
🌻Terimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.🌻
#Mushola Resort #
"Jadi, menurut saya, inilah pernikahan yang agung, pernikahan yang baik, pernikahan yang sesuai perintah Allah. Kedua belah pihak dituntut harus sama-sama berlaku dan berbuat baik kepada pasangannya. Baik suami maupun istri. Bukan malah sepihak dan bukan satu saja, tapi kedua-duanya harus sama-sama berlaku baik kepada pasangannya masing-masing," ucap Rey menutup kultumnya.
Hal ini sengaja Rey sampaikan sekedar mengingatkan saja agar semua hubungan suami istri dikeluarga mereka bisa SAMAWA (Sakinah, Mawadah, Waromah) hingga akhir hayat. Terlebih untuk kedua pasangan yang akan mengikat janji suci besok yaitu Reza dan Nara.
Kini semua sudah bersiap untuk sarapan bersama.
#Ruang Makan#
Semua tampak gembira pasalnya setelah sarpan mereka akan kembali pulang kerumah untuk persiapan pernikahan Reza dan Nara.
Kali ini menu sarapan mereka sedikit berbeda dan spesial karena kali ini ada juga permintaan Alif dan Wardah.
Ada makanan ngeliwet dimeja makan.
Soto yang gurih.
Sayur Bening.
Nasi uduk.
Ayam Goreng Upin Ipin.
Aneka Roti.
Dan Aneka jus buah.
Mata Wardah tak lepas dari semua makanan itu, karena seumur hidupnya baru pertama kali ia bisa memandang aneka makanan termewah dan terenak dalam hidupnya.
"Ayo semua sudah siap untuk sarapan jangan lupa sebelum makan kita berdoa dulunya," ucap Rey sambil tersenyum.
"Abi ... apa boleh Babang yang baca doanya?"
"Aku juga bisa," ucap Wardah tidak mau kalah.
Agar keduanya tidak kecewa Ais meminta keduanya untuk membaca doa bersama.
"Ya sudah yang baca doanya kalian berdua ya." Melirik Alif dan Wardah.
Keduanya tampak tersenyum dan mulai membaca doa.
"Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannaar"
Artinya: "Ya Allah, semoga Engkau berkenan memberikan berkah (kemanfaatan) kepada kami atas apa yang telah Engkau anugerahkan kepada kami dan semoga Engaku berkenan menjaga kami dari siksa api neraka yang menyakitkan."
Setelah semua selesai mulai lah mereka melakukan aktivitas makan bersama.
Setelah selesai makan kembali Alif dan Wardah mengucapkan doa sehabis makan.
"Alhamdu lillahhil-ladzi ath-amanaa wa saqaana waja’alanaa minal muslimiin”
Arti Doa Sesudah Makan
“Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami termasuk golongan orang muslim.” (HR.Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi).
"Aamiin," ucap semuanya sambil menyapukam kedua tangan kewajahnya masing-masing.
"Oh iya, habis makan kita segera bersiap untuk pulang, inshaa Allah besok kita akan menyaksikan acara sakral bagi Reza dan Nara, yaitu ijab qobul bagi keduanya agar bisa menjadi kekasih halal secara agama," ucap Rey.
"Alhamdulillah , aamiin semoga semua dapat berjalan lancar sesuai dengan rencana," ucap Burhan ayah Nara yang sangat jarang bicara ikut nimbrung kali ini.
__ADS_1
"Aamiin," ucap semua dengan serentak.
Semua nampak bergembira dan segera kembali ke kamar masing-masing untuk bersiap pulang, namun ada satu wajah yang tampak tidak senang bahkan seperti bersedih.
Yah dia adalah gadis kecil yang kemarin ikut mereka dari panti ke resort. Melihat perubahan wajah sahabatnya membuat Alif jadi penasaran dan mendekatinya.
"Hai ... kamu kenapa sedih?"
"Aku ... tidak mau pulang." Menunduk lesu.
"Kenapa tidak mau pulang, dirumahku seru loh banyak mainan," ucap Alif semangat.
"Pokoknya aku nggak mau pulang," teriak Wardah histeris yang terdengar oleh Ais dan Rey.
Dengan cepat keduanya berjalan menuju ketempat Alif dan Wardah yang sedang duduk taman didepan kamar mereka.
Ais sangat sedih melihat Wardah yang sudah menangis. Diraihnya Wardah dan segera dipeluknya. Sedangkan Rey segera meraih Alif yang seperti ketakutan melihat Wardah yang histeris, karena dirumahnya tidak pernah ada yang berteriak sekuat itu.
"Sayang ... Wardah kenapa?" tanya Rey sambil memeluk putranya.
"Nggak tahu Abi, katanya dia nggak mau pulang, lalu Babang tanya kenapa nggak mau pulang tapi dianya malah nangis," jelas Alif.
"Beneran cuma begitu, bukan karena dijahilin Babang kan?" tanya Rey memastikan.
"Nggak kok Bi,"
"Alhamdulillah, terimakasih anak yang baik sudah jujur sama Abi." mencium putranya.
Kini giliran Ais yang berbicara pada Wardah.
"Sayang kamu kenapa menangis, katanya nggak mau pulang ya?" Membelai lembut kepala Wardah yang tertutup hijab.
Wardahpun mengangguk.
"Apa tante boleh tahu alasannya?" Memegang dagu Wardah lembut.
Wardah kembali mengangguk, tampak selintas senyum muncul dibibir Ais yang tampak merah jambu.
"Coba cerita, kenapa?"
"Aku nggak mau pulang kepanti, aku masih ingin disini, bersama Alif, tante dan yang lainnya, aku merasa nyaman dan bahagia disini, tidak ada yang memarahi aku, semua menyayangi aku," Mengusap air matanya.
"Kita bukan pulang kepanti sayang, tapi kerumah tante, karena disana besok kita akan melangsungkan syukuran nikahan om Reza sama tante Nara, yang semalam bermain bersama kamu dan Alif," ucap Ais sambil tersenyum.
Wajah murung Wardah seketika menjadi cerah.
"Tante beneran mau ajak aku pulang kerumah Tante?"
"Iya sayang, yuk sekarang kita berkemas." Mengajak Wardah berdiri.
Dengan tersenyum akhirnya Wardah mau berkemas untuk pulang kerumah Alif.
Kini semua sudah masuk kemobil masing-masing, dan rombongan pun sudah bergerak meninggalkan resort menuju ke Kelapa Gading.
Disepanjang perjalanan tampak wajah Wardah tersenyum sesekali ia tertawa lepas bersama Alif. Ais yang menyaksikan merasa miris. Dia membayangkan bagaimana nanti saat tiba waktunya akan mengembalikan Wardah kepanti, pasti sungguh menyakitkan.
Namun cepat Ais beristiqfar karena sudah membuat pikirannya kotor penuh dengan kecurigaan dan prasangka yang kurang baik. Ia teringat pesan guru agamanya dulu tentang prasangka.
Dalam islam sudah dijelaskan di dalam Al Qur’an surat Al Hujarat ayat 12 mengenai perintah untuk tidak berprasangka buruh bahkan sampai mencari-cari kesalahan orang lain.
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-car kesalahan orang lain.” (Al-Hujurat : 12)
Setelah beristiqfar Ais dapat kembali tersenyum menikmati indahnya ketulusan rasa bahagia yang dirasakan putranya dan Wardah dimasa kecilnya, yang suatu saat akan mereka ingat dan tersimpan dalam memori kenangannya.
#Kediaman Rey dan Ais#
Tak terasa kini mereka telah memasuki kawasan elite perumahan Kelapa Gading, Alif dan Wardah sudah tertidur, begitu juga dengan Ara dan Aza.
"Ayang, nanti tolong gendong Alif dan Wardah ya, kasihan mereka tertidur. Nanti Wardah letakkan dikamar sebelah Alif saja ya, aku akan meminta Bik Sum dan Lela membersihkannya." Menggendong Ara sedangkan Aza digendong Bik Inah.
"Iya Ayang, tenanglah." Mengedipkan matanya.
Seketika wajah Ais merona, yang membuatnya tersipu.
*Dia masih saja seperti pengantin baru, saat digoda selalu merona, batin Rey.*
Dengan cepat Rey segera memindahkan Alif dan Wardah kekamarnya masing-masing. Begitu juga dengan yang lain, segera beristirahat karena nanti sehabis zuhur mereka akan mulai mempersiapkan acara untuk akad dan resepsi untuk Reza dan Nara.
__ADS_1
Semua telah beristirahat dikamar masing-masing, untuk menghilangkan penat yang mampir ditubuh mereka setelah hampir dua jam melakukan perjalanan. Berbeda dengan Ais dan Rey keduanya belum pergi beristirahat rebahan dikamar karena masih ada kebiasaan yang rutin mereka tunaikan yaitu sholat dhuha.
Baik Ais maupun Rey telah selesai berwhudu dan segera menuju kemushola keluarganya.
Keduanya dengan khusuk menunaikan sholat sunat dhuhah dan setelahnya membaca AlQuran sebentar. Setelah selesai keduanya saling bersalaman dan tak lupa Rey mencium kening istrinya setiap habis sholat, satu kebiasaan yang sangat Ais rindukan dari suaminya.
Kini keduanya saling beriringan menuju kekamar mereka untuk rebahan.
#Kamar Ais dan Rey#
"Yang!"
"Hemmm!"
"Apa waktu akad dulu kita juga seperti Reza dan Nara?"
"Nggak Yang, karena dulu kita disatukan dalam ikatan suci itu pada situasi dan kondisi yang darurat, kenapa?"
Ais hanya tersenyum.
"Apa kamu mau mengulang masa itu?"
"Aku hanya sedih karena kita tidak punya foto pernikahan dan foto walimahan." Tertunduk sedih.
Rey beringsut memperbaiki posisi duduknya mendekati Ais. Dipeluknya tubuh wanita yang sudah hampir tujuh tahun mendampinginya dalam suka maupun duka.
"Apa kamu mau mengulanginya bersamaku besok?"
"Maksudnya Ayang?"
"Kita akan melakukan hal yang sama seperti Reza dan Nara, anggap saja kita merayakan universarry kita yang ke tujuh tahun, jadi sekalian kita menyelenggarakan walimatul ursy." Memeluk Ais.
"Tapi aku malu Yang." Membalas pelukan suaminya.
"Tidak usah malu, ada aku bersamamu. Jadilah pengantinku besok." Mencium lembut kening istrinya sampai akhirnya mereka berdua terlelap dalam dekapan cinta sebelum azan zuhur membawa mereka kembali.
Bersambung.....
Terimakasih sudah membaca.
Sambil menunggu novelku yang ini terbit, baca juga yuk novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.
Dan Novel Author lain yang tak kalah menarik.
Fit Fithree Fitri.
Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.
* Almaira My Secret Wife
My Love My Babysitter
* Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu
Kembar Tidak Identik
*Ergina Putri
Melawan Rasa Takutku
Putri Asisten Pribadiku
* Putri Tanjung
OB Kerudung Biru
*Envy Yo Wesben.
My Princess OG.
*Cindy Elvira
Ketika Muslimah Jatuh Cinta
* Karlina Sulaiman
Mencintaimu dalam Diam
__ADS_1
Kembali