam kamar mona dan duduk di sampingnya.. lalu ikut melihat siapa yang sedang melakukan video call dengan mona
"hi" ucap vivi melambaikan tangan pada arin
Arin tersenyum lebar dan melambaikan tangan membalas vivi
"halo... kamu temannya mona?"
"yup.. ah tidak, kk mona itu kk ipar vivi" tawanya menoleh pada mona
"namamu vivi?" tanya arin
"yup, vivian but vivi panggilan kesayangan keluargaku"
"hm.. aku sepertinya tidak asing dengan namamu, seperti nama seseorang.. tapi aku tidak ingat" ucap arin
"kk ingin menggodaku karena namaku pasaran" ucapnya
"haha tidak sayangku.. nanti akan ku ingat kembali siapa orang itu" arin cekikikan
__ADS_1
"hm ingat baik-baik kk?.. vivi belum tahu nama kk siapa?"
"ah ya namaku arin"
"hm.. ingat kembali kk rin siapa orang yang namanya sama denganku. Aku yakin diriku pasti lebih cantik darinya"
Arin terkekeh "ah kamu sungguh percaya diri, apa kakakmu juga tampan seperti dirimu yang cantik?"
"tentu saja maka dari itu kk mona tidak bisa menolak kharisma kakak" jawab vivi
'oh astaga mulutnya itu mudah sekali berucap' mona geleng-geleng
"ah sayang sekali padahal aku ingin memperkenalkan kakakku pada mona" ucap arin
"oh tidak bisa kakak cantik.. kk ipar milik kakakku" jawabnya
Arin tertawa cekikikan "apa kakakmu menyukai mona? jika tidak maka.."
"tentu saja kk menyukai kk mona" potong vivi cepat
Mona mengulum senyumnya
'ck.. mona sepertinya kau gila karena bahagia sekali hanya mendengar itu saja' pikirnya dalam hati
"haha yaya baiklah aku tidak akan mengganggu milik kakakmu, tapi aku memiliki satu permintaan"
"tell me?" tanya vivi
"hei apa yang kalian bicarakan ini?" tanya mona
"jangan dengarkan kk, apa permintaannya?"
"aku akan menikah dua minggu lagi" ucapnya tersenyum penuh
"benarkah? ah.. itu membahagiakan, vivi doakan semoga pernikahan kk dan suami kk nanti lancar dan bahagia selamanya" doa vivi
"hm.. terima kasih vivi, jika bisa nanti datanglah ke indonesia. Aku mengundangmu secara langsung"
"itu urusan mudah, lalu apa permintaan kk sebagai calon pengantin??"
"aku ingin sahabatku yang unik itu berada di sampingku.. menjadi bridesmaid di acara pernikahanku. Selama ini, hanya mona teman baikku.. hanya dia yang ada di saat aku sedih, menangis, tertawa dan bahagia" ucapnya tersenyum
Vivi menoleh pada mona yang berkaca-kaca
Mona mengerjap beberapa kali dan menyeka air matanya yang menetes
"hm.. aku akan datang ke acara pernikahanmu rin.. pasti" ucapnya tersendat karena tangisannya
Arin turut serta menyeka air matanya "sekarang kau juga cengeng" ucapnya tertawa
"dasar.. gadis cengeng dan manja itu bukan aku, tapi kau" ucap mona
Selama berjam-jam arin dan mona melakukan video call, tak hanya mereka saja.. bahkan vivi bertahan disana ikut menimbrung dengan kedua sahabat baik itu. Umur yang berbeda satu tahun membuat mereka cepat mengenal dengan akrab
Setelah melakukan video call bersama arin, mona berpikir untuk pulang ke indonesia. Jujur saja ia sebenarnya sedikit khawatir, bagaimana jika bandot brengsek itu menemukannya?
Namun mengecewakan sahabatnya? tentu tidak akan ia lakukan, persetan dengan tante lintah darat itu dan bandot brengsek atau anak buahnya yang banyak.. ia akan tetap pulang ke indonesia dan menghadapi masalahnya, juga menyelesaikannya secepat mungkin. Walau entah apa yang akan ia hadapi
Hari telah berganti dan pagi telah tiba, mona berencana untuk bicara pada gama untuk pamit pulang ke indonesia. Niat hatinya ingin pergi sore nanti atau malam hari agar tiba di indonesia saat pagi hari
"pagi kk.."
"pagi" jawab gama mengambil air putih yang barusan di letakkan mona diatas meja
"um.. ada yang ingin aku bicarakan" ucap mona berdiri seraya membuat roti sandwich isi daging asap
Gama meletakkan gelasnya "bukankah dari tadi sudah bicara? kenapa tegang sekali? ayo duduk" ucapnya menarik tangan mona agar duduk di kursi bagian kanannya
"katakan ada apa?" tanyanya
"sebentar" mona menutup potongan jamur dan keju mayones dengan selada kemudian roti lagi. Dipotongnya menjadi dua bagian dan diletakkannya di piring gama
"sebaiknya kk makan dulu" ucap mona
Gama mengangguk dan mengunyah potongan rotinya "lalu?" tanyanya kembali
"aku ingin kembali ke indonesia kk" jawabnya pelan hingga membuat gama menghentikan kunyahannya, lalu melanjutkannya kembali
"kk?"
"hm.."
__ADS_1
'dia memberikan izin?'
'hufff.. kenapa aku jadi tidak suka'
'aku mulai menjadi aneh saat bertemu dengan kakak beradik ini'
"aku boleh pulang sore ini?" tanyanya kembali
"aku memberikan izin?"
"tapi tadi kk bilang 'hm..'?"
Gama kembali meneguk air putihnya
"baiklah.. sekarang katakan, kenapa ingin pulang?"
"temanku akan menikah, aku harus menghadiri acara pernikahannya bukan?"
"lalu bagaimana dengan orang yang mungkin akan mengganggumu atau mencarimu?"
Mona mengerjap kembali
"entahlah.. tapi aku akan tetap pulang, aku rindu sahabatku"
"apa pun risikonya?"
"apa pun.. lagi pula aku tidak bersalah, jadi aku tidak takut"
"memberanikan diri, walau ketakutan itu ada" ucap gama memperbaiki ucapan mona
Mona tersenyum kecil dan mengangguk
"wajahku terlalu terlihat takut?"
Gama terkekeh
"aku tidak mungkin terus-terusan melarikan diri kk"
"kapan temanmu menikah?" tanya gama seraya mengunyah kembali potongan roti
"dua minggu lagi" jawab mona
Gama tersenyum berarti
"baiklah kita akan pulang ke indonesia" jawab gama
Mona mengernyit "kita?"
"ya.. tapi minggu depan okay.." ucap gama tersenyum "aku dan vivi juga harus menghadiri suatu acara di indonesia" lanjut gama
"tapi kk minggu depan terlalu lama"
"kenapa? kau bilang dua minggu lagi bukan?"
"iyaa kk tapi gaun bridesmaid untukku belum di ukur" jawab mona
Gama terkekeh mendengar ucapan mona
"hei yang benar saja, gaun bridesmaid yang kau khawatirkan?"
Mona menatap jengkel pada gama "bridesmaid juga bagian dari acaranya, lagi pula aku sangat merindukan sahabatku" ucapnya manyun
"dengarkan, bukankah waktu satu minggu cukup untuk melepas rindu pada sahabatmu. Lagi pula vivi harus sidang ujian akhir nanti lusa, dan pekerjaanku harus di urus sebelum pergi.. tidak bisa meninggalkannya begitu saja"
'kenapa aku seperti istri egois yang tidak memikirkan rumah dan pekerjaan suaminya?' pikir mona menatap gama
"honey kumohon pengertian dirimu" jawab gama menatap mona seraya menggenggam tangan mona
'dia bilang apa?'
'honey?'
Mona mengerjap dan gama menyunggingkan bibirnya
'kau mengerjap lagi haha'
"hei.. kenapa diam?" tanya gama pura-pura tidak tahu
"ah..? tidak" jawab mona berdiri "kk aku akan memanggil vivi" ucapnya kemudian berlalu
'aduh.. jantungku.. aku gugup.. apa aku menyukainya?' pikirnya dengan wajah memerah
__ADS_1
'haha aku mendapatkanmu honey' gumam gama menggelengkan kepalanya melihat mona yang salah tingkah, terlihat gugup dengan menyentuh dadanya
Next episode,,