
Setelah menerima telepon dari Ais dengan semangat Rey melahap semua makanan yang telah disiapkan oleh Maria dan Bibi. Setelahnya Rey segera meminta Biyan untuk membantunya bersiap membersihkan dirinya mulai dengan mencukur bulu yang telah memenuhi wajahnya sampai kemudian merapikan rambutnya. Setelah dirasa cukup kini Rey beristirahat dirumah sambil banyak memakan buah , sayuran, dan vitamin. Semua dia lakukan untuk menyiapkan dirinya agar besok bisa segera sehat dan bisa menyambut kepulangan istri dan anaknya.
Semua penghuni rumah telah disibukkan oleh Rey yang meminta mereka semua untuk menyambut kepulangan Ais dan Alif putra kesayangnnya. Mulai dari menghias rumah sampai dengan menyiapkan semua bahan makanan untuk membuat makanan kesukaan Ais dan Alif.
Meskipun orang yang akan disambut belum datang namun suasana rumah kini sudah tampak berwarna dan hangat, karena semangat hidup dari seorang Rey yang kini menggebu. Kecintaanya pada anak dan istrinya melebihi cintanya pada dirinya sendiri. Jadi semua yang Rey rasakan sangat wajar.
Sementara itu di India...
Wajah Ais tampak berseri karena rasa bahagia hatinya terpancar melalui rona wajahnya. Dan ini membuat Reza gembira bercampur sedih. Reza gembira karena orang yang sangat dicintainya bahagia, sedih karena ia tak bisa memiliki cinta kekasihnya itu. Namun Reza kini belajar untuk menerima kenyataan bahwa cinta tak harus memiliki, cukup merasakan bahagia bila orang yang kita cintai bahagia.Kini Reza mengajak Ais dan Alif untuk berjalan -jalan menikmati indahnya kota India.
"Za !" Kita akan kemana ini?"
"Aku ingin mengajak kalian ke Tajmahal, nanti kalau kau sudah bersama Rey mintalah dia untuk membawamu kembali ke Tajmahal karena kepercayaan masyarakat sekitar itu akan mengekalkan cinta kasih pasangan."
"Semua tergantung pada kepercayaan kita masing - masing Za, cinta kasih kita akan kekal jika kita mencintai karena Allah."
"Iya Ais, apakah Allah masih menyisakan aku satu wanita sepertimu, agar aku bisa move on darimu."
"Yakinlah pada Allah, bahwasannya lelaki yang baik akan mendapatkan wanita yang baik pula, jika ingin mendapatkannya perbaikilah diri kita dulu, inshaa Allah semua akan dipermudah nanti."
"Terimakasih Ais, kau memang selalu bisa memberikan jawaban atas semua pertanyaanku tanpa menyinggung perasaanku."
"Sebaiknya kita cepat berkeliling jadi nanti sebelum magrib kita sudah sampai dihotel, soalnya kasihan kalian pasti akan sangat kelelahan."
"Iya Za, sebelum berkeliling kita singgah dulu ya ke gazebo ditepi kebun bunga itu, Alif tampaknya sudah sangat lelah, aku ingin membaringkan Alif disana."
"Oke kita mampir kesana."
"Subhanallah tempat ini sangat indah, sungguh ciptaan Allah yang sangat patut disyukuri, bunga - bunga yang bermekaran beraneka warna, benar - benar seperti syurga dunia."Ucap Ais takjub.
*Seandainya aku kesini bersama kak Rey tentu aku akan lebih bahagia lagi, berlarian diantaran hamparan lautan bunga, bisa bersandar dipundak kak Rey yang menenangkan, seperti Rahul dan Kajol, ehmmm ya Allah rasanya aku ingin terbang.
Ya Allah jika kau masih menyisakan satu wanita sholehah seperti Ais untukku tolong segera pertemuan aku dengannya, aku akan memboyongnyan ke India juga ,aku ingin mengulang hari ini dengan dia yang akan menjadi pendampingku*.
Tak terasa hampir seharian mereka berkeliling dan sekarang tibalah mereka dihotel untuk melepas lelah, dan Alifpun sudah tertidur. Dengan telaten Ais mengganti baju Alif, membersihkan tubuhnya dengan air hangat dan handuk kecil, kemudian menggantikan pakaiannya. Sehingga Alif kecil bisa tidur dengan nyaman.
Sementara Reza memperhatikan semua yang Ais lakukan.
"Ais."Apa nanti kalau aku menikah dan punya anak, maka istriku akan melakukan hal yang sama seperti yang kau lakukan pada Alif. "
"Tentu saja Za, semua ibu akan melakukan hal yang sama terhadap anaknya."
"Mengapa? "Apa kamu sudah punya niat menikah? "
"Iya kalau niat sudah sejak lama ada tapi nggak mungkin terpenuhi kamu kan sudah menikah Ais."Sambil menunduk.
__ADS_1
"Maksudku dengan gadis yang lain Za, bukan aku."
"Semoga saja Allah masih menyisakan satu wanita sepertimu Ais."
"Aamiin, sudahlah Za sabaiknya kita segera tidur, aku sudah tak sabar rasanya menunggu hari esok." Sambil tersenyum manis.
Ya Allah sebegitu bahagianya Ais akan bertemu Rey, selama ini aku sudah salah menduga kalau Rey sering membuat Ais menangis. Maafkan aku Ais.... Rey.
Kini mereka telah berlayar menuju pulau mimpi masing - masing, menanti esok yang akan menjadi langkah awal bagi mereka tuk memulai kehidupan mereka masing - masing
Keesokan Hari.....
***** Amrik *****
Sebelum subuh menyapa Rey sudah terbangun. Kini kediaman mereka telah disulap seperti akan ada pesta yang sangat meriah.
Kondisi Rey kini membaik lebih cepat, hal ini karena rasa bahagia yang bersumber dari hatinya. Hampir semalaman Rey tidak bisa memejamkan matanya karena hanya bayangan Ais saja yang memenuhi benaknya. Semua kenagan mereka terputar rapi seperti slide film dalam pikiran Rey, dari sejak pertama mereka bertemu waktu SMP, saling pandang dan mengirim surat, lalu bertemu dan kemudian berpisah saat SMA, bertemu kembali saat Rey kuliah karena Ais berteman dengan Maria, lalu berpisah kembali kemudian bertemu lagi dan langsung menjadi kekasih halal karena sesuatu hal, dan kini setelah terpisah hampir tiga minggu ia akan bertemu kembali dengan kekasih dan buah hatinya.
Aku seperti lelaki yang baru jatuh cinta lagi, perasaanku berbunga - bunga, rasa rinduku membuncah tak terbendung, ingin rasanya aku berteriak memanggil nama indahmu kekasih halalku Aisyah, ahh aku rasanya sudah tidak waras. Cepatlah datang Aisku.
Meskipun kondisinya masih sangat lemah setelah sholat subuh Rey perlahan menyusuri anak tangga menuju ruang makan untuk sarapan dan setelahnya akan berangkat kebandara
*****India *****
"Sebahagia itukah dirimu Ais, aku akan bahagia saat melihat kau bahagia Ais."Gumam Reza hampir tak terdengar.
"Bagaimana Ais, apa semua sudah siap, kalaj sudah kita sarpan dulu baru kita menuju Bandara."
"Alhamdulillah Za, semua sudah siap. "
"Papa, kok Alif nggak ditanya sih, cuma nanyain Umi saja. "Memasang wajah cemberut.
"Aduh anak papa cemburu nih, iya deh maaf ya , nih papa ulangi."
"Anak papa yang tampan, apa semua sudah siap pak? "
"Sudah komandan. "
Mendengar jawaban putranya Ais tertawa lepas, dan ini kali pertama Reza melihat Ais tertawa lepas bahagia tanpa beban.
Ya Allah Ais... hatiku meleleh melihat tawamu, andai saja waktu dapat ku hentikan, aku akan menghemtikannya, agar aku dapat selalu menikmati tawamu Ais. ohh hatiku kapan kita akan move on
*****
Bandara....
__ADS_1
Pesawat yang membawa Ais, Alif, dan Reza kini sudah tinggal landas menuju ke Amrik.
*Selamat tinggal India semoga nanti aku akan kembali dengan kekasih hatiku yang baru, batin Reza.
Selamat tinggal India, semoga nanti aku akan kembali lagi ke sini bersama suamiku tercinta aamiin, batin Ais*.
Kini pesawat telah mendarat, perasaan Ais sangat bahagia, semua rasa membaur tak bisa dilukiskan melalui kata hanya memenuhi dada yang terasa sesak.
Perlahan Ais dan Alif serta Reza menuruni anak tangga menuju ke pintu penjemputan. Disana telah berdiri seseorang yang sangat Ais rindukan dengan seikat bunga mawar dan bunga lili yang dipadu dengan indah. Dengan cepat Reza mengambil Alif untuk digendong dan membiarkan Ais bebas bergerak.
Kedua insan itu mematung, tak ada kata, tak ada gerakan, hanya saling tatap dengan air mata yang telah membasahi pipi keduanya.
"Ais, apa kamu tak ingin memanggil dan memeluk kekasihmu." Ucap Reza memecah lamunan Ais.
Dengan berlari Ais meneriakkan nama kekasihnya.
"Kak Reyyyy." Berlari perlahan sambil merentangkan kedua tanganya.
Perlahan Rey pun berlari dan tersungkur karena memang kondisinya masih sangat lemah, namun ia tak menyerah, perlahan ia bangkit dan kembali berlari menuju kekasihnya.
Semua orang dibandara berteriak haru bahkan banyak yang ikut menangis menyaksikan pertemuan kedua insan itu.
"Aisssku."Merentangkan kedua tangannya juga.
Diantara kerumunan ratusan orang keduanya kini dapat saling merangkul dan berpelukan dengan erat, tak ada kata hanya gerakan tubuh yang bicara melepaskan semua rindu yang telah menggunung.
"Ayang aku mencintaimu, aku rindu, jangan lagi pergi dariku."Ucap Rey sambil memeluk. erat tubuh kekasihnya dan menghujaninya dengan ciuman diwajahnya.
Hanya anggukan yang mampu Ais berikan dan kini Alif dan Reza mendekati keduanya.
"Abiiii..." Alif kangen." Sambil memeluk kaki Rey.
"Abi juga kangen jagoan Abi yang sholeh, jangan lagi pergi tanpa Abi."
"Iya Abi, Alif janji."
"Rey, maafin aku ya.. aku telah memisahkan kalian, aku telah salah menilaimu, aku... "Reza tak lagi dapat melanjutkan perkataannya.
"Tidak apa - apa Za, aku sangat bahagia kau menyadarinya sebelum semuanya terlambat, aku sangat berterimakasih padamu karena telah membawa kembali anak dan istriku dengan selamat."
"Sekarang mari kita pulang kerumah kami, agar kita semua dapat kembali beristirahat. Dan kita bisa sekalian syukuran atas kepulangan anak dan istriku."
Rombongan keluarga Rey dan Ais telah meninggalkan bandara, menuju kediaman mereka.
Ya Allah terimakasih atas segala nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku. Terimakasih telah menyatukan kami kembali, kekalkanlah cinta kasih kami seperti Rosullullah dengan Aisyah. Dan jadikanlah setiap derai air mata kami menjadi air mata bahagia, aamiin.
__ADS_1