
"arin" panggilnya dari depan mobil lalu menghampiri arin yang berjalan bersama alika
Alika menyenggol lengan arin berbisik "siapa? ganteng banget"
Arin menoleh pada alika dan menggeleng memilih diam tidak menjawab
'dia lagi?' pikir arin
"malam" ucapnya tersenyum pada arin dan menunduk sedikit pada alika
"ah iya malam" jawab alika tersenyum sedangkan arin hanya tersenyum canggung
"kita pulang bersama?" tanyanya pada arin
'dih nih orang berani bener?' pikir alika seraya menoleh pada arin
"tidak apa-apa kk faidhan, terima kasih.. aku akan pulang bersama tunanganku" ucap arin tersenyum
'jangan sampai ini menjadi masalah'
'pergilah, bagaimana jika sampai mas arka datang' ucap arin risau di dalam hati
Laki-laki itu diam sesekali mengerjap 'gadis cantikku telah memiliki tunangan?' pikirnya sedih
Lalu ia menghela nafasnya dan tersenyum
"kau tak keberatan jika aku mengenalnya?" tanyanya
Alika melotot refleks 'wah.. nekat nih orang'
Lalu sebuah mobil memasuki lobi mall
"rin.. pacarku dah jemput, gimana dong" bisiknya
"oh nggak apa-apa al, kamu pulang saja duluan"
"nih orang ganteng tapi aneh gimana?" tanyanya berbisik
"ini belum terlalu malam al, it's okay" jawab arin
"al.." panggil seseorang dari mobil
"ah iya.. rin sorry aku duluan ya" ucapnya ragu
"hm, hati-hati di jalan"
Kini tinggallah mereka berdua menunggu di depan lobi mall
'ck.. dia belum juga datang, menyuruh arinku menunggu lama. Apa gadis ini berbohong untuk menghindariku?' pikir faidhan menatap arin dari samping
"ini semakin malam, pulang denganku ya?"
Arin menggeleng pelan "kk boleh pulang duluan.. saya tak apa" jawabnya ramah
Hingga mereka mengalihkan perhatian mereka pada mobil mewah berwarna hitam yang berhenti tepat dihadapan mereka
Terlihat arkana keluar dengan memasang wajah tak bersahabat pada faidhan
"sayang.. kau menunggu lama? maaf hm.." tanyanya memeluk pinggang arin
'ini tunangannya?'
'apa-apaan itu? memeluk arinku semaunya' pikir faidhan panas
"ayo kita pulang" ucapnya tersenyum tanpa mempedulikan laki-laki yang sejak tadi di laporkan mata-matanya sibuk mendekati gadisnya
__ADS_1
"kau tunangan arin?" tanyanya menahan lengan arkana
Tomi dan arin membelalakkan matanya melihat faidhan dengan berani dan lancang mencekal lengan arkana
'siapa laki-laki ini?' pikir tomi
Arkana menoleh pada tangan faidhan yang memegang lengannya, dengan lembut ia melepaskan pelukannya pada arin dan berdiri tegak di depan faidhan
"berani sekali kau?" ucap arkana yang sudah mengepalkan tangannya menatap lelaki tampan dihadapannya ini
Tak dapat dipungkiri laki-laki dihadapannya ini tampan, bertubuh besar dan proporsional seperti dirinya, tinggi yang mungkin hanya berbeda sedikit dengannya membuatnya meradang melihat laki-laki itu mendekati tunangannya, walaupun ia yakin tak mungkin arin berpaling darinya
"aku ingin memastikan seperti apa tunangannya"
"heh" ucap arkana meremehkan
"aku tidak akan membiarkan kesayanganku berada di tangan yang salah" ucapnya lembut namun penuh dengan ketegasan
Tanpa babibu arkana menghajar faidhan dengan kuat
Bugh..
Arin menutup mulutnya kaget
"kau ingin mencari mati hah?" tekan arkana menggema
Faidhan hanya diam tak menanggapi arkana ia lebih memperhatikan arin yang di belakang arkana.. yang kini juga menatap dirinya. Terlihat arkana begitu kesal melihat laki-laki ini terus memandangi kesayangannya
Bugh..
"ah.. mas arka, berhenti" ucap arin menahan arkana, ia takut faidhan akan menghajar arkana dan perkelahian semakin menjadi-jadi
Arkana melepaskan tangan arin
"bukan" ucap arin memeluk arkana "arin nggak mau mas arka terluka" ucap arin pelan
Faidhan menatap lembut arin dengan pikirannya sendiri
"sayang.. masuk ke mobil" ucap arkana menatap lekat arin
Arin menggelengkan kepalanya berkaca-kaca
"arin" panggil faidhan
Arin menoleh melihat faidhan 'kenapa aku tak suka melihat wajahnya sedih dan terluka begitu'
"maaf.. wajahmu pasti sakit, tapi ini tunanganku dan tolong jangan membuat kami salah paham" ucapnya pelan karena sedih melihat wajah faidhan lebam
"mas kita pulang ya.. bersama" pinta arin dengan puppy eyesnya
Arkana menghelakan nafasnya mengangguk "kita pulang" jawab arkana memeluk pinggang arin dan menatap nyala faidhan.. menegaskan bahwa ia tidak akan membiarkan faidhan mengganggu hubungannya dengan arin
Selama diperjalanan pulang arkana diam seribu bahasa menahan kekesalannya, arin menelan ludah sendiri takut bagaimana menjelaskan pada arkana
"mas?"
"mas arka?"
'jika tidak melihat wajah sedih gadisku.. sudah habis dia kubuat' pikir arkana
"oh ya tuhan.. aku begitu kesal dengannya tadi, siapa dia?" tanya arkana cepat
"um.. kk faidhan"
Arkana mengusap wajahnya gusar "kemarin gama yang kamu panggil kakak, sekarang siapa lagi hm?" dengan tak sabar arkana menoleh pada arin
__ADS_1
"itu.."
"jelaskanlah"
[Flashback on]
Terlihat senyum merekah bersinar di wajah tampannya, laki-laki itu memarkirkan mobilnya tepat di depan ruko kecil dengan toko kue yang terpampang menarik
"selamat sore" sapanya dibalik meja kasir
Dug..
"aw.." pekik arin yang sedang berjongkok di bawah, kepalanya terbentur meja kasir karena terkejut dengan kehadiran suara tiba-tiba
Refleks ia masuk membuka pintu melihat langsung keadaan di bawah meja kasir tersebut
"apa sakit?" tanyanya seraya mengelus lembut kepala perempuan cantik dihadapannya itu
'apakah ini arin? dia begitu cantik' pikirnya
"tidak apa" ucap arin memundurkan tubuhnya menjauh
"maaf.." ucapnya tersenyum melihat gadis cantik dihadapannya ini begitu menjaga jarak dengannya
"hm.." arin mengangguk "ada yang bisa dibantu tuan?"
'kau masih menggemaskan seperti dulu, lebih menggemaskan malah.. pipimu tetap chubby hehe' pikirnya tersenyum
"tuan??" tanya arin kembali
"yaa.. bisa berikan aku satu kotak cake stroberi?" pintanya
"tentu.. mohon ditunggu" ucap arin tersenyum
Beberapa menit kemudian,
"ini tuan" ucap arin menghampiri meja tunggu faidhan
"namaku faidhan, bisakah jangan terlalu formal.. ku mohon" pintanya tersenyum lebar
Arin mengangguk "baiklah.. arin, namaku arin" jawab arin
"aku tahu.. dan ya umurmu jauh dibawahku, bukankah aku kakakmu?"
"ha?"
"kk faidhan, kedengarannya lebih sopan bukan?"
"ya benar" jawab arin tersenyum canggung
[Flashback off]
"um.. begitu mas" jawab arin pelan
"kamu membuatku geram gadis lola" gumam arkana dengan meminum air mineralnya dan mengatur nafasnya
"arin ngeselin ya?" ucapnya menunduk hampir berbisik
"sayang, lihat kemari" ucap arkana menangkup wajah arin
"jika dia masih mendekatimu jangan di tanggapi.. beri tahu mas jika ia masih terus berusaha hm?"
Arin mengangguk "hm.."
Next episode,,
__ADS_1