
🌻Terimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.🌻
#Masih di Resort#
Air mata Ais menetes, dia sangat prihatin dengan nasib Wardah, gadis kecil yang seharusnya selalu bahagia tetapi telah merasakan pahitnya sisi buruk kehidupan yang bernama takdir.
Ais menghapus air matanya, dia kembali mendekati Wardah, dibelainya rambut hitam gadis kecil itu. Dihapusnya air mata yang mengalir disudut mata gadis itu.
"Kamu harus bahagia sayang," gumam Ais.
Kemudian Ais segera berangkat untuk melipat sajadah dan mukenanya. Setelah itu Ais keluar kamar untuk mengecek putranya yang tidur bersama Rey suaminya.
"Klek," suara pintu yang dibuka Ais. Perlahan dia keluar dengan hati-hati, Ais tak ingin membangunkan penghuni kamar yang lain, yaitu Bik Onah, kedua putrinya, dan juga wardah.
Setelah dirasa aman, barulah Ais keluar dan segera menutup pintu. Kemudian dia berjalan menuju kekamar samping tempat suami dan anaknya
Namun baru beberapa langkah, Ais melihat bayangan seseorang yang mondar-mandir dipintu dekat taman samping. Karena penasaran Ais memberanikan diri untuk mengeceknya.
Ais mengintip dari celah dinding, dia melihat Reza yang tampak gelisah, entah apa yang sedang dirasakannya. Melihat kondisi Reza yang gelisah membuat Ais ingin segera menemui suaminya, agar ia segera menemui Reza, sebab ia tidak bisa menemui Reza sendirian.
Dengan cepat Ais berjalan menuju kamar suaminya.
#Kamar Rey#
"Tok ... tok ...." Mengetuk pintu kamar suaminya. Beberapa kali Ais mencoba mengetuk pintu akhirnya baru ada respon.
"Klek." Daun pintu terbuka, dan Rey melongokan kepalanya ke luar.
"Ayang ... kenapa? Kangen ya atau kedinginan mau dipeluk?" tanya Rey sambil mengucek matanya.
"Tus." Mencubit hidung suaminya.
"Ayanggg sakit tahu, nggak lihat nih hidungku sedang tumbuh jerawat cinta karena kangen sama kekasihnya yang tidur sama yang lain," ucap Rey sambil menarik tangan istrinya.
Ais meringis melihat hidung suaminya yang memang sudah memerah karena sedang tumbuh jerawat.
"Ayang maaf ya," ucap Ais memelas. Karena merasa bersalah pada suaminya.
"Iya aku maafin tapi ada syaratnya." Menatap manja pada istrinya.
"Apa?" tanya Ais penasaran.
"Nih." Menyodorkan bibirnya yang sudah dimonyongkannya.
"Ayang ... kok itu sih, nggak malu apa banyak yang melihat?"
Tidak ada sahutan dari suaminya yang masih setia Memancungkan bibirnya seperti ikan cucut.
"Baiklah tapi matanya merem ya," pinta Ais.
Akhirnya Rey memejamkan matanya, dan dengan perlahan Ais mendekatkan bibirnya yang mungil tetapi bukan mendarat dibibir mancung suaminya melainkan dipipinya.
"Udah," bisik Ais lembut.
"Curang," bisik Rey tak kalah lembut ditelinga istrinya yang tertutup hijab.
"Ayang ... ayo ikut aku." Menarik tangan Rey lembut.
"Kemana Ayang?" tanya Rey yang terpaksa mengikuti langkah kaki istrinya.
Sampai didekat pintu samping Ais berhenti.
__ADS_1
"Kenapa kesini? Mau bermanja ditaman?" tanya Rey yang bingung.
Ais hanya menggeleng, kemudian mengajak suaminya untuk mengintip didepan pintu taman samping. Tampak seseorang yang masih setia mondar-mandir.
"Siapa?" bisik Rey pada istrinya.
"R-e-z-a," bisik Ais kembali.
"Dia kenapa?"
"Nggak tahu, makanya aku ajak Ayang kemari, coba tanya siapa tahu dia punya masalah," ucap Ais.
"Hemmm baiklah, kamu mau ikut?"
"Iya, aku penasaran," ucap Ais.
Dengan mesra Rey mengandeng tangan kekasih halalnya menuju tempat Reza yang sedang mondar-mandir.
"Assalamualaikum Za," sapa Rey.
Reza yang tampak terkejut segera menjawab salam Rey dengan gugup.
"Wa-Walaikumsalam Rey-Ais," jawab Reza.
"Kamu belum tidur?"
"Belum, aku nggak bisa tidur, maaf kalau aku menganggu," ucap Reza merasa tidak enak.
"Kamun ada masalah?" tanya Ais.
"Ini masalah waktu kita dirumah kemarin Ais, yang pernah ingin aku sampaikan sewaktu kamu sarapan kemarin," ucap Reza.
"Ohh iya aku ingat, maaf ya Za ... aku yang lupa memberitahu Kak Rey tentang itu." Menangkupkan kedua tangannya didepan dada sebagai permintaan maafnya.
"Reza sedang bingung, apa yang harus dia siapkan atau apa yang harus dia lakukan sebelum pernikahannya," ucap Ais.
"Bener begitu Za?"
"Iya Rey, entah kenapa semakin dekat aku semakin deg-degan," ucap Reza.
"Kamu harus tenang dan sabar, setiap calon pengantin pasti akan merasakan hal yang sama, aku dulu tidak merasakannya karena pernikahan aku dan Ais yang terkesan dadakan," ucap Rey tersenyum mengingat saat-saat sakral dirinya dan Ais.
"Dalam agama kita ada lima tahap yang harus disiapkan oleh kedua calon mempelai, diantaranya yaitu ...." jelas Rey.
Menikah merupakan salah satu anjuran yang disebutkan oleh Rasulullah untuk dilakukan. Menikah juga dianggap sebagai penyempurna agama. Islam memandang Pernikahan bukan hanya sebagai jalan untuk berumah tangga dan memiliki keturunan, tetapi juga merupakan pintu perkenalan antar suku dan bangsa.
Dalam al-Quran juga dijelaskan perintah mengenai perniakah dalam surat az-Zariyat ayat 49.
“Dan segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.”
Dalam membangun Pernikahan, hendaklah memiliki tujuan yang sakinah, mawaddah, dan warrahmah. Untuk mencapai tujuan tersebut sebaiknya dipersiapkan bahkan sebelum Pernikahan berlangsung. Berikut ini beberapa Persiapan yang harus dilakukan sebelum menikah.
Persiapkan niat yang tulus dan matang
Apapun yang kita lakukan, niat merupakan salah satu hal yang terpenting. Apalagi dalam menikah, niat yang tulus menjadi poin pertama yang harus ada supaya dalam menentukan langkah ke depan dengan pasangan menjadi mudah. Niat menikah juga akan melahirkan visi misi dalam rumah tangga, artinya ketika kita menikah kelak, akan dibawa kemana arah rumah tangga bersama pasangan.
"Nah apa yang pertama ini sudah ada dalam hatimu?" tanya Rey.
"Iya Rey, inshaa Allah," jawab Reza.
"Nah sekarang yang kedua yaitu ...."
__ADS_1
Melakukan Taaruf
Taaruf dapat diartikan dengan mengenalkan, mengenal baik maupun berkenalan dengan orang lain. Taaruf merupakan interaksi antara dua orang atau lebih dengan maksud atau tujuan tertentu. Taaruf memiliki banyak manfaat, di antaranya adalah terhindar dari zina, karena dalam proses Taaruf laki-laki dan perempuan dilarang berdua-duaan atau bertemu secara diam-diam.
"Kalau yang ini kamu sudah faham kan, aku sudah pernah menjelaskan inu, dan kamu pun sudah melakukannya," ucap Rey.
"Iya, alhamdulillah aku sudah faham yang ini," ucap Reza.
"Nah sekarang yang ketiga yaitu ...."
Memperbaiki akhlak dan mengamalkan sunnah
Sebelum menuju jenjang Pernikahan, kamu juga wajib untuk memperbaiki akhlak supaya bisa menjadi istri dan suami idaman bagi pasangan. Hal ini akan berkaitan dengan keharmonisan rumah tangga yang akan terjaga dengan terus mengamalkannya. Selain akhlak, kamu juga terus membiasakan diri melakukan amalan-amalan sunnah. Kebiasaan ini nantinya akan dijadikan contoh oleh pasangan dan anak kita kelak. Sebab, pendidikan agama dari keluarga merupakan dasar yang dijadikan pondasi oleh anak.
"Kalau yang ini aku mohon kamu jangan segan untuk membantuku Rey." Tersenyum kearah Rey.
"Oke inshaa Allah, sekarang yang keempat," ucap Rey sambil mengankat jari empat.
Sabar mengelola emosi
Dalam mengarungi bahtera rumah tangga, pastinya akan menemui suatu permasalahan. Oleh karenanya, akan sangat bijak jika kita mengelola emosi dan kesabaran dari sekarang. Dengan pikiran dan dada yang lapang, suatu masalah akan lebih terang dicari jalan keluarnya. Terlebih, Pernikahan juga merupakan ibadah terpanjang yang akan dijalani semasa hidup, kita harus siap dengan segala risiko yang akan dihadapi.
"Jadi kalau merasa marah atau merasa sesuatu yang kurang mengenakkan harus dicari solusinya bukan main marah-marah aja, soalnya menikah bukan hanya untuk satu atau dua hari melainkan seumur hidup kita akan bersama dalam suka maupun duka," jelas Rey.
"Bagaimana dengan yang ini?"
"Aku akan berusaha Rey, bantu aku ya!" pinta Reza.
"Inshaa Allah Za, nah yang kelima ini juga tidak kalah pentingnya," ucap Rey.
Mengikuti Konseling Pra-Nikah
Konseling Pra-Nikah wajib diikuti oleh semua calong pasangan sebelum menikah. Hal ini menjadi penting karena saat konseling kita akan mendapatkan bekal yang banyak terkait urusan Pernikahan dan rumah tangga, pembagian antara pekerjaan publik dan domestik, dan lain sebagainya. Kamu juga bisa menanyakan hal-hal yang menjadi keresahan saat melakukan Konseling Pra-Nikah ini.
"Yang ini nanti kamu ikuti saja dirumah, aku akan membawa seseorang yang memang ahli dibidangnya," ucap Reza.
"Nah, itu dia beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menikah. Semoga kita semua mendapatkan pasangan yang baik dunia dan akhirat," ucap Rey sambil menepuk pundak Reza.
"Alhamdulillah, kini aku mengerti Rey-Ais terimakasih banyak, sekarang aku sudah tenang dan lega," ucap Reza tersenyum manis.
"Alhamdulillah kalau begitu, lekaslah kemabli kekamarmu dan beristirahatlah, sebentar lagi akan subuh," ucap Rey.
"Oke, Assalamualaikum," pamit Reza.
"Waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh," ucap Rey dan Ais bersamaan.
Keduanya tersenyum manis, berjalan menuju kekamarnya masing-masing.
Ikuti terus kisahnya ya love you readers loversku😍
Bersambung....
Sambil menunggu ceritaku yang ini Up baca juga Novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.
Dan karya apik author yang lain :
__ADS_1