My Charming Boss

My Charming Boss
35. Yang terbaik


__ADS_3

Hari ini arin pulang kerja sedikit lebih malam, karena ada lembur.. arin juga tidak di antar tuan arkana, selama satu minggu ini arkana tidak terlihat di perusahaan


Arin sedih? sepertinya begitu, walau begitu arin tetap semangat kerja dan berusaha menepis pikirannya yang sudah berkelana jauh memikirkan arkana


Setelah membersihkan diri, arin menemani ibu menonton sinetron yang sedang naik daun


"capek ya kerjanya" tanya ibu seraya melipat pakaian


"mayan bu" ucap arin yang sudah mendudukkan bokongnya dan membantu ibu melipat


"hm.. oh ya bu, mbak olla itu beneran udah pisah ya bu sama suaminya?" tanya arin


"belum" jawab ibu singkat


"hah?.. maksudnya?" tanya arin


"kenapa jadi kepo?" jawab ibu tertawa


"hehe nggak kepo kok bu pengen tahu aja," ucap arin cengengesan


"itu mah sama saja.. sebenarnya ibu juga nggak tahu banget rin, ibu tahunya cuma olla itu dari luar kota.. dia pergi dari suaminya makanya ke kota kita, masalah kenapa ibu mah nggak mau nanya nanya.. takut orangnya jadi risih nanti" jawab ibu

__ADS_1


Arin hanya mengangguk menanggapi cerita ibu


"oh iya bu, besok kepastian arin buat kerja di perusahaan tuan arkana, arin kan kemarin uji coba tiga bulan.. nah besok penentuannya bu buat bisa kontrak kerja. Doain ya bu semoga arin bisa dapet kontak kerjanya" ucap mona


"aamiin.. ibu doain semoga kamu dapet kontrak kerjanya ya sayang" jawab ibu tulus


"nanti kita syukuran sedikit, ajak mona juga olla sama bella.. kita makan bareng nanti" lanjut ibu


"beres urusan makan-makan pasti mereka nggak nolak bu" ucap arin cekikikan


"bu..?" panggil arin


"hm.." tanya ibu yang masih melipat pakaian


"iya boleh kok, sudah diperhitungkan semuanya?" tanya ibu


arin mengangguk


"arin mikirnya kalau bisa nanti arin cari yang second saja bu.. biar uang lainnya bisa kita tabung.. menurut ibu bagaimana?" tanya arin


Ibu tersenyum "kamu tuh paling baik memutuskan segala sesuatu, apalagi..? ya ibu setuju seratus persen sama kamu" jawab ibu

__ADS_1


"arin bisa gini juga berkat didikan ibu bu" ucap arin tersenyum


"hm.. kamu tahu rin, olla itu seperti ibu kemarin.. merawat gadis kecil yang menjadi penyemangat hidup kami" ibu menghela nafas


"bedanya olla masih punya suami, ya mungkin mereka hanya mengalami kesalah pahaman saja, ibu berharap mereka baik-baik saja. Tapi ibu bersyukur, di saat ibu terpuruk ibu bertemu denganmu sayang dan bisa menjaga kamu sampai sekarang" ungkap ibu dengan mata berkaca-kaca


Arin terharu mendengar curahan hati ibunya. Walaupun ia tahu bahwa ia dan ibunya ini tidak memiliki darah yang sama, namun arin selalu menganggap bahwa ibu koki peri baik hati ini adalah ibunya, titik


Lalu dimana kedua orang tua kandungnya?


Orang tua arin telah meninggal dunia di saat arin berumur dua tahun, keduanya meninggal akibat kecelakaan mobil. Karena tidak mempunyai keluarga akhirnya arin harus tinggal di panti asuhan


Kebetulan ibu saat itu mulai membuka usaha kecil-kecilan, iya membuka pesanan snack box. Karena panti asuhan tempat arin memesan snack box, ibu bertemu dengan arin, dan mengangkat arin secara sah


Ibu sebelumnya sempat menikah saat arin berusia empat tahun, namun ayahnya arin itu meninggal dunia saat arin berusia kurang lebih tujuh belas tahun


Dari sejak itu ibu dan arin banting tulang menghidupi kehidupan mereka, ibu dengan usaha kuenya dan arin mendapatkan beasiswa untuk sekolah dan kuliahnya sehingga meringankan biaya hidup mereka


"ibu dan ibu kandung arin adalah ibu terbaik bagi arin, tak ada bedanya. Begitu pula dengan ayah, kedua duanya adalah yang terbaik" peluk arin pada ibu


"terima kasih sayang" jawab ibu

__ADS_1


Next episode,,


__ADS_2