My Charming Boss

My Charming Boss
50. Kini kakek tahu


__ADS_3

"baiklah.. kita sudah dapatkan buktinya" ucap tomi yang sedang berbicara dengan gama dan juga leo


"lalu bagaimana dengan rencana selanjutnya?" tanya gama


"menunggu pengaturan yang akan diberikan arkana, sebaiknya hubungi tuan muda itu untuk datang kemari" ucap leo santai bersandar pada kursi kebesarannya


Dengan bergerak cepat tomi menghubungi tuannya, sejak kurang lebih satu minggu ini mereka gencar menyelesaikan misi yang harus di selesaikan


Karena tidak ingin terlalu lama menunggu, arkana segera menemui mereka di tempat pribadi leo menyusun rencananya


Leo merupakan orang bawah tanah yang memiliki hubungan baik dengan arkana, hal itu terjadi karena ketidak sengajaan tomi yang pernah menyelamatkan putra kesayangan leo, hingga membuat hubungan diantaranya terjalin. Hingga membuat mereka saling membantu dan terjalinlah relasi yang baik diantaranya, tentu saja hal itu juga terkait dengan sang tuan muda


Hal ini dirasa sangat menguntungkan bukan bagi arkana??.. mengingat jika laki-laki yang memiliki pengaruh besar dalam dunia bawah ini berpihak padanya. Selama mengenal baik leo, arkana merasa leo bukan orang yang buruk untuk berada dekat dengannya.. walaupun sejak relasi dirinya dan leo terjalin membuatnya semakin disegani banyak orang, hal itu juga membuatnya mendapat saingan bisnis yang bahkan tidak segan untuk melakukan tindakan yang tidak pernah terbayangkan


Sejak saat itu arkana memandang leo bukan hanya memiliki relasi demi keuntungan dalam berbisnis, melainkan seorang teman. Dan kepercayaan ini terjalin hingga saat ini


Tomi mengangguk pada arkana saat tuannya itu memasuki ruangan dimana tempat mereka berkumpul


"bagaimana?" tanya arkana menatap mereka bertiga seraya duduk manis di sofa samping gama


"aku dapatkan kartunya" ucap leo


Arkana tersenyum "terima kasih.. aku tidak salah menilaimu"


"tak lihat atau memilih buta?" gumam gama


"tentu saja, untukmu dan juga tomi"


Namun saat gama akan menyela arkana terlihat menegakkan pinggangnya dari kenyamanan sofa yang ia duduki


"ini belum selesai, kita mesti mencari biang dari segala biang" ucap arkana


"yaya.. aku tahu, bagaimana dengan bram??" tanya leo


"hm.. kita akan mengatur waktu lagi untuk melihat perkembangan dari bram, aku tidak ingin bertindak gegabah. Setelahnya kita bisa bertindak " ucap arkana serius


Setelah mereka mendiskusikan rencana selanjutnya, mereka memutuskan untuk menyudahinya pada hari ini.. dan sepakat untuk mengatur waktu berikutnya


"aku ikut denganmu kana" ucap gama


"naiklah aku juga akan pulang ke mension kakek"

__ADS_1


Setelah beberapa menit kemudian, arkana dan gama telah sampai di pelataran mension kakek


"selamat malam tuan" sapa bi yaya


Arkana mengangguk


"malam bi yaya, apa makan malamnya sudah siap?" tanya gama


"sudah tuan" jawabnya


Tanpa mendengar banyaknya pertanyaan gama lebih lanjut arkana melanjutkan jalannya menuju kamarnya


"oke terima kasih bi yaya, sebenarnya udah laper banget.. tapi mau bersih-bersih dulu, dah lengket keringetan" ucapnya lalu berlalu


"baik tuan gama, segera bibi siapkan" jawabnya sebelum jalan berlalu


Dengan cekatan bi yaya menyiapkan makan malam untuk tuannya, menyusun beberapa menu untuk santap malam ini


"mereka sudah pulang??" tanya kakek


"sudah tuan," jawab bi yaya


"baik tuan"


Tok.. Tok..


Ketuk bi yaya pada pintu kamar arkana


"permisi tuan" ucap bi yaya "makan malam sudah siap, tuan besar sudah menunggu tuan muda, dan tuan gama di bawah" lanjutnya


"ya bi beberapa menit lagi" ucap arkana sedikit berteriak


Saat hendak memutar tubuhnya bi yaya sedikit terkejut karena gama sudah berada di belakangnya


"aku sudah sangat lapar bi, biarkan tuan muda itu menyusul" ucap gama yang sudah berjalan lebih dulu, tak lama kemudian arkana ikut menyusul gama untuk makan malam


"malam kakek" ucap arkana dan gama bersama


Kakek mengangguk "makanlah" ucap kakek


"bagaimana pertemuan kalian?" tanya kakek yang masih asik dengan mengunyah makanannya

__ADS_1


Arkana dan gama hanya saling pandang pada kakek


"sudah mulai menyimpan rahasia??"


Lagi-lagi mereka kompak saling pandang saja


"baiklah, kakek permudah.. apa yang kalian rencanakan dengan leo??" tanya kakek kembali "merencanakan sesuatu bukan?"


"hm.. itu kek" jawab gama ragu


"baiklah, kana jelaskan" ucapnya dengan santai seraya tetap mengunyah makan malamnya, awalnya ia bingung harus bercerita atau tidak tapi mengingat bahwa hal ini pasti akan diketahui kakek, jadi arkana membiarkan saja


"jadi begini.."


Arkana mulai menceritakan semuanya dari awal.. bagaimana ia bersikap tidak masalah dengan perempuan ular yang disebut kakeknya, adanya sabotase yang dilakukan oleh tuan triadma akan perusahaannya.. melakukan tindakan kecurangan dengan cabang perusahaan selmer yang lain dan mungkin masih banyak tindakan kotor lainnya


"hm.. sudah kakek duga, cucuku tidak mungkin buta mata dan hati" ucapnya terkekeh


"aku juga sudah tahu jika kakek selalu mengawasiku dan menaruh curiga dengan banyaknya transaksi yang ku lakukan untuk perempuan tidak tahu malu itu.. cih" ucapnya dengan kesal


"ah baik kakek dan kana.." seraya menggelengkan kepala "bagaimana bisa hanya diam dan tak saling bicara, sangat percaya sekali dengan kata hati haha" ucapnya terkekeh


"heh.. kau juga bersalah cucu nakal, kenapa tidak bilang yang sebenarnya" ucap kakek pada gama


"haha kurasa kakek dan kana tidak begitu jauh berbeda bukan?" ucapnya terkekeh


"dasar kalian berdua ini, yang satu nakal dan yang satunya si cerewet.. selalu sesuka hati membuat kakek memacu jantung dengan cepat" jawabnya


"semakin banyak yang tidak tahu tentu semakin aman pula rencana yang akan terwujud, jika aku saja bisa mengecoh kakek maka yang lain tidak akan menyadari maksud tujuanku"


"hm.. lalu sekarang bagaimana??" tanya kakek


"sedang proses, kami sangat memperhatikan kemungkinan terkecil kek" jawab gama


Kakek mengangguk setuju "baiklah kakek percaya dengan kalian, namun.. bicara pada kakek jika ada sesuatu hal yang tidak-tidak" ucap kakek


"itu pasti" ucap arkana dan gama serentak


'oh leganya kakek saat mengetahui semuanya, sedikit meragukan cucuku ini.. tapi ya dia cucuku tidak mungkin otaknya tidak selaras dengan kakeknya bukan?' pikirnya dalam hati seraya menatap arkana dan gama dengan tatapan lega dan senang


Next episode,,

__ADS_1


__ADS_2