
๐ปTerimakasih sudah membuka chapter ini, jangan lupa tinggalkan jejakmu, semoga kamu sehat dan bahagia selalu.๐ป
Selamat Membaca!
Halimah segera menghapus air matanya, ia merasa kehidupannya selama ini hanya sia-sia belaka, yang dipenuhi dengan keluh kesah. Dan ia sangat bersyukur kini memiliki suami yang benar-benar saleh dan sabar.
"Terimakasih, dek Ais. Hari ini kamu sudah membuka mata hatiku, tadinya aku merasa iri dengan kehidupanmu tapi setelah mendengar penuturanmu aku merasa malu, kesusahan hidupku tidak sebanding dengan masa lalumu. Suamiku sering menasihatiku untuk selalu bersyukur dan sabar. Seperti saat ini Allah telah mengirimkan rezeki pada kami melalui seseorang yang baik hati, yang telah membiayai keberangkatan kami." Halimah menyeka air matanya.
"Sudah, Kak. Semua sudah di atur oleh yang Maha Kuasa, jodoh, rezeki, bala, dan maut. Tinggal kita ikhlas saja menjalani semuanya." Ais tersenyum pada Halimah.
"Sekarang hapus air mata kakak, tidak enak di lihat oleh suami atau anak-anak kita." Ais memberikan tisue.
Halimah segera membersihkan wajahnya dengan tisue yang diberikan oleh Ais. ia berusaha untuk tersenyum. Hari ini dirinya benar-benar mendapatkan ilmu kehidupan yang sangat berguna. Dia pun berjanji pada dirinya sendiri untuk bisa menjadi istri dan ibu yang lebih baik bagi suami serta anak-anaknya.
*****
Kini anak-anak dan para suami mereka sudah selesai, termasuk juga bu Aminah dan pak Abdullah, orang tuanya Ais. Mereka semua segera menuju ketempat Ais dan Halimah.
Tikar sudah di bentang oleh keduanya, makanan dan minuman pun telah dihidangkan. Mereka tampak seperti orang yang sedang piknik saja.
Melihat rombongan keluarganya sudah menuju kearah mereka, Ais dan Halimah segera melambaikan tangannya.
Kini mereka mulai menikmati hidangan yang telah disediakan oleh Ais. Semua makanannya Ais yang bawa, namun mereka sengaja membawa banyak makanan karena tahu akan berbagi dengan keluarga baru mereka yaitu keluarga Anan.
Kebersamaan mereka sangat memberikan arti bagi keluarga Anan, meski baru berkenalan tetapi serasa sudah lama saja. Keluarga Ais sudah memperlakukan mereka dengan sangat ramah sehingga menghilangkan rasa canggung yang ada.
Mereka akan bermalam di pondok bersama anak-anak mereka. Banyak asrama yang telah disiapkan oleh pihak pondok. Namun keluarga Rey memilih untuk tidur di dalam tenda, jadi mereka Seolah-olah seperti kamping saja.
Selain menyiapkan tenda untuk keluarganya Ais dan Rey juga menyiapkan tenda untuk keluarga Anan. Kedua keluarga tampak sangat antusias saat mendirikan tenda untuk mereka menginap. Semua perlengkapan sangat lengkap dan komplit, mulai dari lamou, selimut sampai kasur untuk alas tidur mereka.
*****
Kini malam mulai menjelang, susana mulai berganti yang tadinya terang mulai tampak gelap. Mentari telah kembali keperaduannya, muncul lah sang rembulan yang masih tampak malu-malu sembunyi di balik awan kelabu. Kini Rey bersiap untuk menyalakan api unggun. Rencananya malam ini mereka di hibur oleh Anan dan Alif yang akan memamerkan kemampuan mereka yang telah di peroleh selama di pondok.
Setelah selesai salat isya berjama'ah di masjid, kini mereka mulai duduk mengitari api unggun yang sudah Rey buat. Sedangkan Alif dan Anan sudah bersiap untuk tampil di hadapan keluarganya tercinta.
"Baiklah, Babang Alif dan kak Anan akan mengucapkan hafalan yang telah kami selesaikan selama kami di pondok." Alif tersenyum menatap keluarganya.
Kini keduanya sudah berdiri, Alif dan Anan bergantian mengucapkan surat-surat yang ada dalam juz 30. Mereka saling bersambut, setiap Alif selesai Anan akan langsung menyambungnya dengan surat berikutnya. Begitu juga sebaliknya saat Anan selesai maka Alif yang menyambutnya dengan surat yang baru.
Kegiatan dua keluarga itu diakhiri dengan penampilan Ais dan Rey yang menyanyikan lagu nasyid dengan judul Terimakasih Ayah dan Ibu yang dipopularitaskan oleh grup nasyid Hijaz, lagu ini sengaja mereka nyanyikan sebagai ungkapan terimakasih untuk kedua orang tuanya.
Liric lagu Terimakasih Ayah dan Ibu by Hijaz.
*Terima kasih ibu
Terima kasih duhai ayah
Terima kasih ibu
Terima kasih duhai ayah
Lahirku ke dunia
Ku disambut penuh syukur
Bisikan azan ke telinga
Iqamah kalimah nan luhur
Lahirku ke dunia
Ku diasuh mengenal Allah
Ku diajar sebut namaNya
Juga nabi rasul mulia
Salam sayang ayah dan ibu
Mendidikku tak pernah jemu
Halalkanlah makan minumku
Maafkanlah salah silapku
Tanpa maaf dan juga restu
Hidupku jadi tak menentu
Tiada yang lebih bernilai
Dari pengorbanan yang suci itu
Tak berdaya aku membalasnya
Mogaku jadi anak yang bertaqwa
Terima kasih ibu
__ADS_1
Terima kasih duhai ayah
Terima kasih ibu
Terima kasih duhai ayah
Jasamu oh ayah dan ibu
Akanku kenang selamanya
Hidup saling berkasih sayang
Membina keluarga bahagia
PadaMu Allah aku berdoa
PadaMu jua aku meminta
Rahmatilah ibu ayah tercinta
Ampunilah dosa-dosa mereka
Panjang umur murahkan rezeki
Sejahtera dalam ketaatan
Moga berbahagia di dunia di akhirat
Beroleh syurga
Daku mengharap redha ibu
Juga redha darimu ayah
Hanya itulah yang ku pinta
Agar hidupku lebih bermakna
Terima kasih ibu
Terima kasih duhai ayah
Terima kasih ibu
Terima kasih duhai ayah
Pada-Mu Allah aku berdoa
Rahmatilah ibu ayah tercinta
Ampunilah dosa-dosa mereka
Panjang umur murahkan rezeki
Sejahtera dalam ketaatan
Moga berbahagia di dunia di akhirat
Beroleh syurga
Kami mengharap redha ibu
Juga redha darimu ayah
Hanya itu yang kami pinta
Agar hidup kami lebih bermakna
Terima kasih ibu
Terima kasih duhai ayah
Terima kasih ibu
Terima kasih duhai ayah
Terima kasih ibu
Terima kasih duhai ayah
Terima kasih ibu
Terima kasih duhai ayah*
Setelah mengakhiri lagunya Ais menghapus air matanya, begitu juga dengan Rey. Ia sangat merindukan kedua orang tuanya. Tidak hanya Ais dan Rey, Halimah serta Mahmud juga menangis, merasa tersenyuh dengan setiap bait lagu yang dinyanyikan oleh Rey dan Ais.
Setelah puas bernostalgia kini saatnya mereka kembali keperaduan. Berharap besok akan menjadi lebih baik dari hari ini. Api unggun telah dipadamkan, namun semangat rindu dan cinta pada orang-orang terkasih tidak akan pernah padam, meski telah terpisah oleh jarak dan waktu.
*****
__ADS_1
Ayam jantan telah berkokok memberi tanda jika pagi akan segera menyapa, Alif kecil dan Rey sudah terbangun. Dengan lembut keduanya mencium wanita terkasih yang telah merebut cinta keduanya, yaitu Ais.
"Abi, apa kalian akan pulang hari ini?" tanya Alif mengawali langkahnya menuju kemasjid untuk salat subuh berjama'ah.
"Iya, Sayang. Inshaa Allah abi dan umi akan pulang hari ini, karena besok ada pekerjaan yang tidak bisa abi tinggalkan." Rey menepuk pundak putranya lembut.
"Kenapa?" tanya Rey pada putranya.
"Apa Babang boleh ikut pulang?" tanya Alif sambil menghentikan langkahnya, ia menatap Rey dengan penuh harap.
"Maaf, Sayang. Sepertinya kamu belum bisa ikut, kamu masih harus terus belajar. Perlombaanmu akan di mulai sebentar lagi," jelas Rey pada putranya.
"Apa kalian tidak me kok yayangi Babang lagi?" Alif kembali menghentikan langkahnya.
"Sayang, abi dan umi sungguh sanggat menyayangimu, yang kami lakukan semua demi kebaikannmu. Bukan karena kami tak menyayangimu. Abi dan umi hanya menjalankan apa yang nanti akan kami pertanggung jawabkan." Rey meyakinkan putranya.
Akhirnya Rey menjelaskan sebuah hadist pada putranya melalui sebuah penjelasan.
Masa muda adalah masa mencari jati diri, masa membuktikan eksistensi, masa mencari perhatian dan masa penuh semangat dan bergairah, akan tetapi dibalik semangat ini perlu kontrol dan perlu pembinaan agar tidak berlebihan dan keluar dari bimbingan syariat. Dengan keunggulan dan kelebihan pada usia muda seperti semangat masih membara, tenaga masih kuat, pikiran masih fresh dan tekad yang kuat, masa muda akan diminta pertanggung jawabannya secara khusus. Perhatikan hadits berikut,
Nabi shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ูุงู ุชูุฒูููู ููุฏูู ู ุงุจููู ุขุฏูู ู ููููู ู ุงููููููุงู ูุฉู ู ููู ุนูููุฏู ุฑูุจูููู ุญูุชููู ููุณูุฃููู ุนููู ุฎูู ูุณู: ุนููู ุนูู ูุฑููู ููููู ูุง ุฃูููููุงููุ ููุนููู ุดูุจูุงุจููู ููููู ูุง ุฃูุจูููุงููุ ููู ูุงูููู ู ููู ุฃููููู ุงููุชูุณูุจููู ููููููู ูุง ุฃูููููููููุ ููู ูุงุฐูุง ุนูู ููู ููููู ูุง ุนูููู ู
โTidak akan bergeser kaki manusia di hari kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya dalam apa ia gunakan, tentang masa mudanya dalam apa ia habiskan, tentang hartanya darimana ia peroleh dan dalam apa ia belanjakan, dan tentang apa yang ia amalkan dari yang ia ketahui (ilmu).โ[1]
"Nah, abi dan umi mu ini sangat takut nanti saat di tanya oleh Allah di hari akhir. Makanya kami berusaha melakukan yang terbaik yang bisa kami lakukan, untuk mencari ke rehdaan-Nya," ucap Rey lembut.
"Iya, Abi. Sekarang Babang mengerti. Babang pun ingin masa muda Babang di isi dengan hal yang bermanfaat, salah satunya dengan belajar di sini." Alif tersenyum bahagia.
"Terimakasih, Sayang. Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu berada di jalan yang Allah ridhai." Rey mencium lembut pucuk kepala putranya.
Bagaimana dengan kita? Semoga kita bisa mengisi sisa usia kita dengan hal-hal yang bermanfaat untuk diri sendiri maupun orang lain. Sehingga saat kembali semua dapat kita pertanggung jawabkan dengan sebaik-baiknya. Aamiin Allahumma Aamiin.
Bersambung.....
Terimakasih sudah membaca!
Sambil menunggu novelku yang ini terbit, baca juga yuk novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.
Dan Novel Author lain yang tak kalah menarik.
Fit Tree Fitri.
Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.
Mengejar Cinta Ariel
Tabib Cantik Bulan Purnama
*Ergina Putri
Melawan Rasa Takutku
Putri Asisten Pribadiku
* Putri Tanjung
OB Kerudung Biru
*Envy Yo Wesben.
My Princess OG.
Audio Nyanyian Takdir Aisyah
* Karlina Sulaiman
Mencintaimu dalam Diam
Kembali
*WIB (Write in Box)
Ya Dia Istriku
*Khauma
I Love My Army Wife
*Syala Yaya
Istri Kedua Tuan Krisna
*Laura V
Sang Penggoda
*Bintun Arief
__ADS_1
Terjebak Cinta Brondong