
Duduk diatas becak.. kini mereka berkeliling mengelilingi daerah Plengkung gading kota jogja di pagi hari ini,
"wah suasana kota jogja begini ya mas, nuansa khas daerahnya lebih kental" ucapnya memperhatikan jalanan dan gedung-gedung yang berdiri di sepanjang jalan
"hm.. maka dari itu namanya daerah istimewa Yogyakarta" jawab arkana yang menggenggam tangan arin
"mas itu pohon kembar itu kan? kita kesana yaa ya" ajaknya begitu antusias
"boleh, tapi setelah itu kita cari masjid dan makan siang yaa?"
"siapp komandan" jawabnya mengangguk
"pak kita berhenti di pohon kembar itu saja ya" pinta arkana pada bapak yang mengayuh becak
"oh iya mas, itu juga salah satu tempat wisata wajib saat berlibur ke jogja.. Alun-alun Kidul" ucap si bapak
"benar pak.. jangan sampai kami melewatkannya hihi" jawab arin tertawa kecil
"sudah tahu mitosnya belum mbak cantik?" tanyanya
"pernah mendengar pak, tapi tidak begitu paham.. bagaimana mitosnya pak?" tanya arin antusias menghadap sedikit pada sang bapak lalu melihat pada arkana
Walau ia pernah mendengarkan mitos yang pastinya mungkin diketahui semua orang, namun arin tetap menghargai bapak tersebut. Setidaknya jika kita mendengarkan banyak sisi pasti juga banyak pandangan atau pun cerita lain yang mungkin belum di ketahui lebih
"mitos yang beredar tentang beringin kembar ini mengatakan bahwa siapa saja yang berhasil berjalan di antara dua beringin dengan mata tertutup, maka konon keinginan dan hajatnya akan terkabul"
"jika tidak bisa berarti hajatnya tidak akan terkabul pak?"
"hanya mitos sayang" jawab arkana mencubit pipi arin
"haha iya mbak cantik, itu hanya mitos.. dan kepercayaan barang siapa yang mempercayai" ujar si bapak
"mbak tahu belum? jika hal itu disebut Masangin?"
"mas angin? itu nama istilahnya ya pak?" tanya arin
"masangin mbak bukan mas angin" jawab si bapak
"hehe iya pak.. bapak tahu kenapa disebut masangin?"
"Masangin sebenarnya adalah latihan yang di khususkan bagi prajurit Kraton Jogja untuk melatih konsentrasi dengan cara berjalan dengan mata tertutup di antara 2 beringin kembar. Zaman dulu Masangin ini di sandingkan dengan Ritual Topo Bisu yang di lakukan oleh prajurit dan abdi dalem. Dan tentu dengan mitosnya yang di bumbui di luar nalar. Jadi sampai sekarang seperti menjadi keharusan bagi wisatawan untuk mencobanya.. seperti belum afdol kalau belum coba" jelas si bapak tertawa kecil
Arin mengangguk-angguk kan kepalanya "bapak hebat.. mengetahui banyak hal sejarah, kami jadi dapat ditemani tour guide gratis" tawa arin
Arkana hanya mendengarkan seraya tersenyum senang melihat arin begitu terlihat sumringah bahagia,
Mereka menghabiskan waktu hingga tengah malam berjalan mengelilingi kota ini, tak lupa mereka berkunjung ke keraton Ngayogyakarta, melihat seni batik yang bisa arin lakukan secara langsung, hingga menikmati kuliner sate klathak khas Yogyakarta
Setelah lelah berkeliling hingga larut malam, kini arin dan arkana kembali pulang istirahat ke penginapan. Berhubung besok istrinya itu masih ingin pergi melihat indahnya Yogyakarta juga membeli oleh-oleh untuk keluarga dan teman-teman mereka
________________
Mona yang kini sedang berjalan berdampingan dengan rekannya yang lain seketika berhenti saat melihat gama berdiri tersenyum ke arahnya
__ADS_1
'kk gama?'
"yu.. aku sepertinya tidak jadi ikut pulang deh" ucap mona
"kenapa mon?"
"itu.."
"ah itu siapa dia?" tanya temannya menggoda mona
Membuat mona tersenyum malu
"kau tau, tidak usah pura-pura.. huss.. pulang sana" ucap mona cekikikan lalu berjalan menghampiri gama
Membuat teman-temannya yang lain terkekeh melihat tingkah mona
"kakak" ucapnya tersenyum berdiri di depan gama
"hari yang baik?"
Ia mengangguk "karena kakak menjemputku" jawab mona tertawa kecil
"siapa bilang?"
"benar? yakin tidak mau menjemputku?" tanyanya memicingkan mata
"dasar, ayo kita harus pergi menemui jasmine" ucapnya mengambil tangan mona dan diletakkannya di bagian lengannya
Membuat mona tersenyum dan hanya mengangguk mengikuti langkah kaki gama yang membawa dirinya masuk ke dalam mobil. Beruntungnya hari ini ia juga tidak memakai mobilnya
"membuat kebaya" jawab gama
"untuk kita menikah?"
"haha kau sungguh tidak sabar" jawab gama mengecup pelipis mona
Mona kembali mengerjap "lalu?"
Membuat gama kini menarik mona mendekat padanya dan memeluk gadis imutnya itu
"kita akan menikah secepatnya honey, aku sudah mempersiapkannya" ucap gama
"secepatnya?"
"tentu saja, aku bahkan sudah sangat cocok jika harus membuat dan menggendong bayi mungil" ucapnya menggoda mona
"ih kk gamaaa" ditepuknya dada gama
"itu harus honey"
"karena kk gama sudah tua" ledek mona
"apa katamu? tua?"
__ADS_1
"haha.. memang benarkan? emang kk gama sekarang berapa tahun?" mona mendongak
"yang jelas matang bukan tua.. ingat matang" jawab gama mengelus kepala mona
"ayolah, nanti juga pasti ketahuan.. katakan berapa usia kk?"
'ah gadis ini pasti akan meledak ku terus-terusan' pikir gama
"kakak?"
"33" jawab gama cepat
"ha?" pekik mona beranjak dari pelukan gama
'astaga' gama menoleh kaget pada mona, beruntung ia membawa mobil dengan kecepatan sedang
"33 tahun?"
Gama mengangguk
"kk memang sudah tua, tapi tidak terlihat tua" ucap mona memandangi wajah gama
'itu pujian atau hinaan' pikir gama
"oh ya tuhan, ternyata aku menyukai orang.."
'wajahnya begitu lagi' pikir mona
Melihat gama memandangnya lekat seperti ingin menelan dirinya membuat mona menghentikan ucapannya. Lantas ia mengembangkan senyumnya yang manis lalu memeluk lengan gama
"kakak bukan tua.. tapi laki-laki matang hehe"
Membuat gama geleng-geleng kepala melihat tingkah laku mona
"walau pun tua.."
"yaa sebut saja terus" potong gama
"tapi tak apa.. aku tetap menerima kakak" jawabnya mendongak menatap gama
"hanya menerima?"
"iyaa kk aku cinta sama kakak"
Gama menyungging bibirnya "tidak dengar"
"kk gama jangan gitu, aku tuh udah jujur" jawabnya
"haha.. iyya honey, i love you my cutie muach"
"cutie?"
"my honey cutie" peluk gama seraya tetap menghandel setir kemudinya
__ADS_1
Next episode,,