
"mr yudhistira?"
"apa aku mengenalmu?" tanya gama menyunggingkan senyumnya
'dia tersenyum aneh begitu lagi' pikir mona
"ini aku, jessica.. kita pernah makan malam di new york waktu itu" jawabnya antusias
Gama menaikkan alis matanya melihat pada perempuan yang berjarak dekat dengannya
"sorry miss, tapi aku tidak pernah makan malam denganmu secara pribadi. Jika pun iya mungkin kau orang terdekat rekan bisnisku, dan sekali lagi maafkan aku karena tidak mengingatmu" ucap gama santai
"bagaimana bisa kau lupa?"
"apa ingatan bisa diatur?" tanya vivi refleks
Membuat gama mendelik menatap vivi, membuat vivi menjadi memilih bungkam
'apa sebegitu pentingnya perempuan ini hingga dia menatap vivi horor begitu?' pikir mona manyun
Jessica menatap sombong ke arah vivi, perempuan itu berpikir bahwa gama membelanya
Lalu dengan nekat perempuan itu memeluk leher gama dari belakang "mr apa kau ingat.. kau pernah membantuku saat kakiku terkilir"
Mona dan vivi terbelalak melihat kelakuan perempuan itu
Dengan tegas gama menepis cepat tangan perempuan yang dengan beraninya menyentuh dirinya, hingga membuat perempuan itu sedikit goyah karena terdorong oleh gama. Ia kemudian berdiri merdekati jessica dan berbisik pelan, sangat pelan hingga membuat mona dan vivi tidak mendengar apa yang ia katakan
"aku tahu miss frederic, aku mengingatmu dengan baik.. tapi sepertinya tidak denganmu. Maka aku ingatkan sekali lagi, aku adalah orang yang bisa membuat relasi baik dengan mudah.. juga dengan mudah membuatnya menjadi hal yang aku jamin tidak akan kau suka" ucapnya berbisik seraya memundurkan langkahnya dengan senyuman pertanda buruk
"aku tidak biasa mencampur adukkan permasalahan perusahaan atau bisnis dengan masalah pribadi, namun untukmu? tentu bukan masalah.. mungkin kau perlu berkonsultasi dengan dadymu" ucap gama santai dan kembali duduk dengan tenang, kali ini mona dan vivi mampu mendengarnya
Jessica tentu memahami maksud ucapan gama, laki-laki itu menegaskan bahwa dengan mudahnya ia bisa memutuskan kerja sama dengan perusahaan dadynya. Wajah perempuan itu berubah seketika, matanya terbelalak dengan kaki yang mulai terasa lemas
'ternyata ucapan orang benar, senyumnya adalah kepalsuan yang membunuh' pikir jessica
"im sorry mr telah mengganggu makan malam anda" ucapnya menunduk
Gama tersenyum berarti "tak apa sebagai pengenalan.. berhati-hatilah di jalan pulang, atau kau akan menemukan hal lainnya" ucap gama
Membuat vivi tersenyum mengejek ke arah jessica dan membuat mona bingung
'kenapa ucapannya seperti membicarakan hal lain?'
__ADS_1
'dan kenapa wajah vivi juga seperti itu?'
"sekali lagi maafkan aku, permisi mr.. mrs" ucapnya menundukkan kepala dan pergi berlalu
"ck.. mengganggu saja" ucap vivi menggerutu
"sudah dapat menunya?" tanya gama pada mona tanpa menanggapi vivi
Mona mengangguk
Mereka makan dengan tenang dan sesekali tertawa kecil mendengar celotehan vivi atau bahkan mengobrol biasa, tak terasa hari semakin malam membuat mereka memutuskan untuk pulang kembali ke mansion
"kk ipar kenapa menjadi lebih pendiam?"
"benarkah?" tanyanya kembali
"hm.. apa karena tante blonde tadi?"
"haha tidak vi, mungkin karena perutku kekenyangan" ucap mona terkekeh
Vivi mengangguk "oh ya kk pakaian dan blouse untuk kerja kk sudah vivi pilih, kk putuskan saja yang mana akan dibeli"
"tidak perlu" ucap gama terlebih dahulu
Mona menoleh "kenapa?"
"tetap di mansion, jika bosan kau bisa ikut kk ke kantor. Tapi tidak bekerja"
"tapi"
"no mona.. cukup hanya kemarin kesalah pahaman terjadi" ucap gama santai namun tersirat ketegasan membuat mona menjadi menurut dan bungkam dengan mood yang berantakan
Entah mengapa suasana hatinya memburuk setelah melihat perempuan yang disebut vivi tante blonde itu datang dan bersikap selengket itu pada gama, ditambah dengan gama yang melarangnya ikut bekerja membuat moodnya semakin menjadi-jadi
Tak lama beberapa waktu akhirnya mereka tiba di mansion, sejak tadi di jalan mona sudah tertidur lelap tanpa ia sadari
"masuklah vi, kk akan menggendong mona.. terlihat tidurnya begitu nyenyak"
"hm.. baiklah"
"oh ya kk" ucapnya sebelum keluar mobil
"ya?"
__ADS_1
"sepertinya kk ipar cemburu tadi" ucap vivi
Gama tersenyum melihat wajah teduh mona
"ya hanya saja ia belum menyadarinya" jawab gama
"yaya.. bisa-bisa kakak saja, jangan membuat kk iparku menangis karena kk ya?? " ucapnya membuka pintu mobil tanpa menutupnya
"hm.."
Gama keluar pintu mobil dan memutar ke pintu mobil mona,
"kau cemburu melihat perempuan itu memeluk leherku?" ucapnya sedikit berbisik
Gama tertawa melihat kelucuan bibir mona yang tampak manyun
"baiklah honey.. sudah malam, waktunya untuk tidur yang lebih nyaman" lanjutnya merengkuh mona dan membawanya dalam gendongan
"ternyata tubuhmu berat juga nyonyaku" gumam gama seraya menaiki tangga
Dengan berusaha gama membuka pintu kamar mona, beruntung kamar itu tidak terkunci. Saat memasuki pintu tak sengaja gama sedikit tersandung tali sepatunya membuat mona terjatuh dari gendongannya
"auch.." ucapnya meringis memegang sisi dahinya
Dub.. gama terantuk meja buffet
"kau tak apa?"
"apa yang kk lakukan?" ucapnya seraya berusaha berdiri yang tentunya dibantu oleh gama
"maaf tidak disengaja.. kau tertidur pulas di mobil, jadi kk putuskan untuk menggendongmu saja" dengan pelan gama memeluk pinggang mona
"kk juga tidak perlu repot menggendong aku untuk pergi ke kamar" ucapnya dengan tangan kiri mengusap pahanya
"sekarang sudah tiba di kamarmu, hentikan gerakan di bibirmu itu" ucap gama menuntun mona ke sofa kamar
"bersih-bersihlah lebih dulu, setelahnya pergilah tidur"
"jangan lupa hm.." ucapnya mengelus kepala mona dan pergi berlalu, namun sebelum keluar kamar dan menutup pintu gama kembali menoleh
"lain kali katakan jika kau cemburu, itu akan lebih manis" ucapnya tersenyum dan menutup pintu kamar tanpa menunggu jawaban dari mona
Sekarang ia sangat suka menggoda mona, perempuan itu terlihat semakin imut saat matanya kembali mengerjap memastikan ucapan gama barusan
__ADS_1
'progres yang mulai terlihat' gumam gama bersenandung melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamarnya sendiri
Next episode,,