My Charming Boss

My Charming Boss
30. Tanganku


__ADS_3

"hai neng geulies, selamat pagi" sapa alika


"eh al, ngagetin aja kamu" jawab arin


"kenapa sih bengong mulu?" tanya alika


"nggak kok, iya kali al kamu aja tiba-tiba dateng iya masa akunya nggak kaget" jawab arin


"iya deh yang nggak galau ngalah" ucap alika seraya menggandeng tangan arin


Lagi-lagi saat mereka akan memasuki lift, dari lobi sudah datang tuan arkana dan asisten tomi yang berada di sampingnya


Aku terdiam melihatnya, tuan arkana hanya fokus menatap gadgetnya dan berlalu di depannya hingga masuk kedalam lift


Arin menggelengkan kepala 'aku kenapa sih..' lamunan arin seketika buyar saat alika menegurnya


"ayok" ajak alika


Saat ini arin tengah sibuk dengan pekerjaannya, ia duduk di kursinya, namun pikirannya kembali teringat lagi akan sikap dingin arkana


'cukup arin, pliiss jangan dipikirkan apalagi diharapkan.. kakek dan mona hanya menyemangatiku saja agar aku tidak sedih. Tidak semestinya aku mengharapkan sesuatu dan berpikir akan menggapai suatu hal yang jauh lebih tinggi...


hm... baiklah tidak usah di pikirkan, fokus saja kerja dan mikirin motor mana yang mau di kredit hihi' ucapnya cekikikan dalam hati


"oke.. semangat arin" ucapnya lantang hingga membuat temannya yang lain menatap dirinya


"kenapa lu?" tanya koko seniornya disana


"ah enggak" jawab arin cengengesan


Alika hanya tertawa melihat arin bersikap aneh


Jam pulang kerja pun tiba, semua karyawan satu persatu mulai meninggalkan perusahaan menuju pulang ke rumah mereka masing-masing. Begitu pula dengan alika dan arin


"rin mau pulang bareng nggak?" tanya alika


"lain kali aja al, soalnya aku mau ketempat lain dulu" jawab arin


"oh ya udah.. aku duluan ya, kamu hati-hati"


"iyya lagian juga ini masih sore kali al" arin tersenyum


"ya mau pagi siang sore malam, kan tetap harus hati-hati arin" jawab alika yang sudah mencubit gemas pipi arin


"ih alika.. suka banget usil deh"


"ya udah, bye arin" ucap alika melambaikan tangan

__ADS_1


Arin akan pergi ke alamat yang sudah diberi ibu, mengambil uang lunas dan beberapa peralatan kue yang masih tertinggal di sana


Setelah arin mendapatkan uang lunas dan beberapa barangnya arin pamit untuk pulang, diperjalanan pulang arin melihat taman di dekat jalan raya


Terlihat di taman itu terdapat banyak bunga yang tumbuh mengelilingi tempat, disisi lain ada pohon besar yang membuat tempat duduk di dekatnya menjadi terasa sejuk


Juga danau kecil yang mengalir di sepanjang taman, banyak anak kecil yang bermain bola, bermain kejar-kejaran, maupun mereka yang sekedar duduk-duduk santai, dan masih banyak lagi


Hingga akhirnya arin memutuskan untuk duduk sebentar di kursi panjang di bawah rindangnya pohon dengan pemandangan danau indah di depannya


"enak juga duduk santai disini" ucap arin


"adem..tenang.. kok baru tau ya kalau ada taman yang cantik seperti ini" gumamnya


"aku juga" jawab arkana yang sudah duduk di samping arin


Deg..


Arin diam mematung melihat arkana bisa ada dihadapannya 'apa ini benar tuan arka?' pikirnya 'kenapa disini?'


"apa aku mengganggumu?" tanya arkana yang melihat arin hanya diam


Arin tersadar "tu.. tuan arka" ucap arin


"mengharapkan orang lain?" tanya arkana dingin


[Flashback on]


Dari seberang jalan arkana yang sedari tadi mengikuti arin hingga ke taman ini


"apa kita tetap memantau dari sini tuan?" tanya tomi


Arkana hanya diam, namun setelah beberapa saat arkana terlihat bergerak


"kau tunggu di mobil tomi" ucap arkana


"baik tuan" ucap tomi


[Flashback off]


"kamu keberatan?" tanya arkana


Arin menggelengkan kepala "tidak, tentu saja tidak" jawabnya


Arkana hanya diam seraya memandang danau di depannya


'duh kenapa juga ini jantung, aku mohon tenanglah' bicaranya pada diri sendiri

__ADS_1


Lalu arkana beralih memandang pada arin "dari mana tadi?" tanya arkana


Arin terdiam kaku memandang arkana


"um.. menemui pelanggan yang belum lunas membayar juga mengambil barang-barang ini" diangkatnya paper bag ditangannya


"pelanggan?" tanya arkana


"iya pelanggan dari toko kue" jelas arin


'huff.. aku pikir apa' pikir arkana


"um.. tuan arka"


"hm" jawabnya seraya memandang arin


"tuan tidak marah pada ku?" tanya arin


"kenapa?" arkana mengangkat alis


"um.. kemarin itu tuan hanya berlalu dan diam saja tidak menyapaku" ucap arin polos


"aku harus menyapamu?" tanya arkana


Dengan refleks arin menutup mulutnya dengan kedua tangannya seraya menggeleng


"tidak.. maaf tuan, lupakan saja.. ya lupakan saja aku hanya melantur saja hehe" ucap arin tertawa canggung


'gadis lolaku ini sungguh mengemaskan' ucapnya dalam hati


"ada apa denganmu?, kamu demam? wajahmu memerah sejak tadi" ucap arkana yang sedari tadi memandangnya


Arin menggeleng "um itu.. mungkin.. hanya gerah saja" ucapnya sembarangan


"gerah? bukankah kita dibawah pohon rindang" ucap arkana


Arin semakin bingung mau menjawab apa dan dengan kebingungannya, seketika arin berdiri


"tuan, aku permisi duluan.. ini sudah mau magrib" pamit arin


"hm baiklah, aku antar" tanpa mendengar jawaban arin arkana dengan santai menggenggam tangan gadis cantik itu menuju mobilnya


'oh tidak.. tanganku'


"tuan" ucap arin yang langsung di potong arkana


"ikut saja" jawabnya singkat

__ADS_1


Next episode,,


__ADS_2