
๐ปTerimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.๐ป
#Mushola#
Kita ulang lagi ya belum benar."
"Asyhadu."
Keduanya terdiam dalam benaknya keduanya berpikir ternyata mengucapkan kata yang mudah terdengar saja sangat sulit. Proses syahadat ternyata tak semudah yang mereka bayangkan. Keringat telah membasahi dahi Wijaya. Begitu juga dengan Cintya.
Proses pengulangan syahadatpun dilangsungkan kembali. Dengan sabar ustad Ibrahim membimbing Wijaya dan istrinya Cintya. Setelah diajari kata demi kata, dan dirasa sudah cukup lancar akhirnya keduanya siap untuk kembali bersyahadat.
"Baiklah sekarang ikuti saya," ucap Ustad Ibrahim.
"Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullah".
Wijaya dan Cintya pun mengikuti dengan perlahan.
"Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullah," ucap Wijaya dan Cintya akhirnya dengan lancar.
"Sekarang artinya ... aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah," ucap ustad Ibrahim yang diikuti pula oleh Wijaya dan Cintya.
Lelehan air mata haru semua yang menyaksikan proses hijrahnya kedua pasutri itu tak dapat ditahan, rasa bahagia karena telah bertambahnya saudara seiman.
Setelah proses hijrah Keduanya selesai, ustad Ibrahim menjelaskan sedikit tentang syahadat pada keduanya, dan juga untuk orang-orang yang juga ada disekelilingnya.
" Pembacaan dua kalimat syahadat merupakan syarat mutlak untuk memeluk agama Islam. Belum syah Islamnya seseorang bila belum mengucapkan kalimat syahadat," ucap Ustad Ibrahim.
Kemudian beliau menjelaskan lagi kalau Kalimat Syahadat termasuk rukun Islam pertama. Dari hadits Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa Nabi Muhammad pernah bersabda :
Agama Islam berdiri atas lima dasar utama, yakni mengucapkan dua kalimat syahadat yang bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan mengerjakan haji ke Makkah jika mampu.
Dua Kalimat Syahadat diucapakan jika seseorang akan memeluk Agama Islam (mualaf). Syarat dalam keadaan seperti itu wajib hukumnya. Seseorang harus mengucapkan dua kalimat syahadat secara lisan. Selain itu mengimani dari dalam hati dan mengamalkan dalam perbuatannya.
Untuk membaca dua kalimat syahadat salah satunya dilayani di Kantor Urusan Agama di tingkat Kecamatan. Bisa juga dibimbing oleh ahli agama seperti ustaz dan ulama. Mereka akan menuntun pembacaan ikrar dua kalimat syahadat.
Berikut lafaz dua kalimat syahadat:
ุฃูุดูููุฏู ุฃููู ููุง ุฅููููู ุฅููููุง ุงูููู ููุฃูุดูููุฏู ุฃูููู ู ูุญูู ููุฏูุง ุฑูุณููููู ุงูููู
"Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullah".
Artinya:
"Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah".
Setelah seseorang membaca dua kalimat syahadat, dia wajib melakukan rukun islam lainnya seperti sholat, puasa, zakat, dan haji jika mampu.
"Nah bagaimana saudara Wijaya dan saudari Cintya, apa kalian sudah paham tantang syahadat dan juga apa yang telah menjadi kewajiban bagi kalian berdua sebagai seorang muslim," tanya ustad Ibrahim.
"Iya Pak Ustad, alhamdulillah saya sama istri sudah mengerti, dan semoga kami bisa menjalankan semua kewajiban kami," ucap Wijaya mantap.
"Al-ham-dulil-lah," ucap semuanya hampir bersamaan.
Kini acara ditutup dengan doa bersama yang langsung dipimpin oleh ustad Ibrahim pimpinan masjid Agung Al Islam yang tidak jauh dari rumah Ais dan Rey.
Setelah acara doa bersama atas hirahnya Wijaya dan Cintya, kini dilanjutkan dengan makanan bersama dan santunan kaum dhuafa yang akan mereka lakukan di panti Al Kautsar.
Rombongan keluarga besar Rey dan Ais segera berangkat menuju ke panti Al kautsar. Disana mereka sudah siap disambut oleh para pengurus dan juga anak-anak panti disana.
Iringan rombongan keluarga besarpun mulai meninggalkan perumahan Kelapa Gading menuju ke arah timur, rencananya setelah acara santunan keluarga besar Rey akan beristirahat kesalah satu resort keluarga Rey di Menteng.
#Panti Al Kautsar#
Rombongan keluarga Rey telah disambut dengan pagar ayu anak-anak panti dengan berbaris rapi disepanjang jalan menuju pintu masuk panti.
Mereka tampak gembira, begitu juga dengan Alif yang senang melihat banyak anak seusianya, dalam benak Alif mereka bisa bermain bersama.
Semua telah turun dan masuk kepanti, anak-anak yang tadi berbaris juga sudah ikut masuk kedalam dan duduk dengan rapi. Namun ada salah satu anak perempuan yang tampak murung namun matanya selalu tertuju pada keluarga Alif.
Sejak kedatangan Alif dan keluarganya seorang gadis cilik yang selalu murung tampak sedikit tersenyum, namun ia tidak berani untuk menghampiri Alif.
Acara demi acara telah mereka lalui dan kini tibalah waktunya keluarga Rey untuk pamit kepada seluruh penghuni panti. Saat anak-anak panti bersholawat bersama dan menyanyikan lagu ilaliqo seorang gadis kecil berlari meninggalkan kerumunan.
"Maaf Bu Santi, siapa gadis kecil yang berlari itu dan kenapa dia berlari?" tanya Aisyah yang kebetulan melihatnya.
"Oh dia anak baru, dia dititipkan ibunya disini," jawab bu Santi.
"Memang ibunya mau kemana?" tanya Ais lagi.
__ADS_1
"Ibunya menikah lagi dan pindah ke kota lain," jawab bu Santi lagi.
"Kenapa nggak dibawa sekalian?"
"Katanya ayah tirinya tidak suka sama anaknya itu, karena ayah anak itu dulunya merebut ibunya itu dari suaminya yang sekarang."
"Apa boleh aku temui?" tanya Ais sedih.
"Oh iya boleh kok, dia ada dikamar paling ujung mari saya antar, " jawab bu Santi.
"Umi ... Babang ikut ya," renggek Alif.
"Iya sayang boleh kok." Mencium kening Alif lembut.
Keduanya pun berlalu meninggalkan rombongan yang sedang bersiap, menuju ke kamar gadis kecil yang tadi berlari dengan ditemani bu Santi.
"Umi! Lihat!" tunjuk Alif.
Ais mengikuti arah telunjuk Alif putranya. Dan disana dia melihat seorang gadis kecil memakai gamis merah muda dengan Jilbab yang sudah dibuang didepannya, dia duduk dibawa pohon lengkeng yang rindang, tampak punggungnya sesekali bergerak naik turun yang itu artinya dia sedang menangis.
Ais mengajak bu Santi dan Alif untuk menghampiri gadis itu.
"Assalamualaikum gadis cantik berbaju merah muda, kenapa kamu menangis?" ucap Ais sembari duduk didekatnya dan mengambil Jilbab gadis itu.
"Hai aku Alif, kenapa kamu menangis?" tanya Alif ramah.
Mendengar sapaan Alif, perlahan gadis itu mendongkakan kepalanya.
Wajahnya yang telah dibasahi air mata, tertutup oleh rambut hitamnya yang lebat dengan panjang sebahu. Perlahan Ais menyingkirkan anak rambut yang menempel dipipinya. Kini wajah cantiknya terlihat dengan jelas.
"Wardah! Kamu Wardahkan?" tanya Alif.
Gadis kecil itu mengangguk dan sedikit tersenyum.
"Kamu masih mengingatku Alif?" tanya gadis kecil itu.
"Heii ternyata kalian saling kenal?" tanya Ais tersenyum senang.
"Umi masak lupa dia ini anak perempuan yang bertemu kita direstoran lesehan waktu itu, yang dia ditam--." Alif langsung diam karena mulutnya sudah ditutupi Ais dengan satu jarinya.
"Tidak usah dilanjutkan, dan tidak usah diingat karena itu sangat tidak nyaman, oke!" ucap Ais menepuk pundak putranya.
"Wardah sayang, sejak kapan kamu dititip disini," tanya Ais sedih.
Wardahpun melihat kearah bu Santi. Akhirnya bu Santipun menceritakan apa yang terjadi sampai akhirnya Wardah sampai disini.
# Flashback#
Sepulang dari restoran hari itu mereka segera pulang. Sampai dirumah mereka berempat turun, tampak wanita cantik dengan gaun hitam melekat ditubuh itu menyeret Wardah dengan kasar kemudian dia mengurungnya dikamar.
Barulah ia keluar kembali menyambut hangat seorang laki-laki yang membawa seorang anak perempuan yang lebih tua satu tahun dari Wardah.
"Ayo Mas, Amirah, kita masuk. Kalian tenang saja anak nakal itu sudah aku kurung dikamar, jadi dia tidak akan mengganggu lagi." Tersenyum manis sambil menarik tangan lelaki itu.
Ketiganya masuk dengan penuh canda dan tawa. Sementara Wardah menangis dikamar, karena sudut bibir kecilnya berdarah terbentur sudut dipan karena didorong oleh ibunya saat masuk kekamar.
"Sayang aku ingin kita segera pindah setelah menikah, dan aku tidak mau anak bekas suamimu itu ikut bersama kita," ucap lelaki itu.
"Mas tenang saja, aku akan urus semuanya." ucap wanita itu.
"Oke besok kamu mas jemput tanpa anak itu." Berdiri merapikan bajunya dan bersiap untuk pulang.
Lelaki itupun pergi bersama putrinya menaiki mobil Brio coklat keemasan.
#Sementara itu dikamar Wardah#
"Klek!" pintu terbuka.
"Wardah dengarkan ibu, besok ibu akan menikah dan kamu tidak boleh ikut ibu karena Om Seno tidak suka kamu." Memasukkan baju Wardah kekoper.
"Wardah nggak mau ditinggal Ma," renggek Wardah.
"Nggak boleh, kamu akan mama titip ke panti Bulek Santi biar nanti mama gampang jenggukin kamu." Melirik Wardah sekilas.
"Sekarang ayo Mama antar!" Menarik tangan Wardah.
"Wardah nggak mau Ma," menghapus air matanya.
"Kamu mau jadi anak durhaka hah, melawan Mama dan tidak mau menuruti Mama?" ucap wanita itu sambil menatap Wardah geram.
__ADS_1
"Ampun Ma, aku nggak mau jadi anak durhaka," ucap Wardah terisak.
"Ya sudah kalau begitu sekarang ikut." Menarik paksa tangan Wardah dan mendudukannya dimotor.
Hujan rintik-rintik tak menghalangi wanita itu untuk mengantar putrinya ke panti. Hanya butuh waktu dua puluh menit mereka sudah sampai, tubuh gadis kecil itu mengigil karena kedinginan.
"Assalamualaikum Bulek," sapa wanita itu.
"Waalaikumussalam, kenapa Rin malam-malam begini mana hujan, lihat kasihan anakmu sudah kedinginan." ucap Santi.
"Justru itu aku mau nitip Wardah disini, aku mau menikah lagi dan suamiku tidak mau Wardah ikut, jadi aku titip disini duku nanti aku akan datang untuk menjemputnya," ucap wanita yang dipanggil Rin oleh Santi.
"Tapi ...." Santi terdiam karena wanita itu segera menjawab.
"Tetapi jangan biarkan siapapun mengambilnya, karena nanti akan aku ambil lagi kalau aku sudah menemukan tempat yang pas buat Wardah," ucapnya.
"Aku pamit." Melirik Wardah sebentar yang sudah berlinang air mata.
Wardah kecil memeluk kaki ibunya namun ditendang olehnya, sehingga pelukannya terlepas. Dan dia segera memacu motornya dikegelapan malam dan hujan deras.
Gadis kecil itu berlari sekuat tenagannya namun apalah dayanya yang masih kecil.
"Ma-maaaaaa ... jangan tinggalkan akuuuuuu," teriak Wardah kecil yang mengoyak derasnya hujan yang membasahi tubuhnya.
Mendengar ceita bu Santi, air mata Ais telah ikut berlinang, diperlukannya erat gadis kecil itu seolah ingin mengatakan padanya untuk tidak bersedih karena ada dia penganti ibunya.
Ikuti terus kisahnya ya love you readers loversku๐
Bersambung....
Sambil menunggu ceritaku yang ini Up baca juga Novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.
Dan karya apik author yang lain :
Fit Fithree Fitri.
Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.
Mengejar Cinta Ariel
Almaira My Secret Wife
My Love My Babysitter
*Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu
Kembar Tidak Identik
*Ergina Putri
Melawan Rasa Takutku
My Heart Is Only For You
*Sudrun
Penjelah Malam
Samudra
*Putri Tanjung
OB Kerudung Biru
*Envy Yo Wesben.
My Princess OG.
*Sisca Nasty
Mafia in Love
*Cindyelvira
Ketika Muslimah Jatuh Cinta
Istri Sholehah
*Karlina Sulaiman
__ADS_1
Mencintaimu Dalam Diam