
"eh maaf ya ibu baru dateng, tadi beresin yang bawah dulu" ucap ibu
"sayang yuk sama oma dulu, kita ke kamar dulu ya bella kan belum mandi, kita mandi dulu biar mama pulang bella udah beres" lanjut ibu pada bella
"oke oma, ante alin bella mandi dulu ya, bye bye om alka.. nanti bella mau main ya sama om alka yang ganteng sama memo duga" ucapnya
"iyaa sayang" ucap arin yang sudah bella cium pipinya singkat dan arkana hanya mengangguk pada bella
"itu arka dibantu dulu rin kalau mau bersih-bersih atau mau ke kamar kecil" ucapnya
"nggak apa-apa ya ibu tinggal sebentar" ucap ibu pada arkana
"iya em"
"panggil ibu saja jangan sungkan ya" jawab ibu
Arkana mengangguk "iya bu" jawabnya
Setelah ibu dan bella menghilang arin diam tak bersuara seraya bergerak membereskan beberapa mainan bella
"arin, dimana toiletnya?" tanya arkana
"oh iya, sebentar" ucapnya seraya mengemas mainan bella ke dalam keranjang "mari tuan, sebelah sini" ajak arin
"silahkan, permisi" namun sebelum arin pergi lengannya sudah di tahan oleh arkana "ada yang bisa ku lakukan?" tanya arin dengan jantung yang berdetak kencang saat pertama kalinya mereka dekat seperti ini
"jangan panggil tuan lagi ya, dengar tadi bella bilang apa?" tanya arkana lembut
"tapi tuan,"
Arkana menggeleng "jadi?" lanjutnya
"tidak sopan jika.."
"kamu tau aku tidak suka penolakan bukan?" tanya arkana yang sudah lebih mendekat pada arin
"baiklah, bagaimana jika kakak?" tanya arin yang sudah mulai berjalan mundur
"no, aku bukan saudaramu" jawab arkana
"lalu?" tanya arin
Arkana tersenyum nakal "bagaimana dengan sayang, cinta, honey, baby atau.." arin seketika menghentikan pembicaraan arkana
'ha??' ucapnya kaget dalam hati
"mas?" tahan arin memegang lengan arkana agar tidak lagi mendekat padanya, jantungnya sudah tidak bisa bersahabat
"bukankah terdengar tidak begitu aneh seperti panggilan sebelumnya?" jawab arin dengan tetap mendongak melihat arkana
__ADS_1
Arkana tersenyum melihat arin gugup "mas? baiklah aku suka" ucapnya "tapi, adakah orang lain yang kau panggil mas selain diriku?" tanya arkana yang sudah lebih dekat dari posisi sebelumnya
Arin menggelengkan kepala "bagus, jangan biarkan orang lain melakukan itu, hm?"
Arin mengangguk "good girl" ucapnya seraya mengelus lembut kepala arin dan beranjak pergi masuk ke dalam toilet
Arin segera berjalan masuk ke dalam kamarnya dan mendudukkan dirinya di ujung tempat tidur
'ya tuhan jantungku'
'ah wangi parfumnya masih melekat denganku'
'tadi itu benar-benar dekat, sangat dekat'
'aku benar jatuh cinta, ya tuhan aku jatuh cinta'
'aku jatuh cinta pada tuan arkana'
'aku mencintainya'
'ah' pekik arin dalam diam
'mas?'
'apa yang kurasakan ini hal benar?'
'aku harus mulai konsultasi dengan mona, ya ya harus'
Sedangkan arkana sudah sangat gemas dengan arin, bagaimana meronanya wajah gadis lolanya itu, polosnya serta gugupnya gadis itu saat ia dekati.
Walau arkana hanya berniat menggoda arin, namun ternyata dirinya juga merasa gugup saat ia dan arin saling dekat, apalagi saat arin menahan lengannya dan memanggilnya 'mas' yang begitu mesra terdengar di telinga arkana
Adzan magrib pun akhirnya berkumandang, mereka menjalankan ibadah shalat magrib bersama dan duduk bersantai di ruangan depan tv
"um.. mas.." ucap arin yang masih terasa canggung
"iya?, katakan saja" jawab arkana seraya memperhatikan penampilan arin yang menggunakan piyama tidur dengan lengan dan celana panjang
"bisakah temani bella sebentar, aku ingin ke bawah menyiapkan makanan" jawab arin pelan
"hm.. baiklah" jawab arkana "anggap kita sedang latihan bukan?" tanyanya seraya tersenyum menggoda
Tanpa menjawab arin beranjak pergi dan meninggalkan arkana dan bella di lantai atas, sungguh sulit mengendalikan jantungnya
"eh rin, kamu susun dulu tempat duduknya, kita makan malam disini saja, sekalian nanti olla juga makan disini. Tadi ibu udah bilang bella mau makan disini" ucap ibu
"iya bu arin beresin dulu" jawabnya
Tak lama kemudian olla sudah datang, arkana dan bella juga sudah turun ke bawah untuk makan malam bersama
__ADS_1
Arkana terkejut saat pertama kali melihat ibunya bella, perempuan itu perempuan yang sedang dicari bram. Ya.. itu istrinya bram dan putri kecilnya, pantas saja ia tak asing melihat bella tadi
Tak disangka bram akan bertemu dengan istri dan anaknya secepat ini, sungguh gadis lolanya ini ialah jalan bagaimana bram bisa mendapatkan keluarga kecilnya kembali
Sejak tadi pandangan arkana tidak luput dari olla maupun bella, dengan intens arkana memperhatikan ibu dan anak itu, memastikan apa benar mereka yang dicari bram
Mungkin orang lain tak akan menyadari namun semuanya tak lepas dari perhatian arin,
'dari tadi tuan arkana memandang mbak olla terus'
'hm.. aku saja yang berpikir jauh dengan sikap tuan arkana'
'aku yang salah paham dengan sikapnya'
'tidak sepantasnya aku cemburu bukan?'
'jika diperhatikan mbak olla itu memang cantik, ia juga perempuan yang kuat, laki-laki mana yang tidak tertarik padanya' pikir arin dalam hatinya
"ante alin, bella mau lagi ayam golengnya" pinta bella yang duduk di samping arin
Namun arin seolah tuli ia tetap menunduk memikirkan tatapan arkana, rasanya ia tadi sangat senang saat arkana mendekatinya. Tapi sekarang? kenyataannya arkana lebih memilih memandang olla tanpa lepas
Semua orang di meja makan memandang kepadanya
"sayang?" panggil ibu, dan arin tetap menunduk seraya mengaduk makanannya
"arin ada apa?" tanya ibu sekali lagi dengan sedikit keras
Arin mulai tersadar saat bella menyentuh pahanya "ha?" arin mengangkat kepalanya menatap bella
"ante alin kenapa? bella sama oma dali tadi panggil, bella mau ayam golengnya lagi" ucapnya
"ha? oh iya sayang maaf ya tante nggak denger" jawabnya seraya tersenyum dan mengambilkan ayam goreng untuk bella
"kamu kurang enak badan rin?" tanya olla
"nggak mbak nggak apa-apa, ya mungkin sedikit kecapean aja, lagian keknya arin sudah kenyang mbak" jawab arin
Sebenarnya arin sudah tidak kuat lagi duduk di sana, tapi karena ia tidak ingin terlihat aneh maka arin tetap duduk di posisinya
"aku antar naik ke atas ya" ucap arkana
Dengan refleks arin memandang arkana dan menggeleng "arin naik ya bu, nanti arin saja yang beresin" ucapnya seraya berdiri dari meja makan, ia sudah tidak bisa menahan ketidaksukaannya pada pandangan arkana
"tante naik ya sayang, nanti besok kita main lagi oke?" ucap arin
"oke ante, lopp yu" jawab bella
Arin tersenyum "lopp yu tu sayang" muach, cium arin di pipi bella
__ADS_1
Next episode,,