Nyanyian Takdir Aisyah

Nyanyian Takdir Aisyah
TAMAN BUNGA AISYAH


__ADS_3

🌻Assalamualaikum readers lover semua, terimakasih sudah membuka chapter ini , jangan lupa like dan komennya karena itu akan membuatku semakin semangat untuk terus menulis. Semoga kalian selalu sehat dan murah rezekinya, aamiin.🌻


Happy Reading!


Di dalam Mobil ....


"Tetaplah tersenyum matahariku, kekasihku, belahan jiwaku, hmmm bidadari syurgaku," gumam Rey yang tentu saja hanya dia yang bisa mendengarnya.


Mobil mereka bergerak semakin menjauhi resort hadiah perkawinannya dengan Aisyah, gadis desa dengan multi talenta dan kemuliaan jiwa.


Rey mengemudi dengan kecepatan sedang, ia sesekali melirik sang kekasih yang lebih banyak diam sekarang. Sejak menerima telepon dari Saudi, entah apa yang ada dalam pikirannya.


"Ayang, kita langsung pulang aja ya." Ais melirik kekasihnya sesaat sebelum kembali menatap keluar jendela.


"Hmm." Rey hanya menjawab dengan deheman. Namun bukan Rey namanya jika ia mau begitu saja menuruti permintaan Ais, ia ingin istrinya pulang dalam keadaan yang menyenangkan, bukan bersedih seperti sekarang.


Ia masih berjalan lurus menuju ke arah Kelapa Gading, namun saat diperempatan jalan menuju ke rumah mereka, Rey membelokkan mobilnya ke arah taman bunga yang cukup indah.


Melihat jalan yang mereka lewati bukanlah jalan menuju kerumahnya membuat mata Ais melotot dan tersirat sedikit rasa kesal dalam hatinya, namun sang kekasih dengan cepat meminta maaf dengan wajahnya yang imut membuat ia hanya menggelengkan kepalanya.


"Kita sampai, turun yuk!" Rey membuka pintu kemudian segera keluar. Melihat istrinya masih berada di mobil ia segera menghampirinya.


"Kita pulang aja ya!" pinta Ais pada suaminya.


"Kita akan pulang jika perasaanmu sudah baikan." Rey tersenyum sambil menyentuh tangan istrinya.


"Tapi aku ...." Ais tak jadi melanjutkan ucapnnya karena sang suami sudah menutupkan satu jarinya ke bibir sang istri.


"Dulu kamu ingat untuk menyuruhku mampir ke masjid untuk salat saat pulang dari bekerja agar apa?" Rey mencoba memutar memori yang ada di kepala istrinya.


"Iya, aku ingat itu nasihat yang disampaikan oleh ustad Adi. Beliau berkata:


“Kalau dekat dengan masjid, mampirlah ke masjid dulu, atau kalau di kantornya ada masjid, ke masjid dulu. Kalau masjidnya dekat rumah, ke masjid dulu sebelum ke rumah.


“Silakan rasakan bedanya! Ambil air wudhu, masuk ke masjid dan shalat dua rakaat Tahiyatul Masjid, lalu berdoa:


'‘Ya Allah, aku telah berikhtiar seperti apa yang telah Engkau perintahkan. Maka aku memohon Janji-Mu seperti apa yang telah Engkau janjikan. Anugerahkan kami rezeki yang halal Ya Allah. Berikan kami bimbingan dalam kebaikan. Ya Allah, yang tidak beriman pun Engkau berikan rezeki, sedangkan aku beriman kepada-Mu, aku yakin dengan-Mu, dan Kau tidak pernah menyalahi Janji-Mu."


“Minta! Karena begitu Anda keluar dari masjid, maka yang dibawa ke rumah itu auranya bukan aura kantor, tapi aura masjid, dan aura masjid lebih tenang dibandingkan aura kantor. Masalah apapun ringan ketika Anda masuk ke masjid," begitu kata beliau.


"Nah itu kamu ingat?" Rey tersenyum manis.


"Itu kalau ke masjid, nah kita ke taman bunga," protes Ais.

__ADS_1


"Itu apa?" Rey menunjuk sebuah bangun megah di tengah padang bunga yang mereka kunjungi.


"Subhanallah," ucap Ais yang merasa takjub. Seketika ia berlari menuju ke sebuah mushala yang sangat indah dan megah yang dibangun tepat di tengah-tengah kebun bunga yang semerbak.


Ais seolah lupa jika dia sedang bersama suaminya. Dan alangkah terkejutnya Ais saat menbaca nama mushala itu adalah Siti Aisyah mirip dengan namanya.


Rey berjalan mendekati istrinya. Ia juga ikut bahagia melihat senyum di wajah cantik Ais.


"Ayang, nama mushala ini mirip namaku." Ais benar-benar merasa sangat senang.


"Iya itu sengaja dibuat mirip namamu, sama dengan nama masjid di Makkah al Mukaramah. Aku sengaja membangun mushala dan taman bunga ini untukmu, sebagai penghormatanku padamu yang cerda dan shalihah seperti Siti Aisyah." Rey kembali tersenyum dan mendekati istrinya.


"Jangan ada lagi air mata." Ia menghapus air mata yang mengalir di sudut mata istrinya.


"Aku menangis karena bahagia, sungguh tak bisa ku balas semua kebaikanmu." Ais memeluk suaminya.


"Balaslah aku dengan cintamu, tetaplah menjadi istri untukku dunia serta alhirat dan jadilah ibu bagi anak-anakku." Rey membalas pelukan istrinya.


"Sekarang kita salat dulu ya, baru kita pulang," ucap Rey sambil melepaskan pelukkannya.


Mereka sambil berpegangan tangan melangkah riang menuju ke mushala, untuk menunaikan salat sunat dua rakaat.


*****


"Ayang," sapa Ais.


"Hmmm."Rey menoleh pada istrinya.


"Apa tempat ini hanya untukku," tanya Ais.


"Apa kamu mau begitu?"


"Tidak," jawab Ais sambil menggeleng.


"Kalau begitu, besok kita resmikan untuk umum. Bagaimana?"


"Aku setuju, tetapi jangan di punggut biaya ya." Ais terlihat serius dengan ucapannya.


"Siap komandan!" Rey memberi hormat yang lansung ditertawakan oleh istrinya.


Setelah merasa tenang dan lebih fres, Ais mengajak suaminya untuk pulang, bagaimanapun seorang ibu akan merindukan anak-anaknya, termasuk Aza dan Ara.


Mobil Rey kembali melaju meninggakan taman bunga yang mereka beri nama Taman Bunga Aisyah.

__ADS_1


*****


Kelapa Gading ....


Mobil Pajero hitam keluaran terbaru itu telah memasuki kawasan perumahan elit yang ada di salah satu kota di Jakarta.


Dua orang yang merupakan pasangan suami istri turun dari mobilnya. Mereka tak lain adalah Ais dan suaminya Reyhan.


Suasana rumah mereka yang biasa ramai kini tampak lengang, ingin rasanya ia menangis karena teringat almarhumah ibunya juga ayahnya terdayang, Abdullah. Entah bagaimana kabarnya sekarang, karena belum ada telepon darinya.


Ais masuk ke dalam rumahnya dan melihat Ara dan Aza yang sedang memakan buah mangga, yah kedua putrinya sangat menyukai mangga.


Buah Mangga tak hanya segar untuk dikonsumsi sebagai minuman atau bahan baku es, manfaat buah mangga ternyata juga sangat banyak. Mulai dari baik untuk meningkatkan kemampuan otak hingga membantu proses diet yang sedang kita jalani.


Vitamin B6 yang ditemukan dalam mangga membantu dalam meningkatkan fungsi kerja otak. Mengapa begitu? Karena mangga membantu dalam menjaga kerja sistem saraf dengan efisien. Bisa dikatakan, zat yang terkandung di dalam mangga berfungsi sebagai vitamin mood yang mampu meningkatkan suasana hati dan mengontrol stres. Mangga dikenal sebagai pembangun energi dan membantu dalam membangun komunikasi antara sel-sel saraf. Asam glutamin yang terkandung dalam mangga meningkatkan daya konsentrasi dan kemampuan memori untuk bekerja lebih baik lagi. Pyridoxine membantu dalam produksi hormon GABA di otak yang merupakan neurotransmitter dan membantu dalam perkembangan otak.


Selain baik untuk otak, mangga juga baik untuk anda yang sedang melakukan proses diet. Mangga adalah buah rendah kalori. Dengan banyak nutrisi dalam buah mangga, mangga dapat menjadi pengganti yang baik dan sehat untuk snack malam anda. Kandungan serat yang tinggi membantu dalam pencernaan dan metabolisme makanan yang membantu mempertahankan berat badan yang ideal. Mangga tidak mengandung sodium dan lemak. Konsumsi mangga dapat memuaskan konsumen dan bisa membuat perut kenyang untuk waktu yang lama.


Maka dari itu setelah mengetahui manfaat buah mangga, Ais tak ragu lagi memasukkan mangga ke dalam menu buah andalannya untuk dikonsumsi sehari-hari.


Tangan dan mulut kedua putrinya yang belepotan telah mengotori baju serta hijab Ais, karena mereka sudah memeluk sang mama dengan erat seperti orang uahg sudah puluhan tahun tak jumpa meski kenyataannya cuma satu malam.


Rey hanya geleng kepala melihat perilaku ketiga bidadarinya. Ia mengucek rambut ikal kedua putrinya sebelum melangkah ke kamar untuk membersihkan diri dan berganti pakainan.


Setelah puas berpelukan dengan dua buah hatinya kini Ais segera juga masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Sambil menunggu Rey selesai mandi, ia mendekap foto Alif. Putra kesayangannya yang kini masih berada di Saudi Arabia. Rasa rindu seorang ibu terasa sangat dalam pada putranya. Sudahkah kalian merasakan hal yang sama terhadap orang tua kalian?


Bersambung ....


Terimakasih sudah membaca chapter ini dan terimakasih pula untuk Tap jempol serta komennya!


Sambil menunggu novelku yang ini terbit, baca juga yuk novel ke 2 ku Cinta Bersemi Diujung Musim.



Dan Novel Author lain yang tak kalah menarik. ini adalah daftar novel favoritku, kalian boleh coba untuk mampir pasti suka.



Juga yang ini adalah novel favoritku kalian boleh coba mampir.


__ADS_1


__ADS_2