Nyanyian Takdir Aisyah

Nyanyian Takdir Aisyah
HIKMAH


__ADS_3

Setelah melewati semua kejadian diluar perkiraannya, Anggela marasa sangat kesal dan frustasi, ia malah menghabiskan malam dengan orang sewaannya sendiri. Merasa kesal Anggela kembali memesan minuman yang berkadar alkohol tinggi, ia tidak tahu jika Rey dan Ais juga menghabiskan malam dihotel yang sama dengannya. Karena dalam pemikirannya Rey sudah pulang bersama Aisyah.


"Cklek"Handel pintu terbuka dengan wajah yang kusut Anggela keluar kamar menuju ke loby dan disana ia masih sempat bertemu Rey dan Ais.


Apaaa....itu benar Reyhan dan istrinya, artinya semalam mereka menghabiskan malam bersama dihotel yang sama juga dengaku.


"Ooo Shiiit, mengapa aku tak terpikirkan untuk mencari Rey tadi malam hah, malah mengajak... Akkhhh".Teriak Anggela kesal.


Dengan tergesa Anggela chec out dari hotel. bermaksud untuk mengejar Reyhan dan Ais. Tanpa ia sadari sedari semalam bahaya telah mengintainya.


Pasangan yang sangat romantis itu segera keluar, Rey bergerak menuju ke parkiran untuk mengambil mobil, sedangkan Aisyah masih menunggu didepan hotel.


Melihat Aisyah yang masih menunggu didepan hotel, Anggela berencana untuk mencelakakan Ais dengan pura -pura menabraknya. Dari kejauhan Anggela segera berlari hendak menuju ke tempat Aisyah.


Namun dari seberang hotel seseorang yang sudah menunggunya dari semalam segera menjalankan misinya, dengan kecepatan tinggi ia menjalankan mobilnya agar saat ia menyabet tubuh Anggela masih cukup jauh dari tempat Ais berdiri sehingga itu cukup aman untuk Ais.


"Crietttttt"Suara derit mobil yang berjalan sangat kencang itu melaju didepan Ais, melihat itu Ais memperingati seaeorang yang sedang berlari kearahnya untuk menghindar.


"Aaaaa... waaaaaassssssss"Teriak Ais namun semua terlambat.


"Buckhhhhh"Tubuh seorang wanita yang tadi berlari kearahnya terpental jauh dengan darah yang mengucur dari kepalanya.


Dengan cepat Ais berlari menghampiri tubuh wanita itu.


Ini kan wanita tadi malam, temannya kak Rey ehmmm... iya kalau nggak. salah namanya Anggela, tapi siapa yang dengan sengaja menabraknya.


Mobil Rey segera mendekat, dan saat melihat telah ramai didepan hotel membuatnya sedikit khawatir terhadap istrinya.


Ya Allah apa yang terjadi disana lindungi istriku ya Allah.


Dengan segera Rey mendekati tempat kejadian dan melihat Istrinya sudah berlumuran darah, wajah Rey seketika pucat pasi.


"Ayangggg "Berlari mendekati Ais.


"Apa kau terluka, mana yang luka, mengapa kau berdarah "Tanya Rey panik.


"Aku nggak apa - apa yang tapi gadis ini".Menunjuk Anggela yang dipangkunya.


"Ya Allah ini kan... ".


"Ini teman kamu yang semalam kan Yang, ayo kita bawa kerumah sakit, tadi seseorang sengaja menabraknya dengan kencang menggunakan mobil jeep berwarna merah".


"Baiklah ayo kita bawa".


"Bapak - bapak tolong bantu saya membawa wanita ini ke mobil saya, untuk dibawa kerumah sakit" Pinta Rey.


Dengan segera mobil Rey melaju menunju rumah sakit dan Ais masih memeluk Anggela.


*****


Rumah Sakit....


"Dokterr tolong wanita ini dok, dia tertabrak mobil"Ucap Rey.


Semua tim medis di IGD segera menangani Anggela. Kemudian....


"Klek"Pintu ruangan terbuka.


"Keluarga pasien"


"Kami dok, ucap Ais dan Rey bersamaan.


"Pasien kehilanggan banyak darah dan kami. kehabisan stok, jika pasien tidak mendapatkan donor kemumgkinan tidak akan selamat".


"Golongan darahnya apa dok"Tanya Ais.


"O"


"Kebetulan saya darah O, coba cek saya dok".


"Ais"Sapa Rey khawatir pada istrinya.


"Nggak apa - apa Ayang dulu waktu sekolah aku udah sering donor darah".

__ADS_1


"Mari bu ikut kami".


Ais segera mengikuti perawat yang akan mengecek darahnya dan Rey dengan setia mendampingi istrinya.


"Alhamdulillah darahnya cocok dan sangat sehat, jadi ibu bisa donor sekarang".


"Baiklah sus lakukanlah ".


Setelah melakukan donor Ais diharuskan untuk beristirahat, sedangkan tim dokter segera melakukan transfusi terhadap Anggela.


Dua jam kemudian.....


"Alhamdulillah sekarang kondisi pasien sudah stabil dan bisa dipindahkan keruang perawaran".


"Terima kasih dok".Ucap Rey.


Dan ditempat yang jauh disana....


"Ahhh aku semakin mencintaimu Ais, sejahat apapun gadis itu padamu kau masih saja tulus membantumu, kapan kau akan pulang ke Indonesia, aku sudah sangat lama menunggu hari itu"Ucapnya pada dirinya sendiri karena memang tidak ada siapapun didekatnya.


Back to Rumah Sakit....


Ruang Tulip.


"Akhhh esssst... sakit, mengapa semua tubuhku terasa sakit". Anggela tersadar dari pingsannya.


"Anda sudah siuman nona, tunggu sebentar saya akan panggilkan dokter"Ucap perawat jaga.


Setelah bel dipencet, dokter segera datang menghampiri Anggela.


"Nona Anggela apa yang anda rasakan saat ini".


"Pusing dan sakit disekujur tubuh saya dok".


"Apa anda masih ingat, apa yang anda alami".


"Iya dok, saya mengalami kecelakaan".


"Dok boleh saya bertanya".


"Siapa yang membawa saya kerumah sakit"


"Tuan Rey dan istrinya, dan istrinyalah ang telah merawat dan mendonorkan darahnya untuk anda, kalau saja hari itu ia tidak mendonorkan darahnya m yg mungkin anda sudah tidak tertolong ".


Mendengar penjelasan dokter membuat Anggela sangat terpukul, bagaimana tidak orang yang berusaha untuk dilenyapkkannya malah orang itu pula lah yang menyelamatkan hidupnya.


"Terimakasih dokter, sekarang dimana wanita itu".


"Dia sudah pulang bersama suaminya sekitat dua jam yang lalu".


"Nona silahkan beristirahat semoga lekas. sehat, sata permisi"Ucap dokter.


Dalam kamarnya yang hening Anggela menangisi kejahatannya yang telah dibayar Ais dengan kebaikkan, dan ia merasa memang Panta seorang Rey selalu menjaga hatinya untuk wanita yang hatinya juga seperti malaikat.


Ya Tuhan aku merasa sangat malu sekali, aku akan meminta maaf padanya dan akan menerima kenyataan bahwa Ais memang. wanita yang pantas untuk mendampingi Rethan.


Keesokan Hari....


Reyhan telah bersiap untuk ke kantornya dan sekarang sedang sarapan bersama dua orang terkasihnya.


"Abi.. apa Alif boleh ikut ke kantor? ".


"Nanti sayang kalau sudah besar Alif memang harus ke kantor, tapi sekarang Alif ke sekolah dulu ya bersama Umi".


"Iya sayang hari ini Umi akan mengunjungi sekolah Taman Kanak - Kanak Az -zahra, apa. kau mau ikut".


"Iya Umi, Alif mau ikut Umi aja"Jawab Alif aenang.


"Baiklah kita berangkat bareng ya, nanti pak Amat yang akan mengantar kita semua, pertama mengantarkan Abi dulu ya".


"Okeeee"Jawab Ais dan Alif kompak.


Keluarga kecil bahagia itupun berangkat bersama menuju kantor Rey terlebih dahulu.

__ADS_1


"Ayang, nanti aku izin menjengguk Anggela boleh".Tanya Ais hati - hati.


"Apa bener kamu akan baik - baik saja bila menjenguk Anggela".


"Inshaa Allah Yang".


"Tapi Alif jangan dibawa ya, tinggalkan saja di Sekolah Az -Zahra".


"Iya Ayang".


Suasana kembali hening, Ais sibuk bermain bersama Alif dan Rey sesekali tersenyum melihat tingkah keduanya.


"Oke, Abi sudah sampai, dan sampai jumpa makan malam dirumah ya".


"Cup.. Cup.. "Rey mencium dua orang yang paling disayanginya.


Dengan perlahan mobil yang membawa anak dan istrinya menjauh. Dan Rey barulah segera memasuki kantornya.


*****


Sekolah Az -Zahra...


"Assalamualaikum "Sapa Ais dan Alif.


"Waalaikumussalam" Jawab anak - anak yang sudah ada disekolah beserta ibu gurunya.


Mereka kembali belajar dan bermain bersama dengan gembira disekolah, sampai Ais menitipkan Alif karena akan kerumah sakit.


"Tazah, saya titip Alif ya karena saya akan ke rumah sakit untuk mengunjungi sahabat saya".


"Baiklah kami akan menjaga Alif dengan baij, percayalah".


Akhirnya berangkat lah Aia ke Rumah Sakit.


Ruang Tulip...


"Klek"Handel pintu terbuka.


"Assalamualaikum ".


"Selamat siang Anggela"


"Bagaimana kabarmu".


Ais duduk kursi dekat tempat tidur Anggela.


Anggela diam terpaku menatap wajah ayu dan sangat meneduhkan yang kini ada dihadapkannya. Semua rasa bercampur dalam pikirannya


"Anggela, apa kau baik - baik saja".


"Eh.. iya, aku baik - baik saja".


"Bagimana luka dikepalamu apa masih sangat sakit".


"Sedikit".


"Ais... kemarilah"Pinta Anggela.


Ais berdiri dan duduk ditempat tidur Anggela. Dengan perlahan Anggela meraih tangan yang halus lembut itu.


"Aisyah, maafkan lah aku, aku sangat berdosa padamu".Menggenggam tangan Ais.


Aisyah tersenyum manis.


"Sudahlah Anggela aku sudah memaafkanmu jauh sebelum kau memintanya".


"Kau sangat baik Ais, hatimu sebening embun yang akan menyejukkan siapa saja ".


"Terimakasih Anggela tapi jangan memujiku berlebihan aku takut itu akan membuatku merasa sombong ".


"Aisyah izinkan aku memelukmu".


Kedua wanita itu saling berpekukkan.

__ADS_1


Ya Allah terimaksih kau telah membuka pintu hatinya, dan aku sangat yakin semua kejadian yang kau berikan kepada kami akan ada hikmahnya.


__ADS_2