
Yang ditunggu-tunggu arin akhirnya tiba, hari ini merupakan hari pertama untuknya bekerja..
Arin bangun lebih awal sebelum subuh, menyiapkan semua keperluan bekerjanya nanti.. mulai dari menyetrika pakaian kerjanya dan membuat sarapan pagi juga bekalnya nanti
Ia memutuskan untuk menggunakan kemeja putih lengan pendek dengan pita hitam di bagian dadanya, celana dasar panjang juga high heels
Dengan dandanan yang sama arin hanya menguncir rambutnya menjadi ekor kuda dan day cream serta lipstik peach yang ia aplikasikan di bibirnya, riasan natural yang tetap dipertahankannya
"pagi bu..." sapa arin saat sedang menyiapkan bekalnya diatas meja
"hai pagi sayang.. duh semangatnya anak ibu"
"harus dong bu, yuk kita sarapan dulu" seraya arin memakan sarapannya
"hm kayaknya sebentar lagi bakal ada yang punya pacar nih di tempat kerja" goda ibu
"ah siapa yang mau bu" ia menggaruk belakang lehernya
"masa sih nggak ada yang minat sama anak ibu? orang cantik begini... seksi lagi"
"ih seksi dari mananya coba, ibu aneh deh"
"seksi dong kalau lagi tidur" ibu tertawa cekikikan
"yeh.. ibu mah"
"itu kok bekalnya ada tiga? buat siapa?" tanya ibu
"oh yang ini buat rio bu, soalnya yang kemarin arin kasih buat teman arin karena rionya lagi nggak ada bu"
"yang satunya buat mona, dia request arin masakin, tapi mau arin anter sekarang aja bu pakai ojek online, takutnya nggak sempat kalau nanti.. jadi ya udah sekalian aja bu"
Ibu mengangguk, karena ibu masih mengunyah makanannya
"bu arin pamit ya udah jam berapa, nanti telat lagi"
"iya sayang, hati-hati ya di jalannya.. kerja yang benar, jangan didengerin kalau ada orang yang ngomong aneh-aneh ya sayang"
"iya bu.. tenang aja, arin bisa jaga diri kok bu.."
"iyaiya dah sana," bilang ibu
"okay bye bu.. assalamualaikum"
"waalaikumsalam sayang"
________________
Hingga tibalah arin di perusahaan HSM Group, banyak karyawan yang berbondong-bondong datang dan satu persatu masuk ke dalam lift menuju ruangan masing-masing
Dari jauh aku melihat rio sedang berjalan dari parkiran mobil menuju ke arahku, ku lambaikan tangan padanya dan tersenyum
"pagi yo," sapaku padanya
"pagi rin... wah yang udah mau kerja, semangat ya"
"hehe semangat" ucapku seraya mengepalkan tangan ke atas
"oh ya yo.. ini aku buatin bekal buat loe, buat mona juga sih"
"eh repot-repot banget rin"
__ADS_1
"nggak kok, sebagai terima kasih karena kalian udah mau bantuin... nih ambil"
"oh ya untuk traktiran makan di restoran waktu itu, nanti aja ya kalau udah gajian hehe" lanjut arin
"duh serasa makan duit sogokan nih gue wkwk" rio tertawa
"wkwk semoga bukan"
"haha.. ya udah rin, masuk duluan ya.. dan semoga lu betah kerja di sini"
"iyaa aamiin.."
"bye" ucap rio seraya berlalu
Sampai arin pergi dari sana karena diarahkan untuk menandatangani training dan langsung ke ruangannya
Namun, di tempat lain ada seorang laki-laki yang memperhatikan dirinya dan rio yang sejak dari tadi bercengkerama
"cih... kotak makan" dia berucap
'ku pikir aku istimewa dimatanya'
'apa maksudnya bersikap baik kebanyak lelaki'
'dasar perempuan sama saja'
"sudah mau turun tuan?" tanya drivernya
"diam..." bentaknya "urusanku mau turun belum" ucapnya kemudian turun dan menghempaskan pintu mobil
Raut wajahnya menampilkan keadaan yang tidak baik, dia menatap fokus berjalan menuju ruangannya
Sedangkan arin telah resmi mulai bekerja hari ini, dan mendapatkan posisi sebagai staf dari departemen divisi bagian keuangan anggaran, ia juga sudah mendapatkan meja kerja bersama beberapa karyawan baru juga seniornya
"tapi aku bawa bekal ka" jawab arin
"walau bawa bekal, karyawan tidak diperkenankan makan di ruangan, di bawah ada kantin juga gazebo. Makanlah di sana" ucap mbak mei pada kami
"oh baiklah mbak terima kasih" jawab ku
"iyaiya pergilah" jawabnya
Sampai kami duduk dan makan bersama rio juga teman-temannya, kami juga bergabung bersama kia, temanku yang bertemu di interview kemarin. Kemudian kami berpisah, karena waktu isoma telah berakhir
Waktu berlalu dengan cepat, tak terasa sore pun telah tiba.. waktu kerja juga berakhir. Saat aku berjalan keluar dari gedung menuju halte, ada sebuah mobil mewah yang berhenti melintas saat di depanku
'siapa?' tanyaku dalam hati
"sore nona, mari masuk"
ucap tomi saat keluar dari pintu mobil
"ha?.. tidak perlu tomi terima kasih, aku akan menunggu bus saja" jawabku sopan
"akan tidak baik jika nona menolak kebaikan hati tuan"
"tapi..."
"tuan tidak suka menunggu, nona" jelas tomi
"baiklah" jawab arin
__ADS_1
Setelah arin duduk di samping arkana ia tidak berbicara sedikit pun, hanya diam tak berbunyi. Ia juga bingung dengan situasi yang terjadi kenapa tuan arkana ini beraura dingin dan menakutkan,
'kenapa dia diam saja'
'kenapa wajahnya selalu dingin, walau tetap saja dia tetap menawan, hihi'
'kenapa dia baik sekali padaku'
'apa dia ingin bicara sesuatu?'
'kumohon bicara lah, aku bingung harus bagaimana'
Hingga rem mobil mengagetkanku, membuat kepalaku terbentur ke kursi depan tempat duduk tomi
"auchh.." pekikku karena kepalaku terasa sakit
"berkendara yang baik" ucapnya tegas
"maafkan saya tuan" ucap sang driver
"ada yang sakit?" tanyanya panik padaku
Aku menggelengkan kepala "tidak tuan," ucapku
"coba ku lihat" dia memegang bahuku dan menghadap padanya
Deg..
Deg..
Deg..
'kenapa dekat sekali?'
'ada apa dengan jantungku?'
'oh tidak aku sulit bernafas'
'apa... seperti di film romantis itu'
Arin terus berdialog dengan dirinya tanpa ia sadari wajahnya sudah sangat merona karena terlalu dekat dengan tuannya
"kenapa diam saja?" tanya arkana
"tidak apa-apa tuan" jawab arin gugup
Sampai arkana tersadar bahwa posisi mereka saat ini sangat dekat
'gadis lola, ternyata kau sangat cantik..'
'kenapa kau tidak perhatian hanya padaku saja?'
'aku tidak suka melihat kau dekat dengan lelaki lain'
"ehm.. aku tak bermaksud" jawabnya seraya membenarkan posisinya agar sedikit menjauh dari arin
Aku hanya mengangguk pada tuan arkana
"kau suka sekali dekat dengan lelaki ya?" tanya arkana seperti mengejek
ia menoleh pada arkana "maksudnya?" tanya arin bingung
__ADS_1
Next episode,,