Nyanyian Takdir Aisyah

Nyanyian Takdir Aisyah
PERMINTAAN WARDAH 1


__ADS_3

๐ŸŒปTerimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.๐ŸŒป


# KAMAR PENGANTIN#


Lagi-lagi Ais dibuatnya terharu.


"Ayang ana uhibuka fillah." Mencium suaminya.


Mereka berdua kembali mereguk manisnya madu cinta yang dilandasi keikhlasan dengan mengharap ridho illahi robbi.


#Keesokan hari#


Susana pagi ini terasa sangat berbeda pasalnya ada dua pasang pengantin baru yang absen sholat dimushola tadi pagi dan semua orang sangat mengerti akan hal itu. Dan sholat subuh kali ini diimami oleh ayah Abdullah.


Sehabis sholat Alif menanyakan perihal keberadaan kedua orangtuanya yang membuat semua orang kebingungan untuk menjawabnya.


"Kakek ... kenapa ya abi dan umi kok nggak ikut sholat berjamaah?" tanya Alif tanpa memandang perubahan ekspresi orang-orang disekitarnya.


Belum sempat kakeknya menjawab Alif kembali berceloteh.


"Apa abi juga haidoh, soalnya kalau umi nggak sholat biasanya sedang haidoh," ucap Alif yang mengundang senyum diwajah para kakek dan neneknya termasuk paman Biyan dan bibi Maria.


Akhirnya nenek Aminah lah yang bersuara.


"Alif sayang, umi dan abimu sholat subuh dikamar kali ini, soalnya ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan," ucap Aminah bijak.


"Oooh begitu ya Nek, kini Alif ngerti kok Nek, ternyata bukan karena haidoh."


Semua orang tertawa dan bisa bernafas lega.


"Baiklah sekarang kamu ajak Wardah keruang makan ya kita sarapan bersama," ucap Aminah sambil menepuk pundak Alif.


"Iya Nek, yuk Wardah kita pergi duluan untuk sarapan," ajak Alif pada Wardah yang sudah membuka mukenanya.


Kini semua orang sedang bersiap menuju ruang makan untuk sarapan bersama.


#Kamar Reza dan Nara#


"Mapa ... assalamualaikum, dan selamat pagi," sapa Reza pada istrinya.


"Ehmmm pagi Pama, tapi aku nggak bisa bangun nih, bantuin ya," pinta Nara.


"Aku selalu siap sedia membantumu Mapa." Menggendong istrinya kekamar mandi, dan merekapun mandi bersama agar hemat waktu supaya bisa sarapan bareng keluarga besar mereka sebelum berangkat.


Karena keduanya berencana akan berangkat ke Belanda nanti sore selepas asyar, bersama ayah Nara juga tuan Burhan yang telah menjadi ayah mertua Reza.


#Kamar Ais dan Rey#


"Ayang ... ayo kita turun, hari sudah siang, masak kita mau tiduran lagi," ucap Ais sambil berbaring didada suaminya.


"Iya tapi tunggu sebentarrr lagi." Memeluk erat istrinya.


"Reza dan Nara yang menikah, kok kita berdua yang seperti pengantin baru?" protes Ais.


"Itu karena kita juga baru pengantin," ucap Reza mencium pucuk kepala istrinya.


"Nanti anak-anak tanya gimana?"


"Tenang aja, ayah dan ibu pasti bisa menjawabnya."


"Kok yakin gitu?"


"Mereka juga pernah muda Ayang."


Keduanya kembali berbaring sampai suara ponsel Ais berdering-dering seperti sangat penting.


"Ayang, aku akan telepon dulu ya." Bangun dari dekapan suaminya.


"Ehmm, jangan lama-lama." Tersenyum menggoda istrinya.


Dengan cepat Ais turun dari tempat tidur untuk menerima panggilan telepon yang sudah hampir sepuluh kali berbunyi.


"Assalamualaikum, maaf Bu Santi ada apa menelpon pagi-pagi?"


Terdengar suara gemetar diseberang telepon.


"Waalaikumussalam warohmatullahi wabatokatuh Ais, ma-maaf kalau ibu mengganggu pagi-pagi."


"Iya nggak apa-apa Bu, tetapi kenapa suara ibu seperti gemetar begitu?"


"Ais ... tolong antar Wardah sekarang ke panti ya," pinta bu Santi.


"Apa?! Tapi kenapa, ini kan baru dua hari Bu?" tanya Ais kalut.


"Kamu dengar suara ribut-ribut disini nggak?"

__ADS_1


"Iya Bu, saya dengar tapi itu apa?"


"Itu ibunya Wardah, dia mengamuk sewaktu datang kepanti Wardah tidak ada, jadi ibu mohon segera bawa Wardah kembali," ucap bu Santi memelas.


"Oh iya Bu, saya segera kesana."


"Iya ibu tunggu ya Ais, assalamualaikum," pamit bu Santi.


"Waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh," jawab Ais menutup telepon.


Tubuh Ais terasa lemas seketika, ia tidak tahu bagaimana harus memberitahu Wardah, dan apa yang akan terjadi pada gadis kecil itu nanti saat bertemu ibunya.


"Ayang kenapa bengong? Siapa yang telepon?" tanya Rey yang heran melihat perubahan emosi istrinya.


Dengan cepat ia segera turun juga dan mendekati istrinya. Dilihatnya buliran bening itu telah meleleh dipipi mulus istrinya. Yang semakin membuat Rey penasaran.


"Ayang lihat aku." Memutar tubuh istrinya.


Diangkatnya dagu istrinya, dan dikecupnya lembut kedua mata istrinya yang berair.


"Kenapa?" tanya Rey lembut.


Dengan cepat Ais memeluk tubuh kekar suaminya, dan ia menumpahkan semua kesedihan yang dia rasakan didada bidang suaminya.


"Kenapa hemm." Memeluk erat istrinya.


"Wardah," ucap Ais pelan.


"Wardah kenapa?"


"Kita diminta bu Santi mengantar Wardah kepanti sekarang, ibunya sudah membuat rusuh dipanti," ucap Ais terisak.


"Kamu yang sabar ya, kita turun sekarang." Menghapus air mata Ais


#Ruang Makan #


Keduanya segera turun dan menuju ruang makan. Disana Ais dapat melihat raut wajah Wardah yang bahagia sedang makan bersama putranya. Perasaan Ais berkecamuk. Sungguh tak tega rasanya untuk menghancurkan senyum bahagia yang terukir diwajah Wardah.


Rey yang tahu akan pemikiran dan isi hati istrinya segera menepuk pundak Ais untuk menguatkannya.


"Kamu harus kuat Ayang, jangan terlihat sedih didepan anak-anak," berbisik ditelinga Ais.


Dengan cepat Ais menyeka air matanya, dan segera memasang senyum manisnya untuk bisa memberikan kebahagiaan pada keluarganya.


"Assalamualaikum, pagi semuanya," sapa Ais dan Rey bersamaan.


"Cieeee yang lagi honeymoon," ucap Maria sambil tersenyum kearah Keduanya.


"Mar!" tegur Biyan sambil mengerjapkan matanya melirik Alif dan Wardah, yang merasa bingung dengan ucapan Maria.


"Upss sorry." Menutup mulutnya dengan tangannya.


Ais dan Rey hanya tersenyum dan segera ikut makan bersama, dan Wardah menyadari kalau Ais tak melepaskan pandangannya ke Wardah.


"Tante lihat apa? Ada yang aneh ya sama Wardah?" tanya Wardah polos.


"Ah-ehmm nggak kok, tante pangling aja lihat kamu pagi ini sangat cantik," puji Ais.


"Sungguh? Terimakasih Tante, ini baru pertama kali ada yang bilang kalau aku cantik," ucap Wardah senang.


"Iya, kamu makan yang banyak ya, nanti sehabis makan ada yang ingin tante bicarakan," ucap Rey.


"Siap Om!" Tersenyum dan menyuapi sarapannya dengan lahap.


#Sesaat setelah sarapan#


"Tan katanya ada yang mau diomongin sama Wardah, apa ya?" tanya Wardah bingung.


"Iya sayang, tadi bu Siti telpon katanya kamu disuruh segera pulang karena ibumu sudah datang menjemputmu," ucap Ais sebisanya menjaga perasaan Wardah.


Mendengar yang Ais ucapkan, Wardah tertunduk. Suara isakannya telah terdengar.


"Aku nggak mau pulang kepanti," pinta Wardah.


"Iya sayang, tante mengerti tetapi kita tidak bisa tidak pergi, katanya Wardah ingin jadi anak yang sholehah sayang?"


"Iya tapi ...."


"Kalau iya, kita harus pergi tidak boleh membantah perintah seorang ibu, kecuali ibumu memintamu melakukan sesuatu yg keji boleh kamu membantahnya," ucap Ais lagi.


"Hal ini sangat jelas diatur dalam agama kita, ini tidak hanya untuk Wardah tetapi untuk kita semua, ketahuilah kita wajib berbakti pada kedua orangtua kita baik masih hidup ataupun sudah meninggal, seperti yang dijelaskan berikut ini," ucap Ais panjang lebar.


Hukum Berbakti pada kedua orang tua, ayah ibu, (bahasa Arab, birrul walidain - ุจุฑ ุงู„ูˆุงู„ุฏูŠู†) adalah wajib. Termasuk dalam cakupan berbakti adalah mentaati perintah kecuali perkara maksiat, berkata dengan baik, mendoakan, dan membiayai kalau mereka miskin.


QS Al-Isra' 17:23

__ADS_1


ูˆูŽู‚ูŽุถูŽู‰ ุฑูŽุจู‘ููƒูŽ ุฃูŽู„ุงู‘ูŽ ุชูŽุนู’ุจูุฏููˆุง ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุฅููŠู‘ูŽุงู‡ู ูˆูŽุจูุงู„ู’ูˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู’ู†ู ุฅูุญู’ุณูŽุงู†ุงู‹ ุฅูู…ู‘ูŽุง ูŠูŽุจู’ู„ูุบูŽู†ู‘ูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽูƒูŽ ุงู„ู’ูƒูุจูŽุฑูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูู‡ูู…ูŽุง ุฃูŽูˆู’ ูƒูู„ุงู‡ูู…ูŽุง ููŽู„ุง ุชูŽู‚ูู„ู’ ู„ูŽู‡ูู…ูŽุง ุฃููู‘ู ูˆูŽู„ุง ุชูŽู†ู’ู‡ูŽุฑู’ู‡ูู…ูŽุง ูˆูŽู‚ูู„ู’ ู„ูŽู‡ูู…ูŽุง ู‚ูŽูˆู’ู„ุงู‹ ูƒูŽุฑููŠู…ุงู‹


Artinya: Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.


CARA BERBAKTI PADA ORANG TUA SETELAH MENINGGAL


Setelah ayah dan ibu meninggal, bukan berarti waktu untuk tetap berbakti pada mereka sudah habis. Allah dan RasulNya mengingatkan anak salih dan salihah untuk tetap berbakti pada orang tua dengan cara-cara sebagai berikut:


Mendoakan Orang Tua


Sebagaimana tersebut dalam QS Al-Isra :24 [ูˆู‚ู„ ุฑุจ ุงุฑุญู…ู‡ู…ุง ูƒู…ุง ุฑุจูŠุงู†ูŠ ุตุบูŠุฑุงู‹] Dan katakan, "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil."


Dalam sebuah hadits riwayat Muslim Nabi berabda: [ ุฅุฐุง ู…ุงุช ุงุจู† ุขุฏู… ุงู†ู‚ุทุน ุนู…ู„ู‡ ุฅู„ุง ู…ู† ุซู„ุงุซ: ุตุฏู‚ุฉ ุฌุงุฑูŠุฉุŒ ุฃูˆ ุนู„ู… ูŠู†ุชูุน ุจู‡ุŒ ุฃูˆ ูˆู„ุฏ ุตุงู„ุญ ูŠุฏุนูˆุง ู„ู‡] "Apabila manusia mati maka putuslah amalnya kecuali dari tiga perkara: sadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya."


Silaturrahim dengan Teman dan Kerabat Orang Tua


Bersilaturrahmi dengan teman dan kerabat ayah dan ibu termasuk dari wujud berbakti pada orang tua (birrul walidain). Dalam sebuah hadits riwayat Muslim Nabi bersabda: [ุฅู† ู…ู† ุฃุจุฑ ุงู„ุจุฑ ุฃู† ูŠุตู„ ุงู„ุฑุฌู„ ุฃู‡ู„ ูˆูุฏู‘ู ุฃุจูŠู‡ ุจุนุฏ ุฃู† ูŠูˆู„ูŠ] "Cara berbakti terbaik pada orang tua adalah menyambung silaturrahmi pada orang-orang yang disukai ayah (dan ibu) setelah mereka meninggal."


Dalam sebuah hadits riwayat Abu Daud (dalam Al-Adab, #4476), Ahmad (Musnad, #15479) dan Ibnu Majah Nabi bersabda:


ุนู† ุฃุจูŠ ุฃุณูŠุฏ ู…ุงู„ูƒ ุจู† ุฑุจูŠุนุฉ ุงู„ุณุงุนุฏูŠ ู‚ุงู„: ุจูŠู†ู…ุง ู†ุญู† ุนู†ุฏ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฅุฐ ุฌุงุกู‡ ุฑุฌู„ ู…ู† ุจู†ูŠ ุณู„ู…ุฉ ูู‚ุงู„: ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡: ู‡ู„ ุจู‚ูŠ ุนู„ูŠ ู…ู† ุจุฑ ุฃุจูˆูŠ ุดูŠุก ุฃุจุฑู‡ู…ุง ุจู‡ ุจุนุฏ ู…ูˆุชู‡ู…ุงุŸ ู‚ุงู„: "ู†ุนู…ุŒ ุงู„ุตู„ุงุฉ ุนู„ูŠู‡ู…ุงุŒ ูˆุงู„ุงุณุชุบูุงุฑ ู„ู‡ู…ุงุŒ ูˆุฅู†ูุงุฐ ุนู‡ุฏู‡ู…ุง ู…ู† ุจุนุฏู‡ู…ุงุŒ ูˆุตู„ุฉ ุงู„ุฑุญู… ุงู„ุชูŠ ู„ุง ุชูˆุตู„ ุฅู„ุง ุจู‡ู…ุงุŒ ูˆุฅูƒุฑุงู… ุตุฏูŠู‚ู‡ู…ุง


Artinya: Seorang sahabat dari Bani Salamah bertanya pada Rasulullah: Adakah kebaikan yang bisa saya lakukan untuk kedua orang tua setelah mereka wafat? Nabi menjawab: Ada. Doakan mereka. Mintakan ampun mereka. Mengerjakan keinginan mereka yang belum terlaksana. Bersilaturrohim dengan famili mereka. Berbuat baik dengan (mantan) teman mereka.


Bersedekah atas nama Orang Tua


Bersedekah yang pahalanya dihadiahkan pada ayah dan ibu merupakan salah satu bentuk berbakti pada mereka.


Setelah mendengar penjelasan Ais, akhirnya Wardah mau ikut pulang kepanti meski dengan berat hati.


Bersambung.....


Terimakasih sudah membaca.


Sambil menunggu novelku yang ini terbit, baca juga yuk novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.


Dan Novel Author lain yang tak kalah menarik.


Fit Fithree Fitri.


Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.


* Almaira My Secret Wife


My Love My Babysitter


* Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu


Kembar Tidak Identik


*Ergina Putri


Melawan Rasa Takutku


Putri Asisten Pribadiku


* Putri Tanjung


OB Kerudung Biru


*Sudrun


Samudra


*Envy Yo Wesben.


My Princess OG.


*Cindy Elvira


Ketika Muslimah Jatuh Cinta


* Karlina Sulaiman


Mencintaimu dalam Diam


Kembali


*WIB (Write in Box)


Ya Dia Istriku


*Patma


Kun Fayakun

__ADS_1


*Zanuba Ririn


Masjid Cinta


__ADS_2