
'morning mona' ia membuka gorden kamarnya yang ditembus oleh cahaya pagi, melihat dan merasakan cahaya masuk ke dalam kamar secara langsung membuatnya menjadi lebih semangat
'well, karena ini weekend pasti vivi belum bangun.. mari kita mulai hari dengan membuat sarapan ala indonesia' gumamnya
Masih dengan mengenakan kaos polos dan hot pantsnya mona turun ke lantai bawah untuk memasak
"morning bibi cheng" sapa mona
"morning nona" senyumnya melihat mona berdiri menunggu respon dirinya "you want to something?, bibi bantu?"
Mona mengangguk dan berjalan mendekati bibi cheng "can i cook the breakfast.. i mean sarapan indonesia?"
"nona bisa menunggu, akan saya siapkan"
"no.. come aku tidak enak jika hanya menumpang" ucap mona memohon "please??"
"okay silahkan, saya bantu?"
"em" mona menggeleng "bibi bisa kerjakan yang lain.. this my job" jawab mona tersenyum penuh
"i give it to you"
"that must be" jawab mona tersenyum
"nona bisa ambil berasnya di bawah kabinet sana, atau bahan-bahan pelengkap ada di kabinet atas" tunjuknya
Mona mengangguk mengerti
"nona bisa memanggil saya jika inginkan sesuatu" ucapnya kemudian
Sebenarnya mona berencana membuat nasi goreng, tapi disini tidak ada nasi jadi. Lalu ia membuka lemari pendingin dan melihat bahan makanan apa saja yang ada
'ada ayam, telur dan bawang-bawangan'
Melihat bahan makanan yang ada, mona tersenyum menemukan ide
'aha.. bikin bubur ayam yang pernah aku bikin bareng arin saja' pikirnya
Kini mona bergerak dengan lincah menyiapkan segala bahan yang akan ia olah, mulai dari membuat bubur, mencuci ayam, hingga menyiapkan bumbu
Sedangkan di halaman seorang laki-laki terlihat menyeka keringatnya dengan handuk, ia mengatur nafasnya kembali dari jogging pagi mengelilingi halaman mansion.. hingga indra penciumannya terusik dengan harumnya masakan di pagi ini
'seperti bau masakan?'
'tapi tidak biasanya bibi cheng memasak, apalagi harumnya begitu menggoda perut.. aku jadi lapar'
Lalu ia memutuskan untuk cukup berolahraga pagi ini, perutnya telah memberontak untuk segera diisi dengan makanan yang membuat penciumannya terusik. Ia berjalan memasuki pintu besar ruang tengah.. berjalan pelan melewati meja makan
Matanya menyipit memastikan perempuan cantik dibalik meja kabinet yang kini sibuk dengan tumisan dihadapannya.. tidak mungkin vivi memasak di pagi hari, dan juga tidak mungkin bibi cheng berubah menjadi gadis muda bukan?
'siapa perempuan ini?'
Ia menarik bibirnya tersenyum melihat wajah imut nan indah perempuan cantik dihadapannya itu 'apa dia bidadari?'
Kembali ia tersenyum dengan ucapannya sendiri
"kakak" panggil vivi yang berdiri menatapnya dari tangga
Bukan hanya mona yang menoleh tapi laki-laki dengan baju basah yang membentuk lekuk ototnya itu juga menoleh melihat pada vivi yang memanggilnya
Vivi menuruni tangga dengan santainya, lalu berjalan melewati laki-laki itu mengambil air putih dan duduk meminumnya dengan tatapan tak lepas dengan kedua orang berbeda gender ini yang sedang saling menatap
'siapa dia?'
'apa kakaknya vivi? wajahnya terlihat mirip dengan vivi' pikir mona
'matanya sangat lucu saat berkedip' pikir gama
"ekhm.." vivi berdeham
"oh ya kak aku lupa.. kalo aku tidak tinggal sendiri atau berdua dengan bibi cheng, tapi juga dengan kakakku. Dia kak gama" tunjuk vivi dengan dagunya
__ADS_1
"dan kk gama ini kk mona" ucap vivi tersenyum penuh arti melihat gama
Gama tersenyum pada mona, membuat mona bergidik merinding melihat gama tersenyum
'kenapa senyumnya terlihat menyeramkan' pikir mona
"gama" ucapnya mengulurkan tangan pada mona
Vivi tersenyum melihat gama, gama tidak pernah mau berinisiatif dengan perempuan.. tapi dengan mona?.. ia membuat gama menunjukkan sisi dirinya
'jangan-jangan kk gama suka dengan kk mona, ah sudah ku duga.. kk gama pasti akan menyukai kk mona' pikirnya bersorak
[Flashback on]
Vivi masih menatap mona yang membasuh lukanya di air mengalir
'dia sangat baik, tidak marah-marah atau kesal terhadapku.. padahal tangannya memerah karena kopi panas yang tidak sengaja weitresnya aku tabrak'
'dia juga tidak menghakimiku'
'senangnya jika dia menjadi istrinya kk gama hehe..'
'pikiranku ada-ada saja haha, tapi pasti kk gama juga pasti suka kalo liat kk mona'
[Flashback off]
'penilaian dan perkiraanku tidak pernah salah' gumam vivi cekikikan sendiri
Mona sedikit gugup melihat gama antara takut dan terpesona "mo.. na" ucapnya membalas uluran tangan gama
Gama tersenyum melihat wajah mona sedikit tegang 'perempuan lain biasanya mencari perhatianku.. tapi dia? dia seperti takut denganku'
'oh kau begitu imut honey' tawa gama dalam hati mengingat dirinya memberikan panggilan mesra untuk perempuan cantik dihadapannya ini
"um.. maaf" ucap mona melepaskan genggaman gama
"haha"
"kk begitu agresif, kk mona sampai takut melihat kakak haha" ucap vivi meledakkan tawanya
'apa yang ada di wajahku? kenapa dia masih saja menatapku' pikir mona
"um.. kalian belum sarapan bukan? ini.. aku sudah buatkan bubur ayam. Um.. maaf jika kalian tidak menyukainya" ucap mona mengalihkan
"ah kakak sedang berlatih menjadi istri yang baik" ucap vivi menggoda mona
'honey rona merah dipipimu itu.. aku menyukainya' pikir gama tersenyum melihat wajah mona
'apa yang dilakukan kakak beradik ini, ya tuhan.. dia tersenyum lagi dan ada apa dengan jantungku'
'hei jantung.. aku hanya ditatap, lalu kenapa kau bereaksi begitu kencang'
"ehkm.. aku harus pergi membersihkan diri dulu, kalian boleh makan duluan" ucap mona yang melepaskan apron masak yang ia kenakan
"kk tapi bajuku sedikit sempit denganmu bukan?" ucap vivi
Gama mencuri pandang memperhatikan apa yang diucapkan adik kesayangannya itu
'badannya bagus..
'oh berhenti membayangkan yang tidak-tidak gama'
Mona yang sudah sangat malu dengan hot pantsnya, memilih untuk segera pergi
"vi um.. kk aku naik duluan" ucapnya berlalu cepat
Vivi lagi-lagi tertawa
"kakak jaga matamu itu" ucap vivi memperhatikan gama yang tidak melepas pandangannya pada mona yang mulai menghilang
"wajah kak mona memerah saat kk memperhatikan dirinya haha"
__ADS_1
"aku setuju jika kk mona menjadi kk iparku" ucap vivi mengerlingkan matanya menggoda gama
"pesankan pakaian untuknya, dengan ukuran yang sesuai" ucapnya seraya berjalan naik menuju kamarnya
"kk tidak ingin orang lain melihat bagian tubuh kk iparmu" lanjutnya seraya menarik ujung bibirnya berseri
'kakak ipar??'
"ah..... aku mencintaimu kakk sangattttt.." pekik vivi
'akhirnya laki-laki dengan senyum mengerikan itu menaruh hatinya pada perempuan yang tepat' ucap vivi dalam hati
Vivi telah memesan drees untuk mona, sesuai dengan pesan gama.. tidak menunjukkan bagian lekuk tubuh. Dengan tepat waktu drees yang ia pesan telah datang
Mona turun dengan penampilan yang begitu simple namun tidak mengurangi kecantikannya, dress pendek di bawah lutut berwarna navy yang terlihat pas ditubuh mona.. rambut pendek sebahu yang ia jepit dengan setengah membuat wajahnya terlihat manis
'duh.. kenapa tatapan mereka begitu lagi' pikirnya
"maaf.. kalian menunggu lama?" ucap mona berdiri di samping bibi cheng
"nope, ayo kk duduk sini" ucap vivi menarik mona duduk di bagian kanan gama
Mona yang ditarik vivi hanya menurut tanpa perlawanan. Sedangkan bibi cheng tersenyum melihat vivi begitu antusias mendekatkan kakaknya dengan teman perempuannya itu
"kau tahu kk, aku sudah lama tidak sarapan khas indonesia seperti ini"
"hm.. berusaha membawa suasana indonesia" jawab mona tersenyum
"kk gama baru dari indonesia, jadi mungkin dia sudah terbiasa sarapan dan makanan seperti ini"
"ah, begitu"
'shittttt.. aku tidak suka wajahnya menekuk' ucap gama dalam hati
"aku menyukai aroma masakanmu" ucap gama tersenyum
"benarkah? terima kasih.. um baiklah silahkan dicicipi"
"uemm.. ini enak kk.. sungguh"
"kau bisa belajar resepnya, nanti aku berikan.. aku saja dapatkan rahasianya dari.."
'ya tuhan arin aku merindukan gadis cengeng itu' pikir mona
"dari? "
"hm?"
"you okay?"
"ya im fine"
'apa aku hubungi saja arin?, dia pasti khawatir aku tidak bisa di hubungi lalu menghilang.. bahkan kami sudah berjanji akan ke pameran kuliner khas turki bersama'
'yaa.. aku harus menghubungi arin' pikir mona
Sedangkan gama, sedari tadi pandangannya tak lepas dari mona 'kini apa yang dipikirkannya?'
Next episode,,
πππππ
Hi temen-temenπ€π€
Apa kabarnya??
Author harap semuanya sehat selalu..
Maaf ya author baru sapa kalian, kemarin sok sibuk jadi cuma fokus untuk sempetin nulis kelanjutan bab doang heheπ π
Like and comment don't forget guys, votenya juga boleh bangettt..
__ADS_1
Buat author lebih semangat nerusin bab di setiap harinya
Love you allπ