
"kau tak hanya memberikan kotak makan padaku saja, tapi kau juga memberikannya pada laki-laki pagi tadi bukan?" ucap arkana yang sudah kesal tak ingin melihat arin
Namun arin tetap polos, tak menganggap arkana telah mengejeknya yang sudah memberikan kotak makan pada laki-laki lain
"oh iya tuan, aku memberikan kotak makan siang untuk rio dan juga mona" jelasnya
Arkana terdiam dengan jawaban yang diberikan arin
"bilang apa tadi?, mona?" tanyanya menoleh
Arin mengangguk "tuan sebenarnya... hm.." arin terlihat panik
"apa?" tanya arkana penasaran
"sungguh aku tak menyuap rio dan mona untuk bekerja, mona bilang rio bekerja di perusahaan HSM Group.. jadi dia memberikan aku lowongan pekerjaan di sini" jelasnya gugup
Arkana hanya diam mendengarkan arin
"rio bilang bisa membantuku, namun hanya sampai administrasi saja.. namun aku tetap harus berusaha sendiri saat interview nanti"
Sedangkan arkana terlihat lebih tenang dari sebelumnya. Ia lebih tenang saat mengetahui kotak makan itu hanya ucapan terima kasih karena sebatas pekerjaan.. karena padanya ucapan terima kasih arin bersifat pribadi
'aku tahu kamu tidak menyuap rio ataupun siapa pun itu, karyawanku tidak bisa di suap atau melakukan kecurangan walau hanya pengrekrutan karyawan.. semuanya real dan tidak bisa dimanipulasi' arkana menjawab dalam hati
Arin sudah takut setengah mati bagaimana nanti dengan rio, apakah laki-laki itu akan mendapat hukuman nanti karena dirinya
'aku tidak mau hanya karena diriku rio mengalami masalah, dan kenapa dia hanya diam saja.. ya allah aku takut harus bagaimana ini?' pikirannya terus berkecamuk
"tuan...?" ia mendongak melihat arkana, namun arkana tetap diam hanya memandang tepat wajah arin
"maaf.. aku tidak bermaksud memanfaatkan rio agar bisa bekerja di perusahaan tuan"
Ia menghadap arkana dengan gugup
"ku mohon tuan, jangan salahkan rio" matanya sudah berkaca-kaca memandang arkana
"cukup salahkan aku saja, ku mohon rio tak bersalah tuan" lanjutnya
'ada apa dengannya? ia ingin menangis kah? tidak kumohon jangan..' pikir arkana
"ehm.. baiklah" ku jawab agar dia lebih tenang, namun terlihat dia kaget dengan jawabanku
__ADS_1
'apanya yang baiklah?, apa harus kutanyakan langsung?' tanya arin dalam hati
"tuan.. ehm.. anda memaafkan rio?" tanyanya
Arkana hanya mengangguk pada arin
'hufft.. syukurlah' arin mengelus dadanya lega
"terima kasih tuan.. tapi.." arkana menoleh
"bagaimana denganku? maksudnya.."
"tidak perlu di bahas, dan lupakan saja semuanya" ucapnya memotong pertanyaan arin
'tuan anda sangat menjaga pesona diri anda di hadapan nona arin, merasa kesal dengannya namun tetap mengajaknya pulang bersama. Sekarang anda bersikap dengan sangat dingin padanya' tomi terkekeh dengan sikap tuannya
"tuan juga memaafkan saya, benarkah?" tanya arin girang
"hemm" jawab arkana
"terima kasih tuan, sungguh aku sangat.."
"hehe iya sekali lagi maafkan aku"
Dan sampailah mereka di depan ruko
"ehm.. maaf tuan.. nona, kita sudah sampai" jelas tomi
"iy..ya tomi dan pak sopir terima kasih ya" arin menoleh pada arkana
"sama-sama nona" jawab tomi dan pak sopir
"tuan terima kasih telah mengantar, aku permisi"
"hemm" arkana mengangguk
"dan hati-hati di jalan" arin tersenyum dan meninggalkan mobil
'kenapa setiap hari perlakuanmu sangat manis gadis lola, aku semakin nyaman berada di dekatmu'
______________
__ADS_1
Saat arin keluar dari mobil ia menunggu mobil pergi dan melambaikan tangan dengan senyum merekah, hal itu tak luput dari perhatian ibu peri koki
'diantar siapa anak gadisku?' gumamnya
Ceklek..
Arin membuka pintu samping ruko, dan berjalan naik menuju tangga, namun ibu mengejutkan dirinya dari belakang
"ehm..."
arin menoleh "eh ibu, assalamualaikum" ucap arin
"waalaikumsalam" jawab ibu menuju dapur yang diikuti arin dari belakang
"ibu lihat tadi ada yang di anter nih" goda ibu
"hah? iyy..ya bu" arin menggaruk belakang lehernya
"siapa? calon mantu ibu yaa?" ibu semakin jahil
"ibu.. siapa yang pacaran, bukan kok.. itu tadi bosnya arin bu, tuan arka"
"lah itu kenapa coba bos kok mau repot anterin, suka itu pasti sama anak ibu"
"masa sih bu?" tanya arin refleks langsung menutup mulutnya
"hahaha sayang kamu ngarep ya?,"
"haha anak ibu udah mulai suka-sukaan yaa udah mulai tahu cinta nih ceritanya" lanjut ibu
"ibu... apasih? jadi godain arin, udah ah arin naik dulu deh mau bersih bersih" ia berlari kecil naik meninggalkan ibu yang masih tertawa cekikikan
"nanti turun ya, kita makan sayang" teriak ibu
"pasti bu" balasnya
'anak itu malu-malu membahas tentang laki-laki, haha sudah mulai mengenal cinta dia.. semoga saja laki-laki yang mendekatinya bukan laki-laki yang brengsek'
'gadis cantik kecilku yang polos dan baik hati.. ibu selalu berdoa kebahagiaan kamu sayang, juga untuk jodohmu dan keluarga kecilmu nanti'
Next episode,,
__ADS_1