
Hampir satu bulan sudah kepergian Hanif, namun duka masih menyelimuti perasaan Ais. Namun masih bersyukur karena Ais bisa menghilangkan sedikit rasa gusarnya dengan bermain bersama Alif putranya.
Sedangkan Rey sekarang semakin sibuk dengan perusahaan mereka, dan selalu pulang malam.
Waktu kebersamaan Ais dan Rey semakin banyak tersita oleh pekerjaan Rey, dan untuk mengobati rindu pada istri tercintanya Rey akan video call.
Seperti hari ini Rey harusnya pulang untuk makan siang namun karena jadwalnya yang padat membuatnya tidak bisa pulang, dan ia segera menelpon Ais dengan video call.
"Assalamualaikum sayang ".Rey tersenyum manis.
"Waalaikumusslaam Ayang"Tersenyum hendak meraih jilbabnya.
"Ayang nggak usah dipakai jilbabnya, biarkan seperti itu kakak ingin menikmati wajah Ayang yang cantik, kakak udah kangen banget sudah hampir dua bulan lhoo kakak puasa untuk berperang ".Canda Rey.
Wajah Ais sudah Merona memerah, malu mendengar gurauan suaminya.
"Ayang semakin memerah wajahmu kau terlihat semakin cantik, dan aku semakin ingun cepat pulang, apa sudah bisa berperang sekarang".
Yang ditanya tak bisa menjawab hanya senyuman manis yang terukir dari bibir yang hampir tak pernah tersentuh lipstik.
"Maaf ya Ayang, aku nggak bisa pulang makan siang karena jadwal meetingku sangat padat hari ini, tadinya aku mau pulang".
"Nggak apa - apa Ayang, biar nanti aku yang ke kantormu".
"Boleh, tapi nggak usah bawa Alif ya".
"Kok nggak ngajakin Alif sih, apa Ayang nggak rindu Alif anak kita? ".Tanya Ais polos.
Yang ada dilayar sebelah sana sudah tertawa melihat kepolosan pemikiran istrinya.
" Ayanggg bukan aku nggak kangen Alif tapi nanti kalau kita berperang, siapa yang mau jaga Alif".
Ais yang baru faham dengan maksud suaminya langsung merona kemerah -merahan. Dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Ayang....biarkan aku melihat wajahmu yang cantik saat merona".
Perlahan Ais menurunkan tangannya dan menunduk malu sambil tersenyum.
"Apa sudah boleh berperang Ayang???".
"Alhamdulillah sudah Yang".
Yang diseberang telpon sudah melonjak gembira Sehingg tanpa sadar panggilannya terputus.
"Haduhhh kenapa terputus sih, dasar tangan kok nggak pengertian banget".Omel Rey pada tangannya sendiri.
Akhirnya Rey meneruskan panggilannya dengan panggilan suara saja.
"Halo Ayang, maaf ya video callnya terputus, aku tunggu ya, jangan lupa bawa baju gantimu".Ucap Rey tersenyum karena fantasi liarnya sudah kemana - mana.
Aisyah yang menerima telepon hanya mengangguk padahal Rey nggak bisa melihat anggukannya. Sambungan teleponpun segera berakhir dan Aisyah siap - siap berangkat menuju ke kantor suaminya untuk makan siang bersama.
__ADS_1
Rumah besar kediaman Rey dan Ais begitu hening hanya ada celotehan Alif yang membuat hidup suasana.
"Umiii Alif mau ikut ke temu abi".Ucap Alif memelas.
"Maaf Alif sayang, karena ini sudah hampir siang, umi harus buru - buru kasihan abi sudah lapar sayang, nanti Alif bobok sama bik Minah dulu ya, umi nggak lama kok sayang kalau udah selesai langsung pulang dan kita main bersama". Jelas Ais.
"Hmmm tapi umi beneran ya, jangan kayak abi pulangnya malem teruss"Protes Alif.
"Inshaa Allah ya sayang, sekarang umi pamit ya, cup". Mencium kenimg Alif penuh cinta.
Ais pun pergi ke kantor Rey.....
Disepanjang perjalanan perasaan Ais berbunga - bunga setiap mengingat perkataan suaminya Ais tersenyum sendiri. Dan tiba - tiba mobil yang Ais tumpangi berhenti mendadak sehingga kepala Ais hampir terbentur.
"Mobilnya kenapa pak, kok tiba - tiba berhenti? ".Tanya Ais penasaran.
"Ada seseorang tergeletak dijalan bu, apa kita harus menolongnya atau... ".Ucapan pak Amat berhenti karena orang yang tadi tergeletak sudah bangun dengan membawa pisau dan mau membegal mobil yang Ais tumpangi.
Ais segera turun untuk membela pak Amat.
"Heh jangan sentuh dia, lepaskan, apa yang kamu inginkan hah".Ais merasa marah.
"Lo perempuan nggak usah ikut campur, pegi lo sana" . Usir si begal.
"Nggak aku nggak akan tinggal diam".
"Lo mau mati hah".
"whus.. whus... buck".Pukulan Ais mengenai hidung si begal yang mulai berdarah.
"Lo ternyata lumayan juga ya, rasakan ini".
"Bresss.. bresss.. ".Sabetan pisau melayang - layang diudara karena Ais berhasil menghindar.
"Hap.. hap.. buckkk"Wajah si begal kembali terkena pukulan Ais.
"Hiiaaaat... zep.. zep.. bummmm"Dengan tehnik bantingan yang sangat mumpuni Ais berhasil mengalahkan begal itu.
"Ampun...ampun nyonya saya terpaksa".
"Aku hanya mau sedikit uang saja untuk makan, karena saya lapar".
Ais merasa kasihan dan membantu begal itu untuk bangun.
"Bangunlah pak, mari ikut saya".
Akhirnya Ais mengajak si tukang begal ikut bersamanya ke kantor Rey.
"Nama bapak siapa".
"Beno bu".
__ADS_1
"Sebelum jadi begal dulu kerja apa".
"Satpam bu".
"Lah sekarang kenapa jadi begal".
"Perusahaan tempat saya bekerja bangkrut bu dan semua pegawai di PHK termasuk saya, saya sudah cari kerja tapi susah dan akhirnya cari jalan pintas jadi begal asal bisa makan bu".
Mereka pun sampai dan Ais meminta Satpam untuk mengobati luka pak Beno, dan membelikannya makan siang.
"Pak, saya tinggal dulu ya dilobi nanti saya akan kembali".
Ais segera menaiki lip menuju lantai dua puluh lima tempat dimana Kekasihnya telah menunggu.
"Ting"Pintu lip terbuka dan Ais segera menuju ruangan suaminya setelah izin dengan sekretaris Rey yang bernama Rudi.
"Tok.. tok.. ".
"Masuk Ayang aku udah laperrrr".
Aia segera masuk dan menyalami suaminya.
"Kok lama sih Yang, aku dah laper loh ini".Canda Rey sambil mencium kening Ais.
"Maaf yang ada sedikit accident tadi dijalan". Lalu Ais bla... bla.. menceritakan semuanya pada Rey.
"Ya udah sekarang kita makan dulu baru nanti kita pikirkan apa yang bisa kita bantu buat bapak Beno ya".
Rey segera menarik istrinya ke kamar istirahat yang ada diruangnnya, karena ia sudah dua bulan tidak turun kemedan tempur. Dan sekarang pergumulan hebat sedang terjadi dimedan pertempuran, karena Aispun sudah sangat rindu serangan gerilya suaminya, mereka hampir lupa mengisi amunisinya saat pergumulan sengit itu berlangsung terdengar alaram peringat keras.
"Kruyuuuuuuk"
"Ayang.... ".
"Tanggung nih".
"Lanjut dulu ya, semburan meriamnya bentar lagi akan memenuhi arena pertempuran ".
"he emmm".
To be continue...
Makasih ya dah baca karyaku semoga tetap. suka 😍.
Maksih juga yang sudah kasih like, komen, dan votenya 😍.
Semoga sehat dan bahagia selalu 😍.
Salam Manis,
😍
__ADS_1
Author