
🌻Terimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.🌻
keesokan harinya disekolah....
Maria melangkah dengan tergesa - gesa karena ia merasa tak sabar ingin bertemu Ais untuk memyampaikan undangan makan malam dari Mami dan Papinya, namun sampai dikelas ia tak menjumpai Ais.
"Tumben banget kalau jam segini Ais belum datang ke sekolah ya.." Ucap Maria pada dirinya sendiri.
Satu persatu semua anak mulai berdatangan namun Ais belum datang juga, Maria semakin gelisah karena sebentar lagi bel masuk berbunyi.
*****
Bel masuk sudah berbunyi namun Ais belum juga datang, tak lama kemudian guru wali kelas merekapun datang karena kebetulan hari ini diawali dengan pelajaran Bahasa Indonesia.
"Assalamualaikum, anak - anak semua dan selamat pagi juga.." Ucap Bu wali kelas dengan semangat.
"Waalaikumussalam dan pagi juga buuuuuu.." Jawab semua anak dengan serentak.
"Baiklah sebelum pelajaran kita mulai ibu akan mengabsen dulu, siapa yang tidak masuk hari ini.." Ucap bu guru.
Setelah semua diabsen akhirnya Bu guru bertanya adakah yang tahu mengapa Ais tidak datang hari ini, sebab hanya Ais lah yang tidak pernah absen dalam satu tahun terakhir ini.
"Adakah yang tahu, mengapa Ais tidak datang hari ini?" Tanya bu guru.
Namun tak ada satupun yang tahu mengapa Ais tidak datang ke sekolah.
"Ibu merasa sangat yakin kalau telah terjadi sesuatu pada Ais, sehingga ia tak datang ke sekolah hari ini, ibu ingin nanti ada yang mencari tahu apa sebabnya.." Ucap bu guru merasa khawatir.
"Iya bu jawab Maria, nanti biar Mar saja yang mencari tahu mengapa Ais tidak ke sekolah.." Jawab Maria.
"Baiklah Maria, ibu tunggu kabar dari kamu ya, dan sekarang mari kita lanjutkan pelajaran hari ini.." Ucap bu guru dengan sedikit lesu karena masih penasaran dengan Ais.
*****
Bel istirahat berbunyi Maria segera pergi ke Mushola untuk sholat dhuha, setelah selesai ia berdoa:
"Ya Allah lindungi lah Ais dimana pun ia berada, hamba sangat khawatir ya Allah, semoga tidak terjadi apa - apa pada Ais, aamiin.. " Doa Maria untuk Ais.
Mendengar doa Maria, seseorang dibalik tirai mushola merasa sangat sedih karena gadis pujaannya tidak ke sekolah dan tak tahu alasannya, ia akan segera mencari tahu kemana Ais.
"Ais... aku harap kau akan baik - baik saja, tunggu lah aku akan mencari tahu keberadaanmu.." Ucap seseorang yang selalu mengagumi Ais dari balik tirai mushola.
****
Dikantin...
"Aduh neng Ais cantik kok tumben ya nggak datang, apa dia sakit ya atau ada sesuatu yang terjadi padanya.." Ucap Pak Amat risau.
Baru sehari Ais tak datang namun satu kelas bahkan Pak Amat sangat merasa kehilangan sosoknya yang selalu periang dan ramah.
*****
Ditempat lain...
"Cepatlah Ais.." Ucap Ayah.
"Iya Ayah nih Ais udah berjalan dengan lebih cepat.." Ucap Ais.
Ayah dan Ais segera bergegas, karena kakak - kakak Ais semua sudah berkumpul kecuali kedua adik Ais mereka ditinggal karena masih terlalu kecil untuk dibawa kerumah sakit.
Sampai dirumah sakit wajah ayah tampak muram karena melihat anak - anaknya sudah menangis.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan ibu.." Tanya ayah.
"Keadaan ibu belum membaik yah, malah kata dokter ibu harus segera dikirim ke Rumah Sakit dikota karena ibu bluding akibat lambungnya sudah terluka.." Ucap kak Ari sambil menangis.
"Sudahlah tidak usah bersedih kita bawa saja ibu kerumah sakit dikota, biar nanti ayah yang urus.
"Tapi yah.. biayanya dari mana, siapa yang akan menjaga ibu, kitakan harus kerja biar bisa membantu pengobatan ibu.." Ucap kak Ari lagi.
Ayah tampak diam sambil berfikir.
"Begini saja kata Ayah, kalau masalah biaya kita bisa usaha tapi untuk yang nungguin Ibu siapa ya kira-kira ?" Ucap Ayah sambil berpikir keras.
"Ari dan Ani sudah ikut kerja, kalau Ali sekolah, Ara nanti bertugas mengurusi rumah dan adik - adik, Ais juga sekolah, aduh ayah jadi binggung.." Ucap Ayah.
Yah... Ais saja yang nunggu in Ibu.." Ucap Ais.
"Tapi kan kamu harus sekolah Ais, ayah tidak mau sekolahmu terganggu.." Ucap Ayah.
"Yah... saat ini ibu lebih penting, nggak apa - apa Ais tak usah sekolah dulu, nanti Ais akan belajar lebih giat untuk mengejar ketinggalan Ais.." Ucap Ais meyakinkan Ayah.
Suasana tampak hening..
"Yah.. Ais benar kata kak Ari, biarkan Ais yang menjaga ibu lagiankan Ais perempuan, ia akan mudah memahami kebutuhan ibu nanti"Jelas kak Ari.
Akhirnya ayah menyerah dengan mengizinkan Ais nanti yang akan menunggui ibu dirumah sakit kota.
*****
Ibu segera dimasukkan ke ambulan Ais pun ikut serta didalamnya, semua berkas yang dibutuhkan sudah Ais bawa. Karena Ais anak yang cerdas tidak sulit baginya untuk memahami apa yang telah ditugaskan dokter padanya saat dalam perjalanan nanti.
Diperjalanan..
" Bu... ibu yang kuat ya, sabar dan selalu ingat Allah.." Ucap Ais sambil mengenggam tangan ibu.
Ais berusaha menahan air matanya, ia sangat menyanyangi Ibu, Ais tahu Ibunya adalah sosok wanita tangguh yang tak pernah mengeluh sesusah apapun kehidupan mereka, Ibu yang tak pernah mengeluh ketika sakit entah itu berat atau tidak sakit yang dirasakannya. Ibu bagi Ais adalah segalanya, saat Ibu sakit maka terasa semua isi rumah ikut sakit.
Dalam diam Ais menumpahkan kesedihannya, hanya doa yang mampu ia panjatkan untuk kesembuhan Ibu, Ais tak memperdulikan sekolahnya saat ini yang terpenting baginya adalah bisa bersama Ibu.
*****
Ditempat lain
Seorang anak laki - laki yang putih bersih dan tampan tampak turun dari sebuah mobil mewah, dia turun tepat diujung kampung Ais.
Ia turun dan mulai berjalan, dengan menanyai orang - orang yang ditemuinya dijalan.
"Maaf Bu, apa Ibu mengenal gadis ini.." Sambil menunjukkan foto.
"Iya kenal dia Ais, siapa yang tak kenal Ais, anak yang sangat rajin bekerja membantu orang tua, rajin sholat dan mengaji, calon mantu idaman.." Kata ibu itu dengan tersenyum.
"Apa Ibu tahu rumahnya.." Tanya lelaki itu.
"Tahu kok, apa anak tampan ini teman Ais atau pacarnya?" Tanya balik ibu itu.
"Iya Bu saya temannya Ais, satu sekolahan.." Jawabnya.
"Ooo syukurlah bukan pacarnya Ais, Tuh Rumah Ais yang paling ujung sebelum lapangan bola itu.." Tunjuk ibu itu.
"Tapi Ais sekarang tidak ada dirumah, ia ada dirumah sakit kota menunggui Ibunya yang sedang sakit, soalnya Ayah sama kakaknya harus bekerja untuk mencari biaya rumah sakit, warga disini juga sudah ikutan sumbangan ala kadarnya untuk meringankan beban keluarga Ais, kasihan mereka keluarga yang baik hanya saja keberuntungan belum berpihak pada keluarganya.." Ucap ibu itu panjang lebar.
Perasaan lelaki itu amat terpukul mengetahui kondisi keluarga orang yang dia kagumi sebegitu memperihatinkan, ia memyesal karena terlambat mengetahui ini semua.
__ADS_1
"Baiklah bu, terima kasih banyak semua informasinya.." Ucap lelaki itu dengan sopan.
Lelaki itu tiba didepan rumah Ais, rumah mungil yang sederhana tapi dengan pemandangan yang asri.
*Ais begitu sedehana kehidupanmu tapi begitu kaya hatimu, tunggu aku Ais... ucap lelaki itu dalam hatinya.
Bersambung*....
**Makasih ya dah mau baca readers lovers
jangan lupa author sangat mengharapkan like and komennya yang banyak ya.
😁😁😁
Sambil menunggu ceritaku yang ini Up baca juga Novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.
Dan karya apik author yang lain :
Fit Fithree Fitri.
Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.
Mengejar Cinta Ariel
Almaira My Secret Wife
My Love My Babysitter
*Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu
Kembar Tidak Identik
*Ergina Putri
Melawan Rasa Takutku
My Heart Is Only For You
*Sudrun
Penjelah Malam
Samudra
*Putri Tanjung
OB Kerudung Biru
*Envy Yo Wesben.
My Princess OG.
*Sisca Nasty
Mafia in Love
*Cindyelvira
Ketika Muslimah Jatuh Cinta
Istri Sholehah
__ADS_1
*Karlina Sulaiman
Mencintaimu Dalam Diam