
🌻Terimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.🌻
*****
Panggung Lomba ....
Kemudian Reza meminta izin pada MC untuk berbicara.
"Assalamualaikum dan selamat pagi menjelang siang semuanya. Pertama-tama maafkan saya karena lancang berdiri dan berbicara dipanggung ini. Hadirnya saya disini untuk menepati sebuah janji, karena teman saya pernah perpesan kalau janji itu adalah hutang, dan hutang itu wajib dibayar, maka hari ini saya memenuhi janji itu dengan membatalkan penerbangan kami. Dan juga ini adalah ungkapan rasa syukur karena dengan menepati janji Allah telah menghindarkan kami sekeluarga dari maut. Pesawat yang seharusnya membawa kami ke Belanda, semalam meledak saat akan landing. Untuk itu izinkan kami berterimakasih kepada sahabat dan anakku yang selalu menghkawatirkan kami, juga rasa syukur yang tiada tara pada Allah SWT. Sekali lagi selamat buat anandaku Muhammad Alif." Meraih Alif dalam pelukannya. Dan semua yang hadirpun ikut menangis haru.
Alif kecilpun memeluk Reza dengan erat, sedari tadi malam ia mengkhawatirkan mereka dan akhirnya Allah mengabulkan semua permintaannya. Keselamatan keluarga papanya dan kemenangan yang dapat membahagiakan kedua orangtuanya.
Kini pembagian hadiah telah dilangsungkan dan untuk juara 1 akan mewakili negara tercinta bertanding di kancah dunia, dan itu akan dilaksanakan enam bulan lagi di negeri nan suci Arab Saudi. Untuk itu mulai saat ini ananda Alif akan dibimbing oleh para hafizh yang telah berpengalaman. Semoga dalam waktu 6 bulan ananda Alif dapat menambah hafalannya paling tidak sampai 15 juz.
Sebagai hadiah juara 1 hafiz cilik antar propinsi ini ananda Alif mendapatkan sejumlah uang, tropi, bingkisan, dan sertifikat, serta mendapat hadiah tambahan dari bapak menteri agama kita berupa umroh ketanah suci bersama kedua orangtuanya. Mereka akan di berangkatkan pada bulan depan, karena akan mengurusi pasport dan sebagainya terlebih dahulu.
Kini mereka sudah menjalani semua sesi dari mulai pengumuman, bagi hadiah, hingga sesi foto-foto. Setelah semua rangkaian acara selesai, mereka bersiap untuk pulang. Namun di wajah Ais bukanlah kegembiraan yang tampak melainkan kedukaan. Dan ini membuat semua bertanya-tanya. Namun tidak ada yang berani menanyakannya kecuali kekasih hatinya, Rey.
Akhirnya Rey memberanikan diri untuk menanyakan perihal kemurungan istrinya. "Ayang ... kenapa?" Mengangkat dagunya sebagai simbol kalau dirinya bertanya dan menunjuk kearah istrinya.
Aispun tersenyum untuk menutupi kekalutan hatinya." Hmm ... aku nggak apa-apa kok, Yang. Cuma antara percaya dan tidak saja Reza dan keluarga bisa bersama kita disini, saat ini." Menatap suaminya.
*Kamu masih saja seperti yang dulu, selalu menutupi masalahmu, agar orang tidak khawatir dan tidak tahu masalahmu. Bagaimanapun aku harus mencari tahu apa yang menyebabkanmu murung. Aku tahu itu bukan Reza atau Nara, tapi yang lainnya.*
Mobil Rey telah melaju menuju kekediaman mereka. Namun di tengah perjalanan Alif meminta Ayahnya untuk berhenti.
"Abi bisakah kita berhenti sebentar?"
"Iya ... iya, tapi kenapa?" Menatap putranya melalui kaca spion, yang duduk dipangkuan Reza.
Aispun menatap heran pada putranya, sembari Rey melambatkan laju mobilnya sebelum akhirnya menepi dan berhenti.
"Kenapa Sayang?" tanta Ais pada putranya.
"Berapa uang hadiah yang Babang dapat?" Memandang Ais dan Rey bergantian. Begitu juga dengan keduanya saling pandang karena merasa penasaran. Tidak hanya Rey dan Ais yang penasaran, melainkan Reza, Nara, dan Burhan juga.
"Babang mau beli sesuatu dengan uang itu?" tanya Rey penasaran.
"Nggak Abi, tapi kita beli amplop ya, dari anak itu!" Menunjuk seorang anak yang merupakan pedagang asongan yang menjual amplop dan tisue.
"Sebentar, umi cek dulu." Mengambil amplop uang hafih lomba.
"Uang hadiahmu ada 50 juta, Sayang!" Tersenyum menatap putranya.
"Babang mau beli amplop dan tisue anak itu, Umi!"
"Baiklah, mau beli berapa Babang shalih?"
"Semuanya Umi, kasihan dia sudah kepanasan dan belum ada yang laku sepertinya, sekalian kita ajak makan diwarung depan ya, Umi-Abi!"
Semua saling berpandangan dan tersenyum bangga pada Alif."Iya Sayang," jawab mereka.
Dengan senang hati Alif membuka kaca mobil dan melambai pada anak pedagang asongan tersebut. Melihat Alif melambainya ia segera berjalan mendekat.
"Mau beli amplop, apa tisue Dek?" tanyanya ramah.
"Saya mau keduanya, Kak!"
"Berapa kotak amplopnya, dan berapa ball tisuenya?"
"Aku mau semuanya." Tersenyum ramah.
"Wah beneran? Alhamdulillah yaa Allah. Akhirnya ada yang borong, aku bisa makan enak hari ini," ucapnya tersenyum bahagia.
__ADS_1
"Teman Kakak, ada berapa?"
"Kalau yang sama jualan ini, ada 10 orang tapi kalau ditempat tinggal Kakak ada 20 orang jadinya. Kenapa?"
"Apa tempat tinggal Kakak jauh dari sini?"
"Hmmm nggak terlalu jauh kok, kenapa?"
"Kakak panggil semuanya ya, kita makan siang bersama diwarung depan itu!" Menunjuk sebuah warung makan tidak jauh dari mobil Alif terparkir.
"Kamu beneran Dek?"
"Iya Kak, kebetulan hari ini aku dapat rezeki yang lumayan. Kata umiku kita harus menyedekahkan sebagian rezeki yang kita dapat pada orang-orang yang membutuhkan."
"Baiklah, tunggu ya! Kakak panggil mereka dulu, tapi ini benern ya?" Masih merasa tidak percaya.
Akhirnya Rey yang meluruskannya."Iya Nak, ini benar kok, cepatlah! Panggil teman-temanmu, kami tunggu ya!"
Dengan anggukan kepala dan senyum lebar yang menghiasi wajahnya, sang anak asongan berlari menjauh dari mobil Rey. Ia segera menuju rumah kosong yang mereka jadikan tempat tinggal.
Tidak butuh waktu lama, datang lah 20 orang anak dengan pakaian compang-camping dan kumel. Mereka menjadi ragu untuk melangkah kewarung makan yang Alif janjikan, pasalnya mereka menyadari penampilan mereka pasti akan membuat orang lain risih dan jijik.
Melihat teman-teman asongan itu berhenti, Alif segera keluar untuk menjemput mereka."Ayo masuk! Kenapa berhenti? Tenang saja, tidak akan ada orang lain yang makan disini, hanya kita saja." Menarik salah satu tangan anak asongan tersebut.
"Tapi Dek ...." Sambil mengikuti Alif berjalan karena tangannya di tarik Alif.
"Nggak ada tapi-tapian, ayo Kak!" Kembali menarik tangan anak pedagang asongan yang tadi bersamanya.
Kini mereka semua ikut melangkah bersama Alif, namun saat tiba didepan warung, para pelayan menatap mereka dengan pandangan seolah jijik, dan menutup hidung. Melihat itu Ais segera Menghampiri mereka.
"Kenapa Mbak?"
"Mereka kenapa menyerbu tempat ini? Bau dan sangat dekil." Masih menutup hidung.
"Tapi mereka semua adalah tamu kami yang harus kalian sambut, bukan kalian hina dengan berkata kasar dan menutup hidung, restoran ini kami booking hanya untuk menjamu mereka, atau bookingnya mau kami batalkan saja?"
"Mari adek-adek silahkan." Membukakan pintu lebar-lebar."
Semua anak-anak jalanan itu ragu-ragu melangkah mengikuti Alif yang mengandeng mereka tanpa ragu dan malu. Dan itu membuat Ais bangga pada putranya.
"Ayo semua silahkan duduk, pilih saja mau duduk dimana!" ucap Ais dan Rey ramah.
"Tan, apa kami boleh minta sesuatu?"
"Oh ya, tentu saja. Kalian mau minta apa?"
"Apa kami boleh mandi dulu, biar wangi?"
Mendengar permintaan anak-anak jalanan yang menjadi pedagang asongan itu, membuat Ais dan Rey saling berpandangan. Begitu juga dengan Reza, Nara, dan juga Burhan.
"Ya udah kalian boleh mandi, di kolam renang itu, biar tante minta disiapkan sabun dan shampo juga buat kalian ya." Beranjak dari duduknya.
"Tapi ...?!
"Kenapa?" Menatap anak asongan yang tadi bersama mereka.
"Kami tidak punya baju ganti." Menunduk lesu.
Ais tersenyum dan menatap suaminya. Rey menganggukkan kepalanya tanda mengerti apa yang di minta istrinya.
"Sudah, biar kami yang melakukannya." Reza segera mengeluarkan ponselnya.
"Oke! Ayo semua kita menuju kolam renang." Ais mengajak mereka semua.
__ADS_1
Wajah-wajah polos mereka tampak gembira, semua berangkat menuju kolam renang. Mereka semua mulai berenang dengan gembira. Mungkin seumur hidup mereka ini baru pertama kali mandi di kolam renang yang sangat indah.
Sementara itu Reza dan Nara telah memesan baju ganti untuk anak-anak tersebut, sesuai dengan ukuran badan mereka masing-masing. Tak perlu waktu yang lama, baju-baju pesanan mereka sudah datang, dan hampir menghabiskan uang jutaan, namun itu bukanlah apa-apa bagi Reza dan Nara.
Setelah selesai mandi mereka semua berganti pakaian. Sekarang sudah wangi dan rapi. Barulah mereka makan bersama, penuh dengan rona bahagia yang tiada terperi dari wajah anak-anak pedagang asongan itu. Dan Rey serta Ais berencana untuk membawa mereka semua kepanti bu Wati. Karena ternyata mereka semua sudah banyak yang yatim piatu, ada pula yang ditelantarkan orang tuanya karena ditinggal merantau kepulauan seberang untuk mencari nafkah karena kesulitan ekonomi. Ais dan Rey mengiginkan kehidupan yang lebih baik untuk masa depan mereka. Jika mereka di panti maka mereka akan disekolahkan, dan ada yang mengurus serta menjaga mereka. Sebab Rey dan Ais adalah donatur tetap di panti Al Barkah yang dikelola oleh bu Wati.
Ini semua karena Ais dan Rey teringat sebuah hadis tentang membahagiakan orang lain yang merupakan amalan yang paling dicintai oleh Allah.
Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya. (HR. Thabrani di dalam Al Mu’jam Al Kabir no. 13280, 12: 453. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana disebutkan dalam Shahih Al Jaami’ no. 176).
Bagaimana dengan kita? Semoga kita pun bisa membantu saudara-saudara kita sesuai dengan kemampuan kita masing-masing, yang penting ikhlas dan diniatkan semata-mata untuk beribadah bukan riya atau pamer.
Bersambung.....
Terimakasih sudah membaca.
Sambil menunggu novelku yang ini terbit, baca juga yuk novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.
Dan Novel Author lain yang tak kalah menarik.
Fit Tree Fitri.
Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.
Mengejar Cinta Ariel
Tabib Cantik Bulan Purnama
*Ergina Putri
Melawan Rasa Takutku
Putri Asisten Pribadiku
* Putri Tanjung
OB Kerudung Biru
*Envy Yo Wesben.
My Princess OG.
* Karlina Sulaiman
Mencintaimu dalam Diam
Kembali
*WIB (Write in Box)
Ya Dia Istriku
*Khauma
I Love My Army Wife
*Syala Yaya
Istri Kedua Tuan Krisna
*Laura V
Sang Penggoda
__ADS_1
*Bintun Arief
Terjebak Cinta Brondong