
...Umi... Abi...
Suara kecil itu sangat menggemaskan siapa saja yang mendengarnya. Ais segera menyeka air matanya dan melepas pelukkannya.
"Dia Alif buah cinta kita kak Rey"Ucap Ais penuh cinta dan meraih Alif dalam gendongannya.
Rey segera mengambil Alif dari gendongan Ais dan memeluknya erat, melepas rindu pada orang - orang terkasih.
Ais segera mengganti pakaiannya, dan bergegas menemui Rey.
"Kak kita ikut kerumah sakit ya, lihat kondisi mama kak Hanif"Pinta Ais.
"Sayang beneran mau ketemu tante Mira"Ucap Rey ragu.
"Iya kak bagaimanapun semua masalah ini berawal dari Ais, sehingga tante Mira. menjadi begini"Ucap Ais sedih.
"Sudahlah sayang, jangan menyalahkan dirimu, semua ini adalah sekenario Allah untuk menambah rasa cinta diantara kita dan mempersatuakan kita semua kembali"Ucap Rey memeluk istrinya.
"Rey... Ais... ayah wi sangat bahagia bisa melihat senyum itu kembali kewajah kalian, dan ayah yakin Acong pun sudah tenang dan senang melihat kalian bahagia"Ucap Wijaya
Ais sangat berterima kasih kepada kedua orangtua Acong alis Amar yang telah merawat dan membantu menyembuhkan suaminya.
"Ayah wi, Terima kasih untuk semuanya, hanya Allah saja yang dapat membalasnya"Ucap Ais tersenyum sangat manis.
Ais menitipkan Alif pada ayah dan ibunya yang telah dibawa Rey kerumah mereka yang ada di Amrik, karena Rey dan Ais akan menjengguk tante Mira mamanya Hanif.
*****
Rumah Sakit...
Operasi pengangkatan peluru yang bersarang diperut mama Hanif berjalan dengan lancar namun terjadi hal yang diluar dugaan, mama Hanif mengalami pendarahan hebat pasca operasi dan membutuhkan donor darah yang cukup banyak kurang lebih sepuluh jantong, stock darah dirumah sakit hanya tersisa delapan kantong jadi kurang dua kantong lagi.
"Tuan Bayu... kita masih kekurangan dua kantong darah lagi, dan harus secepatnya"Ucap dokter yang menangani mama Hanif.
"Baik dok, akan saya usahakan"Ucap ayah Hanif lesu.
"Bagaimana pa, darah Hanif nggak cocol, kita harus cari kemana"Ucap Hanif panik.
Ais dan Rey yang sudah sampai sedari tadi telah mendengar semuanya.
"Assalamualaikum, om... Hanif... biar Ais saja yang donor untuk tante"Ucap Ais tiba - tiba sudah berdiri didepan mereka.
Om Bayu dan Hanif sangat terkejut, mereka tak menyangka Ais mau mendonorkan darah untuk orang yang telah menyakitinya dan kelluarganya.
"Ais... kamu..???!!Ucap om Bayu tak percaya.
"Iya om, nggak apa - apa, walaupun tante telah melakukan sesuatu yang sangat tidak kita harapkan, tetapi sekarang tante adalah orang yang sedang membutuhkan bantuan, inshaa Allah Ais akan bantu"Jelas Ais.
"Kamu tidak dendam pada mamaku Ais? "Ucap Hanif.
"Tidak kak Allah saja Maha pemaaf masak aku malah lebih sombong dari Nya"Ucap Ais tersenyum.
Rey sangat bahagia, dia tak pernah tahu ada sisi yang sangat lembut dan pemaaf dari Ais kekasihnya.
Ais kau membuatku jatuh cinta lagi padamu batin Rey.
Ais ternyata sifatmu seperti malaikat, sungguh kau wanita sempurna sungguh cantik paras dan cantik budi, sayang kau bukan jodoh putraku, batin om Bayu.
Hanif merasa semakin besar Cintanya untuk Ais meski tak bisa memilikimu sebagai teman hidupku, aku kan menjadikanmu adik perempuanku, aku akan selalu menjagamu meski ada Rey sebagai pendampingmu, batin Hanif.
__ADS_1
*****
Proses transfusi darah berjalan dengan baik, dan kini kondisi mama Hanif sudah stabil, dan Ais masih harus istirahat sebentar guna memulihlan kondisinya yang sedikit lemas sehabis donor.
Setelah merasa baikan Ais dan Rey mohon diri untuk pamit, tetapi om Bayu meminta mereka pulang kalau istrinya sudah siuman nanti.
Akhirnya Ais dan Rey menuruti keinginan om Bayu, dan segera Rey menelpon kerumah untuk mengabarkan keterlambatan mereka untuk pulang, dan menanyakan kabar putra kesayangannya.
Sambil menunggu Rey tak berhenti menatap Ais sampai Ais merasa sedikit risih, pasalnya banyak mata yang memandang ke arahnya dan Rey. Wajah Ais sudah bersemu merah.
"Sayang... jangan memandangku seperti itu, aku malu"Ucap Ais berbisik ditelinga Rey.
Tubuh Rey langsung menegang mendapat bisikan ditelinganya, dengan cepat tubuhnya bereaksi.
"Khumairohku kau membuat senjataku siap bertempur, kau harus bertanggung jawab menyiapkan medan tempurnya"Bisik Rey tak kalah mesra ditelinga Ais.
Wajah Ais sudah memanas ia dapat merasakan pasti wajahnya sangat memerah saat ini.
"Tutt" Ais mencubit perut suaminya.
"Ahhh...sakit"Ucap Rey.
"Sudah berani ya sekarang, sepertinya aku akan berperang disini saja"Bisik Rey menggoda Ais.
Dengan cepat Ais berdiri dan berlari meninggalkan Rey, ia takut Rey akan menerkamnya ditempat umum seperti itu.
Rey dengan cepat segera berlari mengejar istrinya disepanjang koridor rumah sakit, dan membuat orang - orang senyam senyum bahkan ada yang geleng - geleng kepala melihat tingkah keduanya, mereka seolah melihat film India saja.
Ais berlari sangat cepat dan Rey kewalahan mengejarnya, akhirnya Rey pura - pura terjatuh untuk menghentikan istrinya yang berlari secepat kijang.
"Aduh... akhhh"Ucap Rey pura - pura kesakitan, dan itu berhasil.
Ais berhenti berlari dan melihat suaminya sudah terduduk dilantai, seperti menahan sakit. Dan Ais segera menghampirinya.
Tiba - tiba Rey memegang tangan istrinya dan meletakkannya didadanya.
"Ini yang sakit.. menahan rindu padamu"Ucap Rey sambil mengecup tangan Ais yang begitu lembut.
Ais tersipu malu, dan tak berani menatap wajah suaminya yang memandangnya penuh dengan cinta dan nafsu.
Rey mengangkat tubuh istrinya untuk berdiri dan memeluknya dengan erat.
"Jangan pernah lagi berlari meninggalkan kakak"Ucap Rey mengecup kedua mata Ais.
Ais membalas pelukan suaminya. Rey menarik Ais kelorong yang sepi dan disana ia segera mencium bibir Ais dengan sangat panas, sehingga Ais merasa sesak, sesaat melepaskan pagutannya untuk mengambil nafas dan kembali menyerang bibir Ais dan tangannya mulai bergerilya dibalik hijab istrinya. Dan Ais tak bisa menahan desahan mesranya.
"Sayang... hentikan.. ini dirumah saki"Ucap Ais sambil mendorong tubuh Rey.
"Biarkan sebentar lagi sayang, aku sangat kangen"Ucap Rey dengan nafas yang berat.
Akhirnya Ais hanya bisa , ia juga sangat merindukan sentuhan suaminya. Setelah puas mencumbu istrinya, Rey segera merapikan hijab dan pakaian istrinya.
"Terima kasih sayang, l love you"Ucap Rey mencium tangan Ais.
"I love you too, Sayang"Ais memeluk suaminya.
Seakan rindu diantara Keduanya tak pernah bisa diobati, mereka berjalan sambil bergandengan tangan menuju ruangan mama Hanif. Disaksikan ribuan bintang dilangit malam sebuah kota di Amrik.
*****
__ADS_1
Ruang Mama Hanif....
"Akhhhh sakitttt"Teriak mama Hanif.
"Alhamdulillah, sayang kamu sudah bangun"Ucap papa mencium kening mama.
Hanif segera memencet bel untuk memanggil tim medis yang menangani mamanya.
Tak lama tim dokter datang dan segera memeriksa keadaan ibu Mira.
"Alhamdulillah, semua baik - baik saja, hanya menunggu pemulihan saja"Ucap dokter.
"Pa... mengapa membawa mama kerumah sakit, biarkan saja mama mati, papa dan Hanif tak sayang mama, kalian bersekongkol untuk menjatuhkan mama"Ucap mama menagis.
"Ma... kami melakukan ini karena kami mencintai mama, papa nggak mau mama berbuat jahat yang akan mencelakakan mama juga, papa tidak mau kehilangan mama"Ucap papa sedih.
"Asal mama tahu, yang sudah membuat mama sehat dan kembali sadar adalah Ais"Ucap Rey menangis.
"Apaaaa?!!! Gadis itu.. dia.. "Ucap mama tak percaya.
"Ya.. Ais sudah memaafkanmu dan mau menolongmu"Ucap papa.
Mama menagis histeris, dia sangat menyesali telah membuat Ais menderita selama ini, dan ia membalas semuanya dengan kebaikan.
"Mama malu pa, apa yang telah mama lakukan pada Ais"Ucap mama bercucur air mata.
Ais ikut menangis mendengar penyesalan mama Hanif, baginya tak ada yang lebih. bahagia dari membuat seseorang menyesal dan kembali ke jalan yang benar.
Kemudian Ais berjalan mendekati mama Hanif.
"Tante... Ais sudah memaafkan segalanya, sekarang kita mulai lagi semuanya dari awal"Ucap Ais mengenggam tangan Mira.
"Aissss maafkan tante, dan terima kasih untuk semuanya, tante ikhlas sekarang untuk menjalani hukuman tante dan tante akan mengembalikan semua aset keluarga Rey yang telah tante ambil "Ucap Mira terharu.
Ais dan Rey berpamitan untuk pulang, tetapi saat sudah setengah perjalanan Rey membelokkan kendaraannya ke arah yang berlawanan. Dan Rey berhenti tepat disebuah hotel mewah.
"Sayang.. mengapa kita berhenti dihotel bukan kerumah saja, apa ada meeting"Tanya Ais heran.
Rey tidak menjawab, dia menarik tangan Ais dan mengandeng tangan Ais.
"Tolong satu kamar untuk satu hari"Ucap Rey pada Resepsionis.
Dengan segera penjaga itu memberikan kunci sebuah kamar. Setelah menerima kunci itu Rey segera mengendong tubuh istrinya, Ais yang tak siap sampai terpekik kecil.
"Sayang... turunkan aku, kita mau ngapain hah"Tanya Ais lugu.
"Aku akan berperang sekarang karena senjataku sudah sangat siap dan keras, aku tidak sanggup lagi untuk puasa"Ucap Rey terus memasuki kamar mereka dan mulai melancarkan serangnya.
"Ais I Love You" Muah... muah... cup...
" Akhhhhb.....Kak Reyyyyyy" Teriak Ais kesalllll.
Thanks for reading 😍
Author sangat mengharapkan like, komen, dan votenya ya readers lover 😍
Semoga sehat dan bahagia selalu 🤗
Salam Manis,
__ADS_1
😍
Author