
🌻Terimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.🌻
Kelompok Samuel dan Mira sudah mengetahui bahwa yang melaporkan kasus Rani adalah Nara si kutu buku dikampus mereka, namun mereka tidak mengetahui bahwa Nara adalah anak Burhan yang juga merupakan saingan mereka didunia hitam perbisnisan. Mereka berencana untuk menculik dan menghabisi Nara. Strategi pun sudah disusun dengan matang.
"Bagaimana Bewok (Lelaki tegap yang menjadi pemimpin regu penculikan Ais) , apa rencanamu untuk menculik gadis itu sudah matang, aku tidak mau kau gagal lagi seperti kemarin"Ucap Sam
"Tolong sebutkan titik jemput gadis itu"Ucap Sam lagi
"Kali ini gadis itu tak akan bisa lagi bertindak lancang, dan nikmati harimu dilubang tanah anak ingusan"Ucap Sam sambil tertawa terbahak - bahak.
Sam tidak menyadari jika Hanif mendengar semua percakapan nya dengan bewok yang berencana akan menculik seorang gadis.
Hanif memutuskan untuk mengikuti pamannya karena ia khawatir yang akan diculik dan dihabisi pamannya adalah Ais orang yang sangat ia sayangi.
*****
Mobil paman pun segera meluncur dan Hanif mengikutinya dari belakang, tanpa sepengetahuan paman tentunya. Mereka tiba disebuah kampus PAUD, semua yang belajar disini adalah perempuan.
Apa Ais kuliah sekarang, kau sangat hebat Ais bisa mewujudkan keinginanmu untuk kuliah, batin Hanif.
Tak lama Hanif melihat anak buah pamannya sudah membawa seorang gadis secara paksa, kalau dilihat sepintas memang mirip Ais, karena hari itu Nara berkepang dua, sedangkan Hanif belum tahu kalau Ais sudah berhijab sekarang.
Mobil paman dan anak buahnya segera melaju menuju markas Samuel yang ada diluar kota A, sangat jauh dari keramaian.
Untuk sementara Sam kurang fokus untuk mencari Ais, hanya anak buahnya saja yang dikerahkan untuk memcari keberadaan Ais. Saat ini mereka fokus untuk melenyapkan Nara.
Tanpa mereka tahu Hanif juga sudah sampai dirumah tua itu dan bersembunyi, ia akan menunggu saat yang tepat untuk membantu gadis yang dikiranya Ais.
*****
Kediaman Burhan...
Burhan tak menyadari jika putrinya belum kembali, karena ia sibuk mencari keberadaan Ais, mereka semua binggung karena tak ada petunjuk yang akan memberi titik terang pada mereka.
Saat itu lah tiba - tiba anak buahnya membisikkan sesuatu dan menunjukkan rekaman penculikan Nara, yang membuat Burhan sangat murka apa lagi dia sangat mengebal plat mobil milik Sam yang merupakan musuhnya.
"Kita harus merubah rencana"Ucap Burhan tiba - tiba, semua heran menatap tak percaya sampai akhirnya Burhan menunjukkan video penculikan putrinya Nara.
Saat semua sedang kebinggungan tiba - tiba Rey berteriak senang.
"Aku tahu... Aku ingat sesuatu... Kita bisa melacak keberadaan Ais"Ucap Rey yang membuat semua penasaran bagaimana Rey tiba - tiba punya petunjuk.
"Bagaimana kita akan melacaknya "Ucap Burhan
"Aku pernah memberikan Ais sebuah liontin, dan didalamnya aku ingat sudah memasang alat pelacak berupa chip yaitu inisial nama aku dan Ais"Ucap Rey bersemangat.
"Kenapa baru ingat sekarang Rey, coba kau ingat lebih awal pasti Ais sudah ditemukan sekarang"Ucap Biyan.
"Maaf karena panik aku tak bisa berfikir"Ucap Rey
Anak buah Burhan segera melacak Chip yang ada diliontin Ais, dan....
"Ketemu... Titik lacak berada disebelah Timur kota A, tepatnya sebuah hutan lebat yang sangat jarang terjamah, dan sepertinya ia berada disebuah lubang entah gua atau kayu yang besar"Ucap anak buah Burhan.
"Semua cepat bergerak kita bagi menjadi dua tim yang satu untuk menyelamatkan Ais, dan satu tim lagi ikut saya untuk menyelamatkan Nara, dan jangan lupa persenjatai diri kalian dengan senjata api, mari ikut saya ke gudang"Ucap Burhan
Mereka semua memgikuti Burhan, Biyan dan Rey menatap takjub begitu gudang terbuka, aneka senjata api dengan berbagai tipe, dan berbagai laras panjang atau pendek Semua tersedia dengan lengkap.
Setelah persiapan mereka lengkap, kedua tim segera berpisah dan menuju titik jemput masing - masing, suasana sangat tegang mereka seolah akan berperang melawan penjajah saja.
*****
Kediaman Hanif...
__ADS_1
"Pa.. Apa papa melihat Hanif, sedari tadi perasaan mama belum lihat"Ucap mama heran.
"Iya hanya tadi pagi papa melihatnya, ia sudah berpakaian rapi seperti mau pergi"Ucap papa
Gawat jangan - jangan ia akan ketempat Ais, batin mamanya
"Pa..mama telpon Hanif dulu ya, Habis itu baru kita berangkat melihat perusahaan kita yang ada dikota C "Ucap mama.
Berkali - kali mama menelpon Hanif namun HPnya nggak bisa ditelpon karena diluar jangkauan. Kemudian mama menelpon Sam adiknya.
"Hallo... Sam apa rencanamu berjalan lancar, aku khawatir Hanif keluar dari rumah dan nggak bisa dihubungi, aku takut ia ketempat Ais"Ucap mama khawatir.
"Rencanaku sudah terlaksana tinggal menunggu untuk eksekusi bocah ingusan itu, dan masalah Hanif biar anak buahku nanti yang cari, kakak tenang saja"Ucap Sam
*****
Markas Samuel...
"Siap - siaplah kita eksekusi sekarang saja anak itu, karena kita harus mencari Hanif dan juga Ais"Ucap Sam.
Mereka yang didalam markas tidak tahu jika diluar sudah terjadi baku hantam karena pasukan Burha sudah datang, anak buah Sam yang hanya beberapa saja yang berjaga diluar kewalahan mengahadapi pasukan Burhan yang memang berjumlah puluhan dan semuanya terlatih.
Dengan mudah mereka masuk dan mulai berperang satu sama lain, korban mulai berjatuhan dikedua. Belah pihak karena saling baku hantam, Suara desingan peluru memenuhi ruangan itu.
Dan saat itu lah Hanif segera berlari untuk menyelamatkan gadis itu, naasnya Burhan melihat Hanif berlari menuju salah satu kamar yang memang dihuni oleh Nara, Burhan mengira Hanif adalah salah satu anak buah Sam yang akan menghabisi putrinya.
"kamu yang tenang ya.. Aku akan menyelamatkan kamu, aku tidak tahu jika pamanku tega melakukan ini pada seorang gadis"Ucap Hanif sambil membuka ikatan Nara.
Burhan yang melihat anaknya tanpa pikir panjang dan bertanya langsung melepaskan tembakan ke arah Hanif dan itu disaksikan Sam yang baru akan menghabisi gadis itu.
"Dorrrr "suara tembakan dari pistol Burhan tepat mengenai punggung Hanif dan seketika Hanif berteriak.
"Asstaqfirulla... Ya Allah akhkk... "Teriak Hanif roboh tepat dipelukan Nara.
"Sayanggg apa kau baik - baik saja"Tanya Burhan.
Nara menagis histeris.
"Ayah mengapa menembaknya"Sambil memeluk Hanif.
"Ayah hanya tak ingin dia menghabisimu"Ucap Burhan.
"Ayah salah... Justru dia yang menolong Nara yah, dia mau membawa Nara keluar dari tempat ini dan membuka ikatan Nara"Ucap Nara sambil menagis.
"Yah sudah kalau begitu kita bawa dia kerumah sakit segera, ia belum mati"Ucap Burhan.
"Kalian bereskan semua jangan ada. Sisa, dan jangan tinggalkan jekak apapun tentang kita"Ucap Burhan dan segera membawa Hanif dan Nara ke rumah sakit terdekat.
*****
Hutan...
Rombongan Rey dan Biyan telah menyusuri hampir semua bagian hutan, namun belum ada titik terang, sampai saat mereka beristirahat dibawah pohon besar tiba - tiba alat pelacak yang mereka gunakan bersinar terang itu artinya Ais berada tak jauh dari tempat mereka sekarang.
Baru saja akan tenang mereka dikejutkan dengan suara tembakan dan salah satu teman mereka menjadi korban, mereka segera bersembunyi ternyata anak buah Sam lah yang telah menyerang mereka, baku hantam dihutan pun tak dapat di elakkan, mereka segera menyebar untuk mengalihkan perhatian musuh, sedang Rey fokus untuk mencari Ais.
Sinyal lacak itu pun semakin terang, dan akhirnya didalam lubang sebuah kayu...
"Ya Alalh... Aisku..."Ucap Rey menagis haru dan segera menarik tubuh Ais keluar. Rasa sesak memenuhi relung hati Rey masih jelas teringat olehnya senyum Ais yang manis, sekarang wajah itu sangat pucat, disudut bibirnya ada bekas darah yang sudah mengering, tangan yang dan kaki yang penuh luka dan lebam.
Rey segera mengendong Ais ala bridal stile dan segera berlari menjauh dari baku hantam, ia segera memghubungi Biyan.
"Yan... Posisi Ais sudah aman segera meninggalkan tempat"Ucap Rey.
__ADS_1
Rey tidak menyadari jika dibelakangnya sudah bersiri bewok dan kumis yang siap menembaknya.
Rey hendak menurunkan Ais dari gendongannya tiba - tiba Ais tersadar.
"Kak Rey... Awasss"Ucap Ais yang posisinya sudah didirikan Rey tepat didepannya dan...
"Dorrrr"sebuah timah panas tepat bersarang rusuk Ais, seketika Ais roboh.
"Aisssss"Teriak Rey yang baru akan menarik pelatuk dan...
"Dorrrr"Timah panas itu juga memgenai dada Rey, dan Rey pun tersungkur ia masih berusaha mengapai tubuh Ais dan akhirnya semua menjadi gelap.
Rombongan Biyan yang baru datang merasa tak percaya melihat Ais dan Rey telah besimbah darah, setelah diperikasa mereka masih bernafas, tetapi kondisi Ais sangat lemah. Mereka segera melarikan Ais dan Rey serta korban lainnya kerumah sakit.
Sambil menunggu ceritaku yang ini Up baca juga Novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.
Dan karya apik author yang lain :
Fit Fithree Fitri.
Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.
Mengejar Cinta Ariel
Almaira My Secret Wife
My Love My Babysitter
*Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu
Kembar Tidak Identik
*Ergina Putri
Melawan Rasa Takutku
My Heart Is Only For You
*Sudrun
Penjelah Malam
Samudra
*Putri Tanjung
OB Kerudung Biru
*Envy Yo Wesben.
My Princess OG.
*Sisca Nasty
Mafia in Love
*Cindyelvira
Ketika Muslimah Jatuh Cinta
Istri Sholehah
*Karlina Sulaiman
__ADS_1
Mencintaimu Dalam Diam