NO DIGAS ADIÓS (Jangan Katakan Selamat Tinggal)

NO DIGAS ADIÓS (Jangan Katakan Selamat Tinggal)
NDA -1-


__ADS_3

Selenia membuka mata. Tatapannya menyipit melihat jam dinding di kamar. Jam 01:10 AM. Kerongkongannya terasa begitu kering. Dengan mata setengah terpejam, tangannya meraba-raba nakas untuk mengambil air minum. Ketika tangannya tak juga menyentuh benda yang dia cari, dia pun tersadar bahwa malam ini dia lupa membawa minumnya ke kamar.


Arrghhh! Padahal dia ngantuk berat dan malas buat jalan ke dapur. Tapi mau bagaimana lagi? Selain ngantuk, dia juga haus banget.



Selenia Effendi


[Sederhana, supel, ramah dan pendiam.]


Tring!


Suara notif yang berasal dari ponselnya di samping bantal membuatnya reflek menoleh. Dia baru saja ingin beranjak dari ranjang.



Selenia menyunggingkan senyum membaca pesan tersebut. Malam ini usianya genap 17 tahun.



Balasnya kemudian. Selain itu ada beberapa pesan lain yang masuk ke ponselnya yang isinya rata-rata ucapan ulang tahun untuknya. Tak terkecuali juga dari Ayahnya yang saat ini sedang berada di Luar Negeri.



Selenia menghela nafas panjang. Sudah tiga bulan lamanya dia tidak bertemu dengan sosok istimewa dalam hidupnya itu. Tapi apapun alasannya dia tidak bisa memaksa Ayahnya pulang selama urusannya di sana belum selesai. Karena kalau ingat bagaimana perjuangan Ayahnya merintis usaha, egois banget kalau dia seenaknya meminta Ayahnya itu bolak-balik UK-Indonesia, hanya karena dia rindu.


Selenia kembali menyurukkan ponsel dan melanjutkan niatnya untuk pergi ke dapur.


Jeglek!


Selenia membuka pintu kamarnya dengan hati-hati. Suasana rumah begitu hening. Terang saja, ini kan sudah tengah malam. Saat melangkahkan kakinya keluar, dia merasakan kakinya seperti menendang sesuatu. Selenia melihat ke bawah dan seketika dahinya mengernyit melihat kotak berukuran sekitar 40x40 cm itu bergeser akibat tendangannya. Dia mengambil kotak itu dengan hati-hati, karena tahu betul apa isi di dalamnya. Kotak ini adalah kotak kemasan kue yang lumayan terkenal di daerah sini.


...Happy Birthday Selenia -my wife-...


...Happy sweet seventeen. Love you ♥️...


Selenia membaca notes kecil yang terselip di dalamnya. Matanya memandang takjub ke arah ukiran indah kue ulang tahun tersebut. Dia mencolek gumpalan gula warna-warni di atas kue itu untuk mencicipi rasanya. Sempurna.


Ini adalah ulang tahun Selenia yang ke 17 sekaligus bulan ke 4 usia pernikahannya dengan Adam. Laki-laki yang sejak mereka sah menjadi suami-istri, tinggal satu atap dengannya.

__ADS_1



Adam Lucas Prawira


[Bijaksana, Dewasa, dan cerdas. Begitu peduli pada Selenia meski sering diabaikan]


Menikah?


Mungkin itu semua terdengar aneh. Apalagi Selenia masih berstatus sebagai anak sekolah. Saat ini dia tengah duduk di bangku kelas 12 SMA. Tapi memang itulah kenyataannya. Mereka berdua sudah menjadi sepasang suami-istri. Selenia telah menikah dengan laki-laki yang usianya terpaut 13 tahun lebih tua darinya.


Bagaimana hal itu bisa terjadi?


Lisa (Ibunya Adam) dan Kalila (Ibunya Selenia), mereka bersahabat sejak kecil. Awalnya ide menjodohkan anak-anak mereka itu hanyalah sebuah candaan di masa muda mereka dulu. Namun nyatanya hal itu justru menjadi obrolan serius saat mereka berdua sama-sama menikah dan kemudian hamil.


Pernikahan mereka hanya selisih satu tahun. Jadi saat Adam lahir, Kalila baru menikah. Tak lama setelah itu Kalila pun hamil yang setelah dilakukan USG ternyata dia mengandung anak perempuan. Hal itu membuat para Ibu itu menyimpulkan kalau candaan mereka masa itu di dengar oleh Tuhan. Keduanya pun akhirnya sepakat untuk mewujudkan candaan mereka menjadi nyata dan berniat melanjutkan perjodohan tersebut.


Namun sayangnya sesuatu terjadi saat kandungan Kalila memasuki bulan ke 5. Janinnya tidak berkembang dan harus dikuret. Kecewa? Pasti. Kalila merasa putus asa dengan apa yang menimpanya. Program kehamilan yang dijalani setelah kejadian itu pun tidak mudah. Tapi untunglah suami Kalila adalah orang yang telaten dan sabar. Sebagai sahabat, Lisa juga turut mensupport.


Time flies too fast. Saat usia Adam memasuki tahun ke 11 dan tumbuh menjadi anak-anak, saat itulah penantian panjang Kalila terwujud. Dia dinyatakan hamil lagi. Ketika hasil USG menunjukkan bahwa bayi yang dikandung Kalila berjenis kelamin perempuan, Para Ibu yang sudah bersahabat kental itu merasa yakin kalau Tuhan benar-benar merestui rencananya. Mereka bahkan tidak peduli dengan jarak usia yang terpaut di antara keduanya. Kalau sudah sama-sama tumbuh besar, perbedaan itu tidak akan begitu terlihat kok, begitu katanya.


Lalu kenapa Selenia harus menikah di usia semuda itu?


Saat umur Selenia 14 tahun dan masih duduk di kelas 2 SMP, Ibunya mulai sakit-sakitan. Satu bulan bisa empat sampai lima kali bolak-balik rumah sakit. Kalila divonis menderita banyak sekali penyakit--komplikasi. Dan penyakit itu semakin parah saat Selenia duduk di bangku kelas 2 SMA semester akhir. Sampai akhirnya sebelum dinyatakan koma, Kalila mengajukan permintaan terakhirnya di depan suami dan anaknya. Dia ingin melihat anak semata wayangnya itu menikah.


Selenia hanya bisa menangis. Permintaan sekaligus rasa takut kehilangan Ibunya begitu berat dia rasakan dalam waktu bersamaan. Dia tidak punya jawaban lain selain mengiyakan permintaan itu.


Itulah kenapa pernikahan terpaksa dipercepat.


Tidak hanya berat untuk Selenia, tapi juga bagi Adam. Dia tidak begitu mengenal Selenia. Hubungan keduanya tidak seakrab para Ibu mereka. Tapi mau bagaimana lagi? Melihat kondisi orang yang sekarat dengan permintaan terakhir yang cukup aneh baginya, membuatnya tidak bisa menentukan pilihan. Rasa iba mengalahkan egonya. Ditambah lagi statusnya yang single karena baru diputuskan kekasihnya. Finna, perempuan yang sudah dia pacari selama hampir satu tahun memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka karena ingin melanjutkan pendidikannya di Amerika. Alasannya, dia tidak bisa menjalani LDR.


Mereka berdua menikah siri di rumah sakit disaksikan beberapa suster dan dokter yang sudah seperti keluarga sendiri. Dua hari setelah itu, Ibu Selenia meninggal. Selenia sangat terpukul. Tapi disamping itu dia juga merasa sedikit lega kerena telah menuruti permintaan terakhir Ibunya.


Pernikahan ini merupakan pernikahan rahasia yang hanya diketahui oleh orang yang saat itu menjadi saksi pernikahan mereka. Tidak ada yang boleh tahu. Apalagi Selenia masih berstatus sebagai siswi SMA yang tinggal beberapa bulan lagi lulus. Dia masih mempunyai mimpi yang tinggi dan tidak mau membuang waktunya sia-sia.


Beruntung dia memiliki Ayah dan Mertua yang open mind. Mereka semua paham kondisi pernikahan yang dijalani anak-anaknya. Jadi mereka merasa belum waktunya untuk menuntut terlalu banyak--soal cucu.


Walaupun berstatus anak tunggal, Adam adalah sosok yang tekun dan mandiri. 2 tahun yang lalu saat usianya baru 25 tahun, dari hasil kerja kerasanya dia sudah mampu membeli rumah di salah satu kawasan elit di Jakarta. Jadi setelah menikah, Adam memilih untuk mengajak Selenia tinggal di sana. Awalnya para orang tua mereka keberatan dengan keputusan itu. Mereka takut ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi kepada mereka kalau hanya tinggal berdua saja--masalah hormon.


Pak Fendi, ayah Selenia jelas tidak bisa tinggal bersama mereka. Dia harus tinggal di UK untuk sementara waktu guna mengurusi beberapa bisnisnya yang sempat terbengkalai sejak dia memutuskan untuk pulang karena istrinya sakit.

__ADS_1


Begitu juga dengan Pak Edwin dan Bu Lisa. Mereka berdua tidak mungkin meninggalkan rumahnya dan tinggal bersama Adam hanya untuk sekedar mengawasi pasangan baru itu.


"Untuk apa diawasi sih Ma, Aku tahu batasannya kok." kata Adam saat mamanya terus merengek supaya Adam tinggal bersama dirinya saja. "Mama nggak perlu khawatir berlebihan gitu..." lagipula Adam sendiri yakin tidak akan terjadi apa-apa, karena dia tahu Selenia tidak mencintainya. Gadis itu mau menikah, murni karena rasa hormatnya kepada Ibunya.


Di rumah besar itu mereka tidak hanya tinggal berdua. Ada Pak Tono, sopir yang secara khusus dipekerjakan Adam untuk mengantar jemput Selenia ke sekolah dan Bi Iyah yang setiap hari mempersiapkan kebutuhan mereka.


... - - -...


Sebuah suara langkah kaki terdengar menaiki tangga saat Selenia sedang asyik dengan kue di tangannya.


"Sel? Kok kamu bangun?" Adam muncul dari lantai bawah. Dia membawa sebotol air mineral di tangannya.


"Ee.. i-iya.. tadi aku mau ambil minum," Selenia buru-buru menutup kue tersebut.


Adam menyunggingkan senyum lalu berjalan mendekati Selenia.


"Selamat ulang tahun ya," kata Adam sembari merengkuh bahu Selenia pelan. Terbersit niatan untuk mencium kening istrinya, tapi kemudian dia urungkan. Dia tahu Selenia pasti tidak akan suka.


Sampai saat ini Selenia masih merasa canggung setiap kali berhadapan dan bersentuhan dengan Adam. Rasanya aneh. Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata saking anehnya.


"Makasih," hanya itu yang mampu Selenia ucapkan.


"Aku memang sengaja nggak bangunin kamu, karena besok kamu harus bangun pagi kan?" kata Adam penuh pengertian.


"Iya nggak pa-pa kok. Ini... udah lebih dari cukup."


Adam menghela nafas panjang. Ternyata tidak semudah yang dia bayangkan untuk menaklukkan hati seorang Selenia. Padahal mereka berdua sudah tinggal bersama selama 4 bulan. Tapi sikap Selenia tetap tidak berubah. Dingin dan cuek banget.


Melihat respon Selenia yang terkesan biasa-biasa saja, Adam jadi tak yakin untuk memberikan bingkisan khusus yang telah dia siapkan untuk Selenia malam ini.


Biarlah besok saja kutitipkan Bibik. Pikirnya.


"Ya udah, tidur lagi gih," Adam melirik jam dinding. "Masih malem. Takutnya besok kamu bangun kesiangan," sebuah bentuk perhatian yang menurut Adam lebih cocok diberikan seorang kakak kepada adiknya.


"Iya. Aku mau ambil minum dulu, trus tidur lagi," Selenia berlalu meninggalkan Adam dengan membawa kue itu ke dapur.


Adam tertegun memandangi Selenia sampai gadis itu menghilang di balik tangga. Dia menghela nafas panjang, seolah ingin melepaskan beban yang selama beberapa bulan ini bersemayam di dalam hatinya. Dia harus banyak-banyak bersabar. Sedingin apapun, Selenia tetaplah istrinya--apapun latar belakang pernikahan itu.


ya, Istri yang sama sekali belum pernah dia sentuh.

__ADS_1


...🌹🌹🌹...


...To be continued 👋🏻...


__ADS_2