
New York, 8.45 pm.
Wilson Bar and Café.
"Hei Tony, what are you up to?" (Hei Tony, kamu lagi ngapain?) seorang perempuan berambut pirang sepanjang bahu menghampiri Tony yang tengah sibuk menatap layar ponselnya.
"Wow, wedding party? Who is that? Wow... she look so beautiful!" (Wow, pesta pernikahan? Siapa dia? Wow... dia cantik banget!) dia mengagumi kecantikan perempuan yang ada di ponsel Tony yang tak lain berasal dari live Instagram milik Cia. Ya, saat ada notifikasi muncul yang berasal dari akun IG Cia, Tony langsung membukanya. Dia cukup kaget awalnya saat melihat apa isi dari konten live itu. Namun dengan sekuat hati, Tony memaksakan diri melihat acara itu.
"She is my friend in high school when I was in Indonesia." (Dia teman SMA-ku dulu waktu aku di Indonesia.) jawab Tony datar.
Perempuan berambut pirang itu mengerutkan keningnya dalam-dalam.
"What? She got married today?" (Apa? Dia menikah hari ini?).
Tony mengangguk sembari menenggak wine yang tinggal setengah gelas.
"Seriously? Isn't that too early? She's not even 20 yet, right?" (Kamu serius? Apa itu tidak terlalu muda? Dia bahkan belum genap 20 tahun kan?) perempuan berambut pirang itu tidak bisa menyembunyikan keheranannya. Dia sendiri di usia yang hampir sama seperti gadis tersebut masih belum memikirkan ke arah sana.
Tony tergelak. "Regan, Everyone has their choice. If at that age you have found the right one, why not?" (Regan, setiap orang itu punya pilihan. Kalau dia memang sudah menemukan yang tepat di usia itu, kenapa tidak?) dia mengangkat kedua bahunya.
Perempuan berambut pirang itu bernama Regan. Dia teman satu kampus Tony di NYIT dan sudah cukup akrab sejak dua bulan terakhir. Hampir setiap weekend mereka selalu menghabiskan waktu bersama. Regan adalah sosok yang periang dan enerjik. Dia memiliki kegemaran yang sama dengan Tony yaitu bermain basket dan dance. Tak jarang mereka menghabiskan sisa malam setelah pulang kuliah malam dengan bermain basket di lapangan kampus.
Regan manggut-manggut mendengarkan ucapan Tony. Dia lalu menarik ujung rambut Tony dengan jahil. Satu kebiasaan yang sering dia lakukan pada Tony.
"You seem jealous, is she your ex?" (Kamu kelihatannya cemburu, dia mantan kamu ya?) Regan menggoda.
Tony menahan senyum dan menggeleng tak yakin. "No, she's not. She's my idol." (Tidak, dia bukan mantanku. Dia idolaku.) jawabnya asal.
Regan mencibir dan mendorong pipi Tony pelan. Dia lalu menarik tangan Tony dan mengajaknya bergabung ke lantai dansa untuk berjoget bersama pengunjung bar lain.
...🌺🌺🌺...
"Apa ini ma?" tanya Selenia dan Adam hampir bersamaan. Beberapa hari setelah pernikahan mereka secara negara selesai dilaksanakan, Bu Lisa memberikan sebuah amplop berpita pink ke mereka.
"Kalau pengen lihat, buka dong," jawab Bu Lisa santai sembari berlalu menghampiri Ray yang sedang berguling-guling di atas tempat tidur. "Halo cucu Oma yang ganteeeeng, lagi apa ini? Kok asyik banget kayanya?" dia lalu mengangkat Ray ke gendongannya.
...RAY...
...(Pict. by Pinterest)...
Adam dan Selenia masih belum membuka amplop tersebut sampai Bu Lisa kembali menghampiri mereka.
"Lho, kok malah pada diem sih? Buka dong. Itu hadiah pernikahan kalian dari mama. Spesial!" Bu Lisa terkikik. "Mama bawa Ray ke bawah dulu ya, mau ajak main sama Opa-opanya yang lagi pada sibuk berdebat politik. Biar pada diem," ujarnya kemudian dan berlalu meninggalkan kamar mereka.
Sepeninggal Bu Lisa, Adam menutup pintu dan mereka sama-sama duduk di sofa di tepi jendela. Penasaran dan dag dig dig juga dengan isi amplop dari Bu Lisa. Pasalnya ini sudah lewat beberapa hari dari pernikahan mereka.
"Kamu yang buka gih," Adam menyerahkan amplop tersebut pada Selenia.
Selenia menggeleng. "Kita buka sama-sama dong. Kan mama bilang ini buat kita,"
Perlahan Adam merobek ujung amplop tersebut. Kemudian tangannya merogoh isi di dalam amplop dan mengeluarkannya. Dan saat mereka melihat apa isi amplop tersebut, mereka sama-sama membelalak.
Sebuah tiket liburan di kapal pesiar Norwegian Jade dengan rute Thailand-Myanmar-Malaysia-Singapore.
__ADS_1
...🌺🌺🌺...
"Sudah, pokoknya kalian nggak usah khawatir dan cemas soal Ray. Anggap aja ini bulan madu kalian. Oke?" tegas Bu Lisa pagi harinya saat Selenia dan Adam mempertanyakan soal tiket liburan. "Mama sudah sewa baby sitter khusus yang akan jagain Ray selama kalian berdua liburan."
"Baby sitter?" Selenia dan Adam saling tatap. Dari dulu Selenia kurang begitu sreg kalau Ray diasuh oleh baby sitter. Dia takut pada akhirnya Ray akan merasa lebih nyaman dengan baby sitter dibandingkan mommynya sendiri.
Bu Lisa yang seakan tahu kekhawatiran Selenia, tersenyum.
"Kamu nggak perlu khawatir, sayang. Ada saatnya kamu akan membutuhkan jasa seorang baby sitter. Karena kamu nggak akan mungkin terus-terusan selama 24 jam jagain Ray. Apalagi kamu punya rencana buat kuliah kan tahun depan? Masa iya, Ray mau dibawa ke kampus? Kan nggak mungkin. Kalau nyuruh Bi Iyah, kasian juga dia. Tugas Bi Iyah kan bukan itu sayang," tutur Bu Lisa mencoba memberi pengertian.
"Tapi ma, aku takut nantinya Ray bakalan lebih dekat sama baby sitter daripada aku," rengek Selenia.
"Nggak akan sayang. Selama kamu bisa memberikan perhatian lebih sama Ray, dia akan selalu merasa nyaman juga sama kamu. Ikatan Ibu dan anak itu kuat. Nggak ada yang bisa mengalahkan. Apalagi Ray full ASI kamu banget dari bayi. Makanya, kalian kan masih ada waktu tiga hari lagi untuk mempersiapkan semuanya, pompa ASI kamu, sediakan secukup mungkin untuk Ray selama kalian liburan," Bu Lisa menyarankan.
"Mama benar sayang," Adam menimpali. "Kamu nggak perlu khawatir berlebihan. Ray itu tahu siapa Ibunya."
"Ayok dong," sahut Bu Lisa lagi. "Nikmati liburan kalian, nikmati bulan madu kalian. Kita semua di sini akan jagain Ray semaksimal mungkin."
Mendengar semua itu, Selenia merasa sedikit lega dan tenang. Ya, memang tidak ada salahnya dicoba. Lagipula, selama dia dan Adam liburan, Ray kan berada di sekeliling orang-orang yang tepat. Selenia akhirnya mengangguk setuju.
...🌺🌺🌺...
Honeymoon is coming!!!
Kapal pesiar mereka sedang berada di Thailand.
"Yeaaaaaayyy!!" Selenia berteriak riang di tepi dek kapal pesiar dengan tangan merentang ke atas, membiarkan syal yang dia rentangkan melambai-lambai tertiup angin.
Ini adalah hari kedua dia dan Adam berada di kapal pesiar menikmati hadiah liburan mereka dari Bu Lisa. Selenia masih mengenakan gaun satin tidurnya karena dia baru bangun setelah semalam menikmati pergulatan penuh romantika dengan suaminya. Sementara Adam justru sudah bangun pagi-pagi sekali dan sudah berpakaian begitu rapi. Kemeja hitam lengan panjang yang digulung dan celana berwarna senada melengkapi penampilannya pagi ini. Bibirnya menarik seulas senyum melihat Selenia yang tampak sangat bahagia.
Selenia memutar tubuh. "Eh, sayang. Kok kamu udah rapi?"
"Buruan gih mandi, trus kita breakfast," Adam menjawil dagu Selenia dengan telunjuknya. "Semalem kan nggak cuma sekali," tatapnya jahil.
Selenia celingukan ke sekeliling dek tempat mereka berdiri. Dia mencubit perut Adam. Ada beberapa orang yang lewat tapi tidak begitu memperhatikan obrolan keduanya. Namun dengan sigap Adam menangkap tangan Selenia dan menempelkan di dada bidangnya.
"Kenapa?" tanya Adam lirih dan tetap dengan tatapan jahil.
"Jangan keras-keras dong ngomongnya...." mata Selenia membulat dan berbicara sembari menggertakkan gigi.
Adam terkikik. Dia kemudian menarik pinggul Selenia dan merapatkan ke tubuhnya.
"Kenapa nggak boleh? Ngomong sama istrinya sendiri ini. Ayok, kamu harus mandi sekarang. Trus kita breakfast, aku udah laper lho sayang. Tenaganya udah lumayan kekuras semalam," Adam tak berhenti menggoda.
"Ih," Selenia mencubit perut Adam lebih keras. "Gitu terus ngomongnya."
Adam terbahak melihat bibir Selenia yang mengerucut. "Ya udah buruan gi mandi, habis itu kita keliling lihat suasana."
"Hmmm, siap bosque," Selenia menarik diri dari Adam lalu berjalan melenggang menuju hotel tempat mereka menginap.
Adam yang melihat cara jalan Selenia yang seolah menggoda, merasa tidak tahan dan langsung bergerak cepat memburu istrinya itu lalu meremas bokongnya sebelum Selenia berhasil menghindar.
"Aawww...." Selenia terlonjak kaget. "Iiiih Adaaaaaam....!" dia memukul-mukul bahu Adam gemas, mengejarnya menuju penginapan mereka.
Untung tidak ada orang yang melihat.
__ADS_1
...🌺🌺🌺...
"Tu mommy sama daddy tuh... halo mommy... halo daddy... lagi apa?"
Adam dan Selenia baru saja selesai sarapan--mereka makan di restoran yang berada di tepian kapal dengan pemandangan laut lepas--, lalu menghubungi Bu Lisa melalui sambungan video call. Tampak Ray sedang dalam pangkuan Bu Lisa turut menatap ke layar ponsel. Anak bayi itu bergerak aktif memainkan tangannya sendiri.
"Raaaaay.... iiihhh mommy kangeeeeen..." seru Selenia sembari mengusap-usap layar ponselnya.
"Pagi Ray, ini daddy sama mommy baru aja selesai sarapan. Ray udah mandi?" sela Adam sembari merangkul bahu Selenia.
"Udah dong daddy, miss you too mommy," jawab Bu Lisa mewakili Ray. "Aku udah mandi, udah mimi susu juga, bentar lagi mau jalan-jalan sama Opa-opa dan Oma."
"Wah, Ray mau di ajak jalan-jalan kemana ma?" tanya Selenia antusias.
Semalam setelah makan malam, Selenia juga sempat ngobrol dengan Ayahnya melalui video call. Pak Fendi mengatakan kalau dalam waktu dekat dia akan kembali ke UK. Selenia sendiri meminta supaya Ayahnya itu kembali ke sana saat dia pulang liburan, tapi seandainya tidak bisa menunggu juga tidak masalah. Karena Pak Fendi bilang dia mungkin akan kembali ke Indonesia lagi 6 bulan yang akan datang. Dia juga mengatakan, kalau sekarang dia merasa jauh lebih lega kalau harus meninggalkan Selenia ke UK, karena sekarang Selenia telah bersama orang yang tepat.
"Nggak kemana-mana kok sayang. Cuma jalan-jalan aja lihat-lihat keluar, mumpung Opa Fendi nggak sibuk, sekalian sebelum kembali ke UK lagi. Gimana nih honeymoon kalian berdua? Asyik?" tanya Bu Lisa dengan tatapan menggoda.
Selenia dan Adam saling tatap sebentar lalu tersenyum. Semua tahu, ini honeymoon bukan untuk memberi Adik buat Ray. Karena dua bulan yang lalu, Selenia sudah memutuskan untuk ikut program KB. Jadi, semoga saja aman, hihihi. Honeymoon kali ini mereka anggap sebagai pengganti honeymoon di awal-awal pernikahan mereka yang tanpa cinta.
"Oke oke oke, seharusnya mama nggak perlu nanya begitu ya," Bu Lisa terkikik. "Ya sudah kalau begitu, kalian nikmati saja liburan dan honeymoonnya. Mama mau jalan-jalan sama Ray. Daaaa.... have fun ya kalian...." Bu Lisa melambaikan tangan Ray ke kamera. "Dadah sama daddy dan mommy dulu sayang... daaagh daddy, mommy...!"
"Daaagh Ray, have fun juga sama oma dan opa ya, mmmmmuaachhh!" Selenia mengecup layar ponselnya.
Setelahnya, sambungan video call itu terputus. Selenia meletakkan ponsel dan menyandarkan kepalanya ke bahu Adam. Dia menghela nafas panjang, lalu melingkarkan kedua tangannya di pinggang Adam. Dia tersenyum menatap ke laut lepas dan merasa begitu bersyukur atas kehidupan yang telah digariskan untuknya. Pernikahan yang pada mulanya bukan menjadi keinginannya dan hanya membawa beban batin dalam kehidupan di masa remajanya, kini berbalik 360 derajat, menjadi sebuah kehidupan yang sangat dia syukuri tanpa henti.
Suami yang setia, pengertian, dewasa, bijaksana, humoris. Adam benar-benar sosok suami yang hampir mendekati sempurna bagi Selenia. Soal usia? Itu bukan suatu masalah. Jodoh manusia tidak ada yang tahu bukan? Buktinya keduanya bisa melengkapi satu sama lain.
Adam melirik Selenia penuh cinta dan mendekap bahunya lembut. Dia pun merasa sangat beruntung memiliki istri seperti Selenia. Yang meskipun terkadang sikapnya masih seperti anak kecil--maklum namanya juga masih ABG--tapi dibalik itu semua istrinya itu memiliki segudang cinta dan kasih sayang yang dicurahkan untuknya dan Ray.
Dia Ibu yang baik untuk Ray, dan istri yang sempurna untuk Adam.
"Adam..." Selenia berbisik.
"Ya sayang?"
Selenia mendongak dan menatap lurus ke mata Adam yang juga sedang menunduk menatapnya. Tatapan mereka begitu intens.
"How can I get so lucky to be your wife?" lirih Selenia. Kedua tangannya melepaskan pelukan dari tubuh Adam dan menangkup kedua pipi Adam hangat. "Aku benar-benar beruntung banget punya kamu."
"Me too, honey," Adam menurunkan kedua tangan Selenia dan menggenggamnya erat lalu menciumnya dengan lembut.
Mata Selenia berkaca-kaca. Rasa haru karena bahagia menyelimuti perasaannya. Hembusan angin laut yang sejuk menerpa rambutnya. Kedua tangan Adam menyingkap uraian rambut yang menutupi sebagian wajah Selenia, lalu dengan cepat dia segera mendaratkan kecupan mesra penuh cinta pada bibir mungil Selenia.
Mereka berdua berciuman lamaaaaa sekali.
...🌹🌹🌹...
...-THE END-...
...Terimakasih untuk semuuuuuuaaa yang sudah mengikuti cerita ini dari awal sampai di titik ini. Without you, I'm nothing ❤️...
...Akan ada epilog setelah ini, tapi nggak bisa cepet ya 🤗...
...Ada cerita baru yang masih On Going, judulnya RASA YANG TERTINGGAL. Baca juga ya... semoga suka 🙏🏻...
__ADS_1
...TE AMO 🌹...