My Charming Boss

My Charming Boss
59. Berbalas


__ADS_3

Digenggamnya tangan arin dengan lembut, ia mengarahkan tangan arin bergerak mengarah pada detak jantungnya yang kini berdegub kencang..


"bisakah kamu merasakannya" ucap arkana


"arin, jujur aku bingung bagaimana menjelaskan semuanya padamu.. tapi sungguh aku tidak memiliki hubungan dengan perempuan lain, ini mas arkanya arin.." ucapnya menangkup pipi arin di kedua telapak tangannya


"yang mencintai kamu sayang" lanjutnya mengusap air mata arin yang masih mengalir


Arin bergerak mendekat pada arkana, memeluk arkana yang juga merengkuh dirinya erat.. perempuan itu menangis sejadi-jadinya di pelukan arkana, ia tidak ingin membuka mata jika memang ini mimpi


"bisakah ini menjadi nyata" isak arin dalam pelukan arkana


Arkana tersenyum lucu mendengar ucapan gadisnya ini, 'dasar lola' kekeh arkana dalam hati


"jadi kamu sering bermimpi aku peluk seperti ini hm?" goda arkana


Dengan cepat arin melepaskan pelukannya pada arkana, dan bergerak mundur seraya menghapus air matanya yang tertinggal di pipi..


"kamu bohong mas" ucapnya pelan


Dengan cepat arkana menarik arin dengan cepat dan membawa gadisnya itu duduk di ujung tempat tidur, belum sempat ia bicara arin sudah mendahuluinya ucapannya


"kamu bohong, aku udah berapa kali liat kamu berdua sama perempuan tadi.. itu bukan kebetulan, kamu"


Arkana menarik arin mendekat padanya dan menggenggam jari-jemarinya arin yang sedari tadi saling bertaut


"siapa bilang?"


"aku liat sendiri dia merangkul lengan kamu di restoran, terus aku liat kamu sama dia waktu itu di mobil.. dan tadi" ucap arin tercekat menahan air matanya lagi


"lalu kamu percaya?" tanya arkana


Arin memilih diam, jujur ia hanya percaya pada arkana. Namun ucapan beberapa temannya dan juga arkana yang terlihat beberapa kali bersama perempuan tersebut membuat arin menjadi dilema


"kamu nggak pernah hubungin aku, aku juga nggak punya nomor ponsel kamu.." ucapnya menunduk pelan


'oh tuhan apa yang ada di pikiran gadis ini?' pikir arkana


"sayang.. kemari" ucap arkana menarik arin untuk mendekat padanya, lalu merogoh ponsel yang ada di saku jas miliknya


Arkana membuka ponsel miliknya dan membuka ponselnya tepat di hadapan arin, ia membuka kode sandi untuk memperlihatkan galeri foto didalam ponsel miliknya


"lihat.. sayang aku tidak perlu menghubungimu, karena aku mengetahui apa pun yang kamu lakukan, bersama siapa, dan kemana saja kamu pergi.." ucap arkana yang membeberkan semua foto dan juga video yang ia dapatkan dari laporan tomi dan beberapa bawahannya


Arin membelalakkan matanya melihat dirinya sendiri yang sedang mengobrol bersama mona, mengantarkan pesanan kue, dan masih banyak lagi kegiatan dirinya yang ternyata selama ini di pantau arkana dari jauh


Ia mendongak kembali menatap arkana yang berada tepat di sampingnya


"ku pikir tidak masalah jika selama ini aku tidak menghubungi kamu" lanjut arkana

__ADS_1


"maaf.." ucap arin menundukkan kepalanya "aku hanya berpikir apa yang dikatakan yogi dan alika itu benar" ucapnya


Arkana menarik alis matanya heran "apa yang dikatakan mereka?" tanya arkana


"yogi bilang kamu itu tampan, kaya raya, punya segalanya jadi pasti banyak perempuan yang berada di dekat kamu.. lagi pula aku tidak ingin salah arti akan sikap kamu, apalagi saat alika bilang jika seseorang tidak pernah menghubungi itu tandanya dia tidak sayang.. tidak cinta" jelas arin


Arkana tersenyum geli mendengar ucapan arin


"jadi kamu mengharapkan aku cinta ya, sayang sama kamu hm??" goda arkana


Arin diam dengan pipi yang sudah merona seraya menggelengkan kepalanya pelan


"ng.. gak" ucap arin gugup


"i love you.. you're the only one sayang" ucap arkana lembut seraya menggenggam tangan arin


Arin tersenyum malu memandang arkana yang berada dekat dengannya


"jadi?" ucap arkana


"arin percaya sama mas" ucapnya


"lalu?"


"nggak akan langsung percaya dengan ucapan orang lain,"


"arin pastikan tanya dulu sama mas"


"kamu yaaa" ucap arkana geram pada arin yang sedari tadi menjawab yang bukan diinginkannya


Dengan gemas arkana memeluk pinggang arin dan menggelitik perut arin, sedangkan arin ia tidak mampu menghindar dari arkana.. ia tertawa lepas karena arkana tidak juga berhenti menggelitik perut dan pinggangnya


Lalu menarik arin duduk di atas pangkuannya kemudian membuat gadisnya itu menatap ke arahnya,


"lalu bagaimana dengan perasaan gadis lola mas ini hm??" tanya arkana berbisik tepat di bibir manis arin, mengelus lembut pipi chubby arin.. hingga membuat gadis cantiknya itu bisa merasakan hembusan nafasnya secara langsung


Deg..


Deg..


Deg..


Ia mengerjapkan matanya beberapa kali saat melihat wajah arkana yang begitu dekat dengan wajahnya


"do you love me??" tanya arkana kembali


Karena jarak yang begitu dekat, membuat arin menjawab dengan menganggukkan kepalanya pelan, ia terlalu canggung untuk membalas ucapan arkana.. jika nafas arkana saja begitu terasa berembus di bibirnya, sudah dapat dipastikan jika hal itu akan berlaku sama pada dirinya


Sedangkan arkana tersenyum manis menatap arin, gadis lola nan lugunya itu menganggukkan kepala membalas ungkapan cintanya, ia paham gadisnya itu sangat malu dengan posisi yang begitu dekat diantara mereka berdua..

__ADS_1


Tiba-tiba arin melompat dari pangkuan arkana saat kesadarannya mulai kembali,


"kamu pulang saja mas, ini sudah malam" ucapnya dengan gugup


Arkana tersenyum lucu melihat reaksi arin "tapi jawab dulu yang tadi,"


"yang mana?" ucap arin pura-pura tidak tahu


Sungguh saat ini wajah arin begitu sangat merah karena merona akibat ulah arkana


"sayang.. jawab atau"


"iyya..." potong arin refleks mundur saat arkana tiba-tiba berdiri hendak mendekat


"iya apa?" tanya arkana tersenyum lebar


"um.. itu.. ah,"


"yang jelas sayang, mas nggak denger kamu bilang apa"


"iya itu.. arin.. arin"


"nggak jadi deh, kalo kamunya terpaksa nggak apa-apa" ucap arkana menjahili arin seraya beranjak keluar dari kamar arin, dengan cepat arin mengejar langkah kali arkana


"arin anter ke bawah" ucapnya pelan seraya berjalan mendahului arkana


'ah gadis ini, membuatku gemas..' gumamnya seraya berjalan ke arah arin yang kini sudah menunggunya di lantai bawah


Kini arin berdiri di depan pintu ruko seraya membuka pintu,


"baiklah, mas pulang ya.. jangan menangis lagi okay" ucapnya tersenyum dan melangkah keluar,


Dengan gugup arin menyusul arkana yang hendak berjalan menuju mobil, hingga membuat laki-laki itu menghentikan langkah kakinya.. memutar tubuhnya melihat arin yang kini menahan lengan kanannya


"apa sayang?" tanya arkana


"hati-hati mas" ucap arin


Arkana tersenyum manis menatap arin


Dengan memberanikan diri arin mendekat pada arkana, lalu berjinjit membisikkan sesuatu di telinga laki-laki yang sudah mengisi hatinya tersebut


"arin juga mencintai mas," bisik arin yang kemudian berlari pergi berlalu dari hadapan arkana, dan berdiri hendak menutup pintu ruko


Arkana menggelengkan kepalanya seraya tersenyum lebar menatap tingkah laku gadisnya yang begitu mengemaskan


"bye bye.." lanjutnya melambaikan tangan pada arkana


Next episode,,

__ADS_1


__ADS_2