My Charming Boss

My Charming Boss
6. Bodyguard tersembunyi?


__ADS_3

"assalamualaikum bu"


Tok tok... tok.. tok


"bu??" teriaku di depan ruko "ibu dimana? Kok rukonya tutup" gumamku


Segera aku telepon ibu


tut....tut..


"halo?" jawab ibu di seberang telepon


"ibu dimana?, masih antar pesenan pelanggan ya?" tanyaku


"tidak rin ini ibu sedang di rumah sakit"


"kenapa bu? kenapa di rumah sakit?" tanyaku kaget


"ini ibu lagi menemin ibunya pak burhan, soalnya pak burhan dan istrinya lagi di luar kota rin. Jadi untuk sementara ibu dulu yang jaga"


Aku menghela nafas, untunglah tidak terjadi apa pun pada ibu


"hm iya bu, arin kira ibu kenapa-kenapa"


"nggak sayang, kamu tolong handel pesenan kuenya dulu ya rin, kalau repot tutup saja dulu untuk tokonya"


"iya bu nanti biar arin yang urus, mau arin bawain pakaian ganti bu??"


"nggak perlu rin, udah ibu bawa pakaiannya. Kamu hati-hati di rumah, jangan lupa kunci pintu bawah juga belakang"


"iya bu" sahutku


"ya udah ibu tutup dulu telponnya ya assalamualaikum"


"waalaikumsalam bu"


Rasanya hari ini aku lelah sekali walaupun biasanya kegiatanku lebih padat dari ini, mungkin karena sejak dari bertemu rio pikiranku tidak bisa lepas dari kerjaan, dan HSM Group. Bagaimana mungkin aku akan bekerja di sana?, kepalaku berputar hanya memikirkan itu dan jantungku berdetak tidak normal karena memikirkannya


Perusahaan besar dengan nama baik, kedudukan tinggi, disegani perusahaan lain, serta impian yang mungkin semua orang idamkan untuk bisa bekerja disana. Sedangkan aku rasanya mimpi sekali mendapatkan lowongan kerja dan jalan dari rio untuk kerja di perusahaan itu


Aku berbaring diatas single bed tempat biasa aku tidur, aku merenungkan bagaimana jika aku tidak diterima, bagaimana aku jika diterima bekerja nantinya, bagaimana teman-temannya, bagaimana.. bagaimana.. aku pusing sendiri memikirkannya. Karena malam sudah larut lalu aku putuskan untuk tidur


Fajar mulai datang


"halo?" ku angkat telpon yang berdering


"assalamualaikum.... rin, ini sudah pagi.. bangun dan jangan lupa shalat subuh"


Aku masih mengerjapkan mataku,


"iya bu.. waalaikumsalam " gumamku


"rin pesanan kue lapis surabaya dan ketan srikayanya mbak lusi jangan lupa rin,"


"hm.."


"arin... bangun dulu," aku merubah posisiku menjadi duduk

__ADS_1


"arin dengar bu" jelasku


"dengar dulu ibu nanti kamu salah lupa lagi. Mbak lusi sudah DP sama ibu, nggak enak ibu kalau kuenya tidak jadi" tegas ibu


"kamu buat saja dua box besar untuk lapis surabaya dan ketan srikaya 100 cup ya rin, jangan lupa.. alamatnya ibu tempel di depan kulkas, namanya mbak lusi. Nanti kamu anter sekitar jam duaan ya rin" jelas ibu padaku


"okeh bu siap beres"


"ya udah kalau gitu hati-hati di ruko, listrik dan kompor jangan lupa dimatikan ya, assalamualaikum"


"iya bu waalaikumsalam"


Pinggangku rasanya mau patah capek sekali berjam-jam sibuk dengan panggangan dan alat-alat dapur, namun akhirnya selesai juga


Tak lupa aku sudah membuat cheesecake untuk kakek hen, untung masih ada bahan-bahan untuk membuatnya hari ini. Sengaja aku buat cheesecake untuk kakek hen, dan semoga beliau suka


Aku berniat memberikan cheesecakenya nanti setelah mengantarkan pesanan mbak lusi. Tak lupa memberi kabar pada mona untuk bertemu di toko kakek hen, karena setelahnya kami akan pergi sesuai dengan keinginannya kemarin, menemaninya berbelanja


"dimana mon?" kuhubungi mona saat sudah sampai di pelataran toko kakek hen


"bentaran parkir dulu rin, tungguin gue jangan masuk dulu


"oke"


Kulihat toko kakek hen dari kejauhan, sama seperti waktu itu ada beberapa laki-laki bertubuh besar dengan tampang yang sedikit mengerikan berjaga di depan sekitar toko kakek hen. Mereka terlihat seperti bodyguard tapi tidak memakai seragam bodyguard seperti di film dengan pakaian serba hitam, mereka memakai pakaian santai biasa, apa mungkin itu bodyguard tersembunyi


"heii" mona mengagetkanku dari belakang


"kenapa si mon pakek ngagetin segala, kalau cheesecake nya jatuh gimana?" kesalku


"mon, itu bodyguard kakek hen bukan ya?" tanyaku pada mona


"bodyguard apaan? yang mana lagi?" tanya mona


"yang berdiri di sana-sana itu" mataku mengarah pada beberapa bodyguard itu


"ahh gue nggak paham lu ngomong apaan, udah ah yuk masuk"


Aku mengikuti mona masuk ke dalam toko antik milik kakek hen,


"assalamualaikum" ucapku setelah masuk


"kakek hen,," mona memanggil


"ya, ada keperluan apa ya neng?" tanya seorang perempuan setengah baya pada kami


"maaf bu ini kami membawakan cake untuk kakek hen, boleh kami bertemu?" tanyaku padanya


"panggil saja bibi neng.. bi yaya, sebentar bibi panggilkan dulu. Neng cantik berdua duduk dulu ya tunggu disini" bi yaya beranjak pergi


"iy bi yaya terima kasih" ucapku


_______________


"arin, mona?" sapa kakek pada kami


"hai kek, bagaimana kabar kakek?" tanya mona

__ADS_1


"baik kabar kakek baik, bagaimana denganmu? arin?" tanya kakek yang duduk berhadapan denganku dan mona


"kami baik kek alhamdulillah" jawabku dan mona


"syukurlah, apa ada masalah?" kakek menatapku


"tidak kek, hm sebenarnya.. ini arin bawakan kakek cheesecake. Semoga kakek suka cheesecakenya" aku berikan cakenya pada kakek


"oh... terima kasih sayang, kau sangat perhatian" ucapnya dengan tersenyum menatapku


"sama-sama kek" aku tersenyum


"itu arin buat sendiri loh kek" ucap mona


"wah apakah benar?, kakek sangat terharu sekali.. kamu repot sekali membuatnya sayang"


"tidak sama sekali kek, arin senang bisa bawakan kakek cheesecake buatan arin"


"baiklah kita potong cakenya"


Kakek langsung memotong kue yang aku bawa, mulai menggigitnya, dan melotot padaku juga mona. Aku dan mona saling bertatapan karena kaget kakek melotot, dia memandangku dan berkata,


"kamu yang buat sendiri arin?" tanya kakek


"iya kek, apakah ada yang salah dengan rasanya atau?" tanyaku


"ini enak, kakek suka sayang"


Aku tersenyum lebar, "benarkah kek?" tanyaku dan kakek hanya mengangguk karena masih mengunyah kue "terima kasih kek" aku senang kakek menyukainya


Mona menimpali, "arin itu memang jago bikin kue kek, dia juga usaha kue loh kek"


"apa itu benar?" tanya kakek dengan memotong cakenya lagi


"iya kek, arin membantu ibu membuat pesanan kue"


"pantas saja cheesecake ini sangat lezat"


Aku hanya tersenyum pada kakek


"oh ya kek apa kakek punya bodyguard?" tanya mona


aku dan kakek menoleh ke arah mona


"heii kenapa melihatku seperti itu?, ada apa? aku kan hanya bertanya?"


"kenapa bertanya yang tidak-tidak mona?" tanya kakek tertawa


"tidak kek, arin yang bilang sepertinya kakek punya, apa kakek punya bodyguard?"


kakek menatapku "tidak kek, maksud arin beberapa orang di depan terlihat seperti bodyguard tapi tersembunyi hehe" aku memasang wajah tidak enak hati karena mona bertanya seperti itu


Kakek tersenyum dan bilang padaku "itu hanya perasaanmu saja gadis cantik"


Kau perasa dan sangat peka sayangku, kau gadis sederhana yang selalu tersenyum, sangat perhatian dan sopan, andai kau cucuku sayang. Sikapmu yang lembut dan sopan mengingatkanku pada mendiang rimaku


Next episode,,

__ADS_1


__ADS_2