
"Aku nggak tahu kalo kamu juga belom tahu sebelumnya" ucap Olla yang kini telah duduk berhadapan dengan Arin
"Kemarin jadi khawatir, inget kasus mbak yang lari sama bella keluar dari rumah" lanjutnya
"Semuanya baik kok mbak" ucapnya lalu melayang pikirannya pada ingatan sebelum semuanya membaik
[Flashback On]
Setelah bercerita panjang lebar kini Ia menatap mata sang istri
"Sayang.. sungguh.. bukan niatku menutupinya" ucap Arkana yang membujuk sang istri, namun Arin masih terlihat kesal seraya mengusap perutnya yang terlihat besar
"Tapi Mas berharap aku nggak akan pernah tahu masalah ini"
"Nggak begitu Rin?"
"Kamu percaya aku?" Tambahnya
Mendengar sang suami memanggil namanya membuatnya semakin bad mood. Ntahlah sejak Ia hamil dirinya begitu sensitif dengan panggilan namanya yang disematkan sang suami
"Aku nggak suka Mas kalo orang lain lebih tahu suami aku dari pada aku sendiri" ucapnya menatap Arkana
"Iyaaa.. semuanya juga bukan tindak kejahatan seperti merampok atau membunuh. Berteman dan menjalin relasi dengan dunia bawah juga tidak selalu salah sayang" jelasnya dengan lembut
"Tapi bahaya mas, kamu lihat bagaimana Mbak Olla diteror? Dan kalo mereka juga ngelakuin hal yang sama ke ak.."
"No.. sayang jangan bilang begitu" potongnya dengan tegas
__ADS_1
"Arin berhak tahu apa yang suami Arin lakuin dan sama siapa Mas Arka temenan diluar sana"
Dengan anggukan Arkana memahami ucapan dan perasaan sang istri, sepertinya istrinya itu jauh lebih terluka saat ia tidak mengetahuinya lebih dulu
"Maaf sayang..."
"Kamu nggak perlu ragu untuk berbagi hal apapun sama aku mas" ucapnya dengan mata yang mulai mengembun
Melihat sang istri yang kini meneteskan air matanya membuat Arkana memeluk dirinya cepat
"Nggak.. bukan mas ragu kamu Rin.. maaf.. mas minta maaf.. tolong sayang" ucapnya dengan membawa kepala sang istri berlabuh didadanya
"Hiks.. hiks.." kini ia curahkan segala isi hatinya dengan menangis
Kini ia memeluk sang istri berharap Arin akan lebih releks dan tenang
"Aku cuma nggak mau mas berurusan dengan hal membahayakan dan beresiko tinggi" ucapnya dengan mendongak nenatap sang suami
"Iyaa sayang mas akan lebih menjadi diri sendiri, kamu dan juga anak-anak kita" ucapnya mencium puncak kepala Arin
Beberapa lama ia mengelus punggung sang istri
"Kamu maafin aku?" Tanya Arkana
Dengan anggukan Arin menjawab Arkana
"Mas.. boleh aku minta sesuatu?" Tanyanya serius
__ADS_1
"Ya?" Jawabnya menebak raut wajah Arin
"Tolong jangan tutupin apapun itu dari aku mas, aku nggak mau denger lebih dulu dari orang lain. Rasanya aku bukan tempat berbaik kamu untuk cerita" ucapnya dengan pelan
"Heii.. jangan bilang begitu. Kamu tempat terbaik Mas walau saat senang maupun susah"
"Baiklah mulai dari hari ini Mas akan terbuka dan tidak ada yang ditutupi dari istriku ini" jawabnya tersenyum
Membuat Arin memeluk sang suami dan menetap diceruk lehernya
"Kita belajar jadi pribadi yang lebih baik ya Mas" ucapnya manja
Dengan senyuman merekah ia menjawab "Insya Allah sayang.. Aamiin"
[Flashback Off]
"Bener semuanya baik?" Tanya Mbak Olla pasti
Dengan senyum dan anggukan ia menatap Olla
"Aku sadar Mbak, mungkin itu cara Mas Arka dan lainnya termasuk Kk Bram untuk mempertahankan diri dan menyelamatkan mereka juga keluarga. Aku cuma mau Mas Arka nggak pernah jatuh ke jalan yang salah"
Lalu Olla tersenyum ramah "kamu bener, sudah selayaknya mereka nggak kearah yang salah. Dan beruntung mereka jadi manusia yang baik dan lebih baik lagi"
Pun karena moment ini Arin memutuskan untuk mantap mengenakan hijab. Walau sebelumnya hatinya sudah terbesit untuk mengenakan hijab setelah menikah, dan akhirnya bisa terealisasi pada hari ini. Arin juga bersyukur, mungkin ini adalah jalannya dan hikmah dari peristiwa ini.. agar dirinya mampu menjadi istri dan Mama yang shaleha, pintar, layak, bijak dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Next Episode,
__ADS_1