My Charming Boss

My Charming Boss
44. Melihatmu


__ADS_3

Arin dan ibu juga sudah berkenalan dengan bram. Agar tidak menjadi kesalah pahaman karena langsung menemui bella tanpa menemui olla terlebih dahulu, bram pun menjelaskan duduk permasalahannya kepada apa arin terutama kepada ibu


Bram menjelaskan mengapa olla kemungkinan melarikan diri, namun seperti pesan arkana bram tidak boleh menyinggung masalah bawah tanah atau semacamnya dihadapan arin


Setelah mendengar penjelasan dari bram juga arkana yang meyakinkan, arin dan ibu pun memilih memahami keadaan saja. Mereka pikir nanti olla akan memutuskan segala sesuatunya..


Dari sejak tadi bella terus bergelayut manja pada bram, mencium wajah bram dan terus memeluknya seakan tak mau terlepas lagi. Hingga gadis kecil itu lelah dan terlelap nyaman di dalam dekapan sang papa


"ibu siapkan makanan dulu ya, kalian tunggulah disini dulu ya" ucap ibu


"jangan terlalu repot bu, kami"


Ibu langsung memotong ucapan arkana "apanya yang repot untuk anak-anak ibu" ucap ibu seraya berjalan meninggalkan mereka


"little princess papa, pasti lelah sekali kan hari ini" gumam bram yang menatap bella dengan lekat


"um.. sebaiknya aku bersihkan dulu bella, agar ia bisa lebih nyaman untuk tidur" ucap arin


Bram mendongak melihat arin "terima kasih arin, karena kau dan ibu sudah mau menjaga olla dan juga putriku saat aku sedang tidak bersama mereka" ucap bram tulus


"jangan sungkan, mbak olla sudah menjadi kakak perempuanku.. jadi itu bukan masalah" jawab arin tersenyum


"ekhmm"


Bram menoleh pada arkana, ia terkekeh melihat arkana yang menatapnya tajam, ia baru sadar jika tuan arkana ini sungguh posesif


"oh ya arin, jangan terlalu sering tersenyum padaku" ucap bram


Arin mematung mendengar ucapan bram


"jika tidak maka tuan yang sangat posesif ini akan membunuhku" ucap bram tertawa kecil


Arin yang mendengar ucapan bram hanya mampu tersenyum canggung, ia tidak terlalu mengerti dengan ucapan bram sehingga ia hanya bisa tersenyum saja


'aku tidak salah bukan jika memanggilnya gadis lolaku?' pikir arkana tersenyum seraya memandang arin, ia tahu arin tidak paham akan ucapan bram


"biar aku bantu?" tawar arin yang akan mengambil bella dari pangkuan bram, namun sebelum arin menunduk arkana sudah mendahuluinya


"biar aku yang membawanya" ucap arkana yang mengambil bella dari pangkuan bram lalu berjalan memasuki kamar arin

__ADS_1


Sedangkan bram hanya menghela nafasnya melihat arkana yang sangat posesif pada arin


Setelah membersihkan bella, arin kembali merebahkan tubuh bella dengan posisi nyaman. Gadis kecil ini benar-benar tidak rewel dan sangat anteng, ia tidak merasa terganggu saat tubuhnya di bersihkan arin menggunakan handuk basah


"kenapa istriku belum pulang juga?" tanya bram yang sudah sangat khawatir


Bagaimana tidak?, jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam kurang, mereka juga sudah makan malam, bella yang sudah bangun untuk makan malam pun sekarang sudah tertidur lelap lagi. Namun istrinya itu tidak kunjung juga pulang


"mungkin ada beberapa pekerjaannya yang belum selesai, tenanglah" jawab ibu


"maaf bu, pekerjaan apa yang dilakukan oleh istriku?" tanya bram yang sedari sudah tidak tenang


"olla bekerja di percetakan buku dan brosur" jawab ibu


Bram menghela nafas, seketika itu juga bram mendapatkan ide "arin tolong katakan pada olla jika malam ini bella akan tidur denganmu ya" pinta bram


"apa itu tidak masalah?" tanya arin


"hm.. aku ingin menyelesaikan masalahku dan juga olla" jelas bram


Arin menganggukan kepala "baiklah"


"baiklah hati-hati, waalaikumsalam" ucap ibu


Arin, arkana, dan juga bram turun pergi ke lantai bawah


"ini kuncinya" ucap arin "aku harap kau tidak bertindak yang tidak-tidak dengan mbak olla" lanjutnya


Bram mengangguk dan meninggalkan arin juga arkana seraya berjalan pergi menuju rumah sewa olla


"tenanglah, bram itu suaminya"


Arin hanya balas tersenyum


"baiklah, aku pulang ya.. istirahatlah" ucap arkana lembut


Arin mengangguk "hati-hati" ucap arin dengan melambaikan tangannya pada arkana yang sudah siap melajukan kendaraannya


Dengan tergesa-gesa olla pulang menghampiri arin yang baru saja akan masuk ke dalam ruko

__ADS_1


"arin" teriaknya "maaf ya aku telat sekali" ucapnya dengan nafas yang berlarian


"mbak dari mana saja?" tanya arin


"tadi, itu temanku kerja pingsan rin, jadi aku temenin dia ke rumah sakit. Mau hubungin kamu tapi aku juga nggak punya ponsel, mau telepon dari rumah sakit juga aku nggak hapal nomer kamu" ucapnya panjang lebar


Arin mengangguk paham "ya udah mbak nggak apa-apa, bella juga aman kok sama aku"


"iya takut kamunya sama ibu kerepotan rin, mbak kan jadi nggak enak" ucapnya


"apa sih mbak, jangan suka nggak enakan.. arin sama ibu juga seneng kok kalau ada bella"


"oh ya mbak, malam ini bella tidur sama arin aja ya. Kasihan udah lelap banget bella tidurnya" ucap arin


"ya udah nggak apa-apa, kalo bella ngerepotin bilang ya sama mbak"


"pasti, ya udah arin masuk ya.. bye mbak"


Olla menggangguk dan berjalan pulang menuju rumah sewaannya, seharian ia sungguh lelah.. bagaimana tidak semua pekerjaan dirangkap oleh olla dan temannya. Sampai-sampai teman kerjanya itu terjatuh pingsan karena terlalu lelah


Ia begitu senang mendapatkan pekerjaan, tapi saat ia tahu begini.. rasanya tubuhnya tidak kuat jika tenaganya diforsir terus menerus "kalau terus begini sih namanya bukan kerja di percetakan, tapi kerjanya kerja rodi" gumam olla yang sudah merebahkan diri di ranjang tidur miliknya


Bram menatap olla dari dalam pintu lemari, rahangnya mengeras mengetahui istrinya diperlakukan seenaknya oleh orang lain. Jangankan bekerja mencari uang, jika pekerjaan rumah saja melelahkan olla maka bram tidak akan mengizinkannya


Olla beranjak bangun dan masuk ke dalam kamar mandi, walau lelah ia rasakan namun olla tetap menjaga kebersihannya


Setelah olla masuk, bram keluar dari persembunyianya.. ia naik ke atas ranjang dan merebahkan tubuhnya bersender seraya menunggu olla keluar dari dalam kamar mandi


Ceklek..


Pintu kamar mandi terbuka, olla keluar dengan daster pendek yang telah melekat di tubuhnya dan handuk kecil yang berada di atas kepalanya. Ia mendadak kaku saat melihat bahwa suaminya berada disini dengan sedang menatap lekat wajahnya..


"honey," ucap bram dengan sangat lembut


Olla masih mematung melihat bram berada di atas tempat tidurnya, matanya berkaca-kaca menatap bram dengan mata yang sendu


Dengan pelan bram beranjak dari tempat tidur lalu mendekati olla, namun olla masih sama.. diam dan tak bergerak dari posisinya. Olla hanya mampu memandang lekat suaminya itu


Next episode,,

__ADS_1


__ADS_2