Nyanyian Takdir Aisyah

Nyanyian Takdir Aisyah
HANIF DAN NARA


__ADS_3

๐ŸŒปTerimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.๐ŸŒป


Keadaan Hanif semakin memburuk, Nara yang setiap hari menunggui Hanif merasa sangat sedih, donor jantung yang diharapkan belum juga ada. Dan orangtua Hanif juga masih belum datang karena memang mereka belum tahu.


Sam tidak berani menelpon kakaknya Mira untuk mengabarkan kalau Burhan telah menembak Hanif dan dalam pikiran Sam Hanif pasti sudah meninggal, ia tak sanggup akan menanggung kemarahan kakaknya itu. Oleh karenanya Sam segera meninggalkan Indonesia dan terbang ke Amrik.


Nara segera menghubungi ayahnya untuk mengetahui perkembangan pencarian pendonor untuk Hanif. Dan karena belum tahu namanya Nara memberikan nama baru buat Hanif yaitu Babang ganteng karena ia sangat menyukai Hanif.


"Ayah.... bagaimana sudah adakah yang akan mendonor karena kondisi Babang ganteng Nara semakin menurun, ayah"Ucap Nara manja.


"Iya Nara sayang, sepertinya besok kita sudah bisa mengoperasiakan malaikat pelindungmu itu karena ayah sudah menemukan jantung yang cocok untuknya"Ucap Burhan.


"Terimakasih ayah, you are the best father for me"Ucap Nara senang.


Nara segera menemui dokter dan menyampaikan kabar yang disampaikan ayahnya. Para dokter bedah terbaik pun sudah didatangkan Burhan untuk menyembuhkan lelaki yang bisa membuat putri kesayangannya jatuh cinta.


Hari operasi pun tiba....


Nara sangat gelisah sedari Babang gantengnya masuk ruang operasi dan sekarang operasinya sedang berjalan ia tak. berhenti momdar mandir.


"Nara sayang... bisakah kau duduk saja, ayah pusing melihatmu seperti sertrika saja bolak - balik sedari tadi apa kamu nggak capek"Tanya ayah pusing.


"Ayahhhhh"Ucap Nara cemberut.


"Nara kan khawatir yah... Babang ganteng kok belum keluar ya"Ucap Nara gelisah.


"Ini operasi besar nak, tentu saja akan memakan waktu yang lama, tak seperti operasi kutil "Ucap Burhan kesal.


"Ayahhhhhh... kok tega sih sama anak sendiri"Sunggut Nara semakin kesal.


Melihat putrinya yang semakin kesal, ayah segera merangkulnya dan mencium keninggnya.


"Ternyata putri ayah sudah dewasa sekarang, sudah bisa jatuh cinta, dan ayah merasa cemburu"Ucap Burhan sambil memeluk Nara.


"Ayah... Nara jadi baper nih"Ucap Nara, buliran bening mengalir dipipinya.


Burhan sangat menyayangi Nara karena sedari kecil Nara sudah tak punya ibu, ibunya sudah meninggal saat melahirkan Nara. Jadi hanya Burhan seorang lah yang telah membesarkannya dengan limpahan kasih sayang . Burhan memutuskan untuk tak menikah lagi karena ia tak mau Nara akan disia - sia kan oleh wanita yang akan menjadi istrinya nanti.


Lampu diruang operasi pun akhirnya sudah hijau kembali yang menandakan operasi telah selesai dan tak lama pintu ruang operasipun terbuka.


"Keluarga Babang"Ucap dokter karena merekanpun tak tahu siapa nama pasien sebenarnya.


"Ya dok"Jawab Burhan.


"Alhamdulillah operasinya berjalan lancar dan berhasil, donor yang anda dapat sangat cocok, sekarang kita hanya menunggu pasien sadar dan akan sedera dibawa ke ruang perawatan"Ucap dokter tersenyum menyalami Burhan.


"Alhamdulillah akhirnya anak muda itu selamat, kalau tidak aku akan menjadi pembunuh yang kejam karena membunuh orang yang tak bersalah"Ucap Burhan.


Burhan segera memberitahu Nara, sekarang pujaanya sudah akan dipindahkan keruang perawatan. Karena Nara disuruh Burhan untuk makan dan istirahat. Ia sangat salut pada putrinya karena rasa cintanya ia sanggup menunggui pemuda itu tanpa istirahat dan sifat sangat peduli terhadap orang lain itu menurun dari mendiang istrinya.


Sekarang Burhan sudah merasa tenang dan ia baru teringat jika ia belum menghubungi Rey atau Biyan, apa misi mereka berhasil.


"Halo.. Rey.. ini om Burhan, bagaimana misi kalian apa berhasil"Tanya Burhan.


"Iya om alhamdulillah, misi kami untuk menemukan Ais berhasil tetapi kami sudah kehilangan Ais sekali, dan aku pun tertembak"Ucap Rey masih sedikit lemah.


"Bagaimana kalian bisa tertembak, mengapa anak buah om tidak melindungi kalian"Ucap Burhan geram karena anak buahnya tak becus.


"Bukan begitu om, anak buah om sangat baik dalam bertugas"Ucap Rey.


Akhirnya Rey menceritakan semua kejadian yang dia dan Ais alami dengan detil, dan itu membuat Burhan sangat sedih dia teringat detik - detik istrinya mengehembuskan nafas terakhirnya.


*****


Flash back...


" Mas...aku rasanya sudah nggak kuat... aku titip putri kita mas... berikan ia Nara yang bila. digabungkan dengan namaku artinya kembali... kau akan melihat diriku didalam putri kita"Ucap Sayo istri Burhan.


Burhan tak mampu untuk berkata - kata mulutnya seolah telah terkunci, hanya genggaman tangannya yang memegang tangan istrinya semakin erat seolah berkata jamgan pergi.


"Mas... kenapa wajahmu memjadi semakin gelap... peluk aku mas... aku kedinginan... mas... "Ucap Sayo.


Burhan memeluk istrinya dengan erat, dan akhirnya mata sayu milik Sayo tetutup untuk selamanya, ia meninggal karena pendarahan hebat sebab ternyata Sayo sebenarnya tak boleh melahirkan tetapi ia sangat ingin memberikan Burhan keturunan.


Sejak ke pergian istrinya Burhan sangat menyayangi Nara, dan itu lah alasan Burhan untuk bertahan hidup hingga saat ini.


*****


Burhan sudah menceritakan kondisi Ais pada Nara, dan ia berjanji setelah Babang gantengnya sadar ia akan meminta ayahnya untuk memindahkannya ke rumah sakit di kota A agar ia bisa menjemgguk Ais.

__ADS_1


Alhamdulillah setelah beberapa hari tak sadarkan diri kini Hanif telah sadar.


"Haus... "Ucap Hanif.


Itu adalah kata pertama yang diucapkan Hanif setelah sadar, dan ia belum sepenuhnya sadar.


"Akhhh... sakit sekali dada dan kepalaku"Ucap Hanif.


"Babang.. kamu jangan banyak bergerak dulu, kamu sudah lama tertidur sejak tertembak waktu itu"Ucap Nara.


"Kau... kau.. gadis itu kan, apa kamu baik - baik saja"Tanya Hanif khawatir.


"Aduh babang.. kamu so sweet banget sih, baru sadar udah mengkhawatirkan aku"Ucap Nara bersemu merah.


Jantung Nara berdetak hebat, saat matanya menatap mata Hanif. Nara yang cuek dan kutu buku ternyata sangat agresif dalam urusan cinta.


Nara mendekati tempat tidur Hanif dan duduk disampingnya. Hanif merasa aneh saat Nara menggemggam erat tangan Hanif. Sebab Nara adalah gadis pertama yang menyentuhnya selain ibunya. Hanif pun selalu menjaga dirinya seperti Ais menjaga dirinya.


Habif segera menarik tangannya namun tak bisa karena Nara mengenggamnya sangt erat.


Jantung Hanif pun disusupi rasa yang aneh, jantungnya mulai berdetak lebih cepat.


"Maaf... boleh tahu namamu"Ucap Hanif mengalihkan perhatian berharap tangannya akan segera terlepas.


"Nara... namaku Nara, dan aku imgin mengucapkan ribuan terima kasih karena telah menolongku"Ucap Nara tersenyum manis.


Gadis ini manis juga saat tersenyum, mengingatkan ku pada Ais, entah bagaimana kabarnya sekarang, batin Hanif.


"Aku lapar"Ucap Hanif dan ini berhasil membuat tangannya terlepas, Hanif merasa lega.


Sambil menunggu Nara menyiapkan makannya Hanif mengajaknya mengobrol.


"Nara... apa papa dan mamaku datang menjengukku"Tanya Hanif penasaran.


"Maaf... aku nggak tahu bagaimana harus menghubungi orangtuamu, jadi sepertinya mereka tidak tahu kau sakit"Ucap Nara.


"Babang ganteng ini siapa namamu"Ucap Nara.


"Namaku Hanif.. papaku Bayu dan mamaku Mira, aku tinggal dikota A tetapi karena kuliah dijerman maka sementara aku menetap dijerman dan sekarang aku pulang liburan, dan tak disangaka aku jadi sakit begini"Jelas Hanif.


Tanpa Nara dan Hanif sadar bahwa Burhan sudah mendengar semuanya.


"Nara sayang"Ucap Burhan sambil mencium kening putrinya.


"Dan kau bagaimana kabarmu"Ucap Burhan.


"Aku sudah baikan om"Ucap Hanif, ia tidak tahu Burhan lah yang telah menembaknya.


"Jadi kau anak Bayu dan Mira"Ucap Burhan.


"Apa om kenal"Tanya Hanif.


"Ya... dan om akan segera menghubungi mereka, dan nanti kita akan bertemu merwka dirumah sakit dikota A saja"Ucap Burhan.


"Sekarang besiap lah kita akan berangkat ke kota A"Ucap Burhan sambil meninggalkan kabar Hanif.


Nara membantu Hanif untuk bersiap, dan Hanif akan diberangkatkan dengan mobil helikopter khusus agar tidak menambah sakitnya. Dan Burhan segera menghubungi orangtua Hanif.


"Bayu....apa. kabar kalian, ini aku. Burhan"Ucap Burhan.


"Hei Burhan.. apa. kabar.. kami. baik - baik saja sekarang sedang dalam perjalanan mah ke kota A"Ucap papa Hanif.


"Baguslah kalau demikian kita bertemu dirumah sakit kita A, karena putrmu Hanif ada bersamaku dia baru saja sadar karena tertembak, dan sekarang aku sudah memberikan transplantasi jantung untuk anakmu"Jelas Burahan.


"Maksudmu apa..aku tidak mengerti"Ucap Papa Hanif.


"Sebaiknya kamu menurut saja biar semuanya jelas"Ucap Burhan dan langsung mematikan telponnya.


Bayu segera memberitahukan Mira istrknya tentang Hanif. Mira terlihat sangat shock dan ia teringat Sam yang sudah lama tak memghubunginya.


"Tut... tut... "Suara telpon Sam tersambung, namun tak diangkat. Mira sangat kesal pada Sam.


"Awas kamu Sam, kalau Hanifku terluka karenamu"Ucap Mira.


*****


Rumah sakit A...


Hanif sudah dimasukkan ke ruang perawatan yang juga tak jauh dari kamar Ais dan Rey.

__ADS_1


Dan Nara dengan setia mengurusi Hanif dengan penuh cinta, dan Hanifpun punya sedikit rasa terhadapnya namun bukan cinta karena cintanya hanya untuk Ais.


Akankah Nara bisa membuat Hanif jatuh cinta padanya...


Apa yang akan terjadi saat Mira bertemu Ais dan Rey...


Bagaimana nasib Samuel...


ikuti terus kisahnya ya...


Thanks for reading...


Makasih juga like, komen, and votenya.


Kasih komennya dong... karena komen kalian adalah kebahagian buat Aouthor.


Semoga readers loversku sehat dan bahagia selalu.


Tanpa kalian Author bukanlah apa - apa


๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Salam Manis,


๐Ÿค—


Author.


Sambil menunggu ceritaku yang ini Up baca juga Novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.


Dan karya apik author yang lain :


Fit Fithree Fitri.


Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.


Mengejar Cinta Ariel


Almaira My Secret Wife


My Love My Babysitter


*Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu


Kembar Tidak Identik


*Ergina Putri


Melawan Rasa Takutku


My Heart Is Only For You


*Sudrun


Penjelah Malam


Samudra


*Putri Tanjung


OB Kerudung Biru


*Envy Yo Wesben.


My Princess OG.


*Sisca Nasty


Mafia in Love


*Cindyelvira


Ketika Muslimah Jatuh Cinta


Istri Sholehah


*Karlina Sulaiman


Mencintaimu Dalam Diam

__ADS_1


__ADS_2