
Semua orang yang berada dirumah sakit menangis tak terkecuali Ais dan Rey, mereka tak sama sekali menyangka bahwa Hanif akan pergi dengan cara yang tak terduga, menyelamatkan putra mereka Alif.
Papanya Hanif pun tak kalah sedih, beliau sangat terpukul dengan kepergian putra semata wayangnya. Dan entah bagaimana ia akan mengabari istrinya tentang kepergian putranya.
Jenazah Hanif segera dibersihkan dan akan segera dibawa pulang ke rumah duka, dan papa Hanif sudah berusaha mengikhlaskan kepergian putranya sebagai sebuah takdir dari Allah. Dan tak lupa ayahnya memberitahu orang - orang yang ada dirumahnya untuk mempersiapkan segalanya. Jenazah Hanif akan disemayamkan besok pagi karena hari sudah menjelang malam.
"Pak kami turut berduka cita yang sedalam - dalamnya atas kepergian Hanif dan maaf karena menyelamatkan putraku Hanif jadi... "Rey tak kuasa melanjutkan kata - katanya.
"Sudahlah nak Rey, bapak tidak menyalahkan siapa - siapa dan kamu sendiri sudah dengar sebelum kepergiannya Hanif sudah menjelaskan untuk tidak menyalahkan keluargamu karena semuanya adalah takdir dari Allah"Ucap papa Hanif berusaha tegar.
"Bapak pamit dulu untuk membawa Hanif pulang, semoga Ais dan Alif segera sehat ya, dan doakan Hanif berpulang dengan husnul khotimah, dia anak yang baik karena cinta Aislah yang membuatnya menjadi anak yang sholeh".Derai air mata mengalir dari sudut mata papanya Hanif.
Rey pun merasakan kepedihan yang dirasakan keluarga Hanif. Sementara Ais semakin merasa bersalah karena selama ini memang selalu mengabaikan perasaan Hanif karena relung hatinya telah terukir sebuah nama Reyhan.
Rombongan iringan jenazah Hanif mulai bergerak meninggalkan rumah sakit, lampu mobil ambulan yang membawa Hanif semakin menjauh dan akhirnya hilang dikelokan malam.
"Ya Allahu ya Ghofur, ampunilah semua dosa - dosa kak Hanif bin Bayu, mudahkanlah jalan kembalinya, lapangkanlah kuburannya, jadikanlah semua aktivitasnya menjadi ladang amalnya, karena sesunggunya dia adalah orang yang baik, masukkanlah ia ke jannahMu dan kumpulkan bersama orang - orang yang sholeh, aamiin ya Mujib"Doa Ais dengan bersimbah air mata.
Selamat jalan kak Hanif semoga jannah Allah adalah tempatmu.
Rey segera merengkuh tubuh lemah istrinya ia tahu Ais sangat terpukul dengan merasa bersalah terhadap hal yang menimpa Hanif. Sementara Alif sudah dibawa pulang ke kediaman mereka.
*****
Keesokkan Hari...
Cuaca Pagi ini seolah mengerti semua orang sedang berduka , sehingga sang mentari pun enggan keluar dari peraduannya. Suasan yNg sangat teduh menyelimuti semua kota.
Kediaman Hanif sudah ramai dengan pelayat, mulai dari kolega, tetangga, dan sebagainya. Sebuah mobil polisi memasuki pekaranga rumah ya itu adalah mobil tahanan yang membawa mama Hanif. Saat akan turun petugas segera membuka borgol yang melingkar dikedua tangan mama Hanif.
"Ibu borgolnya kami lepaskan, karena kami percaya ibu tidak akan melarikan diri".
"Terimakasih banyak bu, saya tidak akan melarikan diri". Ucap Mira mama Hanif.
Perlahan tapi pasti Mira memasuki pekarangan rumahnya, didepan pintu sudah berdiri suaminya dengan peci hitam, dan baju kum putih merentangkan tanannya, Mira segera berlari kepelukan suaminya tercinta.
Mira sudah menangis dipelukan suaminya dan ia dibawa masuk oleh suaminya. Saat melihat putranya yang telah terbujur Mira tak dapat menahan perasaannya.
"Hanifffffff sayang mama, bangunlah sayang....peluk mama nak.. Haniffff... "Raung Mira dan segera tak sadarkan diri. Kepergian Hanif adalah satu hal yang sangat ditakutinya, dan sekarang semua itu terjadi.
Semua orang yang menyaksikan kejadian itu ikut meluruhkan air mata, menyaksikan kesedihan seorang ibu yang kehilangan putra semata wayangnya.
Mira segera dibawa ke kamar untuk mendapatkan perawatan. Dan pihak kepolisian pun telah mengizinkan.
Ais dan juga Rey sudah bergabung dirumah duka, sekarang Ais sedang merawat mama Hanif. Setelah dirangsang dengan minyak kayu putih aroma terapi akhirnya mama Hanif mulai siuman. Saat membuka mata wajah Aislah yang pertama ia tatap.
"Ais"
Ais awalnya takut kalau - kalau mama Hanif akan menyalahkannya, namun alhamdulillah semua tidak terjadi.
"Iya tante, apa tante haus"
"Ais... "Penuh linangan ais mata. "Maafkan tante, seandainya tante bisa menerima semua yang Hanif minta pasti bukan begini jadinya, Hanifku sangat mencintaimu mungkin hingga akhir hayatnya, maafkan tante ya Ais"Sambil memeluk Ais.
"Udah tan, Ais sudah memaafkan dan mengikhlaskan semuanya, dan untuk kak Hanif Inshaa Allah Jannah Allah adalah tempatnya semoga ia pergi sebagai seorang syuhada"Ucap Ais membalas pelukan mama Hanif.
Keduanya saling menenangkan. Dan mama Hanif memberikan sebuah diary kenangan Hanif yang dulu sempat disembunyikannya.
Jenazah Hanif telah dikebumikan, dan semua sudah kembali ke rumah duka, dan papa Hanif segera membuka lemari dan mengambil sepucuk surat dari Hanif untuk Nara, gadis yang pernah menolongnya.
Sewaktu papa Hanif menelponya ternyata sekarang Nara berada di Belanda menemani ayahnya. Jadi ia minta dibacakan saja suratnya oleh Ais.
__ADS_1
Dear Nara shalihah...
Assalamualaikum. wr. wb.
Nara...
izinkan aku meminta maaf padamu.
karena aku pernah berjanji untuk belajar mencintaimu.
Namun semakin aku belajar aku semakin tak bisa melukan Ais.
Nara...
Ais adalah gadis yang telah merebut cinta pertamaku.
Dan aku tetap ingin dia selalu berada didalam hatiku.
Meski aku tahu direlung hatinya hanya untuk Rey seorang.
Nara...
jika kau membaca suratku ini mungkin aku telah pergi jauh darimu.
Ku ingin pergi kesatu tempat yang sangat indah dan damai.
Dimana aku bisa menghayalkan Ais bersamaku dalam seruan nafasku meski itu untuk yang terakhir bagiku.
Nara....
Maafkanlah aku.
Semoga kau bisa menemukan jodoh yang lebih baik dariku.
Maafkan Aku
Hanif
*****
Diary Hanif...
Aku bukanlah orang yang pandai merangkai kata namun diary ini hanya akan ku tulis tentang satu orang saja yang sangat spesial dalam hidupku.
Diary1 .
Aku jatuh cinta pada pandangan pertama
tenyata cinta itu indah, padahal aku baru duduk dibangku SMA.
Diary 2.
Aku menunggunya di mushola, suara mengajinya sangat merdu tapi aku malu mengakuinya.
Diary 3.
Aku hampir setiap hari mengikutinya saat pulang sekolah meski dia tidak tahu, he.. he.. aku cindew.
Diary 4.
Entah mengapa setiap melihatnya didekati laki - laki lain dadaku sesak... sakit jantung kali aku yah he.. he...
__ADS_1
Diary 5.
Aku seneng hari ini aku tahu nama gadia itu AISYAH... nama yang indah.
Diary 6.
Ais... begitulah teman - temanya memanggilnya dan dia punya teman Maria namanya.
Diary 7.
Aku semakin gelisah karena sebentar lagi gue akan tamat SMA dan artinya gue akan berpisah darinya. Akhirnya gue nulis surat cinta pertamaku untuknya.
Diary 8.
Aku deg -degkan karena hari ini aku akan bertemu langsung dengannya. Untuk mendengar jawabannya. Dan jawaban yang ia berikan sangat menghancurkan hantiku sampai aku masuk rumah sakit dan dinyatakan sakit jantung.
Diary 9.
Aku tamat sekolah dan masih memgharapkan cintanya untuk ku.
Kini aku kuliah dijerman, saat pulang liburan musibah menimpa gadis yang sangat aku cintai dan berakhir dengan dia menikah dengan Rey kekasihnya, aku sangat hancurrr namun ku tetap mencintainya. Dia adalah bidadari syurga yang Allah turunkan ke bumi.
Diary 10.
Bertahun - tahun telah berlalu rasa cintaku semakin meluas untukmu Ais, seluas samudra meski tak ada ruang untuk keluasan cintaku, pernah terbesit rasa egois untuk memilikimu namun cepat ku ingat pada sang Khaliq. Akhhh kadang aku suka kesal dengan diriku.
Diary 11.
Lamaaa sudah aku tak menulis tentang gadiaku AISYAH.
Hari ini aku menyempatkan diri untuk pulang melihat gadisku dan putra kecilnya.
Entah mengapa hari ini aku merasa akan pergiiiii sangat jauh namun aku tak tahu itu kemana.
Yang aku rasa hanya ketenangan dan keinginan untuk berjumpa denganmu sayangku Ais.
Entah mengapa kali ini aku ingin egois untuk meminta Ais menucapkan kata I LOVE YOU padaku meski itu akan menjadi kata terakhir buatku sebelum aku pergi jauuuuh entah kemana. semoga tercapai. Rey maaf kalau nanti aku memaksa Ais untuk membagi cintanya untukku, sebelum aku benar - benar meninggalkan Ais aku imgin merasakan imdahnya dicintai oleh orang yang kau cintai.
AISYAH I LOVE YOU SEUMUR HIDUPKU...
Diary yang menjadi saksi cinta yang sejati... "selamat jalan Hanif semoga Jannah Allah adalah tempatmu "Ucap Ais penuh air mata
@
@
@
@
@
To be continue...
Terima kasih ya udah baca karyaku 😍
Terima Kasih juga untuk like, komen, dan votenya 😍 Semoga sehat dan bahagia selalu aamiin.
Salam Manis,
😍
__ADS_1
Author