My Charming Boss

My Charming Boss
45. Penjelasan


__ADS_3

Bram menatap lekat pada istrinya itu, "honey" ucap bram yang sudah membawa olla ke dalam pelukannya, ia takut jika istrinya ini benar-benar meninggalkannya


Olla yang dipeluk bram seketika menangis rindu, ia meneteskan air matanya yang tidak mampu lagi ia pendam, ia sangat sadar bahwa ia sangat merindukan laki-laki yang mendekapnya dengan erat ini.


Dengan pasti olla membalas pelukan bram, ia sangat rindu dengan aroma tubuh bram yang bercampur dengan bias-bias parfum khas milik suaminya itu


"maafkan aku" isak olla dengan tangisan yang semakin menjadi "sungguh maafkan aku"


"heii bukan kamu yang bersalah honey, jangan menangis" ucap bram yang mengelus lembut kepala olla


"maafkan aku yang menghilang pergi begitu saja, aku..aku juga membawa bella pergi meninggalkanmu" ucap olla yang semakin erat memeluk bram


"kumohon jangan pernah meninggalkanku lagi honey" ucapnya seraya mendorong pelan olla agar ia bisa menatap olla dengan jelas


"jangan pernah" lanjutnya seraya mengecup mesra olla


"aku terlalu naif untuk meninggalkanmu, dan menjadi seorang yang penakut. Harusnya aku percaya pada suamiku, harusnya aku yakin bahwa suamiku ini tidak selemah apa yang aku pikirkan"


"aku hanya takut, takut kehilanganmu honey, sangat takut. Dan bella bagaimana dengan putri kecil kita, aku..aku mencemaskan" ucapnya panik


Bram memotong ucapan olla "hei sttt," bram meletakkan jarinya di bibir manis olla "honey tenanglah.. aku selalu ada bersamamu dan juga bella, selalu" ucapnya lembut


"maafkan aku, maafkan aku" ucap olla yang kembali memeluk bram seakan tidak ingin terpisah kembali


"aku mohon maafkan istrimu yang bodoh ini yaa" ucapnya dengan memelas


Bram mendorong pelan olla, kemudian mendekatkan wajahnya pada istrinya itu dan mengecup dengan mesra "jangan katakan itu.. aku juga meminta maaf, karena tidak terbuka padamu. Tidak mengatakan bahwa aku terlibat dalam dunia bawah tanah"


"aku tidak menghargaimu karena itu kau pergi meninggalkanku, maafkan aku juga" ucapnya menyesal


"no, aku tidak pernah meninggalkanmu karena itu" olla yang mengingat sesuatu "honey aku menemukan pesan, sebentar" olla mengedarkan matanya mencari tasnya

__ADS_1


Bram mengernyit heran, "apa yang sedang kau cari?" tanya bram melihat olla mengobrak abrik barang-barangnya


"tunggu" ucapnya mengambil tasnya yang tersimpan di dalam lemari


Olla mendaratkan bokongnya di tempat tidur, yang diikuti oleh bram "lihat ini" dengan olla yang sudah menunjukkan foto juga pesan berisi ancaman


Dengan raut wajahnya yang kesal, terlihat rahang wajah bram mengeras. Pesan yang berisikan ancaman kepada bella dan dirinya sendiri jika olla tidak pergi meninggalkannya


Olla menjelaskan semuanya dari awal


[Flashback on]


Istri mana yang tidak ketakutan saat mendapat ancaman akan keluarga kecilnya, namun olla mencoba untuk tenang dan tidak menggubris semuanya


Puncaknya terjadi saat ia mengetahui bram terlibat dengan orang bawah tanah, olla berpikir bahwa semua ancaman sebelumnya itu tidak salah sasaran bahkan serius tertuju kepada keluarganya.


Saat ia yakin akan mengatakan pada bram apa yang ia dapatkan, olla dikejutkan dengan paket berisikan burung merpati putih yang mati dengan sayatan dimana-mana.. juga darah yang sudah hampir menutupi warna putih pada bulu burung tersebut


Tring.. Tring..


Hanya beberapa detik setelah membaca ancaman itu ponsel olla berdering, dengan tangan yang bergetar olla menerima panggilan dari bawahan bram.. seperti di hujam belati olla mendengar jika mobil yang bram kendarai tadi pagi kecelakaan, untungnya bram tidak menggunakan mobil itu.. sehingga sopir bram harus mengalami kejadian naas tersebut, dan meninggal di tempat


Olla menyadari bahwa ini bukan ancaman belaka, nyawa sopir yang tidak bersalah menjadi bukti akan bahaya yang datang kepada keluarganya


Tanpa pikir panjang dan sangat ketakutan, olla membawa bella yang masih terlelap tidur.. ia sengaja meninggalkan ponselnya agar peneror itu tidak mengganggunya lagi dan menyakiti suami juga anaknya


[Flashback off]


Olla sangat menyayangkan identitas bram yang tersembunyi, namun olla lebih takut dengan keadaan yang terjadi ia terlalu syok dengan keadaan yang ada di depan matanya


"kenapa tidak menceritakan semuanya hm?" tanya bram dengan menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah olla

__ADS_1


Olla menggeleng "aku bingung, aku tidak ingin suamiku terluka.. aku juga tidak bisa meninggalkan bella di sana, dimana peneror itu seakan tahu apa saja yang kita lakukan"


"aku takut kehilangan kalian" dengan wajah olla yang sudah menunduk "aku takut sesuatu terjadi pada bella" ucapnya


"dan tidak takut jika sesuatu terjadi padaku?" tanya bram


Olla mendongak "no, jangan berkata seperti itu.. aku.. aku"


Bram kembali mendekap tubuh istrinya itu "maafkan aku karena tidak terbuka padamu, kupikir itu akan membuatmu membenci suamimu ini.. namun kejadian seperti ini membuatmu takut dan tanpa bicara langsung meninggalkanku"


"aku tidak akan meninggalkan suamiku ini lagi" balasnya "jangan ada lagi rahasia diantara kita ya, kumohon, aku tidak ingin kehilanganmu dan juga bella" ucap olla yang sudah menangkup wajah bram


"tidak akan, aku tidak akan menyembunyikan apa pun lagi" ucap bram tersenyum dan menarik olla agar duduk dipungkuannya


"tidak merindukanku?" ucap bram menggoda


Dengan senyum yang manis olla mendaratkan kecupan di pipi bram


"aku mencintaimu honey" bisiknya "sangat mencintai, dan sekali lagi maafkan aku" olla kembali memeluk bram


"aku memaafkanmu, hanya dengan satu syarat" ucap bram dengan kerlingan matanya yang begitu sangat merindu


Olla yang memahami maksud bram seketika tersenyum lebar "tidak perlu memberi syarat honey, itu hakmu.. bukankah kamu itu suamiku?" jawab olla yang sudah berbisik pelan dan melingkarkan tangannya di leher bram


"aku mencintaimu lebih dari yang kamu tahu olla" balas bram tersenyum bahagia


Bram lega sudah dapat berkumpul bersama keluarga kecilnya itu, ia sangat takut hal-hal buruk akan menimpa istri dan putrinya


Ia juga bersyukur, olla dan bella bisa sampai dikota arkana dan bertemu dengan kekasih arkana walau tanpa disengaja, ia lega olla dan bella bertemu orang yang tulus dan baik seperti arin dan ibunya


Next episode,,

__ADS_1


__ADS_2