My Charming Boss

My Charming Boss
19. Kedatangan gama


__ADS_3

Tak terasa waktu telah berjalan selama satu minggu lebih, arin sudah mulai bekerja dengan rutin di HSM Group dan kakek akan memulai rencananya untuk arkana dan arin..


Hari ini pagi terasa cerah, lelaki paruh baya itu duduk bersantai di pinggiran kolam renang.. sepertinya itu merupakan spot favorit kakek hen untuk bersantai


Ricky datang menghampiri kakek


"pagi tuan besar.. saya sudah menyiapkan ajudan dan sopir pribadi untuk tuan gama, sesuai dengan yang tuan perintahkan kemarin"


"bagus.. sore nanti dia tiba di Indonesia, kau jemput gama di bandara" perintah kakek


"baik tuan"


"jangan sampai kana tau jika aku memanggil sengaja gama"


"baik tuan"


"kau boleh pergi" ucap kakek


"saya permisi tuan" pamit ricky


'haha rencanaku harus berhasil, pasti berhasil' gumam kakek tersenyum


Kakek menekan nomor telepon seseorang di ponselnya


"kana pulanglah malam ini, ada yang akan datang" ucap kakek


"siapa kek" jawab arkana dari seberang sana


"tidak usah banyak bertanya, pulang saja"


"aku hanya bertanya, apa yang salah?" ucap kana kesal


"cucu menyebalkan" ucap kakek kesal seraya menutup sambungan secara sepihak


Sedangkan di perusahaan arkana bertanya-tanya


'apalagi yang kakek rencana kan kali ini?'


'apa kakek ingin mengenalkan perempuan yang didekatinya itu?'


'heh... awas saja jika aku menemukan perempuan itu, tidak akan ku lepaskan'


___________________


"halo kakek......" teriaknya menggema di seluruh penjuru rumah


"dimana semua orang? hal.." ucapnya terpotong karena kakek telah datang

__ADS_1


"gama berhenti berteriak, cucuku yang licik.. bagaimana kabarmu?"


"haha aku selalu baik dan jangan lupakan.. hal itu aku pelajari dari kakek" ucapnya tertawa


"haha ayo kita duduk" ujar kakek


"bi yaya tolong buatkan makan malam, kana juga akan pulang makan malam bersama"


"antar camilan dan juga bawakan minuman dingin terlebih dulu" lanjut kakek


"baik tuan, saya kebelakang dulu"


Kakek menggangguk


"jadi apa kek?" tanya gama


"heh.. kau ini selalu to the point seperti kakakku" kakek mendengus


"haha jelas saja, aku ini cucu kakek genta.. apa kakek sudah lupa?"


"ah sudahlah, begini kakek ingin kau memantau arkana"


"ada apa dengannya?" tanya gama seraya mengunyah keripik singkong yang telah diantarkan bi yaya


"kakek ingin kau memantau arkana, maksudnya kakek ingin menjodohkannya dengan perempuan pilihan kakek.. tapi saat ini dia masih dekat dengan titisannya ibu tiri cinderella si wanita ular"


"pokoknya tidak baik untuk kana, kakek tidak rela jika kana dekat dengan wanita ular itu.. kakek mau kana dengan arin. Titik"


"jadi nama perempuan yang mau kakek jodohkan dengan kana itu arin?"


"iyaa, kau tahu arin itu baru bekerja, training di perusahaan kana.. kakek mau kamu menjodohkan mereka berdua"


"um.. begitu?, tapi jika arin tidak mau dengan kana atau kana yang tidak mau dengan arin bagaimana kek?"


"itulah kegunaan kakek memanggilmu kemari"


"atau bagaimana jika arin jatuh cinta kepadaku kek?" gama tertawa


"maka kau akan ku bunuh"


Gama semakin tertawa terpingkal-pingkal


"baiklah-baiklah akan gama bantu kakek mendapatkan cucu menantu yang kakek inginkan"


"bagus itu yang kakek harapkan"


"lalu apa imbalannya untukku?" tanya gama

__ADS_1


"imbalan apa?" bukan kakek yang bertanya melainkan arkana yang tak jauh berdiri dari mereka


"heii... tuan arkana?? apa kabar?" ujar gama seraya berdiri ingin memeluk arkana


"jangan heboh" jawabnya mengabaikan pelukan gama seraya duduk di sofa antara kakek dan gama "apa yang kalian bicarakan?" tanyanya


"ingin tahu sekali.." jawab kakek


"cih, kakek pasti membicarakanku bukan?"


"iya membicarakanmu yang tergila-gila dengan wanita ular.. iya kan kek"


"wanita ular? bukan aku yang punya wanita ular tapi kakek.. menjalin hubungan dengan anak kecil usia 23 tahun" arkana mendengus kesal


"apaa??" gama menyemburkan minumannya "yang benar saja kek.. usianya lebih muda dariku ataupun arkana" gama membersihkan tangan dan mulutnya dengan tisu


Namun kakek tetap terlihat santai dan menggelengkan kepala, tak habis pikir pada gama dirinya baru saja menceritakan gadis untuk arkana..


'apa gama tidak berpikir ke sana?, kemana pikirannya' pikir kakek


"sudah lapar sekali?, kalian sudah tidak mampu lagi untuk berpikir" ucapnya sambil berdiri


"pergilah bersih-bersih, setelah itu kita makan" ucap kakek


Arkana berdiri seraya pergi dari ruang tv dan meninggalkan gama yang masih syok dan berkutat dengan pemikirannya sendiri


'apa kakek henri memiliki hubungan dengan anak kecil?'


'rasanya tidak mungkin'


'tunggu..' gama mulai berpikir


'apa perempuan itu arin? yang kakek sukai, yang akan dijadikan kakek hen cucu menantu.. arinnya arkana'


"Hahaha" gama tertawa keras tanpa ada yang menemaninya


'aku rasa mereka memang jodoh, belum apa-apa kisahnya sudah lucu begini. Ada-ada saja'


Sedangkan di ruko arin tak berhenti bersin sejak dari tadi


"kamu minum obat saja rin, sudah tiga kali lebih kamu bersin terus, nanti flu loh jadi makin parah menjadi-jadi" ucap ibu


"hm.. iya bu perasaan arin nggak minum es deh hari ini"


Padahal yang sesungguhnya arin memang tidak flu, karena dari tadi ada orang lain yang membicarakannya yaitu kakek dan gama


Next episode,,

__ADS_1


__ADS_2