
Kukuruyuk.....
Pagi telah datang dan aktivitas seperti biasa akan dimulai, hari ini aku dan mona akan bertemu lagi. Mona menawarkan pekerjaan, bukankah itu kabar yang baik. Aku akan lebih bersemangat lagi hari ini, akhirnya aku dapat pekerjaan, yeayy!!
"hallo mon, jam berapa datang ke ruko?" aku menelepon mona sambil membereskan kamar
"rin, kayaknya gue nggak bisa ke ruko deh. Bisa nggak ke rumah sakit? abis kerjaanku di sini lagi banyak nggak bisa ditinggal rin, gimana dong??"
"hm.., ya udah nanti gue kesana deh, jam berapa kira-kira mon?"
"hm... jam 10 ajalah rin bisa kan ya??"
"ya udah nanti gue ke sana deh" aku pikir akan pergi setelah selesai mengantar kue
"okay gue tunggu ya rin"
"okay, bye"
ku poles tipis wajahku senatural mungkin dengan lipstik, day cream, bedak dan face tonic agar terlihat lebih segar. Hari ini aku berpenampilan lebih rapi, celana dasar panjang dan kemeja potongan pendek yang dipadukan dengan flat shoes hitam, tak lupa aku menguncir rambut dengan gaya ekor kuda dan menenteng hand bag hitam di tanganku
Hari sudah mulai siang, menunjukkan waktu agar aku berangkat lebih awal supaya tidak terlambat datang menemui mona, karena harus mampir ke rumah pelanggan terlebih dulu untuk mengantar pesanan brownies
ceklek.. aku menutup pintu kamar dan turun ke lantai bawah ruko
Tak tak tak
Aku menuruni anak tangga
Kulihat ibu sedang mengemas brownies
"duh cantik sekali putri kecilnya ibu, sudah rapi sudah wangi ya haha"
"ibu... iya dong harus wangi haha" aku menghampiri ibu
"hmm ibu doakan semoga putri kecilnya ibu ini mendapatkan pekerjaan secepatnya, pekerjaan yang bagus yang buat kamu nyaman" ibu menggenggam tanganku dan tersenyum
"aamiin doain ya bu semoga ada jalan buat arin biar dapet kerjaannya "
"pasti dan selalu ibu doain sayang, ini browniesnya bawa dengan hati-hati ini lumayan berat"
"oke mudah bu, akunya pesen ojek online dulu ya" aku membuka aplikasi ojek onlinenya
"bu udah dapat aku tunggu di depan ya, sini browniesnya" pintaku pada ibu
"ini, ingetloh ini hati-hati bawanya"
Kuambil lima box brownies dari ibu sehingga menutupi sebagian mukaku
"siap ibu peri, arin pergi assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
_______________
"maaf ya bang saya bawa banyak barang" ucapku
"nggak masalah mbak selama mbaknya bisa pegang, saya nggak keberatan mbak" ucapnya ramah
"iyya terima kasih ya bang"
Setelah sampai ditempat bu dayu, aku antarkan semua pesanannya dengan selamat tanpa rusak sedikit pun. Karena tidak ingin repot memesan ojek online lagi maka aku menyewa abang ojek online yang sama secara offline untuk mengantarkanku ke rumah sakit tempat mona bekerja
"terima kasih bang" aku membayar ongkosnya
"iya sama-sama mbak"
__ADS_1
Ku rapikan sedikit penampilanku sebelum masuk, kurogoh hand bagku untuk mengambil ponsel dan menelepon mona
Tut.. Tut..
Ku lihat berdering, tapi tidak diangkat mona
"mona mana ya, apa lagi sibuk?" gumamku
Karena saat ini diluar sangat terik aku masuk ke dalam rumah sakit, kuputuskan untuk menunggu mona didalam. Salahku juga kenapa tidak menghubungi mona terlebih dulu kalau aku sudah jalan ke rumah sakit
Aku berjalan menyusuri rumah sakit, dan...
Bukkk..
Aku menabrak orang lain di depanku karena sibuk melihat sekitar dan karenanya sedikit terpental ke belakang, ponselku terjatuh karena bertabrakan dengannya. Ku ambil ponselku yang terjatuh dan mendongakan sedikit kepalaku untuk melihat orang di hadapanku, karena ia lebih tinggi dariku
Aku terdiam melihatnya....
"kau tak lihat jalan?" tanyanya dengan tampang ingin marah dan raut wajah kesal
"apa katanya?" aku bertanya dalam hati dan masih fokus memandangnya
"perempuan lola" dia bergumam dan langsung pergi diikuti tiga orang lainnya dan menghilang meninggalkanku dan berjalan pergi meninggalkan rumah sakit
"lola? perempuan lola? maksudnya?" aku baru bisa bicara saat ia pergi
Tring...Tring..
Telpon mona mengagetkanku
"halo mon, udah dari tadi tau aku hubungin"
"iya sorry, aku jemput nih dimana?"
"di depan dekat administrasi mon" jelasku
Lalu kami sampai pada ruangan pribadi mona, mona memang bukan dokter spesialis atau umum. Karena mona harus menyelesaikan koas terlebih dahulu agar mendapatkan gelarnya. Dia mempersilahkan ku duduk. Ruangan mona cukup nyaman dan sangat bersih juga segar karena ruangan ini mendapatkan pencahayaan dari luar yang memanfaatkan sinar matahari
Mona membuka kulkas kecil yang ada di ujung ruangnya
"nih" diberikannya padaku
"tadi gue udah menghubungin dia, temanku namanya rio alakbar, dia udah kerja lumayan lama sih disana. Nanti apa-apanya kita tanya aja langsung ke dia"
Aku menyesap minuman dingin "kita ketemu dia hari ini mon?" tanyaku
"hm.. nanti siang kita ketemu rio sekalian kita makan siang"
"iya boleh deh demi pekerjaan wkwk"
"yee.., kita makan di kafe dekat sini aja kali ya rin?"
"atur aja, gue ikut nyonya" dia terkekeh
"rin kalau pekerjaannya nggak sesuai sama loe gimana?"
"ya nggak gimana-gimana, emang mau gimana? gue mah nggak pilih-pilih kali mon, malah takutnya guenya yang nggak pantes, apalagi dapat kerjanya karena dibantu"
"dimana-mana juga sekarang gitu kali, masa bodo juga orang mau bilang apa. Terseralah rin"
_____________
"mon" panggil seorang laki-laki pada mona
"hai yo, duduk"
__ADS_1
Sekarang kami sudah berada di kafe dekat rumah sakit untuk membahas masalah kerjaan yang rio tawari untukku
"kenalin teman gue, arin" ucapnya pada rio
"arin" aku menjabat tangan dan tersenyum padanya
"rio" dia membalas
"anaknya cantik ya mon wkwk" dia menggodaku
"kebiasaan deh, ini teman gue jangan lupa diri loe. Gue pites juga nih!"
"Iyye, begitu aja dah sewot. Hi rin senang bisa kenal sama kamu... aku cuma bercanda tadi hehe, tapi kalo cantiknya itu nggak bercanda"
Aku tertawa kecil sedangkan mona memutar matanya malas, mereka terlihat dekat dan sepertinya asik berteman dengan rio. Dia mirip dengan mona
"Oke serius gue nih... langsung saja, begini rin posisi gue saat ini kerja di bagian personalia, dan kebetulan perusahaan buka lowongan pekerjaan, lowongan yang buka itu di bagian departemen keuangan"
"pas banget tuh kan arin itu lulusan ekonomi sebelumnya" jelas mona
Aku masih menyimak pembicaraan ini
"iya bener, tapi gue disini mau bilang bahwa itu semua ada di tangan hrd nantinya. Gue cuma bisa bantu loe dibagian administrasi selebihnya itu usaha dan keberuntungan arin sendiri, jadi peran gue disini cuma memberi petunjuk"
Aku menganggukkan kepala
"em.. yo itu kalau perusahaannya dalam bidang apa ya?"
"lah loe nggak tau HSM Group rin?" rio sedikit melotot padaku
"hah?? HSM Group? tau tau kok, itu...?"
"iy sorry yo emang gue yang belum bilang sama arin dia bakalan lu tawarin kerja dimana hehe" mona menjawab
"dah gue kira, nggak mungkin orang nggak tau HSM Group"
"gini gini gue jelasin sedikit, jadi HSM Group ini perusahaan manufaktur. Nggak cuma tekstil dan elektronik, tapi makanan juga dipegang sama ni perusahaan, banyak juga anak perusahaan ini dimana mana. Untuk selebihnya lebih baik loe cari informasinya lewat google atau teman-temannya yang lain. Apalagi kalau lo nanti interview, pengetahuan loe akan sangat berpengaruh rin"
"iya makasih ya yo dah mau bantuin"
"cuma bukain pintu doang, selebihnya itu kerja keras dan usaha lu sendiri"
Kami mulai bercerita dan rio memberikan tips dan trik agar aku bisa lolos interview, dia juga mentraktir kami makan. Aku jadi tidak enak karena dia harus membayar makanan kami, tapi dia memaksa dan kata rio aku harus membayarnya nanti dengan mentraktir rio dan mona kembali saat aku mendapat kerja dan gaji pertama
Saat ini rio sudah pergi duluan karena masih banyak pekerjaan, sedangkan aku dan mona masih dikafe
Aku berpikir sambil memandang cincin dijari manisku "mon bagaimana kalau gue belikan sesuatu untuk kakek, baju atau sarung gitu"
"ha.. kakek hen maksudnya"
"iya nggak mungkin kan gue terima aja cincin ini"
"nggak usah dah rin" dia masih santai menyesap coffe lattenya
"mon tapi nggak..."
"maksud gue nggak perlu beliin barang, loe bisa bikinin kue mungkin, lebih berarti kalo loe bikin sendiri kan"
"ah iya mon, bener... kok nggak kepikiran ya hehe" aku terkekeh
"ye elu sih sok kaya mau beliin barang segala, emang barang apaan yang sepadan sama tu cincin"
"hehe ya juga yaa, maacih lopp dah bantuin mikir"
"iyee tapi besok temenin shoping yak, soalnya besok gue off"
__ADS_1
"siap melayani nyonya wkwk"
Next episode,,