
Kelegaan terpancar dari raut wajah arkana, dengan setia arkana menemani arin yang tepat pada hari ini akan kembali pulang dari rumah sakit. Walaupun arin tidak bisa ikut menghadiri acara anniversary perusahaan nanti malam namun arkana tetap bahagia atas kondisi arin yang kini jauh lebih baik dari hari ke hari
Berbeda halnya dengan kakek dan gama, mereka akan melancarkan aksinya tepat setelah acara anniversary perusahaan selesai. Biarlah arkana tidak ikut terlibat, mengingat jika laki-laki itu begitu menjaga betul kondisi kesehatan kekasih hatinya.. lagi pula bersamaan dengan rencana kakek dan gama, leo dan bram juga menemukan bukti baru yang tidak diduga mereka dapatkan, tentu saja hal tersebut akan begitu mengejutkan arin dan juga arkana
"wah.. wah.. tuan muda begitu tampan," ucap gama santai seraya berjalan berdampingan dengan kakek hen
"tentu saja, ini kebenaran" ucapnya dengan merapikan tuxedo yang melekat sempurna di tubuhnya
"bagaimana jika aku kabari adik ipar?, apa reaksinya jika tahu laki-laki ini mencari pendamping di tengah pesta?" ucap gama
"kau ingin mencari pendamping?" tanya arkana yang berdiri sembari mengecek ponselnya
"menjawab pertanyaan dengan pertanyaan, pilihan buruk" ucap gama
Kakek memilih duduk menyilang kaki dengan menunggu jas miliknya dirapikan,
"apa saudaraku dan keponakanku sudah tiba?" tanya kakek pada gama
"mungkin dalam perjalanan menuju tempat, kakek genta dan bunda tidak akan berada lama. Jadi mereka memutuskan untuk datang di acara pesta saja, hufff.. setelah semuanya beres aku akan kembali ke luar negeri kek" jawabnya serius
"hm.. kakek memahaminya, lagi pula kau menjalankan misi dengan sempurna. Hanya menyelesaikan yang belum beres" ucap kakek santai
"beres?" tanya arkana mengernyit
"hm.. kau pikir aku membuang waktu datang kemari hanya untuk mengurus perusahaanmu?"
"yaa, tentu kehadiranmu pasti selalu beralasan" balas arkana
"lagi pula aku tidak bisa terus menerus membebankan tanggung jawab perusahaan pada bian dan sibuk mengurus milik kakek hen, lalu apa gunanya ada tuan muda disini?" ucap gama menyindir
"yaya kembalilah, cari perempuan yang ingin bersama dengan orang yang sesungguhnya membahayakan sepertimu.." ucap arkana yang mengingat gama yang tersenyum manis namun tersirat penuh arti
__ADS_1
Lagi-lagi gama terkekeh "segera akan ku temukan, merengkuhnya dengan erat dan tidak akan ku lepas.. tidak lama lagi, kupastikan itu" jawabnya pasti
"permisi tuan besar, mobil sudah menunggu di depan tuan" ucap bi yaya kemudian
"baiklah, ayo" ucap kakek merentangkan tangan menerima jas yang kini telah terpasang rapi di tubuhnya
Suasana malam ini begitu ramai dan mewah, serta keamanan yang berlapis guna kelancaran acara yang akan berlangsung selama beberapa jam kedepan. Terlihat dari banyaknya kendaraan yang berlalu lalang mengantar tamu-tamu penting, tak lupa dengan interior desain yang ditata seelegan mungkin sehingga membuat mata terpukau, tatanan bunga dekorasi yang menambah kesan damai dan sejuk begitu mendominasi area gedung, malam ini pesta diadakan di salah satu fasilitas gedung milik HSM Group pribadi
Malam perayaan pun tiba, para tamu undangan baik karyawan, relasi, petinggi perusahaan terkait, hingga pendamping tamu kini terlihat memasuki gedung dengan rapi secara satu persatu. Perayaan anniversary perusahaan biasanya selalu dihadiri oleh para pengusaha lain yang datang dengan harapan menambah relasi dan mengangkat usaha mereka sendiri, dan jika mendapat kabar baik maka akan membuka peluang perusahaan mereka agar berkembang lebih lagi dari pada sebelumnya
Semua tamu yang hadir berlomba menggunakan pakaian terbaik yang mereka miliki, terutama para perempuan.. baik relasi penting, brand ambassador dengan berbagai produk perusahaan, putri seorang rekan bisnis bahkan karyawan perusahaan berusaha tampil menjadi sempurna. Tentu saja hal tersebut dilakukan untuk menarik perhatian dari laki-laki yang mereka kejar, termasuk arkana.. tuan muda menyeramkan yang mempunyai berjuta pesona, begitu pula dengan gama.. laki-laki penebar senyum itu begitu ramah, membuat mereka berpikir dengan mudahnya bisa dekati.. namun tidak pada nyatanya
Cekrek..
Cekrek..
Semua kamera mengarah pada arkana dan gama yang kini berjalan berdampingan memasuki aula gedung tempat pesta perayaan berlangsung. Sedangkan kakek hen, ia berdampingan bersama kakek genta dan putri tunggalnya hera yang baru saja tiba bersamaan dengan mereka
Kini mereka berbisik pelan membicarakan dimana keberadaan tuan triadma dan juga putrinya, orang yang tidak pernah absen menempel kepada keluarga selmer
"apa yang kalian rencanakan?" tanya arkana sedikit kencang
"ekhmm.. kalian tidak melibatkan diriku?" tanya arkana berbisik
"selamat malam tuan-tuan tampan" sapa seorang perempuan separuh baya dan laki-laki berumur kini menghampiri mereka bersamaan dengan seorang perempuan muda yang menggunakan gaun panjang ketat dengan bagian atas yang begitu terbuka, bermaksud membuat dua tuan muda dihadapannya itu terpesona. Namun tidak pada kenyataannya..
"selamat malam" sapa sang perempuan menundukkan tubuhnya agar lebih menampakkan miliknya dengan sengaja
Arkana hanya mengangguk pada dua orang berumur dihadapannya, tanpa menghiraukan perempuan yang berusaha menarik perhatiannya
"oh.. hallo nona?" tanya gama menanggapi
__ADS_1
"margaretha" ucapnya menghampiri gama dengan begitu menggoda
"selamat malam nona margaretha" ucap gama tersenyum penuh arti
Dengan cepat ia bergerak menggeser posisi mendekat pada gama
"oh maafkan aku, tapi apakah kau tidak kedinginan dengan gaunmu? kau memprotes gedung yang kami miliki begitu panas, sehingga membuatmu merasa gerah?" ucapnya tersenyum
Dengan wajah merah padam margaretha memaksakan senyumnya, kini diam menjadi pilihan terbaik dari pada membuat masalah menjadi bola salju. Kini ia paham desas desus kabar yang beredar, laki-laki di hadapannya ini memang terlihat ramah.. namun penuh dengan senyum yang berarti hal yang membahayakan. Berbeda dengan arkana yang dengan jelas menunjukkan ekspresi dirinya secara langsung
"maafkan sikapnya yang kurang sopan tuan" ucap sang perempuan lanjut usia tersebut
"ah bukan masalah, aku menyukai sikap orang yang cepat tanggap" jawabnya
"um.. baiklah tuan gama.. tuan arkana, kami lupa menyapa kakekmu tuan henri dan tuan genta " ucap laki-laki separuh baya tersebut
"yaya silahkan" ucap gama santai
"kau menakutinya" ucap arkana terkekeh
"haha itu merusak citra baikku, aku bukan tuan muda arkana yang begitu terlihat menyeramkan.. wanita tidak tahu malu seperti tadi tidak akan pernah merasakan bagaimana ketakutan yang mencekik di lehernya" jawabnya santai
"yaya kau senang melakukannya" ucap arkana
ah, pesta ini sangat membosankan" gumam arkana menggerutu
"karena gadismu tidak ada"
'yaa, aku tidak betah menetap disini. Tapi bagaimana pun arinku harus istirahat total dan kembali lekas pulih, sabar ya gadis lolaku..'
'rindunya melihat wajahnya saat merona' ucap arkana dalam hati dengan senyum tipis yang berada di wajahnya
__ADS_1
'um.. dia memikirkan arin, lelaki bucin' gumam gama menggelengkan kepalanya
Next episode,,