NO DIGAS ADIÓS (Jangan Katakan Selamat Tinggal)

NO DIGAS ADIÓS (Jangan Katakan Selamat Tinggal)
HE'S BACK!!


__ADS_3

Mendekati tahun ajaran baru, Selenia mulai lirik-lirik kampus yang akan dipilih untuk menjadi tempat kuliahnya. Sampai akhirnya pilihannya jatuh di kampus yang sama dengan Cia. Kali ini, kedua sahabat itu tidak lagi bisa berada dalam tingkatan yang sama. Selenia menjadi adik tingkat Cia. Selisih satu tahun doang. Selenia pun mengambil jurusan yang sama seperti Cia, yaitu management. Sebagai sahabat yang sudah terlebih dahulu masuk di dunia perkuliahan, Cia dengan sepenuh hati membantu Selenia mempersiapkan semuanya.


Ray juga tumbuh semakin besar. Dua hari yang lalu dia baru saja merayakan ulang tahunnya yang pertama. Dan setelah Selenia pikir-pikir, ternyata tidak ada salahnya menggunakan jasa baby sitter. Hanya saja dia tetap harus mengatur waktu supaya tetap bisa lebih sering bersama Ray selepas jam-jam sibuknya. Lelah memang, tapi melihat tumbuh kembang Ray yang semakin aktif, membuat rasa lelah itu hilang.



...Pas RAY usia 1 tahun lebih dikiiit. Unyuuuuu 😍...


Hampir setiap weekend Adam selalu mengajak keluarga kecilnya berlibur. Kemanapun, tujuannya untuk menyenangkan hati istri dan anaknya supaya tidak jenuh. Adam mendukung penuh apapun kegiatan yang dilakukan Selenia, selama itu bersifat positif. Dia tidak mau mengekang istrinya, yang dia tahu akan membuatnya berpikir bahwa dia kehilangan masa mudanya hanya karena telah menikah.


Oh ya, saat ini Selenia merasa jauh lebih nyaman tinggal di rumah yang menyatu dengan kantor tempat Adam bekerja. Rumah yang dihadiahkan Adam setelah kelahiran Ray, ingat? Jadi saat ini mereka lebih sering tinggal di sana. Begitu juga dengan Bi Iyah dan Pak Tono. Mereka juga turut diboyong ke sana. Alasan Selenia lebih nyaman berada di sana adalah karena jarak ke kampus jadi lebih dekat.


...🌺🌺🌺...


Hari berganti bulan...


Bulan berganti tahun...


Setahun setelah Cia menyelesaikan kuliahnya, Selenia pun menyusul. Adam benar-benar bangga dengan kegigihan Selenia yang akhirnya bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu. Melihat perjuangan Selenia saat skripsi hingga sidang, membuat Adam berinisiatif untuk memberikan hadiah untuknya.


"Kamu mau bawa aku kemana sih sayang?" tanya Selenia sembari melangkah dengan hati-hati karena kedua matanya ditutup menggunakan kain oleh Adam. Dia bahkan masih mengenakan baju toga karena baru saja selesai menghadiri acara wisuda.


"Udah kamu ikut aja ya," Adam membimbing Selenia ke satu tempat.


Selenia tidak bertanya lagi, sampai akhirnya Adam berhenti menuntun langkahnya. Sayup-sayup telinga Selenia mendengar suara orang ngobrol, tapi sambil berbisik-bisik.


"Kamu siap?" tanya Adam.


"Ini udah sampai di tempatnya?" Selenia balik tanya.


"Udah dong sayang, aku buka ya," perlahan Adam mulai membuka kain penutup mata Selenia.


Lalu, satu... dua... tiga...


PLETOK!! PLETOK!!


Suara itu berasal dari benda yang menembakkan serpihan-serpihan kertas kecil ke udara.


"CONGRATULATIONS!!!" teriak semua orang yang ada di situ, entah sejak kapan.


Cia, Bu Lisa, Pak Edwin, Pak Fendi, Pak Tono, Bi Iyah dan Ray yang berdiri di sebelah baby sitter. Usia Ray saat ini sudah 4 tahun. Dia tersenyum lebar dan melambai ke Selenia.


Selenia mematung di tempat menatap mobil BMW seri 320i warna putih terpampang di antara keluarga besarnya.


"Ini...." bibir Selenia terbata, tangannya menunjuk ke mobil baru tersebut.


"Ini hadiah buat kamu sayang," Adam merangkul kedua bahu Selenia. "Sebagai bentuk apresiasi aku atas perjuangan kamu. Menyusun skripsi hingga sidang, dan akhirnya kamu bisa lulus tepat waktu. Padahal aku tahu kamu pasti lelah karena harus ngurus Ray juga kan?"


"T-tapi sayang, ini kan mahal. Seharusnya kamu nggak..."


"Ssshhhh," Adam menempelkan telunjuknya di bibir Selenia. "Kamu dan Ray, jauh lebih berharga buat aku dari semua ini. Ini nggak ada apa-apanya sayang. Selamat ya, kamu udah berhasil lulus kuliah tepat waktu," Adam nenangkup kedua pipi Selenia dan mengecup keningnya lembut.


"Thank you so much, sayang," Selenia terisak.

__ADS_1


"Mommy...!!" Ray berlari mendekati Daddy dan Mommynya. "Selamat ya mommy...." dia memeluk pinggang Selenia.


Selenia menyeka air matanya dan berjongkok, menjajarkan diri dengan Ray.


"Ray sayang, terimakasih ya. Kamu juga yang selalu temenin mommy nyusun skripsi kalau malem, nemenin bercanda supaya mommy nggak jenuh. Makasih banyak ya sayang, kamu selalu ada buat mommy," Selenia memeluk tubuh Ray erat.


"Nanti habis ini kita jalan-jalan pake mobil baru ya mommy," Ray merajuk.


Selenia melepas dekapannya. "Iya sayang, nanti mommy ajak Ray jalan-jalan kemanapun Ray mau."


Sejak masuk kuliah, Selenia mulai diizinkan menyetir sendiri oleh Adam karena telah memiliki SIM. Sementara Pak Tono, tugasnya hanya mengantar Bi Iyah belanja dan sesekali mengantar Selenia kuliah kalau dia sedang tidak ingin membawa mobil sendiri.


Bu Lisa mendekati anak dan cucunya.


"Selamat ya sayang untuk pencapaian kamu yang sangat luar biasa," dia mengelus kepala Selenia.


"Makasih ma, ini semua juga berkat dukungan dan doa mama."


Pak Edwin dan Pak Fendi bertepuk tangan lirih. Para Opa itu justru sibuk melihat-lihat mobil baru Selenia dan interior di dalamnya.


"Jalan-jalannya sama Tante Cia juga ya Ray," Cia menghampiri. "Tante juga pengen nyobain mobil baru looooh."


"Oke Tante," Ray mengangguk mantap. "Mommy, Tante Cia ikut ya jalan-jalan sama kita," dia mendongak menatap Selenia.


Selenia terkekeh. "Boleh dong sayang, kita nanti jalan-jalan sama tante Cia juga."


"Horeeeee!!!" Ray melonjak kegirangan.


...🌺🌺🌺...


"Lhoh, kok banyakan punya Ray sayang?"


Selenia nyengir kuda. "Hehehe... abis banyak yang lucu, nggak pa-pa ya."


Adam geleng-geleng kepala dan mengacak-acak rambut Selenia.


"Oke kalau begitu, sekarang kita kemana lagi?"


"Mmmm...." Selenia menggumam sembari memandang sekeliling. Dan tiba-tiba tatapannya terhenti pada dua sejoli yang sedang berjalan ke arah mereka. Mata Selenia berbinar.


"Tony?!" panggilnya.


Adam celingukan mencari tahu pemilik nama itu. Dan benar saja, dia melihat Tony yang juga tengah melihat ke arah mereka dengan senyum lebar. Tony melambaikan tangan, lalu mempercepat langkah menghampiri Adam dan Selenia. Dia menggandeng seorang perempuan berambut pirang.


"Hei Sel, hei Dam, apa kabar?" sapa Tony riang. Perempuan yang bersama Tony juga menyalami Selenia dan Adam bergantian. "Nggak nyangka lho kita bisa ketemu di sini. Makin harmonis aja kalian kelihatannya ya?"


Adam tersenyum dan merangkul bahu Selenia.


"Baik, kamu sendiri gimana?" tanya Selenia.


"Yah, beginilah," Tony mengangkat bahu.


"Kapan kamu balik dari New York? Udah selesai kan kuliahnya?" Adam menimpali.

__ADS_1


"Aku berhasil selesaiin kuliah 3,5 tahun doang. Jadi sebenarnya udah balik Indo sekitar 3 bulan yang lalu."


"WOW!" Adam bertepuk tangan. "3,5 tahun? keren!"


"Kamu hebat Ton," Selenia mengacungkan kedua jempolnya. "Oh iya ini siapa? Kenalin dong," dia menunjuk perempuan yang bersama Tony.


Perempuan itu mengulurkan tangan pada Selenia. "Hei, I'm Regan," dia melirik Tony. "I'm her..."


"Ya, dia Regan. She's my girlfriend," Tony menyahut.


"Wah, selamat ya kalian," Selenia menjabat tangan Regan erat. "Selera kamu Internasional ya ternyata?" guraunya.


Tony terbahak. "Doain ya, kami sudah pacaran selama 3 tahun. Dan saat ini, dia lagi aku kenalin ke Papa."


Adam menepuk-nepuk bahu Tony. "Jaga baik-baik. Perempuan itu butuh kepastian. Jangan buang-buang waktu," dia memberi nasehat.


"Pasti," Tony mengangguk mantap. "Oh ya, by the way... kalian kok cuma berdua aja jalan-jalan? Anak nggak di ajak?"


"Untuk malam ini enggak, karena kita lagi quality time berdua aja," jawab Adam.


"Eehhm," Tony berdehem.


Tiba-tiba ponsel Selenia berbunyi. Ternyata dari baby sitter Ray.


"Eh bentar ya. Ada telfon," Selenia menempelkan ponsel ke telinganya. "Halo mbak? Gimana? Ooh iya... oke, ini sebentar lagi pulang kok. Iya... iya... oke," Selenia memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas. "Sayang, Ray nangis. Kata mbak, dia nyariin kita."


Adam melirik jam tangannya. "Pantes, kita keluar udah hampir 3 jam. Tadi janji sama dia kan cuma dua jam," dia menggandeng lengan Selenia.


"Ya udah Ton, kami pulang dulu ya. Have fun kalian. See you."


Adam dan Selenia berlalu meninggalkan Tony dan Regan. Tony menghela nafas panjang menatap langkah mereka yang semakin menjauh. Selenia memang sangat serasi dengan Adam. Pun begitu Tony juga merasa lega, karena sekarang saat melihat Selenia dan Adam, perasaan cemburu yang dulu selalu menggelora kini telah hilang tak tersisa. Tuhan maha baik, karena mengabulkan doanya untuk bisa secepatnya move on dari Selenia. Tony menatap Regan dan menggenggam tangannya erat. Perempuan inilah yang sekarang menempati tempat terbesar di hatinya. Dia juga bersyukur, Tuhan telah mengabulkan permintaannya, untuk dipertemukan kembali dengan Selenia dalam versi yang berbeda.


"Shall we go home? Or do you still want to take a walk?" (Kita pulang? atau kamu masih pengen jalan-jalan?) tanya Tony pada Regan.


"Uhhhmmm.... let's go home, I'm very tired and really sleepy," (Pulang aja yuk, aku capek dan ngantuk banget) Regan menguap.


"Ok, let's go," (Baiklah, yuk.)



...Tony ❤️ Regan...


...🌹🌹🌹...


...BYEEEEEEEE!!!!!...


...BACA JUGA CERITA BARUKU YAAAAAAA...


...👇🏻👇🏻👇🏻👇🏻👇🏻👇🏻👇🏻👇🏻👇🏻...



...Hope you like that 🙏🏻...

__ADS_1


__ADS_2