
Di sepanjang jalan pulang, tak ada hentinya arkana untuk tersenyum, ingatannya tetap setia menetap hanya untuk arin seorang
"malam tuan" sapa security depan
"hm malam" jawabnya
'ada angin apa tuan arkana membalas sapaanku?' pikirnya dalam hati seraya menggelengkan kepalanya
Hingga arkana turun dari mobil dan masuk ke dalam mensionnya pun senyuman itu tak pernah luntur
"ekhmm"
Seketika arkana menoleh mencari pemilik suara, matanya kini menatap kesal saat tahu bahwa suara itu berasal dari gama yang sedang duduk santai bersandar di sofa ruang tengahnya seraya tersenyum lebar dengan segelas kopi yang berada di tangannya
"ck apa yang kau lakukan?" tanya arkana yang sudah berdiri dengan berkacak pinggang
"kebiasaannya tak pernah berubah bukan?" tanya gama pada bram
Sedangkan bram hanya menatap dua saudara aneh ini, ia memilih diam dan melihat kelakuan mereka berdua
Arkana menghela nafasnya seraya duduk di hadapan gama dan bram
"apakah acara kencanmu sukses?" tanya gama usil
"hehh, maka berhenti mendekati gadisku" cibir arkana
"haha kau tahu orang bilang sebaiknya kenali dengan baik pasanganmu, aku hanya ingin berkenalan saja apa dia cocok untukmu atau tidak" jawab gama
"perhatikan kalimatmu sebelum bicara, kenali dengan baik pasanganmu ha?, artinya aku yang mengenalnya dengan baik bukan kau" jawab arkana kesal
Lagi-lagi gama tertawa lepas "haha yaya baiklah, lagi pula aku sudah yakin jika ia perempuan yang baik"
"tentu saja, aku tidak pernah salah dalam bertindak" ucap arkana bangga
__ADS_1
"baiklah, lalu bagaimana dengan istri dan putri kecilku?" tanya bram yang memutuskan pembicaraan yang menurutnya tidak penting itu
"ah ya, mengertilah keadaan temanku, ia sedang bersedih dan kau kana, hm kau bahagia di"
Namun ucapan gama sudah terpotong saat arkana dan bram berbalik menatapnya tajam
"baiklah aku serius kali ini" ucapnya mengangkat tangan dan mulai bersikap wajar
"hm.. besok kau ikutlah denganku bram, ada sesuatu yang akan ku tunjukkan" ucap arkana
"mengenai?" tanya bram
"nanti akan kujelaskan jika kita sudah di tempat" jawab arkana
"dan untukmu gam, aku ingin meminta bantuanmu" ucapnya serius
"katakan" ucap gama
Arkana menceritakan semuanya pada gama, mengenai liciknya tuan triadma juga putrinya yang saat ini ingin melakukan sabotase terhadap perusahaannya, juga keinginannya yang ingin membuka kedok triadma juga putrinya yang sejak awal mengusik hidupnya
Gama merasa tidak terima jika ada seseorang yang melakukan tindakan kotor, apalagi hal itu terjadi pada keluarganya sendiri, tentu saja gama tidak akan tinggal diam
Arkana menjelaskan bahwa rencananya bukanlah hal yang mudah dan main-main, salah sedikit atau kebocoran informasi bisa membuat semuanya sia-sia
"aku sudah bicarakan semuanya dengan tomi dan leo, kau bisa bicarakan dengan mereka. Aku tahu kau bisa menghandel semuanya gama, untuk urusan tuan triadma kita akan bahas setelah ini" ucap arkana
"hm aku lega kau tidak punya hubungan apa pun dengan wanita ular atau ibu tirinya cinderella atau siapa pun itu namanya" ucap gama terkekeh
Bram juga ikut terkekeh dengan ucapan gama
"aku tidak buta atau bodoh lagi pula otakku masih bekerja" ucap arkana
"yaya semua orang tahu" ucap bram yang saat ini sedang tidak ingin mendengarkan hal macam-macam dari arkana maupun gama
__ADS_1
"hm.. aku duluan, rasanya sudah sangat lelah" ucap arkana
"oh sungguh sangat melelahkan bertemu dengan arin?" tanya gama
"berhentilah gama" ucap bram yang sudah berdiri meninggalkan gama sendiri "carilah perempuan agar kau tahu bagaimana" ucap bram
Arkana yang mendengar gama menggodanya lagi pun tidak peduli, ia malas meladeni candaan gama
"haha baiklah suhu," ucapnya beranjak
"dari pada aku sendiri lebih baik aku pergi ke kamarku" gumamnya
______________
"pagi sayang, sepertinya hari ini cuaca begitu cerah bukan?" tanya ibu
Arin tersenyum "tentu saja bu, arin pastikan hari ini akan begitu membahagiakan" jawabnya
"sudah sejak semalam ucapan kamu itu seperti sebuah teka-teki, ibu saja sampai penasaran dengan ucapanmu"
"haha ibu tenang saja, namanya juga surprise kan" ucap arin
"iyaiya ibu tunggu saja surprisenya" ucap ibu geleng kepala
"um.. oh ya bu, itu mbak olla kerja ya hari ini?" tanya arin
"iya, seperti kemarin olla kerja pulang sampai sore"
Arin mengangguk "ya udah, arin pergi berangkat kerja ya bu.. ibu hati-hati jangan terlalu capek" ucap arin
"iyaa sayang ibu, oh ya bella mana ya?"
Ibu memutuskan membantu olla untuk menjaga bella selama olla pergi bekerja, sebenarnya olla merasa tidak enak bukan karena tidak percaya pada ibu
__ADS_1
Hanya saja olla merasa tidak nyaman kalau harus merepotkan ibu untuk menjaga bella seharian, beruntungnya bella bukanlah anak yang manja atau rewel. Sehingga itu tidak membuat ibu kerepotan
Next episode,,