My Charming Boss

My Charming Boss
56. Mas arkanya arin


__ADS_3

"aduh ya ampun lama deh" ucap mona yang sedari tadi menunggu arin keluar kantor


"yang sabar dong" ucap arin yang sudah duduk disamping mona yang mengemudi


"mon, aku ajak alika sekalian nggak apa-apa kan?" tanya arin


"nggak masalah, aku ikut nyonyanya tuan arkana aja" goda mona


"ih mon.. kalo ada mereka jangan bicara yang aneh-aneh, nanti mereka mikirnya gimana-gimana"


"emang mikir yang gimana sih?"


"monaaaaa" ucap arin cemberut


"iyaya.... dasar nyonya manja" ucap mona


Saat arin, alika, dan rio makan siang bersama di kantin perusahaan.. arin jadi teringat untuk mentraktir rio sebelumnya. Karena hal itu arin memutuskan untuk mengajak mereka makan malam saja pada malam ini, arin juga mengajak alika untuk ikut bersama


Arin memilih restoran korea untuk mentraktir mereka, ia memilih restoran yang tidak jauh dari perusahaan


Restoran ini tidak begitu mewah, bukan restoran dengan desain elegan atau pelayanan kelas atas.. namun restoran ini memiliki tempat yang nyaman dan santai. Pelanggan restoran ini juga mayoritas anak muda, seperti karyawan dan mahasiswa


Mereka memilih makan di outdoor, kebetulan malam ini cuacanya begitu bersahabat.. tidak begitu banyak angin, namun memberikan kesan sejuk dengan semilir angin yang berhembus


"hi rin.. maaf akunya telat, nunggu lama ya?" tanya alika yang duduk di hadapan arin


"nggak kok, kita juga baru sampe" jawabnya


"oh iya al ini temanku namanya mona, mon ini alika" ucap arin


"mona" ucap mona mengulurkan tangannya


"alika" jawabnya


Walau mona dan alika belum pernah bertemu sebelumnya, namun mereka terlihat cepat akrab. Terlebih mona, sikapnya yang mudah bersahabat membuat alika tidak merasa canggung dengan sahabat arin ini


Karena pada dasarnya mona dan alika mudah berteman maka tidak sulit membuat keduanya dekat satu sama lain


"wah.. wah.. dah lama nih nunggu?" tanya rio yang datang dengan menggandeng tangan seorang perempuan di sampingnya, sedangkan perempuan di sampingnya itu hanya memasang senyum merekah di wajahnya


"kiaa" sapa arin


Sedangkan zakia tersenyum melambaikan tangan kanannya pada arin dan lainnya


"kamu sama rio?" tanya arin


Lagi-lagi zakia tersenyum dan menganggukkan kepalanya


"oh hai zakia" sapa alika


"ye.. beruntung banget lu" ucap mona pada rio "kamu mau sama nih orang yak, tu.."


namun sebelum mona bicara rio sudah mendahuluinya


"kamu jangan dekat dengannya ya, dia itu orang yang iri melihat kebahagiaan orang lain" ucap rio kepada zakia


"kenapa? mona itu juga temanku" jawab zakia tersenyum membela mona

__ADS_1


"oh ya tuhan, jangan bicara yang tidak-tidak padanya mon.. bercandanya kamu suka membuatku cemas" ucap rio


Mereka semua tertawa saat mendengar ucapan rio, walau mereka tahu jika rio hanya bercanda saja


Sedangkan di perusahaan terlihat arkana masih berada di ruangannya, ia berkutat mempercepat pekerjaannya agar ia bisa santai sebelum hari anniversary perusahaan.. kini ia sedang duduk bersandar di kursi kebesarannya seraya menatap tomi lekat


"katakan" ucap arkana


"nona arin sedang berada di restoran korea bersama dengan teman-temannya tuan" ucap tomi


Arkana diam mendengar ucapan tomi


'apa yang sedang dipikirkan tuan?' pikir tomi


"berikan fotonya" dengan arkana yang mengulurkan tangan meminta ponsel milik tomi


Arkana terlihat menghela nafasnya lega setelah melihat arin sedang makan bersama dengan beberapa teman perempuannya dan terlihat satu orang laki-laki sedang menyuapi perempuan yang ada di sampingnya, itu artinya arin tidak punya hubungan dengan laki-laki tersebut


"jangan biarkan orang-orangmu lengah tomi, jaga keselamatan arin tanpa terlihat" ucap arkana


"baik tuan" tomi mengangguk


Arkana kemudian beranjak berdiri "tomi kau boleh pulang" lanjutnya


'ah tuan pasti ingin menemui nona arin' pikirnya


Tomi mengangguk "saya permisi tuan"


"hm" jawab arkana


"arin" panggil arkana yang berjalan ke arahnya


Arin menoleh menyadari suara yang ia kenal dengan baik


'mas arka?' pikir arin kaget melihat arkana berada di hadapannya


Ia menatap mona yang menatapnya lekat, seakan bertanya siapa laki-laki yang ada di hadapan mereka


"ekhmm" tegur mona karena arin terlihat diam saja memandang arkana


"um.. ini mon, ah.." bingung arin harus menjawab apa


"arkana ya?" tanya mona tiba-tiba menatap arkana


Ia menjawab mona hanya dengan anggukan, arkana tidak terkejut saat mona mengenalnya, namanya bahkan sangat diperhitungkan dalam dunia bisnis..


"mau jemput arin kan?" tanyanya lagi


Arkana menaikkan alis matanya mendengar ucapan mona


Sedangkan arin sudah sangat malu karena mona 'monaaaa, kamu buat aku malu' ucapnya melalui tatapan mata. Dengan tersenyum mona membalas tatapan arin


"ya udah gih sana, tuh mas arkanya udah jemput"


'mas arka?' pikir arkana


Arin menggelengkan kepala "aku pergi bareng kamu mon, lagian juga mas arka belum tentu jemput aku" ucapnya pelan

__ADS_1


"aku ada shift rin.. mesti ke rumah sakit, pas banget kamu di jemput tuh" ucap mona mengerlingkan mata menatap arin


"udah sana" ucap mona mendorong pelan arin ke arah arkana


Arkana mulai memahami maksud mona, ia tersenyum lebar mengangguk pada mona lalu mengulurkan tangannya menggenggam tangan arin


"tidak ingin berpamitan denganku?" tanya mona tersenyum jahil


Arin menatap arkana yang mengangguk padanya "aku pulang ya mon, kamu hati-hati ya ke rumah sakitnya"


"beres, kamu juga hati-hati" balas mona


Arin mengangguk


Kemudian arkana membawa arin masuk duduk di kursi sebelah kemudi mobil


"arkana" panggil mona sebelum arkana masuk "arin itu sahabatku, jadi" sebelum mona bicara arkana sudah memotong ucapan mona


"aku mengerti maksudmu, aku tidak akan melakukan sesuatu yang menyakitinya" balas arkana


Mona mengangguk paham ucapan arkana


Saat ini arin hanya terdiam di dalam mobil dengan menggenggam jari-jemarinya gugup, sedangkan arkana terlihat tersenyum memandang arin yang terlihat sedang gugup


"sedang apa tadi di sana?" tanya arkana


Arin menoleh melihat arkana "um.. makan malam bersama mona dan anak-anak kantor yang lain"


Arkana mengangguk


"kamu kenapa ada disini mas?" tanya arin


"jemput kamu" jawabnya santai


Arin hanya diam karena bingung harus bagaimana menanggapi ucapan arkana.. mereka juga diam saja tak bicara hingga mereka sampai di depan ruko


"itu tadi temen kamu mona?" tanya arkana sebelum arin turun


"iyya.. mona" jawab arin gugup


"kamu sering ngomongin aku" tanya arkana datar


Arin menoleh pada arkana "ha? enggak mas" panik arin, ia takut arkana berpikiran bahwa ia menggosipi atasannya


"yakin?" tanyanya menatap arin lekat


Terlihat arin memucat melihat arkana menatapnya lekat, sedangkan arkana sangat gemas melihat wajah takut gadis lolanya ini 'kenapa wajahnya begitu lucu' pikir arkana


"kenapa mona tau kalo kamu panggil akunya mas?" tanyanya dengan tersenyum lebar


Dengan pelan arkana mendekatkan wajahnya pada arin dan berbisik pelan


"mas arkanya arin??" goda arkana


Arin tidak mampu mengontrol degub jantungnya yang kini sudah berdetak dengan semakin kencang, andai arkana tahu bahwa kini ia berhenti bernafas karena jarak dirinya dan arkana yang begitu sangat dekat


Next episode,,

__ADS_1


__ADS_2