
🌻Assalamualaikum readers lover semua, terimakasih sudah membuka chapter ini , jangan lupa like dan komennya karena itu akan membuatku semakin semangat untuk terus menulis. Semoga kalian selalu sehat dan murah rezekinya, aamiin.🌻
Happy Reading!
Warung Pecel ....
"Terimakasih banyak ya, Dek. Tanpa kalian mungkin kami nggak jadi nyekar," ucap suami wanita yang tadi bertengkar.
"Sama-sama, Pak. Itulah gunanya kita bersaudara untuk saling membantu bagi yang membutuhkan," ucap Rey sopan. Kini keduanya telah selesai nyekar barulah mereka akan pergi ke Arena Bermain seperti yang Ais inginkan.
*****
Arena Bermain ....
Kini keduanya sudah sampai di tempat yang Ais inginkan yaitu wahana bermain.
"Kamu mau naik yang mana, Ayang?" tanya Rey sembari mengenggam tangan istrinya.
"Aku ingin naik komedi putar, tapi mau bersamamu." Ais mengerling manja pada suaminya.
"Oke, kita berangkat!" Rey menggandeng tangan istrinya sambil berlari kecil. Mereka seperti orang yang baru pacaran aja.
Sudah hampir seharian keduanya bermain, Ais seolah tidak punya rasa lelah ataupun lapar. Rey yang merasa haus dan lapar terpaksa ikut menahan rasa.
"Ayang, kamu tidak capek?" tanya Rey menyelidik.
"Kenapa? Ayang capek?" Ais balik bertanya.
"Sebentar lagi masul waktu zuhur, lo." Rey mengingatkan sang istri.
"Benarkah? Astaqfirullah haladzim. Kita bermain hampir seharian, kamu pasti lapar dan haus ya? Maafkanlah aku, aku benar-benar lalai dan silau akan indahnya dunia bermain." Ais tampak benar-benar menyesal.
"Kita pulang sekarang, Yang!" Ais menarik tangan Reyhan menjauhi arena permainan.
"Hati-hati, Ayang. Aku tak mau nanti kamu terjatuh." Rey menahan istrinya.
"Tenanglah, aku akan selalu bersamamu. Apa kamu masih merasa sedih?" tanya Rey hati-hati.
"Enggak kok, Yang. Alhamdulillah sehabis salat tahajud tadi malam, semua beban dalam hatiku sudah sirna bagaikan tanpa bekas. Makanya aku ingin kita pergi bermain, aku merasa kembali terlahir seperti anak-anak yang polos." Ais menatap haru pada suaminya.
"Terimakasih untuk segalanya, terimakasih telah menjadi imam yang baik untuk aku dan anak-anak kita." Ais memeluk suaminya dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang kekasihnya itu.
__ADS_1
"Sama-sama, terimakasih juga sudah menjadi ibu dari anak-anakku. Aku belajar banyak darimu tentang bagaimana seharunya kita menjalani hidup ini. Dari kamu juga aku bisa seperti sekarang ini, menjadi manusia yang lebih baik dari hari kemarin." Rey membalas pelukan istrinya erat.
Sedang asyik berpelukan seorang anak kecil menarik celana Rey.
"Om! Om! Kalau pacaran jangan di sini, nggak malu apa diliatin sama anak kecil," ucap bocah lelaki yang kurang lebih seumuran Alif putra mereka.
Sontak Rey melepaskan pelukkannya yang disambut dengan tawa oleh Aisyah.
"Sayang, om ini sama tante bukan pacaran. Dia adalah suami tante, dia memeluk tante karena tante lulus ujian." Ais memegang lembut pipi bocah lelaki di didepannya itu.
"Emang tante masih sekolah?" Anak itu terlihat bingung.
"Enggak kok sayang, tante itu lulus ujian dalam kehidupan tante, di mana tadinya tante punya masalah dan sekarang tante sudah menemukan jalan keluarnya," Ais menjelaskan pada sang anak maksud perkataannya.
"Oke, aku mengerti." Anak lelaki itu berlalu meninggalkan keduanya yang tampak menahan tawa.
"Sungguh anak yang luar biasa," puji Rey pada anak itu yang diangguki oleh Ais sebagai tanda dia pun setuju.
"Kita jadi pulang?" tanya Rey lagi.
"Ya, kita pulang. Aku rindu ingin salat dimushala rumah kita." Wajah Ais tampak sumeringah.
"Jadi kita salat di sini saja ya, sekalian kita makan siang, nanti baru kita pulang." Ais tampak memasang senyumnya yang indah.
Rey mengangkat satu jari jempolnya tanda diapun setuju dengan rencana istrinya. Mereka berdua bergegas mencari mushala terdekat, setelah ketemu dengan cepat keduanya mengganti pakaian dengan yang bersih. Karena untuk salat harus sesuai persyaratan yang ada.
Seperti yang kita diketahui, sholat merupakan ibadah yang paling utama dan harus dilaksanakan oleh seluruh umat muslim. Dalam hal ini, sholat yang dimaksud adalah sholat 5 waktu atau disebut juga dengan sholat fardhu atau sholat wajib. Ibadah sholat wajib ini dilaksanakan mulai dari waktu subuh hingga di malam hari, atau waktu isya.
Sebagai ibadah yang mempunyai hukum wajib atau fardhu ‘ain, maka ibadah sholat 5 waktu harus dikerjakan dan tidak boleh ditinggalkan. Bagi yang melakukan dengan baik, maka akan mendapatkan pahala dari Allah. Sebaliknya, bagi yang meninggalkan maka akan mendapatkan dosa. Bukan hanya itu, Allah juga menetapkan sholat wajib 5 waktu sebagai amalan pertama yang akan dihisab di akhir kehidupan nanti.
Dengan begitu, seluruh umat muslim wajib menegakkan tiang agams yaitu sholat lima waktu yang diperintahkan Allah. Tidak sekedar melaksanakan saja, namun setiap umat muslim harus memahami syarat apa saja yang harus dipenuhi agar ibadah sholat sah dan bisa diterima oleh Allah. Dalam agama Islam, telah dijelaskan beberapa syarat sah sholat yang harus dilakukan oleh seluruh umat muslim setiap kali melaksanakan sholat. Diantaranya pertama menutup aurat, kedua suci dari hadas kecil dan hadas besar, ketiga suci badan dan pakaian, juga tempat untuk salat, keempat sudah masuk waktu salat, dan yang terakhir adalah menghadap kiblat.
Rey dan Ais kini sudah siap, semua persyaratan agar mereka bisa salat sudah dipenuhi sehingga keduanya bisa menjalankan kewajibannya dengan khusuk tanpa harus merasa ragu akan kebersihan diri juga pakaiannya.
Bagaimana dengan kita? Semoga kita juga termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung dalam salatnya, karena dalam salatpun kita masih bisa masuk ke dalam golongan orang-orang yang merugi.
*****
Kini keduanya sudah selesai melaksanakan ibadah salat zuhur, Ais mengajak Rey untuk makan siang.
" Ayang! Kamu mau makan di resto mana?" tanya Rey yang sudah duduk di dalam mobil.
__ADS_1
"Yang, kita jangan makan di resto mulu ya, kali- kali kita makan di warteg saja, hitung-hitung kita membantu dagangan mereka," ucap Ais yang membuat Rey terdiam. Ia tak menyangka pemikiran Ais akan sampai sejauh itu. Selama ini ia tak pernah berpikiran begitu, konsep yang bagus menurut pemikirannya yaitu membantu perekonomian masyarakat kecil.
Setelah menyetujui permintaan istrinya kini mereka sudah berada di sebuah warteg pinggir jalan, meski kecil tetapi suasananya cukup menenangkan juga bersih.
"Ayang, kamu mau pesan apa?" Ais memberikan buku menu.
"Aku ikut pesanan kamu saja, minumnya juga samakan saja." Rey memang hampir tak pernah makan di warteg apa lagi yang di pinggir jalan begini.
"Oke kita pesan nasi soto sama teh manis hangat saja ya," ucap Ais pada salah satu pelayan yang tadi membawa buku menu.
"Baik, Bu. Silahkan ditunggu." Pelayan itu berlalu menuju ke dapur.
Tidak butuh waktu lama pesanan mereka sudah datang, aroma soto yang keluar dari kepulan asap di mangkuk membuat perut Rey seketika meronta minta dimanjakan.
Dengan piawai Ais menambahkan jeruk masam dan juga sambal cabe sebagai penambah rasa, juga sedikit kecap manis membuat selera makan Rey meronta.
"Oke, semua siap. Ayo kita makan tapi jangan lupa berdo'a."Ais menggoda suaminya.
Syruppp!
Rey menyeruput kuah soto hangat yang membuat matanya membulat, dalam benaknya ini benar-benar nikmat, rasa asam, pedas, dan manis membaur dimulutnya. Di resto ternama juga belum pernah ia rasa seenak makanan soto di sini.
Dalam sekejap nasi soto Rey sudah habis, selain lapar ia juga merasa ini sangat nikmat.
"Ayang! Berapa uang yang akan kita bayar dengan makanan seenak ini," tanya Rey ingin tahu.
"Paling mahal lima puluh ribu berdua." Ais terlihat santai.
"Semurah itu?" tanya Rey tak percaya.
"Iya, kamu nggak percaya? Coba aja bayar sana!" Ais tersenyum pada suaminya yang merasa tak percaya.
Rey pergi ke kasir dan membayarnya. Benar saja uang lima puluh ribu yang ia bayar masih kembalian, namun ia mengikhlaskan kembaliannya untuk tukang warung. Istrinya memang benar, kita dapat membantu perekonomian masyarakat kecil dengan berbelanja pada mereka para pedagang kecil.
Bersambung ....
Terimakasih sudah membaca, semoga kalian yang setia membaca karya remahanku mendapatkan keberkahan dalam rezeki dan kesehatan, Aamiin Allahumma Aamiin.
sambil menunggu novelku yang ini terbit mampir juga yuk ke novel Kedua ku dengan judul Cinta Bersemi Diujung Musim, bercerita tentang anak SMA dalam meraih cintanya. Aku tunggu kedatangan kalian semua.Terimakasih!
__ADS_1