My Charming Boss

My Charming Boss
15. Dua perempuan


__ADS_3

Sekarang arkana tidak bisa tidur dengan nyenyak, pikirannya bercabang memikirkan hal yang baru saja menjadi berita hot yang bahkan mengalahkan berita viral artis ibu kota


Namun bagaimana dengan masalah satunya?, tentu dia tidak bisa mengabaikannya. Ini masalah urgent dan tidak bisa di pandang remeh


Tak.. tak.. tak..


Bunyi hak dari sepatu hells milik seorang perempuan yang berpenampilan luar biasanya. Dengan berdandan dengan begitu lama, dan itu pasti.. karena wajahnya sangat tebal layaknya seorang pemain pantomim


Balutan mini dress yang di gunakannya, hand bag mahal keluaran brand ternama, juga jangan lupakan sikap angkuhnya perempuan itu


"aku ingin bertemu arkana" ucapnya pada laura sekretaris arkana


"maaf mam, tapi ap.."


"kau pikir aku sama dengan orang lain?, kau lihat aku siapa bukan?"


"maaf tapi mam.. " lagi-lagi pembicaraan laura terpotong


"aku ini belum menikah, jika pun nanti aku menikah panggil dengan mrs atau nyonya arkana" ucapnya sombong


laura hanya tersenyum memaksa pada perempuan di depannya


dia melotot "ah sudahlah, aku masuk saja" perempuan itu berjalan memasuki ruangan arkana


"Nona tidak bisa" cegat laura


"beraninya kau" bentaknya "huff.. akan kuurus kau nanti" dengan tetap memaksa masuk ke dalam ruangan


Ceklek..


Dia membuka pintu tanpa izin juga tanpa ketukan pintu, membuat arkana yang dalam posisi tidak baik hatinya menjadi lebih tidak baik lagi


"hi, arkana sayang" ucapnya centil dengan berjalan maju duduk di kursi yang terhalang diantara meja dengan arkana, lalu duduk di kursi dengan gaya cacing hama yang sering menggigit tumbuhan, tidak bisa diam


Arkana sudah tidak merasa heran lagi dengan tingkah laku memalukan perempuan lintah darat di depannya ini


"maaf tuan saya sudah menahan nona ini, tapi tetap tidak mendengarkan saya" adu laura pada arkana


Arkana mengepalkan tangannya geram


"hm.. kau boleh keluar laura" ucapnya tenang


"see?" ucapnya dengan sombong pada laura


"saya permisi tuan"


"jangan lupakan minumanku oke" teriaknya

__ADS_1


'dasar ondel-ondel, sombong sekali' gerutu laura dalam hati seraya pergi dari ruangan bosnya


"baik nona"


"ada yang kau butuhkan hana?" tanya arkana


Hana Triadma, perempuan angkuh juga licik, licin dan tak mudah di terka. Keluarga triadma merupakan salah satu penanaman saham gabungan saat perusahaan ini sedang anjlok dan butuh dana tambahan


Ada beberapa kode etik yang tak bisa kami langgar dalam keadaan yang terjadi pada kejadian sebelumnya, tuan kamal triadma merupakan papa dari hana


Ayah dan anak ini sangat licik dan culas, mereka menghalalkan segala cara dengan segala sesuatu yang akan mereka capai


Berlagak menjadi penolong, menjalin relasi yang baik di depan khalayak umum membuat nama beliau menjadi perhitungan setiap kalangan, akan sangat merugikanku dan menjatuhkan namaku sendiri jika aku bertindak gegabah


Tak semudah membalikkan telapak tangan untuk membasmi hama yang mungkin akan datang lagi, aku ingin membasmi hama ini hingga tuntas, juga memberikan pemahaman kepada orang lain agar tidak pernah berbuat kotor pada keluarga Selmer


Rasanya sudah tak sanggup lagi aku bersandiwara didepan semua orang juga di hadapannya, aku merasa mual dan tentu saja ingin ku tarik pelatuk pistol eagel kesayanganku tepat di dahinya


Tapi aku harus sabar dia tidak boleh curiga jika aku menyelidikinya, harus tetap bermain cantik dengan sempurna


"kita diner malam ini.. oke arkana" ucapnya memaksa


"mungkin lain kali" jawabku cepat


"kenapa?, arkana ayolah lusa aku akan ke eropa bersama temanku, kita akan lama tidak bertemu nanti" ucapnya memohon


"aku akan transfer uang ke rekeningmu," jawab arkana


"sayang sekali padahal aku sudah merencanakan bagaimana kita diner, shoping, kita bertemu teman-teman bisnis papa juga.."


"sudah ku transfer" ucapnya cepat memotong pembicaraan perempuan itu


"benarkah? kau yang terbaik" ucapnya sambil berdiri


"kalau begitu aku pergi selamat tinggal sayang" mendekat dan ingin mencium arkana tetapi arkana menjauh


"hm baiklah tak masalah, aku pergi bye.." ucapnya seraya berjalan menuju pintu ruangan


tok.. tok..


"permisi minumannya nona" ucap ob


"tidak jadi, kau lama" ucapnya seraya berlalu pergi


OB tersebut hanya terdiam disamping pintu dengan tetap masih membawa mampannya


"berikan saja pada laura minumannya" perintah arkana

__ADS_1


"baik tuan saya permisi"


"hm" dia menganggukkan kepala


'huffff...'


'aku ingin mengakhiri segalanya, aku tak sanggup lagi untuk dekat dengannya ya tuhan' ucap hati arkana


'argh....'


'tatapannya.. gadis lola, mengapa jadi memikirkannya? senyumnya manis mendamaikan hati'


'apa kabarnya ya? kenapa seperti merindukannya saja?'


Tapi semua yang dipikirkannya hilang di saat ia kembali teringat dengan kisah kasih sang kakek, tangannya bergerak mencari ponsel dan menelpon nomor seseorang


"tomi"


"siap tuan, ada yang bisa saya kerjakan" tanya tomi


"aku ingin tahu siapa perempuan muda yang sedang dekat dengan kakek, semuanya.. tidak ada informasi yang terlewatkan"


"dekat tuan?"


"kekasihnya atau apa nama semacamnya aku tak mengerti"


"tuan besar memiliki kekasih?"


"jika aku tahu aku tak akan menghubungimu untuk menyelidiki kakek"


"maaf tuan,"


"lupakan, kau tau apa yang harus kau lakukan?"


"tau tuan"


"bagus kerjakan dengan baik, jangan sampai kakek menyadarinya. Kau paham?"


"paham tuan" jawab tomi


Tuttt... sambungan mati


Perempuan jenis mana yang harus di buat menjauh dari kakek, hanya demi harta ya pasti.. nekad sekali dia mengantarkan nyawanya sendiri padaku


'Kali ini aku harus menghadapi dua perempuan, untuk yang satu sudah terpantau tapi bagaimana dengan perempuan yang dekat dengan kakek?'


Next episode,,

__ADS_1


__ADS_2